• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDAS

B. Implikasi Praktis

Implikasi dari penelitian ini menekankan pada adanya perubahan orientasi terhadap mutu SMK Negeri di Jawa Barat, terutama pada level pimpinan sebagai manajer yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan mutu. Pimpinan sekolah memastikan bahwa kerjasama dengan DU / DI diwujudkan dalam bentuk keterlibatan dalam pengembangan kurikulum yang berorientasi pada industri tanpa mengurangi makna pendidikan bagi siswa SMKN. Keterlibatan DU / DI direalisasikan dalam bentuk penyediaan fasilitas belajar dan bekerja serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih kerja melalui praktek kerja lapangan,magang guru,menugaskan guru tamu dan memberikan bantuan berupa hibah peralatan atau produk yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar di sekolah. Instrumental input seperti fasilitas belajar maupun kurikulum disusun dengan melibatkan kalangan DU/DI. Bentuk dan mekanisme kerjasama dengan kalangan DU / DI harus dikembangkan agar dapat dilaksanakan, menguntungkan kedua pihak, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu sekolah. Kepala sekolah adalah manajer dan pemimpin sehingga harus memastikan perencanaan, organizing dan evaluasi untuk menciptakan mutu sekolah dilakukan secara bertahap dan secara berkelanjutan, memperluas kerjasama yang dapat mendorong peningkatan mutu sekolah.

Secara parktis, konsep manjerial maupun kepemimpinan kepala sekolah fokus pada upaya menciptakan mutu sekolah dengan memberdayakan sumber daya secara efektif dan efisien terutama guru sebagai figur sentral dalam proses pembelajaran. Kinerja guru tercipta karena adanya motivasi, kompetensi dan

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

kesempatan untuk unjuk kerja. Kepemimpinan kepala sekolah harus memastikan bahwa ketiga variabel tersebut dapat ditingkatkan agar kinerja guru dapat meningkat melalui proses yang dilakukan secara berkelanjutan. Implikasi manajerial penelitian adalah kepala sekolah memilih pendekatan manajemen mutu untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan mengintegrasikan konsep tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan sekolah.

Konsep untuk menciptakan mutu sekolah tidak dapat dilihat secara terpisah. Input yang berkualitas, proses yang berkualitas akan berpengaruh terhadap keberhasilan mewujudkan mutu sekolah. Sistem manajemen mutu yang dirancang memiliki standar kualitas yang jelas baik input, proses maupun output memiliki standar kualitas yang realistis, dapat dicapai dan terukur waktu pencapaiannya. Kepala sekolah memastikan dan memberikan supervisi bahwa sistem manajemen kualitas telah berjalan dan berkelanjutan untuk mewujudkan mutu sekolah.

C. Rekomendasi

Dari hasil temuan penelitian, simpulan seperti yang telah diuraikan di atas, penulis menyampaikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

1. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jawa Barat, harus menerapkan sitem manajemen mutu terpadu atau Total Quality Manajemen (TQM) dalam upaya meningkatkan mutu sekolah,karena memperhatikan feed back atas kinerja guru seperti memberikan kesempatan berkarya melalui penelitian, memperoleh penghargaan dari lembaga atas kinerjanya, kepala sekolah secara kreatif melakukan terobosan untuk menyediakan fasilitas belajar dengan melibatkan dunia usaha/dunia ndustri ( DU/DI ), orang tua, guru, serta konselor dalam menyusun program penyediaan dan pemeliharaan fasilitas belajar secara berkelanjutan. Rencana strategis untuk mendorong mutu sekolah seharusnya diimplementasikan dan dioperasionalisasikan dengan waktu, anggaran dan alokasi sumber daya manusia (SDM) yang jelas dan terukur.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

2. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat harus melakukan evaluasi program Lembaga Triphartit dan menyusun program tindak lanjut kerjasama dengan semua pihak secara berkelanjutan dalam menyusun rencana pengembangan kurikulum yang berorientasi pada mutu sesuai dengan kebutuhan dunia industri /dunia usaha (DU/DI) dalam meningkatkan mutu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jawa Barat. Pendekatan manajerial dalam meningkatkan mutu sekolah disesuaikan dengan kemampuan sekolah sehingga ketercapaian mutu dapat terukur baik target maupun waktu pencapaiannya. Kerjasama tersebut meliputi penyusunan rencana implementasi operasional dari rencana strategis pendidikan sampai pada tahap prosedur pelaksanaan, sehingga arah,sasaran dan target yang harus dicapai menjadi jelas.

3. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, fasilitas belajar dan partisipasi dunia usaha/dunia industri (DU/DI) masih perlu disempurnakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang spesifik dan detail terhadap dimensi-dimensi dan indikator-indikator dalam penelitian ini, selain itu perlu mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini yang berpengaruh terhadap mutu sekolah.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Adioetomo, et.all, 2008, “A Study on Labor Market Information Based on Human

Resources Potential in Indonesia”, Lembaga Demografi FEUI dan GTZ 2008.

---, et all (2008) Implementation of Indonesian Youth Employment Action (IYEAP), Demographic Intitute and ILO Jakarta.

Akpan C.P dan Archibong, I A (2012) Personality Variables as Predictors of Leadership Role Performance Effectiveness of Administrators of Public Secondary Schools in Cross River State, Nigeria. International Education Studies; Vol. 5, No. 4; 2012.

Alfarah, Y.,F dan gharib,A.A (2007) The reality of the application of standards of total quality management on performance management education in educational centers and institutions of special education from the perspective of managers in jordan. Interdisciplinary journal of contemporary research in business, v0l 4 no 3.

Alma,B. (2008) Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung: Alfabeta.

ALNasser, Yusoff , R,.Z Zien dan Islam R (2013) Relationship Between Hard Total Quality Management Practices And Organizational Performance In Municipalities. American Journal of Applied Sciences 10 (10): 1214-1223, 2013.

Arikunto, S. (2008) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Edisi Revisi IV, Rineka Cipta.

Aseltine James et al (2006). Supervisi For Lerning. Virginia . Association for Supervision and Curriculum Development Alexandria.

Assif, M,. et al (2013) A Model For Total Quality Management In Higher

Education, Springer Science+Business Media. 47:1883–1904.

Balitbang Depdiknas, 2007, Naskah Akademik Kebijakan Kuruikulum SMK, Pusat Kurikulum, Depdiknas, Jakarta

Biyantu, (2007) MANAJEMEN PEMBELAJARAN (Studi tentang Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah, Iklim Kerja Guru, Penghasilan Guru dan Mutu pembelajaran terhadap Kinerja Guru dan Kualitas Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Pekanbaru). Disertasi. UPI Bandung. Tidak diterbitkan.

Boles, Harold W (1980). Leaders, Leading and Leadership. Kalamazoo, MI: The Anthor & Western Michingan-University.

Chapman,D,W. dan Mirick,S,L. (2009) Education Quality In The Middle East. International Review of Education (2009) 55:311–344.

Clark,R.A et al (2009) The Effects of Leadership Style on Hotel Employees' Commitment to Service Quality. Cornell Hospitality Quarterly 2009 50: 209.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Crook, Jeffrey (2006) The Relationship between the Percentage of Students. Passing the Standards of Learning examinations and the Condition of the Educational Facilities in the High Schools in the Commonwealth of Virginia. North Zeeb Road ProQuest Information and Learning Company 300 ( diakes 15 oktober 2013).

Dembe´ Le´,M. dan Oviawe ,J. (2007) Introduction: Quality Education In Africa International Commitments, Local Challenges And Responses. International Review of Education (2007) 53:473–483.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas (2004). Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah. London:

Depdiknas Dirjen Dikdasman. Direktorat Jenderal Menengah Pendidikan Dasar dan Menengah – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (2007) Panduan Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta:

Depdiknas (2010), Renstra Depdiknas.

Desai,T,.N (2010) Overcoming Barriers to Total Quality Management’s Success Productivity Vol. 51, No. 2,

Doherty, G (1994) Developing Quality Systems In Education. 11 New Fetter Lane, London.

Drucker, .P F. (1997). Managing in a Time of Great Change. Jakarta. PT. Alex Media Komputindo.

Edward S. (2006). Total Quality Management in Education. Yogyakarta: IRCiSoD. Engkoswara. (1987). Dasar-dasarAdministrasi Pendidikan. Jakarta: Dirjen

Dikti, Depdikbud.

English F.W (2006) Encyclopedia of educational leadership and administration . California Sage Publications, Inc.

Ever ,C. dan Lakomsi,G (2012) Science, systems, and theoretical alternatives in educational administration. Journal of Educational Administration Vol. 50 No. 1, 2012 pp. 57-75.

Fakkry Gaffar, M. (2005). Guru Sebagai Profesi: Makalah, Dipersentasikan dalam Seminar Nasional Kompetensi dan Sertifikasi Guru dalam menyukseskan Program K2i Propinsi Riau. Bandung: UPI.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

--- (1999). Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Furqon (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung.Alfabeta. Fakkry Griffith S, A.(2007) A Proposed Model For Assessing Quality Of Education

International Review of Education (2008) 54:99–112.

Handoko, T. H. (2003). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Hasanah. A (2008). PRODUKTIVITAS MANAJEMEN SEKOLAH (Studi Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Sekolah, dan Kinerja Guru terhadap Produktivitas Sekolah Menengah Pertama di kota Bandung) Disertasi. UPI Bandung. Tidak diterbitkan.

Henrietta, B. (2004). Essential Concepts in Developing Community–University Partnerships. Essential Concepts in Developing Community–University Partnerships. Public Health Nursing Vol. 21 No. 1, pp. 32–40. Blackwell Publishing, Inc).

Herrsey, Paul dan Blanchard, K. H. (1977). Management of Organization Behavior, New York : Englewood Cliffs.

Hoy, W. K., & Hannum, J. W (1978). Middle School Climate: An Empirical Assessment Of Organizational Health And Student Achievement. Educational Administration Quarterly..

---, Jardine et al (2000) Improving Quality in Education . 11 New Fetter Lane, London.

http://agupenajateng.net

http://www.toyota.astra.co.id/company/news/article.php?article_id=1708 http://www.toyota.co.id/company/mediarelations/article.php?article_id=1777 http://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi

Idris, Jamaluddin. (2005). Analisis Kritis Mutu Pendidikan. Banda Aceh:

Taufiqiah Sa’adah.

Jalal, F. (2005). Kebijakan Pendidikan dalam Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga kependidikan dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Bandung: FIP UPI.

Jarolemek. J. dan Clifor, D. Foster (1981). Model of Teaching. New Yersey: Englangwood Cliff Prenticehall Inc.

Kartini Kartono (1983). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Rajawali Press. Ko¨ksal, H (2012) SQCs in Turkey as ‘‘Imece Circles’’. AI & Soc (2012) 27:377–

386

Krügerm, M dan Scheerens, J (2012) Conceptual Perspectives on School Leadership. Dalam School leadershif effect revisited. Springer. Netherlands.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Leung Mei & Fung Ivan (2005) Enhancement of classroom facilities of primary schools and its impact on learning behaviors of student; 2005; 23, vol: 13/14; ABI/INFORM (diakses tanggal 15 oktober)

Madlock,P,E (2008) Employee Satisfaction The Link Between Leadership Style, Communicator Competence, and Employee Satisfaction. Journal of Business Communication 2008 45: 61

Manochehri, N.N et al (2012) Total Quality Culture (TQC) In Educational Institutions: A Gulf Corporation Council (GCC) Region Study. Academy of Educational Leadership Journal, Vol.16, Number 3, 2012.

Martial dembe´ le´ dan oviawe,J (2007) Introduction: Quality Education In Africa –International Commitments, Local Challenges And Responses. International Review of Education (2007) 53:473–483 _ Springer.

Masdonati, J. et al (2010) Vocational education and training attrition and the school-to-work transition. Education þ Training Vol. 52 No. 5, 2010 pp. 404-414

Mayer. C (2001). Transfer of Concepts and Practices of Vocational Education and Training from the Center to the Peripheries: the case of Germany. Journal of Education and Work, Vol. 14, No. 2, 2001).

MCGOWEN (2007) The Impact Of School Facilities On Student Achievement, Attendance, Behavior, Completion Rate And Teacher Turnover Rate In Selected Texas High Schools. North Zeeb Road ProQuest Information and Learning Company 300 ( diakes 15 oktober 2013)

Milliano,Marloes (2010) The Quality of Education in Times of Crisis – a Case of Indonesia. The Maastricht Graduate School of Governance.

Moos, L,. Johansson, O dan Day C (2011) How School Principals Sustain Success over Time. Springer. New York.

Munadi,M (2008) Community Participation In The Public Policy Making In Education Sector In Surakarta Municipality. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Nomor 2, Tahun XII, 2008.

Murphy, J et al. (Ed). (1991). Handbook of Research on Educational Administration (Second Edition). San Fransisco: Jossey - Bass Publisher. Nasution,S (1998) Methodologi Research,Bandung,Jemars.

Nazara dan Wicaksana (2008) dalam Skills Development Strategy: The Indonesian Case Study on the Pre-Employment Vocational Education and Training (VET), Lembaga Demografi FEUI dan World Bank.Sallis Edward, (1993)

“Total Quality Management in Education.” London: Kogan Page.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Oetinger, Jonathan (2010). Green Schools: Constructing and Renovating School Facilities with the Concept of Sustainability. ProQuest LLC 789 East Eisenhower Parkwa ( dikases 15 Oktober )

Paul Hersey dan Ken Blanchard. (1995). Manajemen Perilaku Organisasi:Pendayagunaan Sumber-daya Manusia. (Jakarta: Erlangga, Penerjemah Agus Dharma. Edisi ke-4).

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional.

Permen Diknas No.13 tahun 2007 tentang Standar Kinerja Kepala Sekolah. Powell (1995) The Juran Trilogy. Journal Strategic Management Vol. 16: Rachman, Arief, 2009, SMK jadi Solusi Permasalahan Lapangan Kerja dalam

Jurnal LKS, Hari kedua, 22 Mei 2009.

Rad, A.M.M ( 2006) The Impact Of Organizational Culture On The Successful Implementation Of Total Quality Management. The TQM Magazine Vol. 18 No. 6, 2006 pp. 606-625.

Rahman Y (2001) Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Bandung: Alqaprint Jatinangor bekerjasama dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI).

Remen,F., Karakus,M, dan Yasan,T(2008) Total quality management practices in Turkish primary schools. Quality Assurance in Education Vol. 17 No. 1, 2009 pp. 30-44

Riduwan dan Kuncoro (2010). Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). Bandung: Alfabeta.

Riduwan dan Kuncoro, Engkos Achmad (2007). Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Pathanalysis). Bandung : Alfabeta.

Riduwan dan Akdon (2006). Rumus dan Data dalam Aplikasi Statistika. Cetakan Perdana Bandung: Alfabeta.

Robbins (2006). Perilaku Organisasi. Alih bahasa Molan. Jakarta. Indeks.

Sahney, et al (2003) Enhancing quality in education: application of quality function deployment - an industry perspective Work Study; 2003; vol: 52, 6/7; ABI/INFORM Complete ( diakses 15 oktober).

Sallis & Edward (2006). Total Quality Management in Education. London: Sascha et al (2011) Education and Catch-up in the Industrial Revolution.

American Economic Journal: Macroeconomics 3 (July 2011): 92–126 http://www.aeaweb.org/articles.php?doi=10.1257/mac.3.3.92 (diakses 15 IOktober 2013)

Satori, D. (1999). Manajeman Berbasis Sekolah, Basic Education Project. Jawa Barat.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Saud, Udin Syaefudin dan Makmun, Abin Syamsuddin (2005). Perencanaan Pendidikan-Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung : Rosda.

______2002). Pengembangan Kepala Sekolah: Makalah. Bandung.

Schein, E, (1992), Organizational Culture and leadership,2ndEdition : San Fransisco Jossey-bas Publisers.

Schleicher,A (2009) Securing quality and equity in education: Lessons from PISA. UNESCO IBE .

Siagian, Sondang P. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

--- (2004). Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Jakarta: Rineka Cipta. ---(2003). Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung.

Siaran Pers Depdiknas, 2008, Depdiknas Targetkan 1,5 Juta Lulusan SMP Melanjutkan ke SMK dalam http://www.smk averus .org/ print. php? type =N&item_id=5

Sindoro, A (1996). Lima Pilar Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara SK Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen

Pendidikan Nasional Nomor 251/C/KEP/MN/2008 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

Slide Bahan Masukan Pasar Kerja, Dit PSMK 2009 (Error! Hyperlink reference not valid.

Stoner, J. A. F. (1993). Management, London: Prentice Hall International.

Suar, D, Tewari H.,R dan Chaturbedi, K,R. (2006) Work Behaviour Subordinates' Perception of Leadership Styles and Their Work Behaviour. Psychology Developing Societies 2006 18: 95

Sugiyono (2011). Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. dkk. (2006). Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah: Konsep. Prinsip dan Instrumen. Bandung: Refika Aditama. Supriadi, Dedi. (1999). Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta:

Adicita Karya Nusa

.--- (2002). Sejarah Pendidikan Teknik,Jakarta.Depdiknas

Surya, M. (2000). Mencermati Kebijakan Pendidikan dalam Mewujudkan Kemandirian Guru. Makalah Simposium Nasional Pendidikan tentang Rekonstruksi Profesi guru dalam Kerangka Reformasi Pendidikan di Unmuh Malang.

Sutermeister, Robert A. (1976). People and Productivity, New York: MCGraw- Hill Book Company.

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Sutisna, Oteng (1983), Administrasi Pendidikan: Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.

Suyanto (2007). Mobilitas Horizontal bagi Guru Bermutu. Journal. Inovasi Pendidikan.

Suzane et al (2007) Academic–Practice Partnerships for Community Health Workforce Development. Journal Academic–Practice Partnerships for Community Health Workforce Development. Journal of Community Health Nursing, 2007, 24(3), 155–165 Copyright © 2007, Lawrence Erlbaum Associates, Inc.)

Svensson,M dan Klefsjo,B (2000). Experiences from creating a quality culture for continuous improvement in swedish school sector by using self assessment. Total Quality Management; Jul 2000; 11, 4-6; ProQuest. Tanggapan terhadap buku Isu-isu Pendidikan Kejuruan Depdiknas RI 2007, http

://one1thousand100education.wordpress.com/2008/02/07/pendidikan- kejuruan/.

Tilaar, H.A.R. (2001), Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21. Magelang: Tera Indonesia.

--- (2001). Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineke Cipta.

Thomas J Allan (1972). The Productive School A System Analysis Approach to Educational Administration, John Wiley & Sons. JNC. Canada:

Tim Dosen Adpen UPI. (2008). Manajemen Pendidikan. Bandung:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Jakarta.

Undang-Undang RI No. 14 Tahun (2004). tentang Guru dan Dosen. Bandung: Citra Umbara.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2012) Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Bandung : UPI.

Wahjosumidjo(2010), Kepemimpinan Kepala Sekolah,Jakarta : Rajawali Pers. Wang, Yuche Jerry (2000). A Study to Identify International Business Competencies

Needed by Business Graduates of Four-Year Colleges and Universities in Taiwan, R.O.C. Disertasi Doktor pada Faculty of the Graduates School University of Missouri Columbia. USA : ProQuest Information and Learning Company.

Wellington, Patricia. (1998). Kaizen Strategies for Customer Care. Interaksara. Wibisono(2006) Manajemen Perubahan. Jakarta,.Rajawali Press

Rochana, 2014.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN PARTISIPASI DUNIA INDUSTRI TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI JAWA BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu

Winardi. (2002). Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

--- (2003), Kreativitas dan Teknik-teknik Pemikiran Kreatif Dalam Bidang Manajemen, Citra Aditya, Bandung.

--- (1990). Asas-asas Manajemen. CV. Mandar Maju. Bandung.

Wirawan, (2002). Kapita Selekta Teori Kepemimpinan Pengantar untuk Praktek dan Peneliti Buku 1 Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & Uhamka Press. --- (2002). Kapita Selekta Teori Kepemimpinan Pengantar untuk Praktek dan

Peneliti Buku 2 Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & Uhamka Press. Yudo Husodo, Siswono (2007, 27 Januari). Abad Pertarungan Talenta. Kompas.

Halaman 6. Tersedia : http://www,kompas.com

Yulk, Gary A. (1994). Leadership in Organization, 2nd Edition. New York: Prentice Hall International Inc.

Yusufhadi Miarso , 2008. Kajian Pemetaan Pendidikan Kejuruan http:// kanda wibawa .net/2009/01/31/sekolah-menengah-kejuruan-smk.

Zaqeuz, Marque. (2008). Kemiskinan dan Pengangguran; Mata Rantai Permasalahan Pembangunan. Terjemahan, Jakarta: Pustaka Pena

Zeithaml, Valarie A. A. Parasurarnan, Leonard L. Berry (1990). Delivering Quality Service : Balancing Customer Perception and Expectation. New York: The Free Press.

Dokumen terkait