• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imunomodulator B. NSAID

Dalam dokumen PEMBAHASAN SOAL MATA MEI 2021 (Halaman 30-54)

C. Antibiotic D. Antihistamin

E. Stabilizer sel mast

Terapi Keratoconjunctivitis Atopik

- Edukasi perawatan mata alergi (hindari

menggosok mata, gunakan air mata buatan dan kompres dingin, hindari paparan alergen)

- Obat tetes kombinasi penstabil antihistamin / sel mast topikal.

- kortikosteroid topikal

- Penghambat kalsineurin topikal atau sistemik

Baab S, Le PH, Kinzer EE. Allergic Conjunctivitis. [Updated 2021 Mar 23]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448118/

32. Pria muda 32 th, mata kiri merah 1 mata, penglihatan buram. Visus kiri turun. Ciliary injection (+), Anterior chamber moderate depth, Keratic precipitate (+), flare dan cells +2. Diagnosis yg sesuai adalah

a. Uveitis

b. Konjungtiivitis c. Glaukoma

d. Skleritis e. Retintiis

Tanda / Gejala Kunci Paling UmumUveitis : A.Uveitis anterior:

Gejala: merah, mata nyeri

Tanda: anterior chamber cell and flare, posterior synechiae, keratic precipitates B.Uveitis intermediete:

Gejala: floaters memburuk, penglihatan menurun

Tanda: sel vitreous cell and haze, snowballs, pars plana snowbank, cystoid macular edema

C.Uveitis Posterior:

Gejala: penglihatan memburuk, perubahan bidang visual

Tanda: chorioretinal lesions, retinal whitening, vascular sheathing D.Panuveitis:

Gejala: merah, mata nyeri; ketajaman visual yang sangat tertekan; floaters Tanda: anterior chamber cell and flare, vitreous cell and haze, chorioretinal lesions, retinal whitening

Duplechain A, Conrady CD, Patel BC, et al. Uveitis. [Updated 2021 Feb 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing;

2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540993/

33. Pria muda 32 th, mata kiri merah 1 mata, penglihatan buram. Visus kiri turun. Ciliary injection (+), Anterior chamber moderate depth, Keratic precipitate (+), flare dan cells +2. Pengobatan yg sesuai adalah

a. Kortikosteroid dan sikloplegik b. Artificial tears

c. Kortikosteroid dan antihistamin d. Antibiotik oral

e. Antibiotik intravena

• Pengobatan uveitis bertujuan menghilangkan peradangan dan nyeri dengan steroid dan

cycloplegics topikal.

Duplechain A, Conrady CD, Patel BC, et al. Uveitis. [Updated 2021 Feb 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing;

2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540993/

34. Tatalaksana konservatif untuk chalazion dilakukan dengan

a. Kompres mata 2-4 kali sehari b. Dokssisiklin 100 mg 2x1

c. Minosiklin 50 mg 1x1 d. Tetes mata steroid

e. Traimcinolone 40 mg/ml

• Manajemen konservatif adalah strategi awal untuk chalazion. Kompres hangat harus

dioleskan ke tutup yang terkena selama 15 menit 2-4x/hari. Kebanyakan chalaziaon sembuh dalam waktu satu bulan dengan tindakan konservatif ini.

Jordan GA, Beier K. Chalazion. [Updated 2020 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL):

StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499889/

35. Seorang anak 7th datang dengan keluhan mata merah, berair, folikel (+) pembesaran KGB (+). Diagnosis untuk kasus ini adalah?

a. Konjungtivitis adenoviral b. Konjungtivitis fungi

c. Uveitis

d. Episkleritis e. Iritis

Pasien dengan Adenoviral Keratoconjunctivitis mengeluh

- gatal-gatal unilateral

- Rasa robek, terbakar dan sensasi benda asing - Fotofobia

- Dalam kasus acute hemorrhagic conjunctivitis

(AHC), perdarahan epibulbar dan tarsal yang luas dan pembesaran kelenjar getah bening

precervical

- Bialasiewicz A. Adenoviral keratoconjunctivitis. Sultan Qaboos Univ Med J. 2007;7(1):15-23.

36 Seorang anak 10 tahun datang dengan

keluhan gatal berulang pada mata, Terdapat watery discharge. Teerdapat gelatin papilla di konjungtiva. Diagnosis untuk kasus ini adalah?

a. Konjungtivitis vernal b. Konjungtivitis bacterial c. Uveitis

d. Iritis

e. Iridosiklitis

• Secara klinis, VKC dapat dibagi menjadi 3

subtipe: presentasi konjungtiva, limbal, dan campuran. Dalam bentuk limbal, temuan utama adalah gelatinous papila limbal yang terkait dengan infiltrat epitel yang disebut

Horner-Trantas dot. Ini adalah kumpulan fokal eosinofil dan sel epitel yang mengalami

degenerasi.

https://www.aao.org/disease-review/vernal-keratoconjunctivitis-5

37. Seorang petani mengalami trauma pada mata, terkena 3 buah ranting, mengalami fotophobia dan lakrimasi, pada korbea

didapatkan inflitrate pada stroma... diagnosis etiology untuk kasus di atas

a. Test fluorescein b. corneal topografi c. corneal biopsi

d. schimer test e. Tes ansel

• Biopsi kornea dapat menjadi bantuan yang efektif dalam menegakkan diagnosis dalam berbagai kondisi termasuk infeksi. Evaluasi

mikrobiologis dari biopsi kornea memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diagnosis, pengobatan, dan hasil akhir pasien dengan

keratitis infeksius progresif.

Alexandrakis G, Haimovici R, Miller D, Alfonso EC. Corneal biopsy in the management of progressive microbial keratitis. Am J Ophthalmol. 2000 May;129(5):571-6. doi: 10.1016/s0002-9394(99)00449-3.

PMID: 10844046.

38. DItemukannya cherry red spot pada pasien dengan penurunan visus mendadak

mengarahkan diagnosis pada a. Oklusi arteri

b. Oklusi vena c. Konjungtivitis

d. Diabetic retinopathy

e. Penyakit mieloproliferatif

• Lesi cherry-red spot mengacu pada daerah berwarna merah di tengah makula yang

dikelilingi oleh opifikasi retinal. cherry-red spot dapat ditemukan dalam berbagai kondisi

patologis sakah satunya Central retinal artery occlusion (CRAO)

Tripathy K, Patel BC. Cherry Red Spot. [Updated 2021 Feb 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL):

StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539841/

39. Wanita 65th, dg penglihatan kabur, riwayat katarak, VOD: 6/60. Nyeri mata mendadak.

Pada pemeriksaan tampak kamar anterior

yang dangkal, peningkatan tekanan intraocular +. Sebab terjadinya hal ini adalah?

a. Keluarnya cairan lensa ke vitreous b. Pembengkakan lensa

c. dislokasi lensa kristalin

d. Obstruksi pada jalur vitreous humor e. Papila edema

• Glaukoma fakolitik, awalnya diperkirakan disebabkan oleh obstruksi trabecular

meshwork oleh makrofag yang teregang karena memakan bahan lensa dan cairan

Morgagnian yang keluar dari lensa kristalin.

• Bukti selanjutnya kemudian menunjukkan bahwa protein lensa dengan berat molekul tinggi menyebabkan obstruksi langsung

https://www.aao.org/eyenet/article/treating-phacolytic-glaucoma

40. Trantas dot ditemukan pada diagnosis A. Keratokonjungtivitis vernal

B. Konjungtivitis jamur

C. Konjungtivitias bacterial D. Uveitis

E. Iridosiklitis

• Pada pemeriksaan fisik vernal

keratoconjunctivitis (VKC), konjungtiva dapat menunjukkan reaksi papiler yang halus. Di sini temuan utama adalah gelatinous papila limbal yang terkait dengan infiltrat epitel yang

disebut Horner-Trantas dot.

https://www.aao.org/disease-review/vernal-keratoconjunctivitis-5

41. Sensibilitas kornea menghilang pada kasus keratitis yang disebabkan oleh

a. CMV

b. Herpes simpleks c. HPV

d. S. aureus

e. S. epidermidis

• Herpes simplex keratitis (HSK) adalah

penyebab infeksi paling umum dari

kebutaan kornea di dunia industri,

Dalam dokumen PEMBAHASAN SOAL MATA MEI 2021 (Halaman 30-54)

Dokumen terkait