BAB V PENUTUP
B. Implikasi Penelitian
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Gambaran hasil belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode praktikum yaitu Kelas XII IPA 2 rata-ratanya adalah 83,96 jika dilihat dari segi kategori nilai ratanya-ratanya berada pada kategori sangat baik.
2. Gambaran hasil belajar peserta didik yang tidak diajar dengan menggunakan metode praktikum yaitu Kelas XII IPA 1 rata-ratanya adalah 71,75 jika dilihat dari segi kategori nilai ratanya-ratanya berada pada kategori baik.
3. Terdapat pengaruh metode praktikum terhadap hasil belajar peserta didik kelas XII IPA SMAN 11 Sinjai.
B. Implikasi Penelitian
Sehubungan dengan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka penulis mengajukan beberapa saran, sebagai berikut:
1. Kepada Guru mata pelajaran biologi khususnya di SMAN 11 Sinjai, sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran.
2. Penerapan metode praktikum sebaiknya menggunakan eksperimen yang berbeda dan sebaiknya guru melakukan praktikum yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari siswa serta menjelaskan keterkaitannya dengan materi.
3. Bagi calon peneliti berikutnya yang akan menerapkan metode praktikum, diharapkan melakukan perencanaan terlebih dahulu terhadap tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran termasuk alat dan bahan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung sehingga pada saat melakukan pengambilan data agar hasilnya dapat lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya, Putri, “Mengaruh Metode Eksperimen terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Kelas V”, Artikel Penelitian (2015), http://jurnal.untan.ac.id (diakses 22 Oktober 2018).
Agus Suprijono, “Cooperative Learning Teori dan Aplikasi”, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Arikunto, Suharsimi , “Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan”, Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2012.
Arikunto, Suharsimi, “Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik” Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.
Balram, Ram “Pengaruh Metode Praktikum Disertai Feedback Terhadap Hasil
Belajar Dan Respon Siswa Kelas X Pada Materi Larutan”, Program Studi
Pendidikan Kimia Fkip Unatan Pontianak.
Budi Tri Siswanto, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Praktik Kelistrikan Otomotif SMK Di Kota Yogyakarta, Jurnal
Pendidikan Vol.6, No. 1, Februari 2016).
https://journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/view/8118 (10 Mei 2018).
Cahyono B. “Teknik dan strategi Budidaya Sawi Hijau”, Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama, 2003.
Dassalirawat, Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran, 17 Januari 2017. https://nanopdf.com/downlohttps://youtu.be/1JTagRU66K94ad/pengmbgn-modul-dan-bhn-ajar-pdf (Diakses 19 mei 2017).
Dedi Irawati, Pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) pada
berbagai dosis pupuk urea, (Jurnal Agroteknos vol. 3. No. 1 Tahun 2013),
(Diakses 27 Juni 2018).
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung : Jumanatul Ali-ART (J-ART), 2004).
Fauzi, Ni’matul, “Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas XI jurusan keagamaan di MaAN Tempel Sleman”, Jurnal
Pendidikan Agama Islam Vol. X, NO. 1 (Juni 2013). http://media.neliti.com
(diakses 20 Oktober 2018).
Gafur, Abdul, Desain Pembelajaran: Konsep, Model dan Aplikasinya dalam
Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran, Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2012
Hamdayama, Jumanta , “Metodologi Pengajaran”, Jakarta: Bumi Aksara, 2016.
Hamli, Fitriani dkk., Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Secara Hidroponik Terhadap Komposisi Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk
Organik Cair, e-J Agrotekbis 3 (3), http://jurnal.untad.ac.id/jurnal /index.php/ Agrotekbis/ article/download/ 5084/3875 (19 Mei 2017).
Haryanto WT dkk, “Sawi dan selada”, Jakarta: Edisi Revisi Penebar Swadaya, 2002.
Hasbullah, Dasar-dasar ilmu pendidikan, Jakarta : Rajawali pers, 2009.
Hasmiati, Jamilah, dan Muhammad Khalifah Mustami, “Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pertumbuhan Dan Perkembangan Dengan Metode Praktikum”, Jurnal Biotek, Vol. 5, No. 1, h. 27, 2017. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/biotek/article/viewFile/ (Diakses 16 Agustus 2018) Ihsan, Fuad, Dasar-dasar kependidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003.
Kadir, “Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis dengan Program
SPSS/Lisrel dalam Penelitian”, Depok : Rajawali Pers, 2017
Kurniawati, Lilis , Reza Oktiani Akbar, dan Muhammad Ali Misri, “Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Praktikum Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas VIII Smp N 3 Sumber Kabupaten Cirebon”,
Eduma, Vol. 4, No. 2, h. 66, 2015. https://media.neliti.com/media/ (Diakses
16 Agustus 2018)
Martono, Nanang, “Metode Penelitian Kantitatif”, Depok: PT Rajagrafindo persada, 2010.
M. Rohwati, “Penggunaan Education Game untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Biologi Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup”, Jurnal Pendidikan IPA
Indonesia 1, no. 1 (2012), h. 76. http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii.
Mustami, M.Pd., Dr. Muh. Khalifah, “Metodologi Penelitian Pendidikan”, Yogyakarta: Aynat Publishing, 2015.
Mustami, Muh.Khalifah, Suryadin dan Ismail Suardi Wekke, Learning Model
Combined With Mind Maps and Cooperatif StrategiesFor Junior High School Studen ,Journal Of Engineering and Applied Science, VOL.12 NO. 07,
2017.(Diakses 04 juli 2018).
Ngalimun, “Strategi Pendidikan”, Jakarta: Parama Ilmu, 2017.
Palupi, VA Vellariani Dewi, dkk., “Peningkatan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Biologi melalui Penerapan Strategi Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) pada Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Ajaran 2011/2012”, Pendidikan Biologi 4, no. 2 (Mei 2012).
Pamungkas, Maya Sih Hika, Dkk., “Penerapan Model Pembelajaran Poe Dengan Metode Praktikum Untuk Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Dan Prestasi Belajar
Kimia Siswa”. (Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 20 No. 1,Februari 2017) http://jurnal.uns.ac.id/paedagogia
Pratiwi D.A, dkk. “Biologi SMA Jilid 3”. Jakarta: Erlangga, 2006
Prayudi, Lalu M. Eka, Hairunnisyah Sahidu, Gunawan, “Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual dengan Pendekatan Metakognitif Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA di SMAN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2016/2017”, (Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi vol. 3. No. 1, Juni 2017), h. 56 (Diakses 27 Juli 2018
Pusat, Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan Kegiatan Belajar Mengajar
yang Efektif (Jakarta: departemen Pendidikan Nasional, 2006).
Putri Zakiyatul Jannah “Pengaruh Media Pembelajaran Zooming Presentation Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Konsep Suhu Dan Kalor (Kuasi Eksperimen Di SMA Negeri 12 Tangerang Selatan)”, 2014.
Republik Indonesia, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Cet. I; Jakarta: BP Panca Usaha, 2003.
Sanjaya, Wina, “Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi”, Jakarta: Kencana, 2005.
Sari, Annisa Milda Nova , “Pengaruh Lumut (Bryophyta) Sebagai Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhandan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea)” 2017, http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/biologi/ (31 Desember 2017)
Semayang, Ari dan Rahmatsyah, “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Menggunakan Media Mind Map Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Cahaya Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Pantai Cermin T.P.2013/2014”, vol. 2, No. 4, 2014. http://download.portalgaruda.org/article.php?article. (Diakses tanggal 5 juni 2017).
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, “Metode Penelitian Survei”, Cet. I; Jakarta: Pustaka LP3ES, 1989.
Siregar, Syafaruddin, “Statistik Terapan untuk Penelitian”, Cet. I; Jakarta: Grasindo, 2005.
Smaldino, Sharon E., dkk., “Instructional Technology & Media for Learning:
Sudijono, Anas, “Pengantar Evaluasi Pendidikan”, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Sudjana, Nana, “Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar”, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.
Sugiono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D” (Cet. 18 ; Bandung: Alfabeta, 2013.
Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan “, Bandung: PT.Gramedia, 2008. Sugiyono, “Statistika untuk Penelitian”, Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2008.
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Syah, Muhibbin, “Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru”, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.
Tiro, Muhammad Arif , “Dasar-Dasar Statistka”, Makassar: Andira Publisher, 2008. Widodo dan Lusi Widayanti, “Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa
dengan Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIIA MTs Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/2013”, Jurnal Fisika Indonesia 17, no. 49 http://pdm-mipa.ugm.ac.id/ojs/index.php/jfi/article/view/831/910. (April 2013), ISSN: 1410-2994.
Yulaida, Dewi, “Pengaruh Metode Praktikum terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
IPA Siswa Kelas IV SDN Kemiri 1 Puspo Pasuruan” Skripsi (Malang: Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan), 2016.
Yusuf, A. Muri, “Asesmen dan Evaluasi Pendidikan: Pilar Penyedia Informasi dan
Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan, edisi pertama” (Cet. II; Jakarta:
LAMPIRAN A
ANALISIS DESKRIPTIF
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)ALAUDDIN MAKASSAR 2019
A. Analisis Deskriptif Kelas Eksperimen (XII IPA 2)
1. Analisis Deskriptif Pretest
Berdasarkan pretest yang diberikan pada peserta didik di kelas eksperimen kelas XII IPA 2 mata pelajaran biologi, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel A.1.1 : Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Eksperimen (XII IPA 2)
No
Nilai Hasil Belajar Sebelum Diberi Perlakuan Setelah Diberi Perlakuan 1 25 85 2 40 75 3 20 80 4 45 85 5 40 85 6 35 70 7 45 70 8 45 80 9 30 60 10 50 85
11 35 95 12 30 95 13 50 85 14 45 80 15 25 90 16 15 95 17 25 85 18 50 90 19 40 80 20 40 80 21 35 95 22 35 80 23 30 90 24 40 80 25 35 85 26 35 90
Tabel A.1.2 : Nilai Hasil Belajar Pretest Kelas Eksperimen XII IPA 2
Statistik Pretest
Jumlah Sampel 26
Nilai Terendah 15
Nilai Tertinggi 50
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai maksimum kelas eksperimen pada saat pemberian pretest yaitu 50, sedangkan nilai minimum yaitu 15.
Hasil analisis statistik deskriptif posttest kelas eksperimen1 sebagai berikut:
a. Menghitung Rentang Kelas
Nil i -Nil i k il
b. Menentukan Jumlah Kelas Interval
c. Menentukan Panjang Kelas
(dibulatkan ke-6)
Tabel A.1.3 : Distribusi Frekuensi dan Persentase Pretest Kelas Eksperimen
Interval Xi fi Fixi Persentase (%) 15-20 17,5 2 -19,15 7,69 21-26 23,5 3 -13,15 11,53 27-32 29,5 3 -7,15 11,53 33-38 35,5 5 -1,15 19,23 39-44 41,5 6 4,85 23 45-50 47,5 7 10,85 26,92 Jumlah 195 26 -24,9 100
Tabel distribusi frekuensi dan persentase pretest di atas menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi yaitu 7 yang berada pada interval 45-50, dengan persentase
sebesar 26,92%, sedangkan frekuensi terendah yaitu 2 berada pada interval 15-20 dengan persentase sebesar 7,69%.
Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh rata-rata sebagai berikut:
̅ ∑
Standar deviasi (simpangan baku) berdasarkan tabel tersebut diperoleh sebagai berikut:
Tabel A.1.4 : Standar Deviasi Pretest Kelas Eksperimen
Interval Xi fi 15-20 17,5 2 -19,15 366,72 733,445 21-26 23,5 3 -13,15 172,92 518,768 27-32 29,5 3 -7,15 51,123 153,368 33-38 35,5 5 -1,15 1,323 6,6125 39-44 41,5 6 4,85 23,523 141,135 45-50 47,5 7 10,85 117,72 824,058 Jumlah 195 26 -24,9 733,34 2377,39
√∑ ̅
√ √ 9,75
Standar deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukan tingkat derajat (variasi) kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari meannya. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh bahwa ukuran penyebaran data hasil
pretest peserta didik kelas eksperimen sebesar 9,75 dari hasil rata-rata 26 orang
peserta didik yang sebesar . 2. Analisis Deskriptif Posttest
Berdasarkan posttest yang telah diberikan kepada peserta didik di kelas eksperimen menggunakan metode praktikum di kelas XII IPA 2 mata pelajaran biologi, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel A.2.1 : Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Eksperimen (XII IPA 2)
No
Nilai Hasil Belajar Sebelum Diberi Perlakuan Setelah Diberi Perlakuan 1 30 90 2 35 75 3 30 55
4 40 70 5 35 55 6 40 60 7 60 90 8 30 55 9 40 60 10 25 70 11 30 65 12 25 55 13 30 90 14 55 75 15 40 85 16 35 75 17 50 70 18 30 65 19 40 80 20 45 60
21 25 80
22 35 90
23 30 90
24 40 70
Tabel A.2.2 : Nilai Hasil Belajar Posttest Kelas Eksperimen XII IPA 2
Statistik Posttest
Jumlah Sampel 26
Nilai Terendah 60
Nilai Tertinggi 95
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai maksimum kelas eksperimen pada saat pemberian posttest yaitu 95, sedangkan nilai minimum yaitu 60.
Hasil analisis statistik deskriptif posttest kelas eksperimen1 sebagai berikut:
a. Menghitung Rentang Kelas
Nil i -Nil i k il
(dibulatkan ke-6) e. Menentukan Panjang Kelas
(dibulatkan ke-6)
Tabel A.2.3 : Distribusi Frekuensi dan Persentase Pretest Kelas Eksperimen
Interval Xi fi Fixi Persentase(%)
15-20 17,5 2 -19,15 7,69
21-26 23,5 3 -13,15 11,53
27-32 29,5 3 -7,15 11,53
33-38 35,5 5 -1,15 19,23
45-50 47,5 7 10,85 26,92
Jumlah 195 26 -24,9 100
Tabel distribusi frekuensi dan persentase posttest di atas menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi yaitu 8 yang berada pada interval 90-95, dengan persentase sebesar 30,77%, sedangkan frekuensi terendah yaitu 1 yang berada pada 2 interval yakni pada interval 60-65 dan interval 72-77 dengan persentase sebesar 3,85%
Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh rata-rata sebagai berikut:
̅ ∑
Standar deviasi (simpangan baku) berdasarkan tabel tersebut diperoleh sebagai berikut:
Tabel A.2.4 : Standar Deviasi Posttest Kelas Eksperimen
Interval Xi fi 60-65 62,5 1 -21,46 460,53 460,53 66-71 68,5 2 -15,46 239,01 478,02 72-77 74,5 1 -9,46 89,49 89,49 78-83 80,5 7 -3,46 11,97 83,8 84-89 86,5 7 2,54 6,45 45,16 90-95 92,5 8 8,54 72,93 583,45 Jumlah 495 26 -38,76 880,38 1740,46
√∑ ̅
√ √ 8,34
Standar deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukan tingkat derajat (variasi) kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari meannya. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh bahwa ukuran penyebaran data hasil
posttest peserta didik kelas eksperimen sebesar 8,34 dari hasil rata-rata 26 orang
B. Analisis Deskriptif Kelas Kontrol (XII IPA 1)
1. Analisis Deskriptif Pretest
Berdasarkan pretest yang diberikan pada peserta didik di kelas kontrol kelas XII IPA 1 mata pelajaran biologi, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel B.1.1 : Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Kontrol (XII IPA 1)
No
Nilai Hasil Belajar Sebelum Diberi Perlakuan Setelah Diberi Perlakuan 1 30 90 2 35 75 3 30 55 4 40 70 5 35 55 6 40 60 7 60 90 8 30 55 9 40 60 10 25 70
11 30 65 12 25 55 13 30 90 14 55 75 15 40 85 16 35 75 17 50 70 18 30 65 19 40 80 20 45 60 21 25 80 22 35 90 23 30 90 24 40 70
Tabel B.1.2 : Nilai Hasil Belajar Pretest Kelas Kontrol XII IPA 1
Statistik Pretest
Jumlah Sampel 24
Nilai Terendah 25
Nilai Tertinggi 60
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai maksimum kelas kontrol pada saat pemberian pretest yaitu 60, sedangkan nilai minimum yaitu 25.
Hasil analisis statistik deskriptif pretest kelas kontrolsebagai berikut:
a. Menghitung Rentang Kelas
Nil i -Nil i k il
f. Menentukan Jumlah Kelas Interval
g. Menentukan Panjang Kelas
(dibulatkan ke-6)
Tabel B.1.3 : Distribusi Frekuensi dan Persentase Pretest Kelas Kontrol
Interval Xi fi fixi Persentase (%) 25-30 27,5 10 275 41,46 31-36 33,5 4 134 16,67 37-42 39,5 6 237 25 43-48 45,5 1 45,5 4,17 49-54 51,5 1 51,5 4,17 55-60 57,5 2 115 8,33 Jumlah 195 24 858 100
Tabel distribusi frekuensi dan persentase pretest di atas menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi yaitu 10 yang berada pada interval 25-30, dengan persentase
sebesar 41,66%, sedangkan frekuensi terendah yaitu 1 yang berada pada 2 intervalyaitu interval 43-48 dan interval 49-54 dengan persentase sebesar 4,17%.
Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh rata-rata sebagai berikut:
̅ ∑
Standar deviasi (simpangan baku) berdasarkan tabel tersebut diperoleh sebagai berikut:
Tabel B.1.4 : Standar Deviasi Pretest Kelas Kontrol
Interval Xi fi 25-30 27,5 10 -8,25 68,06 680,6 31-36 33,5 4 -2,25 5,06 20,24 37-42 39,5 6 3,75 14,06 84,36 43-48 45,5 1 9,75 95,06 95,06 49-54 51,5 1 15,75 248,06 248,06 55-60 57,5 2 21,75 473,06 946,12 Jumlah 195 24 40,5 903,36 2074,44 √∑ ̅ √ √
9,49
Standar deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukan tingkat derajat (variasi) kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari meannya. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh bahwa ukuran penyebaran data hasil
pretest peserta didik kelas eksperimen sebesar 9,49 dari hasil rata-rata 24 orang
peserta didik yang sebesar . 2. Analisis Deskriptif Posttest
Berdasarkan posttest yang telah diberikan kepada peserta didik di kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran langsung di kelas XII IPA 1 mata pelajaran biologi, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel B.2.1 : Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Kontrol (XII IPA 1)
No
Nilai Hasil Belajar Sebelum Diberi Perlakuan Setelah Diberi Perlakuan 1 30 90 2 35 75 3 30 55 4 40 70 5 35 55 6 40 60 7 60 90
8 30 55 9 40 60 10 25 70 11 30 65 12 25 55 13 30 90 14 55 75 15 40 85 16 35 75 17 50 70 18 30 65 19 40 80 20 45 60 21 25 80 22 35 90 23 30 90 24 40 70
Tabel B.2.1 : Nilai Hasil Belajar Posttest Kelas Kontrol XII IPA 1
Statistik Posttest
Jumlah Sampel 24
Nilai Terendah 55
Nilai Tertinggi 90
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai maksimum kelas kontrol pada saat pemberian posttest yaitu 90, sedangkan nilai minimum yaitu 55.
Hasil analisis statistik deskriptif posttest kelas kontrolsebagai berikut:
a. Menghitung Rentang Kelas
Nil i -Nil i k il
h. Menentukan Jumlah Kelas Interval
i. Menentukan Panjang Kelas
(dibulatkan ke-6)
Tabel B.2.3 : Distribusi Frekuensi dan Persentase Posttest Kelas Kontrol
Interval xi fi fixi Persentase (%) 55-60 57,5 7 402,5 29,17 61-66 63,5 2 127 8,33 67-72 69,5 4 278 16,67 73-78 75,5 3 226,5 12,5 79-84 81,5 2 163 8,33 85-90 87,5 6 525 25 Jumlah 435 24 1722 100
Tabel distribusi frekuensi dan persentase posttest di atas menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi yaitu 7 yang berada pada interval 55-60, dengan persentase
sebesar 29,17%, sedangkan frekuensi terendah yaitu 2 yang berada pada 2 interval yakni pada interval 61-66 dan interval 79-84 dengan persentase sebesar 8,33%
Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh rata-rata sebagai berikut:
̅ ∑
Standar deviasi (simpangan baku) berdasarkan tabel tersebut diperoleh sebagai berikut:
Tabel B.2.4 : Standar Deviasi Posttest Kelas Kontrol
Interval Xi fi 55-60 57,5 7 -14,25 203,06 1421,438 61-66 63,5 2 -8,25 68,06 136,125 67-72 69,5 4 -2,25 5,06 20,25 73-78 75,5 3 3,75 14,06 42,1875 79-84 81,5 2 9,75 95,06 190,125 85-90 87,5 6 15,75 248,06 1488,375 Jumlah 421,4 24 4,5 633,38 3298,5 √∑ ̅ √ √
11,9
Standar deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukan tingkat derajat (variasi) kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari meannya. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh bahwa ukuran penyebaran data hasil
posttest peserta didik kelas kontrol sebesar 11,9 dari hasil rata-rata 24 orang peserta
LAMPIRAN B
INSTRUMEN PENELITIAN
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)ALAUDDIN MAKASSAR 2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah/Madrasah : SMA Negeri 11 Sinjai Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/1
Materi Pokok : Pertumbuhan dan Perkembangan Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. KOMPETENSI INTI:
KI-1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 :Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
NO KOMPENTENSI DASAR INDIKATOR
KD.3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan
proses pertumbuhan dan
perkembangan pada makhluk hidup.
1. Menganalisis konsep
pertumbuhan dan
perkembangan makhluk
mengidentifikasi dan menjelaskan sifat enzim dan cara kerja enzim melalui diskusi kelompok.
2. Mengelompokkan
faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
makhluk hidup KD.4.2 Merencanakan dan melaksanakan
percobaan tentang faktor eksternal yang mempengaruhi faktor internal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar.
1. Menyusun rancangan, melakuakn percobaan,
mendiskusikan hasil
percobaan serta menyusun
laporan tentang
pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup
2. Mempresentasikan/menulis kan dalam book/buku kerja kesimpulan hasil kajian dan diskusi tentang konsep
pertumbuhan dan
perkembangan pada
makhluk hidup
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
2. Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
D. MATERI PEMBELAJARAN
Tumbuhan memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di muka Bumi ini. Lebih dari 310 jenis tumbuhan dan 260 di antarannya merupakan tanaman hijau yang membantu memproduksi oksigen yang kita hirup. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan dasar dari ekosistem di Bumi.
Tumbuhan juga berfungsi sebagai sumber makanan bagi makhluk hidup. Dari mulai biji-bijian, padi, buah-buahan sampai dengan sayuran yang kita konsumsi berasal dari tumbuhan. Selain untuk dikonsumsi, tumbuhan juga digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Tidak jarang pula beberapa jenis tumbuhan dijadikan sebagai hiasan. Dewasa ini, kampanye mengenai go green pun sering kali dicanangkan. Go green merupakan suatu aksi yang mendukung penghijauan untuk mengurangi dampak dari pemanasan global.
Mengingat betapa pentingnya fungsi tumbuhan, maka dari itu pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan perlu untuk dipelajari. Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan adalah adanya perubahan bentuk dikarenakan bertambahnya jumlah sel yang diikuti dengan pembesaran ukuran sel-sel yang membentuk makhluk hidup tersebut. Pertumbuhan merupakan proses irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan pada makhluk hidup bisa dilihat dari ukuran yang semakin membesar. Pada tumbuhan sendiri ditandai dengan ukuran yang semakin bertambah. Akar dan batang yang semakin besar dan kuat.
Perkembangan adalah proses perubahan fungsi organ-organ tubuh
yang menjadi lebih kompleks. Perkembangan terjadi karena adanya diferensiasi sel. Diferensiasi sel adalah proses mekanisme yang menyebabkan sel dengan struktur dan fungsi yang sama menjadi berbeda, menjadi jaringan yang dewasa. Perkembangan pada tumbuhan contohnya dengan munculnya bunga sebagai alat reproduksi.
2. Pertumbuhan Primer dan Sekunder
Pertumbuhan pada tumbuhan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang sangat dasar yang terjadi pada tumbuhan. Pertumbuhan primer terjadi karena sel-sel pada jaringan meristem melakukan pembelahan secara terus-menerus. Jaringan meristem terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Karena itu, pertumbuhan primer mempengaruhi ukuran akar dan batang pada tumbuhan. Pertumbuhan primer diantaranya adalah pembentukan lapisan epidermis, korteks, xilem primer, floem primer juga empelur.
Titik pertumbuhan primer dibagi menjadi 3 bagian:
1) Ujung akar : Sel-sel yang berkembang pada ujung akar membentuk jaringan-jaringan penyusun akar seperti: epidermis, endodermis, korteks dan silinder pusat.
2) Daerah pemanjangan setelah daerah pembelahan :Di sini, pertumbuhan tumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran tumbuhan tersebut.
3) Daerah diferensiasi : Sel-sel yang bertumbuh di daerah diferensiasi berkembang membentuk sel-sel dengan fungsi khusus.
b. Pertumbuhan Sekunder
Disebut juga dengan meristem sekunder. Pertumbuhan ini ditandai dengan pelebaran batang, penambagan lingkar tahun dan jaringan parenkim yang menghubungkan kulit kayu dengan empelur atau disebut juga dengan jari-jari empelur.
Pada xilem dan floem terdapat sel-sel kambium yang membelah aktif. Sel kambium yang membelah ke dalam akan membentuk xilem sekunder sedangkan yang membelah ke luar membentuk floem sekunder. Pertumbuhan sekunder ini biasanya dipengaruhi oleh musim. Aktivitas kambium akan meningkat pada musim penghujan dan menurun pada musim kemarau.
Pertumbuhan primer dan sekunder ini akan terus berlangsung selama tumbuhan tersebut masih hidup.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan pada tumbuhan pun tidak luput dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Faktor -faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dibagi menjadi 2 golongan, yaitu
a. Faktor Dalam
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah terkatung pada gen dan hormon. Gen adalah unit yang berfungsi untuk pewarisan sifat. Gen berbentuk susunan DNA yang menentukan pewarisan yang sama dengan induknya. Sedangkan hormon adalah pembawa pesan kimia antar sel. Macam-macam hormon pada tumbuhan:
1) Auksin: dibentuk oleh ujung batang dan ujung akar pada tumbuhan dan berperan dalam proses pemanjangan sel dan merangsang kambium untuk membentuk xilem dan floem. Selain itu, Auksin pun berfungsi untuk pertumbuhan buah dan diferesiasi sel.
2) Giberelin: berfungsi dalam merangsang pembentukan serbuk sari dan membuat tumbuhan menjadi besar. Snagat berpengaruh dalam pertumbuhan akar, daun, bunga serta buah.
3) Sitokinin: berfungsi untuk memperpanjang usia jaringan tumbuhan.
4) Asam Absistat atau Dormin: berfungsi mempertahankan kelangsungan hidup tumbuhan saat ada pengaruh buruk dari lingkungan luar. Dormin pun berfungsi untuk menutup stomata di saat tumbuhan kekurangan air.
5) Gas Etilen: berfungsi untuk mempercepat pemasakan buah mentah juga membantu dalam penembalan batang.
6) Kalin: terbagi menjadi 4 bagian yaitu Rizokalin yang berfungsi untuk merangsang pembentukan akar, Kaukalin yang bersungsi untuk pertumbuhan batang, Filokalin yang berfungsi untuk pembentukan daun dan Antokalin yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bunga.
7) Asam Traumalin: berfungsi untuk memperbaiki jaringa yang luka pada akar atau batang.
b. Faktor Luar
Faktor luar adalah materi lain selain tumbuhan itu sendiri yang berdampak pada tumbuhan tersebut. Beberapa di antaranya adalah:
1) Nutrisi
Seperti layaknya makhluk hidup pada umumnya, tumbuhan pun memerlukan makanan untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Tumbuhan memerlukan unsur-unsur makanan dan mineral dalam jumlah tertentu. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah banyak