BAHAN DAN METODE
I. Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga
Pertamama ditentukan blok sampling pada areal TM dan TBM kemudian dipasang perangkap sesuai dengan metode pengamatan pada masing-masing areal. Pengambilan sampel untuk indeks keanekaragaman jenis serangga dilakukan dengan mengambil dan mengumpulkan serangga yang tertangkap pada masing-masing titik sampel.
Lokasi sampling dilakukan pada :
1. TM (Devisi III, blok B8, Luas lahan 31 hektar, tahun tanam 1989 dan areal sampling 100 m x 310 m (Lampiran 9.))
2. TBM (Devisi I, blok G7, luas lahan 39 hektar, tahun tanam 2008 dan areal sampling 100 m x 460 m (Lampiran 10.))
Lokasi pengambilan sampel dapat dilihat pada Lampiran 7.
Sampel serangga yang diambil berupa imago dari serangga yang terperangkap. Penangkapan serangga dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkap sebagai berikut :
1. Perangkap jaring (sweep net)
Perangkap ini digunakan untuk menangkap serangga yang aktif pada siang hari (diurnal insect). Gagang perangkap terbuat dari pipa aluminium berukuran kecil dan kain kasa sebagai perangkap agar mudah diayunkan dan serangga yang tertangkap dapat terlihat. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada areal TM dan TBM dengan lima titik sampel yang telah ditentukan pada tiap areal. Setiap titik sampling pada ke dua areal dilakukan metode pengabutan 30 kali pengayunan. Lokasi pengabutan sesuai dengan sistem diagonal. Pengambilan sampel dilakukan sampai 5 kali dengan interval 3 hari sekali. Serangga yang tertangkap dikumpulkan lalu dimasukkan ke dalam botol sampel yang selanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Khusus untuk kupu-kupu yang tertangkap di simpan dengan menggunakan amplop serangga yang terbuat dari kertas.
Gambar 1. Perangkap jaring (sweep net)
Sumber :
2. Perangkap jatuh (pit fall trap)
Perangkap ini digunakan untuk menangkap serangga-serangga yang aktif pada siang hari dan malam hari dan kebiasaannya berjalan di atas tanah dan jarang terbang. Pemasangan perangkap dilakukan pada ke dua areal dengan titik sampling yang telah ditentukan. Perangkap dipasang dengan sistem diagonal dan interval pemantauan 3 hari sekali dengan jumlah pengamatan 5 kali. Tiap masing-masing titik sampling yang telah ditentukan dipasang perangkap. Perangkap yang terbuat dari baskom plastik (diameter permukaan baskom ± 15 cm) ditanam di dalam tanah dengan permukaan baskom sejajar dengan permukaan tanah. Apabila cuaca menunjukkan akan dating hujan perrmukaan baskom di naikkan 1 cm dari permukaan tanah, pada sisi luar baskom ditanbahi tanah agar serangga dapat berjalan ke permukaan perangkap dan dibuat naungan untuk menghindari air masuk kedalam perangkap. Masing-masing dasar baskom dilapisi kertas berwarna kuning dan diisi dengan air jernih sebanyak ± 400 ml dan ditambah sedikit larutan detergen untuk membunuh serangga. Perangkap ini dipasang jam 08.00 WIB pagi dan diambil besoknya jam 08.00 pagi (24 jam). Serangga-serangga yang
tertangkap dimasukkan ke dalam botol sampel selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi.
Gambar 2. Perangkap jatuh (pit fall trap) Sumber : Foto langsung
3. Perangkap cahaya lampu (light trap)
Perangkap ini digunakan untuk menangkap serangga yang aktif pada malam hari (nocturnal insect). Pemasangan perangkap dilakukan pada ke dua areal dengan titik sampling yang telah ditentukan. Perangkap dipasang dengan sistem diagonal dan interval pemantauan 3 hari sekali dengan jumlah pengamatan 5 kali. Perangkap ini menggunakan lampu kapal sebagai sumber cahaya. Lampu digantung dengan menggunakan penyangga dan di bawah lampu diletakkan baskom berisi air + 400 ml yang sudah dicampur sedikit larutan detergen. Tinggi penyangga perangkap 50 cm dari permukaan tanah. Pemasangan dilakukan pada pukul 18.00 dan diambil pukul 21.00 WIB Selanjutnya semua sampel serangga yang tertangkap dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi.
Gambar 3. Perangkap cahaya lampu (light trap) Sumber : Foto langsung
II. Survei Persentase Serangan Rayap
Pengambilan sampel dilakukan dengan mengamati gejala serangan rayap tiap tanaman pada blok sampel yang telah ditentukan. Tanaman dikatakan terserang apabila terdapat lorong-lorong rayap pada batang kelapa sawit. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada :
a. Tanaman menghasilkan (TM)
1. Tanaman tahun tanam 1987 dengan luas lahan 61 ha. 2. Tanaman tahun tanam 1989 dengan luas lahan 50 ha. 3. Tanaman tahun tanam 1990 dengan luas lahan 76 ha. 4. Tanaman tahun tanam 1992 dengan luas lahan 34 ha. 5. Tanaman tahun tanam 1993 dengan luas lahan 29 ha. 6. Tanaman tahun tanam 1994 dengan luas lahan 37 ha. 7. Tanaman tahun tanam 1995 dengan luas lahan 26 ha. 8. Tanaman tahun tanam 1994 dengan luas lahan 22 ha.
9. Tanaman tahun tanam 1997 dengan luas lahan 28 ha. 10. Tanaman tahun tanam 1998 dengan luas lahan 21 ha. 11. Tanaman tahun tanam 2000 dengan luas lahan 10 ha. 12. Tanaman tahun tanam 2001 dengan luas lahan 8 ha. 13. Tanaman tahun tanam 2002 dengan luas lahan 9 ha. 14. Tanaman tahun tanam 2003 dengan luas lahan 3 ha. 15. Tanaman tahun tanam 2004 dengan luas lahan 33 ha. 16. Tanaman tahun tanam 2005 dengan luas lahan 44 ha. b. Tanaman belum menghasilkan (TBM).
17. Tanaman tahun tanam 2006 dengan luas lahan 30 ha. 18. Tanaman tahun tanam 2007 dengan luas lahan 38 ha. 19. Tanaman tahun tanam 2008 dengan luas lahan 48 ha. 20. Tanaman tahun tanam 2009 dengan luas lahan 40 ha. Lokasi pengambilan sampel dapat dilihat pada Lampiran 8.
Identifikasi Serangga
Serangga yang terdapat di lapangan dibawa ke laboratorium dan dikelompokkan sesuai dengan lokasi pengambilan sampel kemudian diawetkan dengan alkohol 70%, selanjutnya dideterminasi dan diidentifikasi dengan memperhatikan bentuk luar (morfologi) dengan bantuan loup, mikroskop stereo binokuler serta buku acuan kalshoven (1981), Sulthoni dan Subiyanto (1980), Borror (1992). Identifikasi dilaksanakan sampai pada tingkat famili.
Koleksi Serangga
Serangga-serangga yang telah diidentifikasi, kemudian dikoleksi basah dalam campuran alkohol dan formalin untuk serangga-serangga yang berukuran kecil, sedangkan serangga koleksi kering untuk imago serangga-serangga yang berukuran besar.
Adapun cara untuk dapat membuat koleksi adalah sebagai berikut :
1. Koleksi kering; Koleksi kering dibuat untuk serangga-serangga yang berukuran besar. Adapun cara yang digunakan untuk membuat koleksi kering, yaitu :
- Dikumpulkan serangga yang tertangkap ke dalam stoples - Ditutup rapat dan dibiarkan sampai serangga tersebut lemas.
- Diambil formalin dan disuntikkan ke bagian abdomen serangga yang telah lemas
- Diletakkan di media koleksi
- Diatur letak tungkainya sayapnya bagi serangga yang dapat terbang. - Diberi pelekat pada serangga ke media koleksi.
- Diberi label keterangan morfologi pada media koleksi
2. Koleksi basah; Koleksi basah dibuat untuk serangga-serangga yang berukuran kecil. Adapun cara yang digunakan untuk membuat koleksi basah, yaitu : - Disediakan botol koleksi yang transparan.
- Dimasukkan formalin, alkohol dan air bersih dengan perbandingan 1:3:10 - Dimasukkan serangga yang berukuran kecil ke dalam botol koleksi sesuai
dengan ciri morfologinya masing-masing - Diberi label keterangan pada media koleksi.
Peubah Amatan
1. Indeks keanekaragaman serangga
- Jumlah serangga dan jenis serangga yang tertangkap pada perangkap tiap pengamatan.
- Nilai frekuensi mutlak, frekuensi relatif, kerapatan mutlak, kerapatan relatif pada setiap pengamatan.
- Nilai indeks keanekaragaman jenis serangga yang tertangkap pada ke dua areal.
2. Survei persentase serangan rayap
- Jumlah tanaman yang terserang pada tiap blok sampel. - Persentase gejala serangan pada TM dan TBM.