HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. HASIL PENELITIAN
4.2.2. Implikasi Hasil Penelitian
Implikasi pada hasil penelitian ini meliputi peningkatan kualitas pembelajaran IPS yang terdiri dari, ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar melalui model kooperatif tipe TGT(Teams Games Tournament) dengan berbantuan media audiovisual pada siswa kelas III SDN Bringin 02 Semarang 4.2.2.1. Implikasi Teoritis
Implikasi teoritis dalam penelitian dengan model Teams Games
Tournamentberbantuan media audiovisual adalah keterkaitan antara hasil
penelitian dengan teori- teori yang digunakan peneliti. Hasil penelitian dengan model tersebut menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
4.2.2.2. Implikasi Praktis
Implikasi praktis dalam penelitian dengan model Teams Games
Tournamentberbantuan media audiovisual menunjukkan adanya peningkatan
pada keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Hal ini membuktikan bahwa model tersebut cocok diterapkan untuk siswa kelas tinggi pada pembelajaran IPS.
Ketika pembelajaran, keterampilan guru dengan model tersebut dapat meningkat. Guru bisa mengoperasikan laptop dan memanfaatkan LCD dalam pembelajaran. Selain itu, guru menggunakan media yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih aktif, memberikan permainan kartu soal bernomor dan memfasilitasi laptop pada tiap kelompok. Guru berlatih membuat slide power point dan membuat permainan dengan disertai gambar-gambar sebagai
penguatan/motivasi belajar siswa. Guru bisa mengikuti perkembangan zaman karena telah memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Keterampilan guru meningkat pada tiap siklusnya.
Di samping itu, pada saat pembelajaran menunjukkan siswa senang karena pembelajaran disertai dengan adanya permainan. Penguatan yang diberikan guru kepada siswa dengan memanfaatkan bantuan media Audiovisual semakin menambah keantusiasan siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam diskusi kelompok karena siswa dilatih untuk dapat bertanggungjawab ketika pelaksanaan games di meja tournament. Aktivitas siswa meningkat pada tiap siklusnya.
4.2.2.3. Implikasi Pedagogis
Implikasi pedagogis pada penelitian ini adalah keterkaitan hasil penelitian dengan pembelajaran. Keberhasilan atau meningkatnya kualitas pembelajaran dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah model pembelajaran, khususnya model Teams Games Tournamentdengan media
Audiovisual yang menunjukkan peningkatan keterampilan guru dan aktivitas
siswa pada tiap siklusnya. Keterampilan guru dan aktivitas siswa yang meningkat juga mengakibatkan hasil belajar siswa meningkat pada tiap siklusnya. Bagi sekolah sendiri, penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa penggunaan media dan sarana dengan media Audiovisual sangat penting dalam pembelajaran. Dengan memanfaatan ICT, sekolah akan bisa mengikuti perkembangan zaman. Penyediaan sarana komputer bagi siswa perlu mendapatkan prioritas dari pihak sekolah.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model Teams
Games Tournamentdengan media Audiovisual telah memberikan kontribusi
positif dalam upaya meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa sehingga kualitas pembelajaran IPS meningkat.
BAB V
PENUTUP
5.1. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tentang kualitas pembelajaran IPS yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa di kelas III Bringin 02 Semarang menunjukkan hasil sebagai berikut:
a. Keterampilan guru dalam pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe TGT berbantuan media audiovisual menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya. Hasil observasi menunjukkan dengan jumlah skor keterampilan guru pada pelaksanaan siklus I sebesar 22 dengan kategori baik, pada siklus II jumlah skor meningkat menjadi sebesar 26 dengan kategori baik, dan terjadi peningkatan jumlah skor pada siklus III menjadi sebesar 30 dengan kategori sangat baik.
b. Aktivitas siswadalam pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe TGT berbantuan media audiovisual menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya.Hasil observasi menunjukkan dengan jumlah skor rata-rata aktivitas siswa pada pelaksanaan siklus I sebesar 12,9 dengan kategori baik, siklus II jumlah skor rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi sebesar 15,26 dengan kategori baik dan terjadi peningkatan jumlah skor rata-rata pada siklus III menjadi sebesar 17,03 dengan kategori sangat baik.
c. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe TGT berbantuan media audiovisual menunjukkan peningkatan
pada tiap siklusnya. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari siklus I mendapatkan persentase ketuntasan belajar yaitu 65%,nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 74,25. Nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 90. Siswa yang belum tuntas 14 dan yang sudah tuntas yaitu 26. setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus II, persentase ketuntasan belajar yaitu 77,50%,nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 78,37. Nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 100.Siswa yang belum tuntas 9 dan yang sudah tuntas yaitu 31,kemudian meningkat lagi pada siklus III yaitu sebesar 87,50%nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 82,87. Nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 100. Siswa yang belum tuntas 5 dan yang sudah tuntas yaitu 35.
Berdasarkan perolehan data diatas, maka dapat ditetapkan bahwa hipotesis tindakan model kooperatif tipe TGT(Teams Games Tournament) berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang mencakup keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa telah terbukti kebenarannya.
5.2. SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah disimpulkan di atas, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
a) Guru seharusnya berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dengan meningkatkan berbagai keterampilan guru selama pembelajaran. Sehingga aktivitas siswa pun meningkat karena guru mampu menyampaikan
pembelajaran menjadi lebih aktif dan menarik. Peningkatan keterampilan guru dan aktivitas siswa tentunya akan diikuti peningkatan hasil belajar.
b) Guru selalu menggunakan model pembelajaran interaktif dan kooperatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS seperti model TGT(Teams Games
Tournament). Model pembelajaran kooperatif dapat menumbuhkankeaktifan
dan minat siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara bertanya baik kepada guru ataupun kepada teman-temannya jika ada materi yang belum bisa dipahami, aktif dalam diskusi kelompok dan mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir dengan penuh tanggung jawab sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan.
c) Guru selalu menggunakan media yang menarik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS seperti media audiovisual. Penggunaan media yang menarik dapat menarik minat siswa dalam proses pembelajaran. Siswa tertarik mengi-kuti pembelajaran, mengamati media pembelajaran, menyimak penjelasan guru, menjawab pertanyaan. Sehingga lebih banyak materi yang diserap siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Selain itu penggunaan berbagai media pembelajaran inovatif juga dapat meningkatkan ketrampilan guru karena guru terbiasa menggunakan berbagai macam media pembelajaran.