• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Pembaharauan Pendidikan Islam Kontemporer

Dalam dokumen PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) (Halaman 135-139)

PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Antara Konsepsi dan Aplikasi

C. Implikasi Pembaharauan Pendidikan Islam Kontemporer

Persepsi masyarakat terhadap madrasah Kontemporer belakangan ini, semakin menjadikan madrasah sebagai lem-baga pendidikan yang unik.148 Di saat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, dan di saat perdagangan bebas dunia makin mendekati pintu gerbangnya, keberadaan mad-rasah tampak makin dibutuhkan orang. Untuk mewujudkan harapan semua pihak, madrasah harus melakukan perubahan disemua lini, baik mengenai peningkatan mutu pendidikan yang mencakup kurikulum, materi, metode, sarana pendi-dikan, dan evaluasi. Peningkatan kualitas SDM yang men-cakup kepala, komite,149 pendidik, dan pihak-pihak yang terkait dengan madrasah.

Kurikulum tidaklah merupakan hal yang pasti (statis), artinya keberadaan kurikulum harus berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan lingkungan.150 agar nantinya menghasilkan lulusan yang cerdas dan bermoral. Kurikulum madrasah harus disesuaikan dengan lingkungan, perkembangan zaman, dan kemajuan teknologi karena masya-rakat pada umumnya selalu

148

Pengertian Unik - Menurut kamus bahasa indonesia, Unik adalah tersendiri bentuk atau jenisnya; lain daripada yang lain dan tidak ada persamaan dengan yang lain. Jadi unik dapat dikatan sebagai sesuatu yang sangat spesial dan jarang dijumpai.

149

Komite Sekolah merupakan suatu badan yang berfungsi sebagai forum resmi untuk mengakomodasikan dan membahas hal-hal yang menyangkut kepentingan kelembagaan sekolah. Sedangkan menurut keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002, Komite Sekolah merupakan sebuah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan baik pada pendidikan prasekolah, jalur pendidikan Sekolah, maupun jalur pendidikan luar Sekolah. Untuk penamaan badan di sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing satuan pendidikan, seperti komite Sekolah, majelis madrasah, komite TK, atau nama-nama lain yang di sepakati bersama.

150

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang men-cakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mem-pengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

123

berubah sesuai dengan perubahan zaman. Untuk itu, diperlukan sebuah kurikulum yang mampu menciptakan aspek lingkungan hidup, pegangan hidup, kebu-tuhan hidup, dan dinamika kehidupan. Kurikulum yang dimaksud, menurut Ainurrafiq Dawam dengan kurikulum terintegrasi. Untuk tujuan itu, diperlukan pergeseran para-digma dan karakteristik keilmuan dalam penerapan kurikulum pendidikan madrasah.

Materi pelajaran di setiap jenjang pendidikan madrasah---MI, Mts, MA---hendaknya berkelanjutan. Ini diharapkan agar nantinya materi pelajaran tidak hanya mengulang-ulang. Menurut A. Malik Fajar, MI sebagai pendidikan tingkat dasar mempunyai peran penting dalam proses pembentukan kepribadian peserta didik, baik bersifat internal, eksternal, dan suprainternal. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dasar (MI) sangat membutuhkan perhatian lebih, baik sistem, ma-teri, manajemen, maupun mutu, agar nantinya kesalahan yang dilimpahkan kepada madrasaah ibtidaiyah tidak terulang lagi.

Menurut Husni Rahim, ia menyatakan bahwa madrasah sebagai lembaga pendidikan yang bercirikan Islam tidak hanya ciri formal dalam kurikulum saja. Namun, setidaknya ada tiga program151 utama yang perlu ditetapkan. Pertama, program Mafikibb dengan nuansa Islam. Kedua, program pelajaran agama dengan nuansa iptek, dan ketiga, penciptaan suasana keagamaan di madrasah. Program mafikibb dengan nuansa Islam dimaksudkan untuk menopang reintegrasi antara

151

Program adalah kata, ekspresi, atau pernyataan yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur, yang berupa urutan langkah, untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan meng-gunakan bahasa pemrograman sehingga dapat dieksesuksi oleh komputer. Selanjutnya Program adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode skema, ataupun bentuk lain, yang apabila diga-bungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.

124

ilmu-ilmu umum dengan ilmu agama, agar tidak ada lagi dikotomi ilmu. Sedangkan program pelajaran agama dengan iptek merupakan kelanjutan dari mafikibb dengan nuansa Islam.

Sebenarnya, pendidikan di madrasah sendiri sudah me-ngalami perubahan besar-besaran. Tetapi, karena peruba-han masyarakat lebih cepat, maka dunia pendidikan bagaikan jalan ditempat. Perbaikan kurikulum, peningkatan mutu pendidik dan pembinaannya, sebenarnya bisa dibilang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Akan tetapi, usaha yang baik itu kurang dibarengi dengan kesungguhan untuk memperbaiki perangkat pendukungnya seperti pendidik, sara-na prasarana, serta kebijakan adminis-tratif.152 Komponen-komponen yang diperlukan tidak dapat berjalan bersamaan, sehingga terjadi kepincangan dan kegagalan dalam perbaikan.

Oleh karena itu, madrasah harus mendesain ulang model pendidikan Islam yang berkualitas dan bermutu. Menurut Hujair Sanaky, setidaknya ada lima hal yang harus didesain, yaitu: pertama, dengan merumuskan visi dan misi serta tujuan yang jelas. Kedua, kurikulum dan materi pem-belajaran diorientasikan pada kebutuhan peserta didik dan kebutuhan masyarakat untuk dapat menjawab tantangan perubahan. Ketiga, metode pembelajaran diorientasikan pada upaya pemecahan kasus (promlem solving) dan bukan dominasi ceramah. Keempat, manajemen pendidikan diorientasi pada manajemen berbasis sekolah. Kelima,

152

Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.

125

organisasi dan sumber daya pendidik yang memiliki kompetensi153 dan profesional dalam bidangnya masing-masing. Maka pendidikan Islam akan mampu bersaing dengan mampu mem-persiapkan dan melahirkan para pemimpin yang tangguh, berkualitas dan berkaliber dunia dalam bidangnya sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan aktual atau kontemporer154 sesuai dengan kebutuhan perubahan zaman.

Mencermati paparan di atas, dapat ditarik sebuah sinop-sis bahwa Islam yang di dalamnya terdapat sisi pendidikan dituntut untuk menyesuaikan zaman bahkan men-ciptakan zaman. Kecenderungan Pendidikan Islam hanya mempelajari agama saja membuat orang tidak peka terhadap lingkungan baik itu sosial, budaya dan teknologi. Dengan berpadunya agama dan ilmu pengetahuan akan menciptakan manusia yang kompeten dalam dunia dan akhirat. Sesuai dengan jiwa desentralisasi yang menyerap aspirasi dan partisipasai masya-rakat dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pen-didikan, masyarakat dituntut untuk memiliki kepedulian yang tinggi memperhatikan lembaga pendidikan yang berada di lingkungan setempat. Hal ini dapat menumbuhkan sikap kepemilikan yang tinggi dengan mem-berikan kontribusi baik dalam bidang material, kontrol manajemen, pembinaan, serta bentuk partisipasi lain dalam rangka meningkatkan eksistensi madrasah yang selanjutnya menjadi kebanggaan lingkungan setempat.

Akhirnya madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang hidup dari, oleh

153

Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kaitannya Kompetensi dengan pendidik, maka melihat kepada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Pendidik dan Dosen mengamanatkan bahwa profesi pendidik merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi sesuai bidang tugasnya dan pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan sepanjang hayat.

154

Kontemporer adalah sesuatu hal yang modern, yang eksis dan terjadi serta masih berlangsung sampai sekarang, atau segala hal yang berkaitan dengan saat ini.

126

dan untuk masyarakat belum men-dapatkan sentuhan pikiran dan tangan kita semua. Pening-katan mutu tidak akan terealisir tanpa andil semua pihak. Untuk peningkatan mutunya, maka madrasah perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. Begitu juga pihak-pihak yang ter-kait harus bekerja sama dalam menjalankan roda pendidikan agar berjalan beriringan sesuai dengan tujuan pendidikan, tidak sepihak, dengan tidak terjadi kepincangan dalam mengembangkan madrasah. Tidak terkecuali mengontrol para pendidik karena mereka merupakan pihak yang secara langsung berinteraksi155 dengan anak didik. Dengan demikian, harapan untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kebodohan dan kemiskinan dapat terwujud. Pendidikan Islam khususnya di madrasah akan berhasil sesuai dengan harapan semua pihak dan berkembang sejajar dengan pendidikan pada umumnya, bahkan lembaga pendidikan madrasah mampu menelorkan peserta didik yang berkualitas yang nantinya sebagai ujung tombak dalam kemajuan bangsa.

Dalam dokumen PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) (Halaman 135-139)