• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Analisis Data dan Pembahasan

4.2.3 Indeks Daya Saing Pariwisata

Menghitung indeks daya saing pariwisata dengan rumus : ∑

Tabel 4.16

Hasil Perhitungan Indeks Daya Saing Pariwisata dengan Human Tourism Indicator

Tahun XC1 Yck Zc

Kota Medan Kab.Karo Kota Medan Kab.Karo Kota Medan Kab.Karo 2015 0,492054779 1 0,504769936 0,328466606 0,420592756 0,273690379

2016 0 0,20516767

2017 1 0,108698755

2018 0,527024964 0

Jumlah 2,019079744 1,313866425 0,833236542 Data Diolah

Semisal contoh dengan Human Tourism Indicator cara perhitungannya untuk mendapatkan hasil dari olahan data indeks daya saing pariwisata yaitu dengan cara hasil indeks komposit Kota Medan 0,504769936 dibagi dengan hasil penjumlahan indeks komposit antara Kota Medan dengan Kabupaten Karo yaitu 0,833236542 maka mendapatkan hasil indeks daya saing pariwisata yaitu 0,420592756 begitu juga dengan indikator indikator lainnya.

Dari semua perkembangan indikator daya saing yang dimiliki oleh Kota Medan dan Kabupaten Karo selama periode 2015-2018, dapat dilihat dari tingkat daya saing pariwisata Kota Medan terhadap Kabupaten Karo pada tabel berikut:

Tabel 4.17

Hasil Indeks Daya Saing Pariwisata Kota Medan dan Kabupaten Karo

Indikator Kota Medan Kab.Karo

Tourism Participation Index (TPI) 0,42 0,27

Purchasing Power Parity (PPP) 0,78 0,65

Infrastructure Development Indicator (IDI) 0,42 0,30

Environment Indicator (EI) 0,3 0,43

Human Resources Indicator (TAI) 0,83 0,72

Openess Indicator (OI) 0,72 0,49

Social Development Indicator (SDI) 0,49 0,23

Data Diolah

Tingkat daya saing pariwisata Kota Medan tergolong lebih baik bila dibandingkan dengan Kabupaten Karo. Indeks daya saing pariwisata Kota Medan berdasarkan indikator Tourism Participation Index (TPI) lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karo. Indeks TPI Kota Medan sebesar 0,42 sedangkan Kabupaten Karo sebesar 0,27. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung di Kota Medan lebih besar, sehingga memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap PAD Kota Medan.

Indeks Purchasing Power Parity (PPP) Kota Medan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karo. Tingginya indeks Kota Medan disebabkan jarak antara nilai maksimal dan nilai minimal Purchasing Power Parity (PPP).

Infrastructure Development Indicator (IDI) Kota Medan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karo. Kondisi jalan Kota Medan masih baik dibandingkan dengan Kabupaten Karo. Pada indikator Environment Indicator (EI) Kota Medan memiliki indeks lebih rendah dibandingkan Kabupaten Karo. Hal ini disebabkan luas wilayah Kabupaten Karo lebih tinggi dibandingkan Kota Medan.

Human Resources Indicator (HRI) yang dimiliki Kota Medan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karo. Hal ini berarti tingkat pendidikan dan angka melek huruf di Kota Medan cukup tinggi. Openess Indicator (OI) Kota Medan sebesar 0,72 sedangkan Kabupaten Karo sebesar 0,49 dimana total wisatawan yang berkunjung di Kota Medan lebih besar sedikit daripada Kabupaten Karo.

Indikator terakhir, Social Development Indicator (SDI) Kota Medan sebesar 0,49 lebih tinggi daripada Kabupaten Karo sebesar 0,23. Hal ini disebabkan tingkat kenyamanan lebih baik walaupun harga hotel di Kota Medan cenderung lebih mahal.

Analisis penentuan daya saing bertujuan untuk memberikan gambaran posisi daya saing pariwisata Kota Medan dan perbandingan daya saing daerah tersebut dengan daerah pembandingnya Kabupaten Karo. Hasil dari analisis ini memberi kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah Kota Medan untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan memperhatikan indikator-indikator penentu daya saing. Hal ini penting dilakukan karena dengan memperhatikan indikator-indikator penentu daya saing pariwisata dapat dikaji dari kelebihan dan kekurangan daerah tersebut dalam hal mengembangkan industri pariwisata sebagai salah satu sumber PAD yang baik.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Tujuan dan hasil akhir dari meningkatnya daya saing suatu perekonomian tak lain adalah meningkatnya tingkat kesejahteraan penduduk di dalam perekonomian tersebut.

2. Daya saing mencakup aspek yang lebih luas dari sekedar produktivitas atau efisiensi pada level mikro.

3. Metode analisis penentuan daya saing ini dilakukan untuk memberikan gambaran posisi daya saing pariwisata di daerah Kota Medan dengan tahapan analisis yaitu mengitung indeks pariwisata dari kedelapan indikator-indikator pembentuk daya saing,melakukan penghitungan indeks komposit dari kedelapan indikator yang melakukan daya saing pariwisata dan menghitung indeks daya saing pariwisata.

4. Hasil dari analisis indeks daya saing pariwisata ini memberikan kebijakan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan memperhatikan indikator-indikator penentu daya saing

5. Hasil dari perhitungan Indeks Daya Saing Pariwisata Kota Medan dan Kabupaten Karo setelah dikelola dapat disimpulkan bahwa Kota Medan masih lebih unggul dari Kabupaten Karo.

6. Berdasarkan hasil dari kelola data daya saing pariwisata Kota Medan tidak terlalu baik, tetapi masih lebih unggul jika dibandingkan dengan Kabupaten Karo walupun ada beberapa indikator Kabupaten Karo yang lebih unggul daripada Kota Medan.

7. Indikator-indikator yang menentukan daya saing sektor pariwisata Kota Medan yaitu Tourism Participation index (TPI), Purchasing Power Parity (PPP), Infrastructure Development Indicator (IDI), Environment Indicator (EI), Technology Advancement Indicator (TAI), Human Resources Indicator (HRI), Openess Indicator (OI) dan Social Development Indicator (SDI).

5.2 Saran

Dari kesimpulan diatas dapat diberikan saran sebagai berikut :

1. Perlunya meningkatkan promosi tempat atau obyek-obyek pariwisata yang belum diketahui destinasinya oleh para wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik

2. Perlunya perbaikan dalam kualitas jalan yang tidak baik. Karena kualitas jalan yang baik akan dapat dijadikan akses ketempat wisata lebih baik untuk dilalui sehingga mendorong wisatawan untuk berkunjung ke destinasi tersebut.

3. Diperlukannya kerjasama pemerintah dengan industri-industri yang menyediakan akomodasi yang bergerak dibidang pariwisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat menarik wisatawan.

4. Sebagai bahan masukkan, koreksi maupun bahan pertimbangan oleh pengelola obyek wisata dan merumuskan kebijakan-kebijakan pengelolaan obyek wisata Kota Medan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Tujuan dan hasil akhir dari meningkatnya daya saing suatu perekonomian tak lain adalah meningkatnya tingkat kesejahteraan penduduk di dalam perekonomian tersebut.

2. Daya saing mencakup aspek yang lebih luas dari sekedar produktivitas atau efisiensi pada level mikro.

3. Metode analisis penentuan daya saing ini dilakukan untuk memberikan gambaran posisi daya saing pariwisata di daerah Kota Medan dengan tahapan analisis yaitu mengitung indeks pariwisata dari kedelapan indikator-indikator pembentuk daya saing,melakukan penghitungan indeks komposit dari kedelapan indikator yang melakukan daya saing pariwisata dan menghitung indeks daya saing pariwisata.

4. Hasil dari analisis indeks daya saing pariwisata ini memberikan kebijakan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan memperhatikan indikator-indikator penentu daya saing

5. Hasil dari perhitungan Indeks Daya Saing Pariwisata Kota Medan dan Kabupaten Karo setelah dikelola dapat disimpulkan bahwa Kota Medan masih lebih unggul dari Kabupaten Karo.

6. Berdasarkan hasil dari kelola data daya saing pariwisata Kota Medan tidak terlalu baik, tetapi masih lebih unggul jika dibandingkan dengan Kabupaten Karo walupun ada beberapa indikator Kabupaten Karo yang lebih unggul daripada Kota Medan.

7. Indikator-indikator yang menentukan daya saing sektor pariwisata Kota Medan yaitu Tourism Participation index (TPI), Purchasing Power Parity (PPP), Infrastructure Development Indicator (IDI), Environment Indicator (EI), Technology Advancement Indicator (TAI), Human Resources Indicator (HRI), Openess Indicator (OI) dan Social Development Indicator (SDI).

5.2 Saran

Dari kesimpulan diatas dapat diberikan saran sebagai berikut :

1. Perlunya meningkatkan promosi tempat atau obyek-obyek pariwisata yang belum diketahui destinasinya oleh para wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik

2. Perlunya perbaikan dalam kualitas jalan yang tidak baik. Karena kualitas jalan yang baik akan dapat dijadikan akses ketempat wisata lebih baik untuk dilalui sehingga mendorong wisatawan untuk berkunjung ke destinasi tersebut.

3. Diperlukannya kerjasama pemerintah dengan industri-industri yang menyediakan akomodasi yang bergerak dibidang pariwisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat menarik wisatawan.

4. Sebagai bahan masukkan, koreksi maupun bahan pertimbangan oleh pengelola obyek wisata dan merumuskan kebijakan-kebijakan pengelolaan obyek wisata Kota Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Floriyana, (2012). Analisis Daya Saing Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Industri Pariwisata Kabupaten Cianjur, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Gomang, F , (2003). Manajemen Kepariwisataan. Salah Wahab. PT. Pradnya Paramit, Jakarta.

Mihalic, Tanja, (2000). Environmental Management of a Tourist Destination A Factor Of Tourism Competitiveness.Tourism Management, 21: 65-78

Natalia, Ackory, (2016). Analisis Daya Saing Industri Pariwisata di Kabupaten Samosir, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Univesitas Sumatera Utara, Medan.

Pitana, G dan P Gayatri , (2005). Sosiologi Pariwisata. Andi. Yogyakarta.

Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. Free Press, New York.

Rahayu, F, (2006). Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata terhadap Perekonomian Kota Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rochma, Afriyani, (2011). Analisis Daya Saing Sektor Pariwisata Kota Bogor.

Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Trisnawati, R, (2007). Analisis Daya Saing Industri Pariwisata untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah: (Kajian Perbandingan Daya Saing Pariwisata antara Surakarta dengan Yogyakarta). Jurnal Ekonomi Pembangunan: 61-70

World Tourism Organization, (1995). Concepts, Definitions, and Classifications for Tourism Statistics. World Tourism Organization, Madrid.

World Tourism Organization, (2008). Tourism Highlight 2008 Edition. UNWTO Publication Department, Peru.

Yahya, Arief, (2015) . Pembangunan Infrastruktur untuk Peningkatan Daya Saing Pariwisata.

http://musrenbangnas.bappenas.go.id/files/pramus/penutupan/1.%20paparan%

20menteri%20pariwisata.pdf. ( 22 Februari 2017)

Yoeti, A. O, (2008). Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Implementasi.

PT. Kompas Media Nusantara, Jakarta

Tahun Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo 2015 0,09894491 0,69207708 0,49205478 1 0,50476994 0,32846661 0,42059276 0,27369038

2016 0,08056489 0,58559045 0 0,20516767

2017 0,11791851 0,57266615 1 0,10869876

2018 0,10025118 0,55810337 0,52702496 0

Jumlah 2,01907974 1,31386643 0,833236542

Lampiran 2 Hasil Perhitungan Price Competitiveness Indicator (PCI)

Tahun

PPP XCI Yck Zc

Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo 2015 5,0404E+11 4,505E+10 0,6992211 1,89496905 0,65099538 1,48412261 1,38995196 3,16877688

2016 3,295E+11 4,7885E+10 0 3,04152138

2017 5,5535E+11 4,2837E+10 0,90476044 1

2018 5,7912E+11 4,0364E+10 1 0

Jumlah 2,60398154 5,93649043 2,135117992

2015 111,712083 74,0299937 0,48182734 1 0,49394785 0,35996634 0,42178908 0,30738037

2016 112,528529 55,4314523 0,49396406 0

2017 79,2992121 57,1512551 0 0,09246977

2018 146,569929 61,8925036 1 0,34739559

Jumlah 1,9757914 1,43986536 0,853914191

Lampiran 4 Hasil Perhitungan Environment Indicator (EI)

Tahun

EI XCI Yck Zc

Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo 2015 8338,83063 183,143025 0 0 0,3524042 0,50670932 0,30275521 0,43532083

2016 8409,68691 186,436949 0,13842299 0,34888468

2017 8477,64994 189,543777 0,27119381 0,6779526

2018 8850,71294 192,584322 1 1

Jumlah 1,4096168 2,02683728 0,859113521

2016 0,15398931 0,51995961 2017 0,1548283 0,60396775

2018 0,1587835 1

Jumlah 2,12392737

Lampiran 6 Hasil Perhitungan Human Resources Indicator (HRI) Kota Medan

Tahun HRI Xci Yck Zc

2015 0,001106 1 0,671198 0,838064

2016 0,000896 0,722897

2017 0,0003465 0

2018 0,001077 0,961896

Jumlah 2,684793

Kabupaten Karo

Tahun HRI Xci Yck Zc

2015 0,002534 1 0,57741 0,72096

2016 0,002471 0,962155

2017 0,001446 0,347487

2018 0,000866 0

2015 0,00013276 0,00034376 0,75171879 1 0,65966239 0,44574565 0,72919611 0,49273082

2016 0,00010577 0,00030896 0 0,75986949

2017 0,00014167 0,00019885 1 0

2018 0,00013762 0,0002022 0,88693077 0,02311309

Jumlah 2,63864956 1,78298259 1,105408036

Lampiran 8 Hasil Perhitungan Social Development Indicator (SDI)

Tahun

Xci Yck Zc

Kota Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo Kota

Medan Kab.Karo 2015 1 0,02884615 0,58088235 0,27884615 0,49940112 0,23973199

2016 0 0

2017 0,73529412 1

2018 0,58823529 0,08653846

Jumlah 2,32352941 1,11538462 0,859728507

Dokumen terkait