BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN
5.1. Deskripsi Hasil Penelitian
5.2.12. Implikasi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan penulis selama dilapangan, prosedur pemberian kredit yang diterapkan PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Singaraja untuk mencapai keputusan pemberian kredit modal kerja untuk perusahaan jasa dapat dikatakan telah sesuai dengan teori dan sudah memadai. Namun masih terdapat sedikit kekurangan pada beberapa bagian kredit, karena terlihat adanya berkas- berkas yang masih tercecer dan tidak disimpan dengan rapi sehingga menyulitkan jika ada pihak yang berkepentingan terhadap isi berkas tersebut. Menurut teori yang dikemukakan oleh Sudirman (2004 : 50), semua berkas kredit ditata usahakan di bagian administrasi kredit sampai dengan pelunasan atau dihapus bukukan. Hendaknya bagian kredit Bank BPD Bali Cabang Singaraja menerapkan Penata Usahaan sehingga tidak terdapat lagi berkas yang tercecer yang nantinya memudahkan dalam pencarian berkas jika diperlukan kembali.
Manajemen sumber daya manusia meruapakan suatu cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. Bank BPD Bali Cabang Singaraja dianggap perlu melakukan adanya pelatihan dan peningkatan jumlah kerja sumber daya manusia (karyawan). Dengan terpenuhinya kekurangan pegawai yang dialami Bank BPD Bali Cabang Singaraja khususnya bagian Analis Kredit diharapkan dapat melaksanakan evaluasi/ analisa pemberian kredit secara cepat dan tepat dan menghindari tugas berganda yang dilakukan oleh pegawai/ pejabat kredit.
5.2.13.Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang
Dibawah ini adalah rangkuman perbedaan hasil penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu:
Tabel 5.3: Rangkuman Perbedaan Penelitian Sekarang dengan Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti Perumusan Masalah Kesimpulan
Condition of Economic berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit Investasi?
terhadap keputusan pemberian kredit investasi (Y), sedangkan variabel
kemampuan (X2) tidak berhubungan secara
nyata dan berhubungan negatif terhadap keputusan pemberian kredit investasi (Y).
2. Ovi Anindita
(2010)
Apakah jaminan, laba usaha dan penjualan berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit investasi perusahaan dagang pada BRI Cabang Mojokerto?
Secara simultan Nilai Jaminan Kredit (X1),
Laba Usaha (X2), dan Penjualan (X3)
berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit investasi (Y) yang diberikan oleh BRI Cabang Mojokerto. Secara parsial Nilai
Jaminan Kredit (X1) dan Penjualan (X3)
berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pemberian Kredit Investasi (Y),
sedangkan Laba Usaha (X2) berpengaruh
tetapi tidak signifikan terhadap Keputusan Pemberian Kredit Investasi (Y)
3. Made Nik Yunariani
Dewi (2010)
1. Bagaimanakah
prosedur pemberian kredit untuk golongan berpenghasilan tetap pada PT BPD Bali Cabang Seririt? 2. Bagaimanakah sistem pengendalian intern dalam pemberian kredit untuk golongan berpenghasilan tetap pada PT BPD Bali Cabang Seririt?
Prosedur Pemberian Kredit untuk Golongan Berpenghasilan Tetap yang diterapkan oleh PT BPD Bali Cabang Seririt dapat dikatakan telah sesuai dengan teori dan sudah memadai. Sistem pengendalian intern yang diterapkan sudah sesuai dengan situasi dan kondisi PT BPD Bali Cabang Seririt. Secara intern dapat dilihat dari pengaplikasian sistem pengendalian intern yang bertujuan untuk mencegah adanya resiko yang tidak diinginkan dan membantu dalam meningkatkan pencapaian kredit yang sudah ditetapkan.
4. Gede Adi Purnomo
(2012)
Bagaimanakah keputusan pemberian kredit modal kerja untuk perusahaan jasa yang diterapkan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Singaraja?
Untuk mencapai keputusan pemberian kredit modal kerja untuk perusahaan jasa berbagai analisis sangat perlu dilakukan, terutama Analisis Laporan Keuangan merupakan aspek yang paling penting dalam menilai kinerja perusahaan calon debitur. Verifikasi data/ informasi pada Bank BPD Bali Cabang Singaraja dilakukan oleh setiap Pejabat Kredit/ Pemasar (RM) dalam rangka memberikan rekomendasi/ masukan untuk pengambilan keputusan oleh Komite Pemutus Kredit (KPK).
Penelitian ini dirasakan telah dilakukan secara optimal, namun masih terdapat keterbatasan-keterbatasan antara lain:
1. Periode pengamatan relatif singkat, yaitu selama tahun 2011.
2. Lokasi penelitian cukup jauh sehingga menyulitkan jika terdapat
data yang kurang.
3. Data-data di Bank BPD Bali Cabang Singaraja yang berhubungan
dengan kredit modal kerja banyak bersifat rahasia, sehingga penulis hanya dapat menggambarkan keputusan pemberian kredit modal kerja perusahaan jasa secara umum.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai keputusan pemberian kredit modal kerja untuk perusahaan jasa pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Kantor Cabang Singaraja, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berbagai analisis sangat perlu dilakukan, terutama Analisis Laporan
Keuangan merupakan aspek yang paling penting dalam menilai kinerja perusahaan calon debitur. Dengan Analisis Laporan Keuangan, Bank BPD Bali Cabang Singaraja dapat mengetahui kondisi keuangan nasabah dari sisi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitasnya. Analisis Laporan Keuangan yang diterapkan di Bank BPD Cabang Singaraja terdiri dari Analisa Rasio Keuangan, Analisa Pernyataan Rugi-Laba dan Neraca, Analisa Pernyataan dan Pengadaan Kas, Analisa Proyeksi Arus Kas, Analisa Aspek-aspek Perusahaan Lainnya, dan Analisa Kecukupan Jaminan.
2. Verifikasi data/ informasi pada Bank BPD Bali Cabang Singaraja
dilakukan oleh setiap Pejabat Kredit/ Pemasar (RM) dalam rangka memberikan rekomendasi/ masukan untuk pengambilan keputusan
oleh Komite Pemutus Kredit (KPK). Tujuan verifikasi data/ informasi adalah untuk memperoleh data/ informasi yang akurat, lengkap dan mutakhir sebagai salah satu syarat untuk melakukan analisa/ evaluasi kredit, yang baik dan dapat dipercaya.
3. Pada Bank BPD Bali Cabang Singaraja, pegawai/ pejabat yang
bersangkutan dalam melaksanakan proses analisa/ evaluasi dan keputusan pemberian kredit telah diberikan wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu wewenang yang diberikan tidak sama untuk setiap jabatan.
4. Pada dasarnya prosedur pemberian kredit modal kerja secara umum
yang diterapkan oleh Bank BPD Bali Cabang Singaraja dapat dikatakan telah sesuai dengan teori dan sudah memadai. Namun masih terdapat sedikit kekurangan pada beberapa bagian, karena terlihat adanya berkas-berkas yang masih tercecer dan tidak disimpan dengan rapi sehingga menyulitkan jika ada pihak yang berkepentingan terhadap isi berkas tersebut.
6.2.Saran
Berdasarkan pengamatan serta dari hasil simpulan yang diperoleh, maka penulis memberikan saran yang kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai berikut :
1. Prosedur Pemberian Kredit pada Bank BPD Bali Cabang Singaraja pada umumnya telah melalui prosedur yang berlaku, untuk itu perlu tetap dipertahankan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pendapatan bagi bank. Selain itu hendaknya Bank BPD Bali Cabang Singaraja khususnya Bagian Kredit menerapkan Penata Usahaan sehingga tidak terdapat lagi berkas-berkas kredit yang tercecer yang nantinya memudahkan dalam pencarian berkas jika diperlukan kembali.
2. Perlu adanya pelatihan dan peningkatan jumlah kerja sumber daya
manusia (karyawan) agar dapat melaksanakan analisa/ evaluasi pemberian kredit secara cepat dan tepat, serta menghindari adanya tugas berganda.
3. Pada setiap meja perlu dibuatkan label nama duduk diisi beserta
jabatannya, sehingga memudahkan nasabah kredit untuk mengenal pegawai/ petugas yang bertanggung jawab terhadap permohonan kredit. Selain itu juga perlu dibuatkan adanya bagan/ alur permohonan kredit didinding, jadi nasabah dengan mudah mengetahui bagian/ pejabat yang harus dituju sesuai dengan berbagai keperluan kredit yang dibutuhkan.
Anindita, Ovi, 2010, Keputusan Pemberian Kredit Investasi Perusahaan
Dagang Pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Mojokerto, Universitas
Pembanguna Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Bahsan, M, 2007, Hukum Jaminan dan Jaminan Kredit Perbankan Indonesia, Penerbit PT. Grafindo Persada, Jakarta.
Belkaoui, Ahmed, 1986, Accounting Theory (Teori Akuntansi), Penerbit AK Group.
Bogdan, Robert, 1993, Kualitatif : Dasar-Dasar Penelitian, Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.
Dendawijaya, Lukman, 2005, Manajemen Perbankan, Penerbit Ghalia Jakarta. Dewi, Made Nik Yunariani, 2010, Prosedur Pemberian Kredit Untuk Golongan
Berpenghasilan Tetap Dan Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Intern Pada PT. BPD Bali Cabang Seririt, Universitas Ganesha
Singaraja.
Faud, Moh. Ramly, 2005, Akuntansi Perbankan, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
Kasmir, 2002, Dasar-Dasar Perbankan, Penerbit PT. Grafindo Persada, Jakarta. Kasmir, 2003, Dasar-Dasar Perbankan, Penerbit PT. Grafindo Persada, Jakarta. Kasmir, 2004, Dasar-Dasar Perbankan, Penerbit PT. Grafindo Persada, Jakarta. Kotler, Keller, 2006, Manajemen Pemasaran, Penerbit PT. Indeks.
Miles, Matthew B, 1992, Analisis Data Kualitatif, Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Muljono, Teguh Pudjo, 1994, Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersil, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Sarwono, Jonathan, 2006, Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
Sudirman, I Wayan. 2004. Manajemen Perkreditan. Universitas Udayana, Fakultas Ekonomi, Program Diploma.
Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Administrasi, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung
Taswan, 2005, Akuntansi Perbankan, Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta. www.bisnisbali.com
http://herikurniawan19.wordpress.com/2011/02/22/pembangunan-ekonomi- mendorong-pertumbuhan-ekonomi/