• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences terhadap Motivasi Belajar dan Sikap Sosial Peserta Didik SMP YIMI Gresik “Full

BAB II KAJIAN TEORI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

D. Implikasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences terhadap Motivasi Belajar dan Sikap Sosial Peserta Didik SMP YIMI Gresik “Full

Day School”

Penerapan pembelajaran berbasis Multiple Intelligences memiliki dampak yang banyak sekali, dijelaskan oleh kepala sekolah, Nur Hadi mengatakan bahwa setelah menerapkan MIS di sekolah ini, para peserta didik menjadi termotivasi dalam belajar sehingga banyak menorehkan prestasi dalam segala bidang. Misalnya, anak yang memiliki kecerdasan dalam bidang musik, akan dikembangkan kecerdasannya melalui grup band sekolah. Kemudian anak yang memiliki kecerdasan dalam bidang matematika, akan dikembangkan kecerdasannya untuk membuat robotik dan percobaan sains lainnya. Kemudian anak yang cerdas dalam bidang linguistik, akan dikembangkan kecerdasannya melalui karya ilmiyah dan kelompok bahasa asing. Adapun pengembangan untuk karakter agama Islam dan pembelajaran PAI adalah melalui pembiasaan shalat dhuha, shalat dhuhur, dan shalat ashar berjama‟ah, serta program Tahfidzul Qur‟an.

Ketika seorang peserta didik dilayani kemauannya dan difasilitasi kecerdasannya, maka secara otomatis peserta didik tersebut akan semangat belajar. Segala kenakalan peserta didik dalam pendidikan, seperti malas

belajar, bullying teman, meremehkan pendidik, dan sebagainya akan sirna secara otomatis. Maka inilah dampak positif dari pembelajaran berbasis Multiple Intelligences.

Sikap sosial memiliki tujuh indikator sikap yang meliputi: jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, percaya diri. Dalam pembelajaran berbasis Multiple Intelligences, penilaian diserahkan kepada peserta didik masing-masing untuk menilai dirinya sendiri, dari sini peserta didik dilatih untuk bersikap jujur.

Salah satu ciri model pembelajaran berbasis Multiple Intelligences lainnya adalah kerja sama. Dalam pembelajaran, seringkali peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, hal ini bertujuan agar peserta didik terbiasa bersosialisasi dengan baik antar teman sejawat, mampu bekerja secara tim, mampu mengkomunikasikan ide yang ia miliki kepada orang lain, dan jauh dari sifat individualis serta egois yang tidak peduli dengan orang lain.

Indikator lainnya dalam sikap sosial adalah toleransi. Dengan pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences, peserta didik juga diajarkan dan dibiasakan untuk toleransi teruatama terkait pemahaman agama yang terkadang berbeda antar organisasi kemasyarakatan. Peserta didik tidak saling menghujat apabila ada beberapa praktek ibadah yang berbeda, mereka menghargai dan toleransi akan perbedaan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI dengan strategi Multiple Intelligences memudahkan pendidik untuk mengajarkan PAI kepada peserta didik, dan salah satu dampaknya adalah sikap sosial peserta didik yang tinggi.

149

BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang Implementasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di SMP YIMI Gresik “Ful Day Schooll” yang dilakukan oleh penulis dengan rumusan masalah yang ada, maka pada bab ini penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan Pembelajaran

Dalam tahapan perencanaan pembelajaran PAI, sebelum menyusun rencana pembelajaran, terlebih dahulu pendidik melakukan test MIO untuk menentukan gaya belajar peserta didik dan mengelompokkannya pada kelas-kelas berdasarkan kemiripan gaya belajar dan intelegensi. Kemudian pendidik menyusun rencana pembelajaran berbasis Multiple Intelligences (lesson plan) yang berbeda-beda untuk setiap kelas, tergantung gaya belajar dan intelegensi peserta didik yang ada pada kelas tersebut. Artinya, gaya mengajar atau strategi yang akan digunakan oleh pendidik harus disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Sebelum mengajar di kelas, rencana pembelajaran yang telah disusun terlebih dahulu dikonsultasikan kepada konsultan Multiple Intelligences atau bisa diwakili oleh guardian angel, agar proses pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences di kelas sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh pendidik.

Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik dituntut untuk totalitas dan menggunakan strategi yang mampu mengaktifkan peserta didik. Strategi dipilih berdasarkan intelegensi setiap peserta didik, pedomannya adalah peserta didik yang diberi stimulus sesuai dengan karakternya akan memberikan respon yang baik. Sehingga perencanaan yang telah disusun secara matang harus bisa dilaksanakan dengan baik di dalam kelas.

3. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran PAI menekankan proses daripada hasil. Artinya pendidik menilai ketiga aspek (kognitif, afektif, dan psikomotorik) saat proses pembelajaran. Peserta didik yang hanya menonjol dalam satu aspek atau membutuhkan bimbingan tambahan akan dapat diketahui dan bisa ditangani segera oleh pendidik.

Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik tidak mempengaruhi pada peringkat, karena sistem peringkat telah dihapus dalam sekolah yang berbasis Multiple Intelligences. Evaluasi ditekankan untuk mengambil langkah berikutnya dalam pengembangan potensi peserta didik agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Selain pendidik yang mengevaluasi peserta didik, peserta didik juga diberi kesempatan untuk mengevaluasi diri sendiri dan pendidik, jadi antara peserta didik dan pendidik terdapat hubungan untuk saling mengevaluasi diri masing-masing.

4. Implikasi terhadap Motivasi Belajar dan Sikap Sosial

Dampak positif dari pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences sangat banyak, salah satunya adalah meningkatkan motivasi

belajar peserta didik. Hal ini dapat dibuktikan dengan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran dan skor yang diberikan oleh pendidik terkait pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari.

Selain itu, peserta didik juga memiliki sikap sosial yang tinggi kepada teman sebaya dan juga lingkungannya. Dikarenakan pembelajaran yang humanis dengan strategi Multiple Intelligences, peserta didik mampu menghargai perbedaan pendapat temannya yang berbeda organisasi. Peserta didik juga bersikap sopan santun kepada pendidiknya dan tidak ada rasa malu untuk mengungkapkan pendapatnya.

B. SARAN

Guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences yang lebih baik, ada beberapa saran yang bisa penulis berikan setelah melakukan penelitian di SMP YIMI:

1) Kepada Kepala Sekolah

Hendaknya pelatihan pendidik lebih ditingkatkan lagi, misalnya ditingkatkan setiap bulan sekali agar kualitas pendidik semakin meningkat dan pembelajaran menjadi semakin baik lagi. Pengembangan kecerdasan peserta didik lebih difasilitasi lagi dalam kegiatan ekstrakurikuler, karena belajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas, kegiatan ekstrakurikuler tidak kalah penting bagi pengembangan potensi peserta didik.

2) Kepada Pendidik PAI

Pendidik hendaknya tidak hanya fokus pada pengembangan intelegensi peserta didik, akan tetapi juga membiasakan karakter-karakter islami,

menginternalisasikan nilai moral sesuai dengan ajaran Islam. Selain mengajarkan menghafal Al-Qur‟an, pendidik PAI juga memberikan pemahaman tentang Al-Qur‟an dengan penuh penghayatan.

3) Kepada Peserta Didik

Walaupun tidak ada sistem peringkat, peserta didik masih bisa berlomba dalam kebaikan. Misalnya dalam proyek setahun sekali yang diadakan sekolah untuk unjuk karya dan kreativitas peserta didik. Hendaknya peserta didik terus belajar lebih giat lagi agar menjadi anak yang cerdas dan berkualitas.

4) Kepada Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini masih sangat terbatas dan penuh kekurangan, hendaknya peneliti selanjutnya yang memiliki keinginan untuk meneliti tentang PAI dan Multiple Intelligences bisa meneliti di lembaga lainnya sebagai perbandingan, terlebih apabila meneliti di tingakatan yang lebih tinggi lagi untuk menghasilkan temuan baru yang dapat melengkapi tesis ini dan membantu meningkatkan kualiats pembelajaran PAI.