• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 2 Karanganyar ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu : (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi tindakan.

Simpulan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut, terdapat peningkatan penguasaan konsep pembelajaran akuntansi dengan penerapan model pembelajaran dengan metode drill dan pemberian tugas pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Karanganyar. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator berikut: 1. Siswa yang aktif selama pemberian apersepsi mengalami peningkatan 36.64%

yaitu dari 12 siswa pada siklus I menjadi 24 siswa atau 75.00% dari 32 siswa pada siklus II.

2. Siswa yang aktif dalam mengerjakan pekerjaan rumah mengalami peningkatan 25.87% yaitu dari 16 siswa pada siklus I menjadi 26 siswa atau 70.27% dari 37 siswa pada siklus II.

3. Siswa yang dapat aktif dalam bertanya dan berpendapat mengalami peningkatan 34.01% yaitu dari 6 siswa menjadi 29 siswa atau 78.38% dari 37 siswa pada siklus II.

4. Siswa yang dapat aktif dalam latihan soal di kelas mengalami peningkatan 31.59% yaitu dari 16 siswa menjadi 28 siswa atau 75.68% dari 37 siswa pada siklus II.

5. Siswa yang dapat menyelesaikan masalah atau soal yang berkenaan dengan laporan keuangan dan telah mencapai batas KKM mengalami peningkatan 31.59% yaitu dari 13 siswa pada siklus I menjadi 25 siswa atau 73.52% dari 34 siswa pada siklus II.

6. Hasil dari pelaksanaan penelitian pembelajaran yang menerapkan metode drill dan pemberian tugas menyimpulkan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada indikator dimana siswa aktif bertanya dan berpendapat yaitu meningkat 61.71%.

lxxix

berdasarkan teori Syaiful Sagala bahwa metode drill lebih dapat membentuk kebiasaan yang menimbulkan kecepatan dan ketepatan, pelatihan secara individu membuat siswa lebih mengerti akan hambatan yang dirasakan sehingga dengan ditambahkan motivasi dari guru maka siswa akan lebih berani untuk bertanya maupun berpendapat secara langsung.

Kondisi-kondisi tersebut di atas, disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Guru sudah berusaha untuk mengelola kelas dengan baik. Hal tersebut terefleksi

dari, yaitu: (a) kemampuan guru dalam memotivasi siswa untuk ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran yang berlangsung, (b) posisi guru yang tidak hanya terpaku di kelas bagian depan tetapi sudah mampu berotasi sehingga dapat memantau siswa yang berada di bagian belakang, (c) guru sudah dapat meningkatkan minat dan semangat siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar, (d) guru sudah dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan penguasaan konsep terhadap materi yang diajarkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar melalui metode drill dan pemberian tugas.

2. Guru menyadari pentingnya melakukan suatu evaluasi terhadap proses pembelajaran, agar segala kelemahan yang ada dapat teratasi dengan baik, dan tidak terulang dalam proses pembelajaran berikutnya.

B. Implikasi

Berdasarkan pada kesimpulan penelitian di atas, maka implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Implikasi Teoretis

Penelitian ini memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa keberhasilan proses pembelajaran tergantung pada beberapa faktor yang saling berhubungan satu sma lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu berasal dari pihak guru maupun siswa. Faktor dari pihak guru yaitu kemampuan guru dalam mengembangkan dan menyampaikan materi, kemampuan guru dalam mengelola kelas serta metode yang digunakan oleh guru dalam mengelola kelas. Sedangkan

lxxx

faktor dari siswa yaitu motivasi dan partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran akuntansi.

Faktor tersebut saling mendukung satu sama lain, sehingga diupayakan secara maksimal agar semua faktor tersebut dapat dimiliki oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Apabila guru memiliki kemampuan baik, maka guru dalam menyampaikan materi dengan baik. Materi tersebut akan diterima siswa dengan baik apabila siswa juga memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk aktif dalam proses pembelajaran maupun pada saat diskusi kelompok. Jadi dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, kondusif, efektif dan efisien.

Pelaksanaan pembelajaran akuntansi dengan menggunakan metode drill dan pemberian tugas dapat meningkatkan penguasaan konsep materi akuntansi oleh siswa dilihat dari segi keaktifan siswa melalui aktivitas positif dalam proses belajar mengajar dan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik. Hal ini disebabkan metode drill dan pemberian tugas menekankan pada keterampilan siswa secara penuh, dimana siswa dituntut untuk sering berlatih soal secara individu supaya siswa juga lebih mandiri. Metode ini membentukan kebiasaan yang dilakukan akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. Pemanfaatan kebiasaan menjadi komplit dan otomatis serta tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaannya sehingga dengan demikian siswa dapat lebih cepat merespon masalah dalam mengerjakan soal yang akan dihadapi. Kebiasaan tersebut menjadikan potensi siswa secara optimal sehingga prestasi belajar dapat tercapai. Kondisi ini mengakibatkan prestasi belajar siswa meningkat atau lebih baik.

2. Implikasi Praktis

Pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 2 Karanganyar selama ini masih menggunakan pendekataan konvensional dengan metode pembelajaran yang sering dan sebagian besar diterapkan adalah ceramah. Hal ini membuat siswa mengalami kejenuhan terhadap pelajaran akuntansi dan motivasi belajar siswa menjadi rendah. Hal ini menyebabkan prestasi belajar siswa dalam pelajaran akuntansi rendah.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan metode drill dan pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI Ilmu

lxxxi

Pengetahuan Sosial 2. Hal ini menjadi pertimbangan bagi guru untuk menerapkan metode drill dan pemberian tugas dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari yang disesuaikan dengan materi pelajaran. Selain itu, guru dapat menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran yang baru, inovatif dan menyenangkan yang dapat memacu siswa ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

C. Saran

Berkaitan dengan simpulan di atas, maka peneliti dapat mengajukan saran-saran sebagai berikut :

1. Bagi Guru

a. Guru diharapkan untuk terus mengembangkan minat serta semangat siswa selama proses pembelajaran berlangsung agar siswa dapat menemukan dan mengembangkan sendiri konsep dari materi yang akan dipelajari.

b. Guru perlu menambah wawasan tentang metode-metode pembelajaran yang inovatif agar proses pembelajaran lebih menarik dan siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

c. Guru yang belum menerapkan metode metode drill dan pemberian tugas dapat menerapkan metode tersebut, karena dalam penelitian ini telah terbukti bahwa prestasi belajar siswa meningkat yang dapat dilihat dari evaluasi siswa setiap siklusnya. Walaupun peningkatan belum mencapai 100%, tetapi pada siklus I dan II mengalami peningkatan lumayan besar yaitu sebesar 31.59%. Terbatasnya waktu maka peneliti hanya sampai pelaksaan siklus II, tetapi diharapkan guru untuk melanjutkan siklus dengan metode tersebut sehingga pencapaian lebih maksimal.

2. Bagi Siswa

a. Siswa sebaiknya menyadari pentingnya buku pendamping sebagai media untuk belajar sehingga siswa dapat berlatih belajar mandiri terlebih dahulu tanpa harus menunggu pengajaran dari guru.

lxxxii

b. Penerapan pembelajaran metode drill dan pemberian tugas dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk mandiri supaya lebih terampil dalam memecahkan masalah.

3. Bagi Sekolah

a. Sekolah perlu diadakannya bimbingan dan pembinaan kepada guru agar keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas tercapai. b. Sekolah perlu membuka diri dengan lembaga pendidikan maupun

instansi lain untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

4. Bagi Orangtua

a. Orangtua agar lebih memperhatikan pendidikan anaknya, sehingga anak lebih termotivasi.

b. Orangtua menfasilitasi kegiatan belajar anak, sehingga dengan fasilitas belajar yang memadai anak akan lebih merasa nyaman dan bersemangat dalam belajar sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar anak.

lxxxiii

Dokumen terkait