• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

B. Implikasi Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar penemuan-penemuan obat tradisional yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengobati suatu penyakit.

Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dari tanaman Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) yaitu untuk mengisolasi senyawa antibakteri pada sampel Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) sehingga dapat diperoleh senyawa tunggal yang berefek sebagai antibakteri.

60

KEPUSTAKAAN

Al Qur‟annul Qarim.

Ali, A. Mikrobiologi Dasar Jilid I. Jurusan Biologi UNM. Makassar. 2005.

Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim. Praktek Kedokteran Nabi. Hikam Pustaka. Yogyakarta. 2009.

Al-Hanafi, Al-Husaini. Hamzah, Ibnu. Asbabul Wurud Latar Belakang Historis Timbulnya Hadits-hadits Rasul Jilid 2. Kalam Mulia. Jakarta. 2006.

Anonim. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar. Purwokerto: Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman, 2008. Darwis, D. Teknik Dasar Laboratorium Dalam Penelitian Senyawa Bahan Alam

Hayati. Padang: Workshop Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Bidang Kimia Organik Bahan Alam Hayati. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Andalas, 2000.

Dirjen POM. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 1979.

Dirjen POM. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 1995.

Dirjen POM. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 2000.

Djide, M., dan Sartini. Dasar-Dasar Mikrobiologi Farmasi. Makassar: Lembaga Penerbitan UnHas, 2008.

Djide, M., dkk. Analisis Mikrobiologi Farmasi. Makassar: Lembaga Penerbitan UnHas, 2008.

Garrity.G. M., Bell. J.A. and Lilburn. T.G. Taxonomic Outline of The Prokaryotes Bergey’s Manual of Systematic Bacteriologi, 2th Edition, United Stated of America, Springer, New York Hendelberg, 2004.

Gritter, R.J. Bobbit, J.M. & Schawarting A. E. Pengantar Kromatografi. Terjemahan dari Introduction to Chromatography. Bandung: ITB Press. 1991.

Heyne, K. Tumbuhan Berguna Indonesia Terjemahan dari De Nuttige Planten Van Indonesia 1950. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 1987.

Hostettmann, K., Hostettman, M.,and Marston, A. Cara Kromatografi Preparatif. Bandung: Penerbit ITB Bandung. 1995.

Ibrahim, Arsyik. Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Prinjak (Aleurites moluccana L) Terhadap Bakteri Salmonella thyposa & Vibrio cholera. 2011.

Jawertz, E. Melnick, dkk. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: EGC, 1996.

Kementrian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang : Pt. Karya Toha Putra Semarang, 2014.

Khunaifi, M. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Malang : Skripsi.Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2010.

Krisnawati. Aleurites moluccana (L.) Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas. Bogor: Center for International Forestry Research, 2011. Martawijaya, A. Kartasujana, I. Mandang, Y.I. Prawira, S.A. dan Kadir, K. Atlas

Kayu Indonesia Jilid II. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. 1989.

Mukhopadhyay, M. Natural Ekstracts Using Supercritical Carbon Dioxide.CRC Press. London. New York: Woshington DC, 2002.

Mulyati, Endah Sri. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherechia coli Dan Bioautografinya. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009.

Mutiasari, IR. Identifikasi golongan senyawa kimia fraksi aktif; Journal. Jakarta: FMIPA-UI, 2012.

Pelczar, Michael J. and Chan. E.C.S. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Terjemahan oleh Hadioetomo, Ratna sari dkk. Jakarta: Universitas Indonesia, 2008. Potter, P.A, Perry, A.G. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses,

dan Praktik Edisi 4. Jakarta: EGC. 2005.

Prajitno, Arif. Uji Sensitifitas Flavonid Rumput Laut (Eueucheuma cottoni) Sebagai Bioaktif Alami Terhadap Bakteri Vibrio harvei Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. 2007.

Pratiwi, Sylvia T. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008.

Ryan, K.J., J.J. Champoux, S. Falkow, J.J. Plonde, W.L. Drew, F.C. Neidhardt, and C.G. Roy. Medical Microbiology An Introduction to Infectious Diseases 3rd ed. Connecticut: Appleton&Lange. 1994.

Sastrohamidjojo, H. Sintesis Bahan Alami. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press. 1996.

62

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al- Qur’an. Jakarta: Penerbit Lentera Hati. 2002.

Sunanto, H. Budidaya Kemiri Komoditas Ekspor. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 1994.

Tjitrosoepomo, Gembong. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2010.

Lampiran 1. Skema Kerja Ekstraksi Kulit Batang Kemiri

2 kg simplisia kulit batang kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd)

Maserasi dengan metanol selama 3x24 jam

Ampas Ekstrak metanol

Maserasi kembali dengan metanol selama 3x24 jam

Ekstrak metanol

Diuapkan dengan evaporator Ekstrak metanol kental

Timbang ekstrak metanol kental

64

Lampiran 2. Peremajaan Bakteri Uji

Lampiran 3. Pembuatan Suspensi Bakteri Kultur bakteri

Medium NA miring

Inkubasi 1x24 jam

Bakteri yang telah diremajakan

Disuspensikan dalam 10 ml NaCl 0,9%

spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 580 nm

Ukur serapannya 25% T

Lampiran 4. Uji Aktivitas Ekstrak

Dimasukkan dalam

Tambahkan 20 µl bakteri

Keterangan:

EC = Escherichia coli SM = Streptococcus mutans SA = Staphylococcus aureus ST = Salmonella typhi BS = Bacillus subtilis VB = Vibrio colera

Masukkan dalam cawan 10 ml Medium NA Botol coklat EC C SA C BS C SM ST VB Paper disc ditetesi 20 µl ekstrak

Cawan Petri, inkubasi 1x24 jam suhu 370C

66

Lampiran 5. Skema Kerja Fraksinasi Sampel Partisi tidak larut n-hexan

kulit batang kemiri

Fraksinasi dengan KCV

Gabungkan fraksi yang memiliki kromatogram dan warna bercak

yang sama

Profil KLT

Fraksi polar Fraksi nonpolar

Lampiran 6. Uji Aktivitas Fraksi Teraktif Dimasukkan dalam Konsentrasi 10 ml Medium Botol coklat Paper disk ditetesi 20 µl

Cawan Petri, inkubasi 1x24 jam suhu 370C

Diukur zona hambat

Masukkan dalam cawan

1000 ppm 750 ppm 500 ppm 250 ppm

68

Lampiran 7. Skema Kerja KLT-Bioautografi

Dimasukkan dalam

Tambahkan 20 µl bakteri

Keluarkan lempeng

Keterangan:

EC = Escherichia coli SM = Streptococcus mutans SA = Staphylococcus aureus ST = Salmonella typhi BS = Bacillus subtilis VB = Vibrio colera

Lampiran 8. Skema Kerja Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Lempeng Kromatogram

10 ml Medium NA

Botol coklat

Diamkan selama 30 menit

Fraksi paling aktif EC

C

Cawan Petri, inkubasi 1x24 jam suhu 370C (Bakteri) Masukkan SA C BS C SM ST VB

Ditotolkan ke lempeng AlCl3 5% FeCl3 5% Fraksi Aktif Disemprotkan pereaksi KOH etanolik H2SO4 10% Dragendorf Lieberman Burchard Lampu UV 254 dan 366 nm nmnmnm

70

Lampiran 9. Perhitungan Konsentrasi dan Pengenceran dari Fraksi I, Fraksi II, dan Fraksi III

Dik : 20 mg ( 20 x 1.000 ) = 20.000 10 ml (Fraksi I, Fraksi II, dan Fraksi III)

Untuk 250 ppm V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 2000 ppm = 5 ml x 250 ppm V1 =

= 0,6 mL

Untuk 500 ppm V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 2000 ppm = 5 ml x 500 ppm V1 =

= 1,25 mL

Untuk 750 ppm V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 2000 ppm = 5 ml x 750 ppm V1 =

= 1,87 mL

Untuk 1000 ppm V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 2000 ppm = 5 ml x 1000 ppm V1 =

= 2,5 mL

Lampiran 10. Gambar Pohon dan Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

Pohon Kemiri

72

Lampiran 11. Gambar Ekstrak Metanol, Partisi Larut N-hexan, dan Partisi Tidak Larut N-hexan Kulit Batang Kemiri

Ekstrak Metanol

Partisi Larut N-hexan

Lampiran 12. Gambar hasil Uji Skrinning Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol, Partisi Larut Hexan dan Partisi Tidak Larut Hexan dari Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

Bacillus subtilis Salmonella thypi

Vibrio colera Streptococcus mutans

74

Lampiran 13. Hasil Identifikasi Profil KLT Partisi Tidak Larut Hexan Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

Keterangan:

A : Penampakan Noda Pada UV 366 nm B : Penampakan Noda Pada UV 254 nm

Lampiran 14. Hasil Fraksinasi Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L.

Willd) dengan eluen hexan:etil (5:1) menggunakan

Kromatografi Cair Vakum (KCV)

Keterangan:

A : Penampakan Noda Pada UV 366 Hasil Fraksi Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

B : Penampakan Pada Noda UV 254 Hasil Fraksi Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

III III II I (A) (B) II I

76

Lampiran 15. Hasil Uji Zona Hambat Fraksi Teraktif Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) Terhadap Bakteri Uji

Salmonella thypi Vibrio colera

Streptococcus mutans Escherichia coli

Bacillus subtilis Staphylococcus aureus

Lampiran 16. Hasil Uji KLT-Bioautografi Fraksi Teraktif Kulit Batang kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) Terhadap Bakteri Uji

Escherichia coli Salmonella thypi Vibrio colera Rf : 0,2 Rf : 0,4 Rf : 0,4

78

Lampiran 17. Hasil Identifikasi Golongan Senyawa Antibakteri Kulit Batang kemiri (Aleurites moluccana L. Willd)

Keterangan:

A : Aluminium Klorida = (+) Flavonoid noda berflouresensi kuning

FLA