• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Pembentukan Karakter Anak Tunadaksa (ATD) Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Batu

PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian

B. Implikasi Pembentukan Karakter Anak Tunadaksa (ATD) Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Batu

Implikasi pembelajaran adalah dampak yang terjadi setelah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik selesai dilakukan. Dampak disini diartikan sebagai perubahan yang terjadi dan nampak setelah pembelajaran beserta rangkaiannya tersebut mulai ditanamkan kepada peserta didik. Selain penanaman, implikasi tidak hanya dilihat setelah pembelajaran selesai tetapi juga dilakukan pembiasaan agar implikasi tersebut bisa memberikan perubahan yang baik untuk peserta didik.

Implikasi pembelajaran PAI oleh Guru PAI untuk Anak Tunadaksa di antaranya adalah:

1. Religius

Religius adalah sikap keagamaan yang ditanamkan dalam diri Anak Tunadaksa oleh Guru PAI. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD lebih memiliki jiwa keislamian sehingga dirinya dekat dengan unsur-unsur agama Islam. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap religius adalah ATD sudah mulai rajin mengaji, Menjalankan sholat di rumah masing-masing maupun sholat berjamaah di sekolah dan sholat jumaat di masjid di dekat SLB Negeri Kota Batu, menjalankan puasa senin kamis meskipun hanya setengah hari saja, menghafalkan doa sehari-hari dan surat-surat pendek.

2. Jujur

Jujur adalah suatu perilaku yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang diniatkan oleh hati, diucapkan oleh lisan dan digambarkan dengan perbuatan memang itulah yang sesungguhnya terjadi dan sebenarnya. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki sikap dari hati nuraninya untuk senantiasa berpikir, berkata dan melakukan perbuatan yang sesuai tanpa adanya kebohongan. Di SLB Negeri Kota Batu,

pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap Jujur adalah adanya klarifikasi kegitan sholat wajib dan puasa senin kamis setelah pulang dari sekolah kepada orang tua ATD masing-masing dan terlaksananya kantin kejujuran yang berjalan

3. Mandiri

Mandiri adalah perilaku seseorang untuk hidup dengan usaha sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Orang yang mandiri identik selalu memecahkan masalahnya sendiri tanpa minta bantuan orang lain. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD mampu hidup sendiri tanpa harus bergantung dengan bantuan oleh orang-orang di sekitarnya. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap mandiri adalah Bagi ATD yang hanya dingklang kakinya saja bisa pergi ke kamar mandi ataupun keluar kelas cuci tangan dengan sendirian tanpa dibantu temannya, untuk yang ATD parah ganya mendapatkan bantuan pendorongan kursi roda selebihnya untuk cuci kaki, mengeluarkan buku dan memasukkannya kembali dengan anggota badan seadanya yang mereka miliki tanpa dibantu oleh temannya.

4. Peduli Sosial

Peduli sosial adalah perasaan bertanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi oleh orang lain dimana seseorang terdorong untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Peduli sosial juga diartikan sebagai perilaku baik seseorang terhadap orang lain di sekitarnya. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki kepedulian kepada temannya yang masih membutuhkan bantuannya, sikap ini juga ditanamkan agar ATD semakin saling mengenal temannya dan memiliki kedekatan sehingga tidak akan ada perbedaan yang merendahkan salah satu di antara ATD. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap peduli sosial adalah budaya saling membantu sesama teman yang belum selesai

mengerjakan tugasnya dan membantu ATD kategori parah dalam mendorong kursi roda untuk keluar kelas untuk melakukan kegiatan di luar kelas.

5. Disiplin

Displin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengwasan dan pengendalian. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki sifat tanggung jawab terhadap apa yang menjadi kewajibannya dan menaati serta menjalankan apa yang menjadi kewajibannya. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap disiplin adalah ATD disiplin dalam mengerjakan puasa Senin Kamis, jika tidak mengerjakan maka mereka akan diberikan hukuman denda sebesar 2000-3000 rupiah untuk setiap ATD yang melanggar. Mereka juga dibebani setoran hafalan doa sehari-hari dan surat-surat pendek dengan tepat waktu sesuai jadwal setoran.

6. Gemar Membaca

Gemar membaca artinya adala menyukai dan rajin meresepsi, menganalisa serta menginterpretasi oleh pembaca tersebut untuk memperoleh pesan yang yang disampaikan oleh penulis dalam media berupa tulisan. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki sikap untuk rajin membaca baik pembelajaran umum maupun yang bersifat keagamaan dan bacaan yang bisa menginspirasi kehidupan mereka. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap Gemar membaca adalah setiap 10-15 menit istirahat tidak hanya waktu pelajaran PAI saja guru mendatangi mereka untuk membacakan kisah-kisah inspiratif yang bisa memotivasi hidup mereka, selain itu guru juga memberikan buku pinjaman yang akan dibaca oleh ATD di rumah seminggu kemudian

buku tersebut diminta dan ATD menceritakan isi buku tersebut kepada Guru PAI.

7. Peduli Lingkungan

Peduli Lingkungan adalah kesadaran yang dimiliki oleh bahwa dirinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan sehingga mereka berbuat sebaik mungkin untuk menjaga lingkungannya. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki sifat peduli terhadap lingkungannya sendiri sehingga meskipun dengan kondisi yang tidak sempurna mereka menyadari bahwa dirinya juga unsur dari sebuah lingkungan yang harus tetap dijaga dengan baik. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap peduli lingkungan adalah ATD menjaga lingkungan melalui out door setiap dua minggu sekali untuk pembelajaran PAI di luar kelas, kemudian mereka juga memiliki keahlian untuk menanam tanaman stroberi serta merawatnya dan membuang sampah pada tempatnya.

8. Kerja Keras

Kerja keras adalah sifat bersungguh-sungguh untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak dan kesulitan yang dihadapinya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal. Jadi, tujuan penanaman sikap ini adalah ATD memiliki sifat kerja keras dan tidak gampang menyerah dalam setiap melakukan kegiatannya di kelas, di luar kelas maupun di rumah. Di SLB Negeri Kota Batu, pembentukan karakter yang terimplikasi dalam sikap kerja kelas adalah meskipun hanya memiliki satu kaki, Saiful (tunadaksa parah) tetap berusaha menulis dan melukis walaupun hanya dengan satu kaki, meskipun kakinya pincang Robby (tunadaksa ringan) mampu pergi ke kamar mandi dan cuci tangan sendiri dan meskipun dalam keadaan terganggu

motoriknya, Vina (tunaganda: tundadaksa dan tunawicara) dia masih berusaha untuk bisa menulis dengan baik.

Gambar 5.2 Implikasi pembentukan karakter anak Tunadaksa (ATD) Oleh Guru PAI

Implikasi pembentukan karakter anak Tunadaksa (ATD) Oleh Guru PAI di Sekolah Luar Biasa

(SLB) Negeri Kota Batu

1. Religius 2. Jujur 3. Mandiri 4. Peduli Sosial 5. Disiplin 6. Gemar Membaca 7. Peduli Lingkungan 8. Kerja Keras Anak Tunadaksa Berkarakter

C. Hambatan dan Solusi Guru PAI dalam Membentuk Karakter Anak