• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Kemampuan Daya Beli (PPP)

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Daftar Isi (Halaman 28-33)

Indeks Kemampuan Daya Beli (PPP) menggambarkan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat. Indeks Daya beli dapat dilihat berdasarkan pengeluaran masyarakat per kapita yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2011 kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Sidoarjo pertahun berturut-turut sebesar Rp 12.095.000 dan Rp 12.457.000.

Sedangkan untuk tahun 2013-2014 meningkat menjadi sebesar Rp 12.602.000 dan Rp 12.632.000. Sedangkan pada tahun 2015 meningkat menjadi Rp 12.879.000 dan pada tahun 2016 sebesar 12.320.000. Secara lebih detail perkembangan indeks daya beli Kabupaten Sidoarjo disajikan dalam gambar berikut ini :

Tabel 2.7 Indeks Daya Beli Kabupaten Sidoarjo 2011-2016

Indikator 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Indeks Daya Beli 0.76 0.77 0.77 0.77 0.78 0.79 - Pengeluaran

perkapita (juta)

12.095 12.457 12.602 12.632 12.879 13.320

Sumber : BPS Kabupaten Sidoarjo

Meningkatnya angka harapan hidup mencerminkan semakin baiknya derajat kesehatan masyarakat, begitu juga meningkatnya indikator pendidikan dan kemampuan daya beli. Tentunya hal ini memberikan gambaran tentang semakin baiknya pembangunan yang dirasakan oleh penduduk. IPM Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2016 sebesar 78,17. Angka

Kebijakan Umum APBD (KUA)

Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018 II-13

ini tergolong dalam IPM menengah atas, yaitu sesuai dengan acauan UNDP yang telah mengelompokkan IPM ke dalam 4 (empat) kriteria, yaitu:

Rendah : IPM < 50

Menengah Bawah : 50 ≤ IPM < 66 Menengah Atas : 66 ≤ IPM < 80

Tinggi : IPM ≥ 80

2.1.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertumbuhan jumlah kesempatan kerja lebih rendah dari pertumbuhan tenaga kerja. Akibatnya, semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat terserap ke dalam lapangan pekerjaan.

Tingkat pengangguran terbuka diukur sebagai persentase jumlah penganggur/pencari kerja terhadap jumlah angkatan kerja, yang dapat dirumuskan sebagai berikut: TPT = (Pencari Kerja / Angkatan Kerja) x 100 %.

Kegunaan dari indikator pengangguran terbuka ini baik dalam satuan orang maupun persen berguna sebagai acuan pemerintah bagi pembukaan lapangan kerja baru. Perkembangan TPT Kabupaten Sidoarjo ditunjukkan dalam grafik berikut.

Tabel 2.8

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2016

Tahun TPT (%)

2016* 6,12

2015 6,30

2014 3,88

2013 4,13

2012 5,21

2011 4,75

Sumber : Badan Pusat Statistik Kab. Sidoarjo

*: Data Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Dari grafik di atas terlihat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Sidoarjo cenderung mengalami kenaikan hingga tahun 2015 yaitu menjadi 6,30% atau hampir sekitar 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena adanya tren positif dari perekonomian Kabupaten Sidoarjo serta lapangan pekerjaan yang bertambah luas maka banyak pendatang luar kabupaten yang memilih untuk mencari pekerjaan di

Kebijakan Umum APBD (KUA)

Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018 II-14

Sidoarjo. Pada tahun 2015 jumlah penganggur di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 68.311 orang menurun menjadi 68.058 orang pada tahun 2016 dengan angkatan kerja yang terus meningkat pada tahun 2015 sebanyak 1.083.519 orang meningkat menjadi 1.112.691 orang. Berdasarkan penghitungan Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan Kemnaker , penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 6,12% pada tahun 2016. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesempatan kerja bagi angkatan kerja, disamping itu ada peningkatan angkatan kerja yang mampu membuka lapangan kerja yang baru (wirausaha).

2.1.7 Tingkat Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan permasalahan yang banyak terjadi baik di skala nasional maupun skala daerah.Perkembangan tingkat kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Gambar 2.5

Tingkat Kemiskinan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011-2016

Sumber : BPS Kabupaten Sidoarjo

Dari total penduduk Sidoarjo sejumlah 2,16 juta jiwa (2015), sebanyak 6,44% nya merupakan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Dibanding 4 tahun sebelumnya, pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,53 persen poin. Sejalan dengan itu, tingkat

Kebijakan Umum APBD (KUA)

Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018 II-15

kesenjangan penduduk miskin terhadap garis kemiskinan juga terus menurun. Hal ini bisa dilihat dari besaran Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Sidoarjo yang berada pada nilai indeks terendah di antara daerah lain di Jatim (selain kota), sejak 4 tahun terakhir.

Apabila melihat perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo, persentase penduduk miskin Kabupaten Sidoarjo dalam kurun waktu 2011 hingga 2016 cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2011, persentase penduduk miskin mencapai 6,97% dan berkurang hingga mencapai 6,44% pada tahun 2015. Pada tahun 2016, tingkat kemiskinan kembali turun menjadi 6,39%.

2.2 RENCANA TARGET EKONOMI MAKRO PADA TAHUN 2018

Dalam merumuskan Kebijakan Umum APBD (KUA) Tahun 2018, perlu terlebih dahulu melakukan proyeksi kondisi ekonomi makro Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2018. Dalam menentukan target kinerja ekonomi makro pada tahun 2018, perlu untuk melihat terlebih dahulu kondisi ekonomi makro Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2017 sebagai tahun dibuatnya perencanaan anggaran untuk tahun 2018.

Rincian perubahan asumsi dasar indikator makro Kabupaten Sidoarjo disajikan dalam tabel 2.9 berikut ini.

Tabel 2.9

Perkembangan Asumsi Dasar Indikator Makro Kabupaten Sidoarjo

Indikator

2017

2018 Sebelum

Perubahan

Setelah Perubahan

Indeks Pembangunan Manusia (poin) 79.07 78.90 79.63

Pertumbuhan Ekonomi (%) 5.86 5.78 6.05

Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 4.07 5.93 5.74 Persentase Penduduk Miskin (%) 5.83 6.34 6.29

Inflasi (%) - 3.00 3.00

Sumber : BPS Kabupaten Sidoarjo, Bappeda Kabupaten Sidoarjo

1. IPM tahun 2018 diperkirakan meningkat mencapai 79,63 poin;

2. Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 diperkirakan mencapai 6,05 persen;

Kebijakan Umum APBD (KUA)

Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018 II-16

3. Tingkat Pengangguran Terbuka diperkirakan turun menjadi 5,74 persen;

4. Persentase penduduk miskin diperkirakan berada pada kisaran 6,29%.

5. Inflasi tahun 2018 diperkirakan berada pada sekitar 3.00 %.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, perlu pengembangan sektor-sektor yang mempunyai potensi yang besar untuk terus ditingkatkan. Kabupaten Sidoarjo memiliki 3 sektor unggulan yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan serta sektor transportasi dan perdagangan. Untuk mendorong sektor-sektor yang mempunyai potensi untuk dikembangkan agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat diperlukan faktor-faktor produksi yang mencukupi. Salah satu faktor produksi penting yang dibutuhkan adalah pembentukan modal disamping faktor-faktor produksi lainnya. Meskipun terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir dan juga dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan regional Jawa Timur, maka Kabupaten Sidoarjo tetap optimis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi kurang lebih 6,05% pada tahun 2018.

Kebijakan Umum APBD (KUA)

Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018 III-1

BAB III

ASUMSI-ASUMSI DASAR DALAM PENYUSUNAN

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Daftar Isi (Halaman 28-33)

Dokumen terkait