• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Penelitian Terhadap Pendidikan Manajemen Bisnis

JAKARTA-SURABAYA

4.5 Implikasi Hasil penelitian

4.5.2 Implikasi Penelitian Terhadap Pendidikan Manajemen Bisnis

Proses belajar mengajar merupakan aktivitas yang paling penting dalam upaya pendidikan, karena melalui proses itulah tujuan pendidikan dapat dicapai dalam bentuk perubahan perilaku siswa. Tujuan pendidikan terdapat dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II Pasal 3, yaitu:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berhasil tidaknya penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab berbagai pihak, antara lain pemerintah, masyarakat keluarga dan sekolah. Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di tingkat persekolahan merupakan

121

tanggung jawab pihak sekolah dan terutama para guru yang sering langsung berinteraksi dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain itu salah satu penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran disekolah yaitu dengan membuat suatu iklim sekolah yang kondusif. Di mana iklim sekolah merujuk pada suasana kehidupan sekolah sebagai salah satu kelompok sosial yang didalamnya terdiri atas berbasis jasa yang berhubungan dan berpengaruh satu sama lain, berupa guru, siswa, personel sekolah, sarana dan prasana, serta adanya norma-norma yang mengatur anggotanya untuk berperilaku.

Salah satu sarana pendidikan adalah sekolah, banyak masyarakat yang menginginkan suatu sekolah yang berkualitas untuk memasukan anaknya bersekolah. Persepsi masyarakat, baik siswa maupun orang tua siswa terhadap sekolah yaitu sekolah yang baik adalah sekolah dengan input yang tinggi, proses belajar yang baik dan output yang yang tinggi pula.

Sekarang sekolah sudah banyak baik sekolah yang berstatuskan negeri maupun swasta. Setiap sekolah khususnya sekolah swasta berlomba-lomba dalam menarik perhatian calon siswanya untuk masuk kesekolahnya sebanyak mungkin. Sehingga sekolah dituntut untuk berupaya meningkatkan kualitasnya. Siswa sebagai konsumen tentunya memilih suatu sekolah yang mempunyai komitmen tinggi dalam menghasilkan lulusannya yang berkualitas, dengan proses belajar mengajar yang baik.

122

Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.

Sebelum pemerintah menerapkan Undang-Undang Guru dan Dosen, pendidikan guru diperbolehkan sampai dengan jenjang SPG/D2 (Diploma 2) namun setelah ditetapkannya Undang-undang Guru dan Dosen, pendidikan yang harus ditempuh oleh guru saat ini harus lebih tinggi yaitu S1 (Strata 1). Hal ini bertujuan agar guru ilmunya lebih tinggi dan pengalamannya lebih banyak apabila dibandingkan dengan siswanya. Dengan disahkannnya Undang-undang guru dan dosen tersebut maka guru dituntut untuk tampil lebih profesional, maka tidak mengherankan banyak guru yang melanjutkan sekolahnya ke jenjang S1.

Menurut Oemar Hamalik dalam jurnal Elika Dwi Murwani (2003:34):

Guru adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam hal perkembangan jasmani dan rohaninya untuk mencapai tingkat kedewasaan, memenuhi tugasnya sebagi mahluk Tuhan, makhluk individu yang mandiri dan mahluk sosial.

Untuk menciptakan guru yang profesional dan memiliki tingkat kedewasaan yang tinggi maka pendidikan manajemen bisnis memiliki mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis yang berguna untuk mempersiapkan tenaga pengajar atau guru

123

yang profesional bagi penyediaan guru SMK atau sederajat kelas penjualan khususnya.

Tujuan utama mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis adalah untuk menciptakan guru yang memilki nilai guna yang sangat besar terhadap lingkungan pendidikan dan juga sebagai latihan bagi mahasiswa untuk praktek mengajar. Nilai yang diterima siswa sebagai peserta didik dari sekolah sama halnya dengan nilai yang diterima penumpang (customer value) dari sebuah perusahaan. Value yang diterima siswa tersebut berupa:

1. Value Produk/brand

Value produk dari sekolah berupa tersedianya berbagai sarana dan prasarana seperti jumlah ruangan kelas yang sesuai dengan kuantitas siswa, buku-buku berkualitas dan terbaru (up to date) yang terdapat di perpustakaan, tempat ibadah yang memadai, sarana olah raga, IPTEK (laboratorium bahasa, IPA, komputer, Internet), fasilitas kantin di dalam sekolah, dan sebagainya.

Staf pengajar atau guru merupakan nilai brand yang paling utama dan harus memiliki nilai brand yang bermutu bagi siswanya, untuk itu mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis mengajarkan mahasiswanya atau calon guru untuk mempersiapkan secara matang sebelum masuk kelas dengan cara: Guru harus benar-benar memiliki persiapan yang optimal sebelum mengajar, guru tidak cukup menguasai materi secara formal saja akan tetapi menguasi materi yang lainnya atau lebih luas daripada yang akan diajarkan, penyampaian materi tidak selalu dikemas dalam suasana formal dalam kelas, penampilan guru yang sering menakutkan dan

124

sering merendahkan siswa segera dihilangkan, jangan segan-segan memberikan pujian kepada siswa yang telah melakukan sesuatu yang baik, guru harus mengurangi kecaman atau kritikan yang dapat memotivasi siswa.

2. Value Pelayanan/service

Mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis selain mengajarkan cara belajar juga mengajarkan bahwa guru harus bisa menjadi teman bagi siswanya dan juga bisa menguasai kondisi lingkungan siswanya melalui pelayanan yang diberikan guru ataupun sekolah kepada siswa, di antaranya:

a. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

b. Perpustakaan Sekolah, merupakan kelengkapan pendidikan dalam mencapai tujuan umum pendidikan nasional.

Fungsi perpustakaan sekolah sebagai pelengkap pendidikan yaitu:

a) Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar.

b) Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat untuk kegiatan konsultasi bagi peserta dan pendidik.

125

c) Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera meningkatkan daya kreatif.

d) Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah, dan menarik sehingga pendidikan peserta didik tertarik dan terbiasa dalam menggunakan fasilitas perpustakaan.

Layanan perpustakaan bertujuan untuk menyajikan informasi untuk peningkatan proses belajar mengajar serta rekreasi bagi semua warga sekolah dengan mempergunakan bahan pustaka. Pelayanan guru yang diberikan kepada siswa dari perpustakaan yaitu:

a. Mencari pustaka: mencari dari katalog, menelusuri rak-rak buku. a) Membaca/memanfaatkan pustaka (di ruang perpustakaan) b) Meminjamkan pustaka (untuk dibawa ke luar perpustakaan)

b. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), merupakan usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah. Sasaran utama UKS adalah untuk meningkatkan atau membina kesehatan murid dan lingkungan hidupnya dengan keikutsertaan guru secara aktif bukan hanya pasif saja.

Program Usaha Kesehatan Sekolah adalah sebagai berikut: a) Mencapai lingkungan hidup yang sehat

b) Pendidikan kesehatan

126

c. Kantin Sekolah, diperlukan adanya di setiap sekolah supaya makanan yang dibeli siswa terjamin kebersihannya dan mengandung gizi. Para guru diharapkan sering mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peranan lain kantin sekolah yaitu supaya para siswa tidak mencari makanan keluar lingkungan sekolah.

3. Value Proses/process

Siswa mengharapkan adanya interaksi yang baik dengan guru selama kegiatan belajar mengajar. Salah satu upaya yang ditempuh oleh guru adalah dengan menerapkan berbagai macam metode pembelajaran agar siswa tidak bosan dengan pelajaran yang kita ajarkan. Dengan berbagai macam metode yang kita gunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan sendirinya siswa akan aktif terhadap mata pelajaran yang kita ajarkan bukab hanya guru saja yang aktif, dengan demikian akan terlaksana proses timbal balik yang positif antara siswa dan guru selama proses kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis mengajarkan bagaimana seorang guru harus bertindak dalam proses belajar mengajar, yaitu guru harus:

1. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran 2. Keterampilan menjelaskan

3. Keterampilan bertanya

4. Keterampilan memberikan penguatan

127 6. Keterampilan mengaktifkan belajar siswa

Mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis merupakan mata kuliah yang wajib dikontrak bagi mahasiswa pendidikan Manajemen Bisnis, yang tujuannya sebagai media atau gambaran bagaimana Proses Belajar Mengajar (PBM) yang terjadi disekolah. Guru harus bisa menampilkan bagaimana seorang guru bertindak selama proses belajar mengajar dan di luar jam belajar mengajar agar menjadi teladan bagi siswanya dan masyarakat atau lingkungan sekitarnya.

Perilaku guru merupakan cerminan bagi siswa di kelas, jadi apabila guru bertindak kurang tepat layaknya seorang guru maka pelayanan yang akan diberikan kepada siswa maupun sekolahnya tidak akan maksimal, begitu pula selama proses belajar mengajar tidak akan lancar dan kurangnya interaksi dengan siswanya, sehingga siswa segan untuk beriteraksi dengan guru.

Program berbasis nilai pemasaran yang lebih mengutamakan brand sangat berkaitan sekali dengan mata kuliah belajar dan pembelajaran bisnis yang bertujuan mengahsilkan guru yang baik. Guru merupakan brand dalam pendidikan yang paling utama apabila brand tersebut sudah baik maka pelayanan dalam proses belajar mengajar akan lancar dan berhasil. Keberhasilan seorang guru dalam membangaun brand yang baik dan pelayanan serta proses belajar mengajar yang baik dengan sendirinya akan berakibat baik pula terhadap lembaga pendidikan atau sekolah yang diajarnya.

Dokumen terkait