Seseorang mengatakan bahwa kami datang untuk mengetahui masing-masing dari setiap keadaan umat manusisa. Tidak satu iota pun dari keadaan dan sifat manusia atau humor panas dan dinginnya yang bisa membuat kami lari. Masih belum dipastikan pada bagian apa darinya yang akan ada selamanya.
Apabila mampu diketahui dengan kata-kata, maka usaha penggunaan seperti itu niscaya tidak diperlukan lagi.d an tidak seorang pun perlu pergi menuju derita atau kerja keras seperti itu. Untuk contoh, seseorang datan ke pantai. Setibanya di sana, dia tidak melihat apa-apa selian ombak, buaya, dan ikan. Dia berkata, ―Dimanakah mutiara? Barangkali tidak ada mutiara di sana.‖ Bagaimana mungkin seseorang akan memperoleh mutiara hanya dengan meliaht laut? Bahkan apabila dia mengukur laut cangkir demi cangkir ribuan kali, mutiara tidak akan pernah ditemukan. Orang harus jadi penyelam untuk menemukan mutiara, dan tidak setiap penyelaman akan menemukan mutiara, hanya orang yang beruntung saja, orang-orang yang sudah terlatih.
Ilmu dan ketrampilan seseorang bagaikan mengukur laut dengan cangkir, dan cara menemukan mutiara adalah hal lain. Banyak orang
dihiasi dengan kesempurnaan, memiliki kemakmuran dan kecantikan, tetapi tidak memiliki apa-pun makna hakiki dalam dirinya. Banyak orang yang hancur pada sisi luarnya, tidak memiliki kecantikan penampilan, kelembutan dan keelokan, tetapi di dalamnya ditemukan makna hakiki yang tinggal selamanya. Itu adalah hal yang mengagungkan dan membedakan kemanusiaan. Makna hakiki yang dimiliki manusia mendahului seluruh ciptaan. Macan tutul, buaya, singa dan seluruh binatang lain memiliki keahlian dan kemampuan khusus, tetapi makna hakiki yang bersemayam abadi tidak adal dalam diri mereka. Apabila manusia ingin menemukan jalannya bahwa pada makna hakiki, dia akan memperoleh pra-keunggulannya, kalau tidak dia akan tetap terhalang dari pra-keunggulan. Seluruh seni dan kesempurnaan itu seperti permata yang ditempatkan pada bagian belakang cermin. Dan wajah cermin bersih tanpa itu semua. Siapa pun yang memiliki wajah buruk akan menghasratkan punggung cermin itu karena dia mencerminkan kecantikan orang itu sendiri.
Seorang sahabat Yusuf dari Mesir datang kepadanya dari sebuah perjalanan. ―‖Hadiah apa yang engkau bawa?‖ tanya Yusuf.
―Apakah yang masih belum engkau punya? Apakah ada hal lain yang engkau butuhkan?‖ tanya sahabatnya. ―Meski demkian karena tidak ada yang lebih indah dariapda dirimu, aku telah membawakan engkau cermin hingga engkau dapat melihat wajahmu tercermin stiap saat.‖
Apa yang tidak dimiliki Tuhan? Apa yang Dia butuhkan? Orang harus mengambil hati yang bersih di hadapan Tuhan hingga Dia dapat melihat diri-Nya sendiri dalam cermin hatimu. ―Tuhan tidak melihat bentuk atau pada perbuatanmu, tetapi dia melihat hatimu.‖
―Kota mimpimu engaku temukan kekurangan, tidak memiliki satu pun manusia agung.‖ Di dalam kota tempat engkau menemukan segala keindahan, kenikmatan, kebahagiaan, dan beragai perhiasan alam, tidak ditemukan manusia cendekia. Tetnu ia berada di jalan yang lain. Kita itu adalah diri manusia. Apabila diri memiliki ratusan ribu kesempurnaan tetapi tidak memiliki makna hakiki, keruntuhan akan lebih baik baginya. Apabila memilki makna hakiki, tidak penting lagi apabila dia tidak memiliki embel-embel kesempurnaan atau keindahan. Sesuatu yang mysterion hanya ada di sana agar diri menjadi subur. Di dalam keadaan apa pun seorang manusia mysterion-nya berhubungan dengan Tuhan, dan kesibukan luarnya tak akan merintangi perhatian batin itu. Di dalam
keadaan apapun seorang perempuan hamil – perang, damai, makan, tidur – bayi akan tumbuh, menjadi semakin kuat, dan menerima indera di dalam rahimnya tanpa dia menaydarinya. Manusia, seperti halnya ―kehamilan‖ dengan mysterion itu. Tetapi manusia menanggung amanah (iman); sunggih dia sangat tidak adil pada dirinya sendiri, dan bodoh (QS. 33:72), tetapi Tuhan tidak emninggalkannya di dalam ketidakadilan dan kebododhan. Apabila di luar beban nyata manuisa muncul persahabatan, simpati, dan ribuan perkenalan, maka pertimbangkan ketakjuban persahabatan dan perkenalan akan keluar dari mysterion yang memberikan manusia kelahiran setelah kematian. Mysterion adalah suatu keniscayaan agar manusia mampu untuk tumbuh dan berkembang. Seperti akar pohon : meski tersembunyi dari pandangan, dampaknya nyata pada cabang pohon. Bahkan apabila satu atau dua cabang patah, apabila akar kuat, pohon akan terus tumbuh. Tapi, jika akar menderita kerusakan, cabang atau daun tak akan mampu bertahan.
Tuhan berfirman, ―Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi‖ yakni damai bersama engkau dan bersama seluruh uma tyang bersamamu. Apabila tidak demikian, Nabi Muhammad tidak akan pernah menyanggah Tuhan dengan menambahkan, ―Dengan kami dan hamba-hamba adil Tuhan.‖ Apabila kedamaian Tuhan dibatasi, dia tidak akan meluaskan dengan menyertakan hamba yang berbuat adil, berarti, ―Damai itu yang Engkau berikan kepadaku adalah untukku dan seluruh hamba yang beruat adil.‖
Sementara melakukan wudlu, Nabi Muhammad bersabda, ―Shalat tidaklah sah tanpa wudlu ini.‖ Dia tidak mengartikan wudlu dengan wudlunya seperti itu, karena apabila untuk sahnya shalat adalah wudlu seperti yang dilakukan Rasul dan bukan yang lain, maka tidak setupun shalat orang-orang yang sah. Ra, tidak sahasul mengartikan bahwa shalat tanpa wudlu, tidak sah. Seperti perakataan, ―Ini adalah pinggan untuk buah delima.‖ Tidakkah itu berarti bahwa hanya buah delima itu saja? Tidak. Itu berarti bahwa pinggan itu juga bisa digunakan untuk buah delima yang lain.
************************
Seoorang yang dari kampung datang ke kota sebagai tamu orang kota diberi sejumlah halva. Dia memakannya dengan penuh suka cita, kemudian berakta, ―Orang kota, aku telah belajar untuk tidak memakan apap pun selain wortel. Sekarang aku telah merasakan halva, aku kehilangan selera pada wortel. Aku tidak akan mampu memiliki halva
kapan pun aku ingin, dan yang aku miliki tidak lagi menarik bagiku. Apa yang mesti aku lakukan?‖ Ketika orang kampung merasakan halva, dia cenderung untuk pergi ke kota. Orang kota telah menguasai hatinya, dan dia tidak memiliki pilihan kecuali mengikuti pengajaran itu.
**************************
Sejumlah orang memberikan salam yang tercium seperti asap. Orang lain memberi salam yang tercium seperti keturi. Hal itu dapat dipahami hanya oleh orang-orang yang memiliki indera penciuman.
***********************
Orang harus menguji sahabat agar tidak dikecewakan di kemudian hari. Seperti itu cara Tuhan. ―Mulailah dengan dirimu sendiri.‖ Apabila diri mengaku telah merendahkan diri, jangan terima pernyataan ini tanpa diuji terlebih dahulu. Sebelum mencucui, orang membawa air pada hidung mereka dan kemudian merasakannya. Mereka tidak puas dengan melihatnya, meskipun barangkali terlihat baik-baik saja, rasa dan harumnya mungkin saja berganti. Beginilah betapa orang menguji air untuk kemurnia. Hanya setelah pengujian seperti itu dilakukan, seseorang membasuhkan air pada wajahnya. Tuha menjadi penyebab seluruh kebaikan dan kejahatan, engkau telah menyembunyikannya dalam hatimu, dan muncul di luar dirimu. Dampak segala sesuatu yang tak tampak di dalam akar pohon, tampak pada batang dan daun. Tanda mereka adalah pada wajah mereka (QS 48: 29). Dan Tuhan berfirman, ―Kami akan mencela dia pada hidung mereka (QS. 68:16). Apabila setiap orang tidak mengetahui pikiranmu yang paling dalam, warna apa yang akan engkau kenakan pada wajhmu?
Lima Puluh Satu
MANISNYA GULA HANYA TERASA SETELAH MERASAKAN