Perubahan iklim, berkurangnya lahan pertanian, dan keterbatasan kemampuan petani untuk memasarkan hasil pertanian merupakan tiga kendala besar bagi kebanyakan petani di Indonesia. Untuk menjawab kendala tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Yayasan Obor Tani dan pemerintah daerah membina para petani melalui Sentra Pemberdayaan Tani (SPT).
Climate change, decrease of agricultural land, and the limited ability of farmers to market their crops are three major obstacles for most farmers in Indonesia. To answer these challenges, Pertamina in cooperation with the Yayasan Obor Tani and local governments fosters farmers through Farmer Empowerment Centers (SPT).
HARMONI DENGAN MASY
ARAKA
T
Har
mony with the Society
Energi yang Lebih Bersih
Cleaner Energy
Talenta yang Handal
Reliable T
alents
Budaya K3
OHS Culture
Produk dan Layanan
Product and Ser
Tata kelola Per
usahaan
Corporate Gover
nance
yang kering dan para pertaniannya belum maju. Ekonomi masyarakat di daerah itu pun masih sangat kurang. Maka sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan dan kemajuan Tani, Pertamina bekerja sama dengan Pemerintah Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY Yogyakarta dan Obor Tani untuk melaksanakan Program Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) di daerah tersebut dengan komoditas pertanian utama Durian Montong dan Lengkeng Itoh.
Program ini merupakan usaha dan upaya untuk memberdayakan petani, sehingga petani di sekitar SPT mampu mengggarap tanahnya dalam bidang pertanian, yang hasilnya dapat memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya. Sistem pemberdayaan dilakukan terpadu, dengan memberikan sumber air, bibit, sarana produksi, infrastruktur, teknologi budi daya pertanian terkini dan pendampingan hingga panen, dengan menempatkan 2 kader Obor Tani untuk tinggal di desa ini selama 3,5 tahun.
noagricultural activities developed. The economic conditionof the community was very low. Then as a concern for thedevelopment and advancement of the farmers, Pertaminain cooperation with the Government of Nglanggeranvillage, Gunung Kidul, Yogyakarta and Obor Taniimplement the Farmers Empowerment Center (SPT) in the area with avmajor agricultural commodities of Durian Montong and Longan Itoh.
This program is an effort to empower farmers, so those who live around SPT will be able to cultivate the agriculture land, and the yields can provide a decent life for the family. The empowerment system conducted integratedly by providing a source of water, seeds,production facilities, infrastructure, latest agricultural technology in cultivation and assistance until the harvesting time, by placing two cadres Obor Tani to stay in this village for 3.5 years.
106
• Desa Binaan Kedungsari
Desa Kedungsari adalah sebuah Desa di Kecamatan Pengasih dengan luasan 627,90 ha. Desa Kedungsari juga merupakan salah satu desa miskin di Kecamatan Pengasih. Jumlah jiwa miskin sebanyak 22,63% dari total keseluruhan yang ada atau sebanyak 458 orang. Padahal jika dilihat Desa Kedungsari memiliki beberapa potensi yaitu pengolahan pangan dan peternakan. Program Desa Binaan di Desa Kedungsari dilakukan dengan bekerja sama dengan Fisipol Universitas Gadjah Mada.
Terdapat 3 program utama yang dikembangkan di Desa Binaan Kedungsari, yaitu:
A. Budidaya Lele
Program dilakukan dengan melakukan pelatihan dan monitoring kepada 30 orang yang telah diseleksi sebelumnya. Selain itu 30 orang tersebut juga memiliki bapak asuh yang berasal dari Kelompok Mina Gurami yang bertugas untuk monitoring dan membantu penerima manfaat untuk membudidayakan lele mereka.
B. Budidaya Pepaya California
Budidaya Pepaya California dilakukan di 9 dusun yang melibatkan kelompok tani dan PKK Dusun Kedungsari. Masyarakat yang mendapat pelatihan budidaya Pepaya California adalah sebanyak 30 orang.
• Kedungsari as Partner Village
Kedungsari village is a village in the District of Pengasih with an area of 627.90 ha. Kedungsari village is also one of the poor villages in the district of Pengasih. The number of poor people reached 22.63% of the total villagers or as many as 458 people. Despite the condition, the Kedungsari Village has several farming and husbandry potential. The Village Empowerment Program in Kedungsari Village is conducted in cooperation with Faculty of Social Sciences University of Gadjah Mada.
There are three main programs developed in Kedungsari Village, they are:
A. Raising catish
The program was conducted through training and monitoring for 30 people who have been previously selected. Aside from the 30 people, there is also foster parents from Mina Gurami Group that help to monitor as well as to help the beneiciaries to cultivate their catish.
B. Cultivation of Papaya California
Papaya California cultivation is conducted in 9 villages involving farmer groups and the PKK of Kedungsari Village. Thirty people received training on the cultivation of Papaya California.
HARMONI DENGAN MASY
ARAKA
T
Har
mony with the Society
Energi yang Lebih Bersih
Cleaner Energy
Talenta yang Handal
Reliable T
alents
Budaya K3
OHS Culture
Produk dan Layanan
Product and Ser
Tata kelola Per
usahaan
Corporate Gover
nance
Kedungsari terbuat dari kotoran sapi yang banyak dipelihara oleh masyarakat dan kemudian diolah menjadi pupuk organik. Pelatihan diberikan kepada 30 warga di Desa Kedungsari yang berasal dari kelompok Kube dan Kelompok Tani dimana masing masing memiliki tugas yang berbeda. Kelompok Kube bertugas mengelola pupuk kandang dan Kelompok Tani bertugas membeli, memanfaatkan pupuk kandang.
• Desa Binaan Tambakrejo
Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam kantong kemiskinan di Kota Semarang. Wilayah ini terdiri dari 6 RT dengan 534 KK atau sekitar 2.200 jiwa, dimana ± 50% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional yang menggunakan alat sederhana dan bergantung pada cuaca saat bekerja. Bantuan yang diberikan melingkupi 5 bidang yaitu:
A. Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan bantuan yang diberikan adalah penguatan kapasitas PAUD dan juga pengembangan sarana prasarana Rumah Pintar. B. Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan bantuan diberikan yaitu pendampingan higienis dan sanitasi proses pengolahan makanan berbahan baku ikan.
the village Kedungsari are made from cow dung that most of the community has and processed it as organic fertilizer. Training was given to 30 residents in the Kedungsari Village derived from business groups and farmers groups in which each has a different task. The business group is tasked in managing manure mwhile the farmers groups are in charged of purchasing, utilizing manure.
• Tambakrejo as Partner Village
The village of Tanjung Mas, District of North Semarang, Semarang, is one of areas that considers as the pocket of poverty in the city of Semarang. This region consists of 6 RT with 534 families or about 2,200 people, where ± 50% of the population of traditional ishermen who use simple tools and rely on the weather. Assistance provided covers ive areas, namely:
A. Education
In education, aid is given to strengthen the capacity of early childhood education and development of infrastructure Smart House.
B. Health
In health, aid is given through mentoring assistance in providing hygienic and sanitary processing of foods made from raw ish.
108
C. Bidang Ekonomi
Dalam bidang ekonomi bantuan diberikan yaitu pemberian usaha ternak bebek dan pelatihan optimalisasi penggilingan pakan bebek. Telur yang dihasilkan oleh bebek juga diolah menjadi telur asin yang didukung dengan pembentukan dan penguatan koperasi usaha telur asin dan terasi. Selain telur asin juga dilakukan pemantapan usaha boga melalui diversiikasi makanan berbahan baku potensi lokal yaitu ikan atau udang.
D. Bidang Infrastruktur
Dalam bidang infrastruktur bantuan yang diberikan adalah berupa pembangunan peneduh tempat mainan PAUD dan Talud penguatan bangunan PAUD dan juga renovasi balai pertemuan RW. E. Bidang Lingkungan
Dalam bidang lingkungan bantuan yang diberikan adalah peningkatan kapasitas dan kualitas lingkungan dengan pembibitan mangrove.
C. Economics
In economic, the assistance was given in the form of farming ducks and training in optimizing the duck feed grinding. Eggs produced by the ducks are also processed into salted eggs which supported the establishment and strengthening of the cooperative business in salted eggs and shrimp paste. In addition to the salted-egg business, the strengthening efforts are also conducted through supporting the catering business through diversiication of food made from local potential such as ish or shrimp.
D. Infrastructure
In infrastructure, assistance is given through construction of shade in the playing area of PAUD and Talud, improvement of PAUD building, and renovation of community meeting hall.
E. Environmental Field
In the ield of environmental aid given is to increase the capacity and quality of the environment by developing the mangrove nursery.
“Mendapat bantuan pemberdayaan dari Pertamina begitu lengkap, dari pelatihan, pertemuan rutin, dan monitor perkembangan usaha. Kadang kami ditanya ada kebutuhan pelatihan apa dan paling senang kalau ada kegiatan Pertamina, produk kami sering diikutsertakan dalam pameran sehingga makin dikenal.”
“The empowerment assistance from Pertamina is comprehensive, from training, routine meeting, and business progress monitoring. We were asked for training needs and we are very excited if our product is displayed whenever Pertamina held event, therefore our products become more popular.”
Rumdani Prakti Sumiwi Penerima Manfaat CSR Pertamina dari RU IV Cilacap
Pertamina CSR Beneiracy from RU IV Cilacap
HARMONI DENGAN MASY
ARAKA
T
Har
mony with the Society
Energi yang Lebih Bersih
Cleaner Energy
Talenta yang Handal
Reliable T
alents
Budaya K3
OHS Culture
Produk dan Layanan
Product and Ser
Tata kelola Per
usahaan
Corporate Gover
nance
Pertamina Sehati diartikan sebagai Pertamina untuk Kesehatan Anak Tercinta dan Ibu. Program ini dikembangkan untuk mendukung pemerintah dalam pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) yaitu menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu hamil
Melalui program ini, Pertamina memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan gizi balita serta penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita melalui gerakan sehat anak tercinta dan ibu menuju kehidupan yang lebih baik. Kesehatan ibu dan anak menjadi perioritas karena ibu hamil, bayi dan balita, hingga anak akan duduk di bangku sekolah dasar merupakan fase pembentukan karakter terbaik bagi generasi penerus bangsa.
Tujuan ini dapat tercapai melalui pemberdayaan perempuan dan penerapan kesetaraan gender sehingga kaum perempuan memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang mumpuni dan dapat menentukan sendiri alat kontrasepsi yang tepat bagi dirinya. Pertamina Sehati diprogramkan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan selama 3 tahun.
Partisipasi Aktif
Active Participation
Penggunaan sumber daya/budaya lokal sebagai media
komunikasi Use of resources/ culture as a medium of communication Pemberdayaan Empowerment Penguatan Sistem dan Institusi
Systems and Institutional Strengthening Prinsip-prinsip Sehati
Sehati Principles
Pertamina Sehati interpreted as Healthy Beloved Kids and Mom. This program was developed to support the government in achieving the Millennium Development Goals (MDGs) by reducing infant mortality and improving maternal health.
Through this program, Pertamina contributes to the improvement of nutrition for toddlers as well as reducing maternal infant as well toddler mortality, through healthy movement of a beloved child and maternal toward a better life. Maternal and child’s health has become priorities since pregnant women, infants and young children, until the child sits at the primary school is the best character-building phase for the next generation.
This objective can be achieved through the empowerment of women and the implementation of gender equality so that women have access to qualiied health facilities and can deine their own contraception. Pertamina Sehati programmed will be carried out on an ongoing basis for 3 years.
110
Untuk mewujudkan program ini, Pertamina bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) - yang merupakan anggota dari International Planned Parenthood Federation (IPPF).
• Pertamina merupakan inisiator program, penyedia dana anggaran dana dan pengawasan program.
• PKBI berperan sebagai pendamping program dan fasilitator. • Pertamina juga bekerja sama dengan Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas), dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai agen terdepan untuk menyediakan dan memastikan tersedianya fasilitas kesehatan untuk ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
To realize this program, Pertamina in cooperation with the Indonesian Family Planning Association (IPPA) - which is a member of the International Planned Parenthood Federation (IPPF). • Pertamina is the initiator of the program, it also provides the
fund and program monitoring
• IPPA plays role as the program mentor and facilitators. • Pertamina also works with Public Health Center (Puskesmas)
and Integrated Service Post (Posyandu) as a leading agency to provide and ensure the availability of health facilities for pregnant women, infants, and children.
Dengan pendekatan ini diharapkan para ibu dapat lebih mudah memperoleh akses kesehatan dan pendidikan. Kegiatan Sehati yang dilaksanakan di Posyandu meliputi: 1. Revitalisasi isik dan fasilitas Posyandu
2. Program peningkatan Posyandu menjadi Posyandu Plus dan Posyandu terintegrasi PAUD
3. Program peningkatan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan, monitoring gizi dan kunjungan rumah 4. Penguatan kelembagaan dan kemandirian
Pada tahun 2015, Pertamina Sehati memfokuskan program di daerah konlik di daerah timur Indonesia yaitu Poso - Sulawesi Tengah, Atambua - Nusa Tenggara Timur, dan Wamena - Papua. Di wilayah ini Sehati memberikan layanan dan akses kesehatan melalui 24 posyandu desa di 16 desa sasaran. Jumlah penerima manfaat sebanyak 1.656 orang meliputi balita, bayi, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, ibu punya balita, laki-laki dan wanita usia subur.
With this approach it is expected that mothers can have easy access to health and education facilities. Sehati’s activities in Posyandu include:
1. Facilities and physical revitalization of Posyandu 2. Improvement of Posyandu Program to be Posyandu Plus
and PAUD integrated Posyandu
3. The implementation of nutrition improvement program through Supplementary Feeding program
4. Institutional strengthening and empowering
In 2015, Pertamina Sehati focused its programs in conlict areas in eastern Indonesia, such as in Poso - Central Sulawesi, Atambua - East Nusa Tenggara, and Wamena- Papua. In this region Sehati provide services and access to health care through 24 village posyandu in 16 target villages. The number of beneiciaries as many as 1,656 people includes toddlers, infants, pregnant women, postpartum mothers, nursing mothers, mothers have a toddler, men and women of childbearing age.
HARMONI DENGAN MASY
ARAKA
T
Har
mony with the Society
Energi yang Lebih Bersih
Cleaner Energy
Talenta yang Handal
Reliable T
alents
Budaya K3
OHS Culture
Produk dan Layanan
Product and Ser
Tata kelola Per
usahaan Corporate Gover nance Provinsi Province Kabupaten District Kecamatan Sub-District Desa Village
Nusa Tenggara Timur Belu-Atambua, Timor
Kakuluk Mesak Kenebibi
Dualaus
Tasifeto Timur Silawan
Manleten
Sulawesi Tengah Poso
Lore Utara Kaduawaa
Wuasa
Lore Timur Maholo
Mekar Sari Papua Jayawijaya Walelagama Walelagama Itlay Halitopo Pugima Siepkosi Assolokobal Helaluwa Sianata Waiama Asotapo Tabel 2
Daftar Penerima Bantuan Pertamina Sehati di Wilayah Indonesia Timur
List of Beneiciaries of Pertamina Sehati in Eastern Indonesia
Wilayah Area Balita Toddler Bayi Baby Ibu Hamil Pregnant Women Ibu Nifas Postpartum Mother Ibu Menyusui Breastfed Mother Ibu Punya Balita Women with Toddler Laki-laki Male Wanita Usia Subur Young women of childbearing age NTT 246 89 38 6 93 210 0 0 Sulawesi Tengah 331 8,424 24 20 54 162 14 0 Papua 147 97 19 0 3 9 9 1 Total 724 270 81 26 150 381 23 1