5 HASIL DAN ANALISA
5.7 Implikasi Hasil Penelitian
Hasil penelitian berupa pengukuran kinerja pada Transjakarta Busway ini pada dasarnya dapat menambah khasanah perusahaan mengenai pengukuran kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja yang menggunakan tinjauan 4 perspektif secara bersamaan dalam Balanced Scorecard yaitu perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dapat memberikan informasi secara menyeluruh mengenai kinerja perusahaan selama ini.
Selanjutnya mengenai analisis dan pembahasan yang disusun sebagai bagian dari hasil penelitian memberikan petunjuk bagi perusahaan mengenai proses dan langkah-langkah pengukuran kinerja yang baik dengan menggunakan Balanced Scorecard, dimana pelaksanaan pengukuran kinerja harus memiliki sinkronisasi yang jelas dengan visi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian yang ada juga memberikan penjelasan mengenai hubungan sebab-akibat yang menunjukkan keterkaitan antar perspektif. Pada akhirnya diharapkan perusahaan bisa menggunakan Balanced Scorecard sebagai alat dalam sistem perusahaan khususnya pengukuran kinerja perusahaan sehingga memberikan timbal balik yang positif kearah perbaikan kinerja secara menyeluruh.
Bagi penerapan Balanced Scorecard selanjutnya maka dapat ditambahkan indikator-indikator yang lebih komprehensif sebagai tolok ukur kinerja perusahaan. Penggunaan Balanced Scorecard pada penelitian selanjutnya dapat
diperluas tidak hanya sebagai alat pengukuran kinerja tetapi juga sebagai alat perencanaan strategis yang artinya Balanced Scorecard digunakan bersamaan dengan proses penentuan strategi dan penetapan kebijakan perusahaan. Selain itu juga diperlukan penelitian lanjutan dimana mengakomodasi jangka waktu penelitian yang dilakukan secara periodik agar dapat melakukan pemantauan kinerja perusahaan secara berkelanjutan sekaligus menilai efektifitas penggunaan Balanced Scorecard sebagai alat perencanaan strategis dan alat pengukuran kinerja perusaahaan terhadap perbaikan kinerja perusahaan.
Universitas Indonesia BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik keseimpulan yaitu sebagai berikut:
1. Dari penilaian keempat perspektif Balanced Scorecard sebagaimana telah dihasilkan nilai kinerja Transjakarta Busway secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kinerja Transjakarta Busway yang diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard yang ditinjau dari perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dapat dikatakan baik.
2. Hasil pengukuran kinerja Transjakarta Busway dengan menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang amat baik. Hal ini menunjukkan realisasi dari target tolok ukur yang ditetapkan telah menunjukkan kinerja yang baik. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan jumlah penumpang daripada tahun 2010. Sedangkan hasil dari survei kepuasan pelanggan mengindikasikan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa transportasi yang disediakan Transjakarta Busway berada pada tingkat yang cukup baik. Walaupun demikian tingkat pengaduan atas komplain pelanggan masih belum mencapai target yang diinginkan sehingga masih saja ada pelanggan yang belum terlayani dengan baik.
3. Hasil pengukuran kinerja Transjakarta Busway dengan menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan diketahui bahwa kondisi keuangan Transjakarta Busway dinilai cukup baik karena dapat melakukan efisiensi. Walaupun tingkat pendapatan belum mencapai target yang ditentukan.
4. Hasil pengukuran kinerja Transjakarta Busway ditinjau dari perspektif proses bisnis internal adalah baik. Perspektif ini diukur dengan menggunakan tolok ukur ketersediaan armada, kehandalan armada, dan kecelakaan armada. Nilai ketersediaan armada yang melebihi target menunjukkan bahwa secara perhitungan, Transajakarta Busway dapat menyediakan jumlah armada yang
memadai. Sedangkan nilai kehandalan armada, sudah memiliki kesesuaian dengan ketentuan yang ditetapkan yaitu 10% yang diijinkan untuk tidak beroperasi. Selanjutnya nilai kecelakaan armada yang masih terjadi perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.
5. Hasil pengukuran kinerja Transjakarta Busway ditinjau dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaranmenunjukkan nilai yang cukup baik. Walaupun realisasi retensi pekerja tidak sesuai dengan target tetapi Transjakarta Busway telah mampu mempertahankan hubungan dengan pekerjanya hal ini didasarkan pada jumlah pekerja yang keluar relatif kecil. Kemudian pada tahun 2011 realisasi pelatihan atas target yang direncanakan sudah cukup baik.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil analisis pada pembahasan serta kesimpulan yang diperoleh beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi Transjakarta Busway, antara lain:
1. Transjakarta Busway diharapkan mampu menjaga hubungan dengan pelanggan di tengah-tengah meningkatnya kompetisi jasa transportasi. Untuk mempertahankan pelanggan maka dapat menggunakan strategi pemasaran bertahan. Strategi ini berwawasan ke depan dengan membangun ikatan jangka panjang antara Transjakarta Busway dengan penumpang yang telah menjadi pelanggannya. Dalam upaya untuk unggul maka Transjakarta Buswayharus mampu meningkatkan pelayanan yang berkualitas tinggi dengan peningkatan pelayanan yang selalu cepat dan tanggap, kenyamanan suasana, serta pemberian pelayanan yang lebih informatif.
2. Transjakarta Busway diharapkan meningkatkan efisiensi biaya dalam artian biaya yang dikeluarkan adalah tepat sasaranseperti pengoptimalan biaya pengoperasian bus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah penumpang. Efisiensi biaya pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan di Transajakarta Busway.
3. Transjakarta Busway diharapkan melakukan perbaikan terus-menerus terhadap kualitas sumber daya manusia yang mengarah pada peningkatan kompetensi baik softskill maupun hardskill serta menerapkan pendekatan
Universitas Indonesia reward and punishment. Hal ini akan membawa pada terbentuknya hubungan yang baik dengan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas serta kualitas pelayanan.
4. Agar kinerja organisasi Transjakarta Busway dapat lebih optimal maka dapat memanfaatkan Balanced Scorecard sebagai alat perencanaan strategis sekaligus alat pengendalian intern dan manajemen. Hal ini perlu diikuti dengan komitmen organisasi serta penerapan prinsip-prinsip good corporate governance pada organisasi.
5. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan indikator-indikator kinerja lain di setiap perspektif, sehingga dapat menggambarkan hubungan sebab akibat yang lebih komprehensif.
DAFTAR REFERENSI
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. Rineka Cipta.
Aritonang, Lerbin R,. 2005. Kepuasan Pelanggan: Pengukuran dan Penanalisian dengan SPSS. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Badan Pusat Statistik. 2011. Jakarta Dalam Angka 2010.
Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. 2011. Dinas Perhubungan Dalam Angka Tahun 2010.
Firdaus, Donny Waluya. 2011. Membangun dan Implementasi Balanced Scorecard pada Organisasi Publik. jurnal majalah ilmiah unikom vol9. No1, Bidang Ekonomi.
Gaspersz, Vincent. 2006. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi: Balanced Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
Gulo, W. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta. PT. Gramedia.
Hanafi, Mamduh M. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta. BPFE.
Hansen, Don R. dan Mowen, Maryanne M,. 2004. Management Accounting Buku 1 Edisi 7. Jakarta. Salemba Empat.
Imelda. 2004. Implementasi Balanced Scorecard pada Organisasi Publik. Jurnal Online Akuntansi dan Keuangan, Vol.06/No.02/Nopember/2004:106-122. http://www.petra.ac.id.
Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta. BPFE.
Iqbal, Muhammad. 2004. Pelayanan yang Memuaskan: Kisah, Refleksi, Arti, Strategi, SDM, dan Benang Merah Pelayanan. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo.
Kamaludin, Rustian. 2003. Ekonomi Transportasi karakteristik, Teori dan Kebijakan. , Jakarta. Penerbit Ghalia Indonesia.
Universitas Indonesia Kaplan, Robert S. dan Norton, David P,. 2000. Balanced Scorecard: Menerapkan
Strategi menjadi Aksi. Jakarta. Erlangga.
Kementerian Riset dan Teknologi. 2010. Buku Putih Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK 2005-2025, Teknologi Transportasi. Jakarta.
Luis, Suwardi dan Biromo, Prima A. 2007. Step by Step in Cascading Balanced Scorecard to Functional Scorecards. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Mulyadi. 2005. Sistem Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Yogyakarta. UPP AMP YKPN.
Noer, Zaini dkk. 2009. Pengaruh pembukaan koridor busway terhadap intensitas pemakaian kendaraan pribadai di provinsi DKI JakartaLaporan Hasil penelitian Hibah kompetitif. DIKTI DEPDIKNAS
Primadhona, J. & Laksmini, Ni Nyoman Triana. 2011. Analisis headway ideal bus transjakarta prima. Warta Penelitian Perhubungan. Volume 23, Nomor 6, Juni 2011. ISSN 0852-1824.
Simbolon, Maringan Masry. 2003. Ekonomi transportasi. Jakarta. Penerbit Ghalia Indonesia.
Umar, Husein. 2001. Metode Penelitan untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
Umar, Husein. 2001. Strategic Management in Action. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Unit Pengelola Transjakarta Busway. 2011. Buku Profil Transjakarta 2012
Weston, Fred J. dan Copeland, Thomas E. 1995. Manajemen Keuangan Jilid 1 Edisi Kesembilan. Jakarta Binarupa Aksara.
Wright Lloyd (Institute For Transportation and Development Policy),. 2002. Modul 3b Angkutan Bus Cepat. Germany. TZ Verlagsgessellschaft mbH Braunschweig 19, 64380 Robdorf.
KUISIONER
Pilih salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat Saudara dengan memberikan tanda silang (X) pada kotak jawaban yang tersedia.
Keterangan :
1. STP : Sangat Tidak Puas 2. TP : Tidak Puas 3. N : Netral 4. P : Puas 5. SP : Sangat Puas
Bukti Fisik (Tangibles)
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1. Kebersihan dan tampilan interior halte
2.
Tampilan petugas halte (termasuk security) dalam bertugas menggunakan seragam yang selalu tampil dalam keadaan rapi bersih dan sopan
3.
Tampilan petugas yang ada di dalam bus dalam bertugas menggunakan seragam yang selalu tampil dalam keadaan rapi bersih dan sopan 4. Kelengkapan fasilitas yang ada di halte (tempat
duduk, tempat sampah, TV, dll.)
5. Kelengkapan peralatan yang ada dalam bus seperti (announcer, ac, kursi dll.)
Keandalan (Reliability)
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1.
Ketepatan keberangkatan bus (jarak kedatangan dengan keberangkatan antar bus yang ideal maksimum 5 menit pada jam sibuk dan maksimum 10 menit pada di luar jam sibuk) Koridor : Halte : Hari/Jam : L/P : Pekerjaan : Lampiran 1 : Kuisioner
2.
Fasilitas yang ada di halte (tempat duduk, tempat sampah, TV, dll.) dapat berfungsi dengan baik
3.
Peralatan yang ada dalam bus seperti (announcer, ac, kursi, dll.) dapat berfungsi dengan baik
4. Kemudahan dan kenyamanan untuk mencapai halte
5. Keadaan Jembatan pada halte busway dapat berfungsi dengan baik
Daya Tanggap (Responsiveness)
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1.
Kesigapan petugas dalam membantu penumpang dalam mendapatkan informasi yang jelas mengenai rute bus
2. Kesigapan petugas dalam mengatur antrian penumpang
3. Kesigapan petugas untuk menolong penumpang ketika mengalami kesulitan
4. Kesigapan petugas dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan halte
5. Petugas tidak menunjukan kesan sibuk dalam menyambut pelanggan
Jaminan (Asurance)
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1. Ketrampilan petugas loket halte dalam pelayanan loket
2. Ketrampilan petugas keamanan halte dalam menjaga ketertiban dan keamanan di halte 3. Ketrampilan supir bus dalam mengendarai bus 4. Ketrampilan petugas keamanan bus dalam
menjaga ketertiban dan keamanan di dalam bus 5. Keramahan dan kejujuran petugas halte dan bus Empati (Empathy)
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1.
Petugas mengucapkan salam pembuka (selamat pagi/siang/malam bapak/ibu)pada awal pelayanan
diakhir pelayanan
3.
kesanggupan para pegawai yang mengurus kepentingan penumpang dengan sungguh-sungguh
4. keramahan para petugas Transjakarta Busway
5.
Petugas memperlakukan pelanggan dengan hormat dan sopan (tidak memandang status sosial)
Kepuasan Konsumen secara menyeluruh
No Uraian Pertanyaan Tanggapan
SP P N TP STP
1. Apakah Anda puas selama menggunakan Transjakarta Busway?
2. Apakah Anda puas dalam memperoleh pelayanan Transjakarta Busway?
3.
Apakah Anda puas terhadap sikap para petugas, yang memberikan pelayanan Transjakarta Busway?