• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4.2. Indeks biologi ikan karang

Kondisi komunitas ikan karang dapat diketahui dari nilai indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman (E), indeks dominansi (C), dan juga kelimpahan. Grafik indeks Keanekaragaman dapat dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Grafik indeks keanekaragaman ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Indeks keseragaman (E) komunitas ikan karang pada area transplantasi cenderung bervariasi. Grafik indeks keseragaman

periode pengamatan dapat dilihat pada Gambar 17.

Grafik 17. Grafik indeks keseragaman ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4 Indeks biologi ikan karang

Kondisi komunitas ikan karang dapat diketahui dari nilai indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman (E), indeks dominansi (C), dan juga

Grafik indeks Keanekaragaman dapat dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Grafik indeks keanekaragaman ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Indeks keseragaman (E) komunitas ikan karang pada area transplantasi cenderung bervariasi. Grafik indeks keseragaman keempat stasiun selama enam periode pengamatan dapat dilihat pada Gambar 17.

Grafik 17. Grafik indeks keseragaman ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4 Kondisi komunitas ikan karang dapat diketahui dari nilai indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman (E), indeks dominansi (C), dan juga

Grafik indeks Keanekaragaman dapat dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Grafik indeks keanekaragaman ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Indeks keseragaman (E) komunitas ikan karang pada area transplantasi keempat stasiun selama enam

Indeks dominansi (C) pada komunitas ikan karang di keempat stasiun pada enam periode pengamatan dapat dil

Gambar 18. Grafik indeks dominansi ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Kelimpahan ikan karang di keempat stasiun terus meningkat pada setiap periode pengamatan. Grafik kelimpahan ikan karang dapat dilihat pada Gambar 19.

Gambar 19. Grafik kelimpahan ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Stasiun 1 memiliki nilai indeks keanekaragaman yang terus meningkat dari 1,76 hingga 3,02. Pada bulan Maret dan September 2008 memiliki nilai keanekaragaman yang rendah masing

Nilai ini menunjukkan dimana tekanan lingkungan masih sangat kuat. Bulan Desember 2008, Maret 2009, dan April 2009 memiliki nilai keanekaragaman yang sedang masing-masing memiliki nilai (2,19), (2,67), dan (2,82). Keanekaragaman Indeks dominansi (C) pada komunitas ikan karang di keempat stasiun pada enam periode pengamatan dapat dilihat pada Gambar 18.

Gambar 18. Grafik indeks dominansi ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Kelimpahan ikan karang di keempat stasiun terus meningkat pada setiap periode pengamatan. Grafik kelimpahan ikan karang dapat dilihat pada Gambar

Grafik kelimpahan ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Stasiun 1 memiliki nilai indeks keanekaragaman yang terus meningkat dari 1,76 hingga 3,02. Pada bulan Maret dan September 2008 memiliki nilai keanekaragaman yang rendah masing-masing memiliki nilai (1,76) dan (1,88). Nilai ini menunjukkan dimana tekanan lingkungan masih sangat kuat. Bulan Desember 2008, Maret 2009, dan April 2009 memiliki nilai keanekaragaman yang masing memiliki nilai (2,19), (2,67), dan (2,82). Keanekaragaman Indeks dominansi (C) pada komunitas ikan karang di keempat stasiun pada

Gambar 18. Grafik indeks dominansi ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Kelimpahan ikan karang di keempat stasiun terus meningkat pada setiap periode pengamatan. Grafik kelimpahan ikan karang dapat dilihat pada Gambar

Grafik kelimpahan ikan karang stasiun 1, 2, 3, dan 4

Stasiun 1 memiliki nilai indeks keanekaragaman yang terus meningkat dari 1,76 hingga 3,02. Pada bulan Maret dan September 2008 memiliki nilai 76) dan (1,88). Nilai ini menunjukkan dimana tekanan lingkungan masih sangat kuat. Bulan Desember 2008, Maret 2009, dan April 2009 memiliki nilai keanekaragaman yang masing memiliki nilai (2,19), (2,67), dan (2,82). Keanekaragaman

yang sedang menunjukkan tekanan lingkungan mulai berkurang sehingga komunitas sudah mulai beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedangkan pada bulan Mei 2009 sudah terjadi keseimbangan pada ekosistem tersebut dengan indeks keanekaragaman bernilai 3,02. Nilai indeks keseragaman pada setiap periode pengamatan berkisar antara 0,71-0,86, dapat digolongkan dalam kategori sedang dan tinggi. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas ikan karang bergerak dari kondisi yang labil menuju kondisi stabil. Pada stasiun 1 tidak terdapat spesies ikan yang mendominasi, nilai indeks dominansi berkisar antara 0,07-0,22.

Indeks keanekaragaman stasiun 2 terus meningkat dari 1,93 hingga 3,01 pada setiap bulan pengamatannya. Periode pengamatan bulan Mei 2008 memiliki nilai keanekaragaman yang rendah yaitu sebesar 1,93. Pada pengamatan bulan September 2008 hingga April 2009 memiliki nilai keanekaragaman yang sedang dimana tekanan lingkungan sudah mulai berkurang. Keseimbangan ekosistem pada stasiun 2 terjadi pada bulan April 2009 dengan nilai keanekaragaman sebesar 3,01. Stasiun 2 memiliki indeks keseragaman yang tinggi, yaitu berkisar antara 0,84-0,99. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas ikan karang stabil dan tersebar merata. Indeks dominansi berkisar antara 0,08-0,15 sehingga tidak terdapat spesies ikan yang mendominasi.

Stasiun 3 memiliki nilai keanekaragaman yang berkisar antara 2,28-3,13. Pada pengamatan bulan Mei 2008 sampai dengan April 2009 nilai kenekaragaman yang di dapat temasuk ke dalam keanekaragaman sedang dimana tekanan lingkungan sudah mulai berkurang dan komunitas ikan karang sudah mulai beradaptasi terhadap lingkungan tersebut. Keseimbangan ekosistem tejadi pada bulan Mei 2009 dengan nilai keanekaragaman sebesar 3,13. Nilai keseragaman yang didapat berkisar antara 0,81-0,89, dapat digolongkan dalam kategori keseragaman tinggi. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas ikan karang stabil dan tersebar merata. Pada stasiun 3 tidak terdapat spesies ikan yang mendominasi, nilai dominasi yang didapat berkisar antara 0,06-0,14.

Nilai keanekaragaman pada stasiun 4 terus meningkat setiap periode pengamatannya, yaitu berkisar antara 2,25-3,07. Pengamatan bulan Mei 2008 sampai dengan April 2009 memiliki nilai keanekaragaman yang sedang dimana

tekanan lingkungan sudah mulai berkurang dan komunitas ikan karang sudah mulai beradaptasi terhadap lingkungan tersebut. Pada bulan Mei 2009 ekosistem sudah mulai seimbang dengan ditandai oleh nilai keanekaragaman sebesar 3,07.

Stasiun 4 memiliki nilai keseragaman yang tinggi yaitu berkisar antara 0,79-0,88. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas ikan karang stabil dan

tersebar merata. Indeks dominansi berkisar antara 0,08-0,15 sehingga tidak terdapat spesies ikan yang mendominasi.

Nilai keanekaragaman dari keempat stasiun terus meningkat pada setiap periode pengamatannya. Hal ini disebabkan karena kelimpahan ikan karang terus meningkat pada setiap pengamatan dari bulan Mei 2008 sampai dengan Mei 2009. Peningkatan kelimpahan ikan karang ini terdiri dari penambahan jumlah individu spesies yang sudah ada dan juga adanya spesies baru dalam ekosistem tersebut. Struktur terumbu karang buatan dapat menarik ikan karang yang berasal dari habitat sekitar terumbu atau yang ingin menetap sementara untuk beristirahat (Chou 1997). Menurut Nybakken (1992) keragaman yang tinggi di daerah terumbu terjadi karena kemampuan hidup berdampingan antar jenis sebagai hasil dari tingkat spesialisasi yang tinggi, sehingga setiap jenis memiliki tempat beradaptasi khusus yang diperoleh dari persaingan. Keragaman jenis ikan-ikan karang lebih ditentukan oleh tingginya variasi rekruitmen larva. Pada stasiun 1 di awal pengamatan yaitu bulan Mei 2008 diperoleh kelimpahan ikan karang sebanyak 59 ind/250 m2 kemudian bertambah menjadi 424 ind/250 m2 pada bulan Mei 2009. Pengamatan stasiun 2 diperoleh kelimpahan ikan karang sebanyak 18 ind/250 m2 kemudian bertambah menjadi 416 ind/250 m2 pada akhir pengamatan. Sedangkan pada stasiun 3 diperoleh kelimpahan pada awal pengamatan sebanyak 59 ind/ 250 m2 kemudian bertambah menjadi 386 ind/250 m2 pada pengamatan terakhir. Begitu juga dengan stasiun 4, pada pengamatan pertama diperoleh kelimpahan ikan karang sebanyak 44 ind/250 m2 kemudian bertambah menjadi 436 ind/250 m2 pada akhir pengamatan.

Kelimpahan ikan didominasi oleh ikan-ikan berukuran kecil karena dipengaruhi oleh bentuk karang yaitu Acropora yang merupakan tempat yang disukai oleh ikan-ikan berukuran kecil (Nybakken 1992). Selain itu, Banyak spesies ikan karang mencapai matang seksual pada ukuran kecil (<100mm)

dengan jumlah yang melimpah dalam terumbu karang serta menggunakan karang sebagai tempat perlindungan yang permanen (Choat & Bellwood 1991). Faktor utama yang menentukan distribusi dan kelimpahan ikan-ikan karang adalah fisiografi dasar perairan serta kerumitan bentuk substrat sebagai tempat berlindung (Amesbury 1978 in Hutomo 1986). Berdasarkan nilai kualitas air yang didapat pada setiap pengamatan, dapat diketahui bahwa kualitas air pada area transplantasi dapat mendukung keberadaan ikan-ikan karang pada daerah tersebut.

Berdasarkan grafik keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dominansi (C), dan kelimpahan menunjukkan bahwa terjadi suksesi komunitas ikan karang pada area transplantasi di Pantai Kuta, Bali. Suksesi ikan karang terjadi apabila kondisi terumbu karang sudah menjadi stabil. Terumbu karang mempunyai konsentrasi dan keanekaragaman spesies ikan yang tinggi. Perubahan dalam kelimpahan relatif dari karang memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan komunitas lokal untuk memulihkan diri dari gangguan. Pada komunitas terbuka, juvenil berasal dari luar komunitas yang sudah ada. Secara spasial dan temporal, keberadaan juvenile ikan pada komunitas terbuka tidak dapat diramalkan (Almany 2003).

Dokumen terkait