• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP .............................................................................. 73-74

B. Implikasi Penelitian

Adapun implikasi penelitian ini sebagai berikut:

1. Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Maros harus menyiapkan strategi untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Maros. Termasuk menerapkan hukum Islam dalam menjatuhkan hukuman terhadap para pelaku. Sehingga pembinaan narapidana anak dapat berjalan efektif, sehingga fungsi Lapas dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang diharapakan oleh ketentuan perudang-undangan.

2. Diperlukan peran serta orang tua dan masyarakat dalam proses pengembalian narapidana anak agar menjadi manusia yang taat hukum dan tidak mengulangi kejahatan yang pernah dilakukan. Masyarakat tidak boleh mengasingkan atau mengucilkan mantan narapidana, melainkan harus diterima kembali dan diperlakukan seperti masyarakat lainnya.

3. Pembinaan yang ada di lembaga Pemasyarakatan terkhusus Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Maros untuk lebih mengedepankan pembinaan kesadaran beragama. Pembinaan kesadaran beragama harus lebih diintensifkan sehingga warga binaan anak dapat menyadari kesalahannya atau bertaubat, hal ini sejalan dengan konsep hukum Islam.

75

DAFTAR PUSTAKA Buku:

Abdurrahman, Dudung.Pengantar Metode Penelitian, Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2003.

Ali, Mahrus.Dasar-Dasar Hukum Pidana, Jakarta: Sinar Grafika, 2015.

Ali, Muhammad Daud.Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 2015.

Ali, Zainuddin.Hukum Pidana Islam, Jakarta: Sinar Grafika, cet ke II, 2009.

Aprilianda, Nurini.Perlindungan Hukum terhadap Tersangka Anak dalam Proses Penyidikan, Malang: Tesis Program Studi Ilmu Hukum, Program Pasacasarjana, Universitas Brawijaya, 2001.

Bakhtiar, Amsal.Filsafat Ilmu, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007.

Cahyadi, Antonius dan Manullang, E. Fernando. Pengantar ke Filsafat Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Cholis, Nasir.Fiqh Jinayat, Pekanbaru: Suska Press, 2008.

Djazuli.Fiqih Jinayah (Upaya Menanggulangi Kejahatan dalam Islam), Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000.

Gultom, Maidin.Perlindungan Hukum Terhadap Anak dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Bandung: PT Refika Aditama, 2014.

.Perlindungan Hukum terhadap Anak dan Perempuan, Bandung: PT Refika Aditama, 2012.

76

Hakim, Rahmat.Hukum Pidana Islam, Bandung: CV Pustaka Setia, 2008.

Hasan, Hamzah.Hukum Pidana Islam I, cet. II, Makassar: Alauddin university Press, 2014.

Imani, Allamah Kamal Fiqih dkk. Tafsir Nurul Quran (Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya Al-Quran), Jakarta: Penerbit Al-Huda, Cet: I, 2003

Kementrian Agama RI, Al-Qur’āndanTerjemahnya, Cet. I; Depok Sabiq, 2012.

Mulyadi, Lilik.Pengadilan Anak Di Indonesia, Teori, Praktek Dan Permasalahannya, Bandung: Mandar Maju, 2005.

Prakoso, Abintoro.Hukum Perlindungan Anak, Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2016

.Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Anak, Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2016.

Purnianti, Mamik Sri Supatmi, dan Ni Made Martini Tinduk, Analisa Situasi Sistem Peradilan Pidana Anak (Juvenile Justice System) Di Indonesia, Jakarta: Universitas Indonesia & UNICEF Indonesia, Pdf.

Quthb, Sayyid.Tafsir Fi Zhilalil Quran Dibawah Naungan Al-Quran Jilid 3,Depok: Gema Insani, cet III, 2008.

Saraswati, Rika.Hukum Perlindungan Anak di Indonesia, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 2015.

Salim, HS dan Erlies Septiana Nurbani, Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis (Buku Kedua), Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2014.

Sambas, Nandang.Pembaruan Sistem Pemidanaan Anak Di Indonesia, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.

Shihab, M. Quraish.Tafsir al-Mishbah, Vol. III, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Soeroso, R.Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Suratman dan Philips Dillah, Metode Penelitian Hukum, Bandung: Alfabeta, 2014.

Sutedjo, Wagiati.Hukum Pidana Anak, Bandung: Refika Aditama, 2006.

Syarifuddin, Amir.Pembaharuan Pemikiran dalam Hukum Islam Cet. II., Padang: Angkasa Raya, 1993.

Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Falsafah Hukum Islam, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2013.

Wahyudi, Setya.Implementasi Ide Diversi dalam Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Yogyakarta: Genta Publising, 2011.

Zulfa Ahmad, Perlindungan Anak Dalam Perspektif Islam, dalam Jurnal Islamica, Vol. 4, No. 1, Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, 2009.

Zulkarnain, Praktik Peradilan Pidana, Panduan Praktis Memahami Peradilan Pidana, Malang: Setara Press, 2013.

Internet:

78

Lapas Anak Berubah Jadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dari http://nasional.sindonews.com/ diakses pada 18 Januari 2017.

Lapas Klas IIA Maros, “Profil Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Maros”, Blog

Lapas Klas IIA Maros.

http://lpmaros.blogspot.co.id/2011/04/profellembaga.pemasyarakatan.kelas-iia.html (11 April 2017).

The United Standard Minimum Rules For The Administration Of Juvenile Justice (The Beijing Rules) adopted by general assembly resolution 40 / 33 of 29 November 1985, dari http://www.ohchr.org/english/beijingrules.pdf, diaskes pada 17 Januari 2017.

Peraturan Perundang-Undangan:

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1999 tentang Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, dikenal tiga golongan Anak Didik

Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia Tahun 1945 (Hasil Amandemen).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

79

84

INSTRUMEN PENELITIAN

PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA

MAROS)

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK NARAPIDANA ANAK A. IDENTITAS INFORMAN 1. NAMA : 2. UMUR : 3. JENIS KELAMIN : 4. KASUS : B. DAFTAR PERTANYAAN

1. Tindak pidana apa yang anda lakukan?

2. Mengapa anda melakukan tindak pidana tersebut? 3. Bagaimana modus yang anda lakukan?

4. Apakah anda tahu bahwa tindakan tersebut melanggar hokum?

5. Apakah kamu menjalani proses peradilan mendapatkan perlindunganhukum? 6. Apakah anda menyesal dengan perbuatan yang anda lakukan?

7. Apakah anda dalam melaksanakan pembinaan dipisahkan dengan narapidana dewasa?

8. Apakah dalam pembinaan anda terdapat tempat khusus pembinaanbagi anak? (ruang khusus atau di sel tahanan)

9. Apakah selama menjalani pembinaan anda sudah mendapatkan hakdan menjalankan kewajiban anda di LP ini?

10. Kegiatan apa saja yang anda ikuti di LP? 11. Berapa kali anda melakukan kegiatan tersebut?

12. Sudah berapa lama anda mengikuti pembinaan yang diselenggarakan di LP? 13. Siapa yang bertugas melaksanakan pembinaan tersebut?

14. Selain petugas LP ada atau tidak yang melakukan pembinaan? 15. Apakah anda sudah mengikuti semua program pembinaan tersebut? 16. Jika belum mengapa anda belum mengikuti seluruh programpembinaan? 17. Apakah selama proses pembinaan anda mengikutinya dengan baik? 18. Siapa saja yang bertugas melakukan pembinaan selain dari pihak LP? 19. Bagaimana hubungan anda dengan narapidana yang lain?

20. Apa suka duka yang anda rasakan selama menjalani proses pembinaan di LP? 21. Sampai saat ini anda melakukan pembinaan adakah manfaat yangsudah anda

85

INSTRUMEN PENELITIAN

PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA

MAROS)

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK PETUGAS PEMASYARAKATAN C. IDENTITAS INFORMAN 1. NAMA: 2. UMUR : 3. JENIS KELAMIN : 4. JABATAN : D. DAFTAR PERTANYAAN

1. Kasus apa yang dilakukan narapidana anak?

2. Apakah anak melakukan sendiri atau bersama-sama?

3. Berapa lama hukuman yang dijatuhkan pada anak/mereka? (bulan/tahun) 4. Apakah narapidana anak menempati ruang yang sama dengan narapidana

dewasa?

5. Apakah ada perbedaan model yang digunakan dalam program pembinaan tersebut?

6. Apakah pelaksanaan pembinaan narapidana sudah sesuai dengan ketentuan hukum tersebut ?

7. Apakah ada pemisahan kegiatan pembinaan yang dilakukan antaranarapidana dewasa dengan narapidana anak?

8. Apakah bapak/ibu mengetahui hak dan kewajiban narapidana anak binaan di LP ini?

9. Apakah narapidana sudah mendapatkan dan atau melakukan hak dankewajibannya sebagai narapidana anak tersebut?

10. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam pembinaan tersebut?

11. Bagaimana pelaksanaan program pembinaan? (berapa kali dalam 1 minggu) 12. Siapa yang melaksanaan pembinaan di LP?

13. Berapa jumlah petugas yang membina narapidana anak?

14. Selain dari pihak LP apakah ada pihak atau instansi lain yang ikut dalam pembinaan narapidana anak?

15. Jika ada, bagaimana model pembinaan dari pihak atau instansi laintersebut? (berapa kali dalam 1 minggu)

16. Apakah narapidana mampu mengikuti program pembinaan tersebut dengan baik ?

17. Factor apa yang menghambat proses pembinaan narapidana anak?(fasilitas sarana dan prasarana dll)

86

Gambar 1 dan Gambar 2. Wawancara dengan Kasubsi Registrasi Daeng Manambung 18 April 2017

87

Gambar 3 dan Gambar 4. Observasi ke Kamar Warga Binaan Anak Lapas Klas IIA Maros

88

Gambar 5. Foto dengan Warga Binaan Anak Lapas Klas IIA Maros

94

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ahmad Aqram Amrullah, lahir di Ujung Pandang

(sekarang Makassar), pada tanggal 15 Mei 1995. Merupakan anak pertama dari lima bersaudara pasangan Bapak Djabir Amrullah, S.H dan Ibu Herlina. Jenjang pendidikan yang ditempuh mulai dari SDN 54 Kalosi Kec. Alla Kab. Enrekang lulus pada Tahun 2007, Kemudian melanjutkan sekolahnya di SMPN 2 Anggeraja Kec. Malua Kab. Enrekang lulus pada tahun 2010, lalu selanjutnya di SMKN 1 Enrekang Kec. Alla Kab. Enrekang lulus pada tahun 2013. Adapun pengalaman organisasi yaitu menjadi pengurus OSIS dan menjadi salah satu bagian tercetusnya organisasi pecinta alam SENTAKA (Semangat Cinta Alam SMKN 1 Enrekang) pada tahun 2011 dan menjadi pengurus di dalamnya. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan SMKN 1 Enrekang, pada tahun yang sama, penulis kemudian memilih melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi yang berada di kota Makassar yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Penulis mengambil jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) di Fakultas Syari’ah dan Hukum. Adapun pengalaman organisasi yaitu menjadi pengurus HPMM Kom. UIN Alauddin Makassar selama dua periode.

Dokumen terkait