(BUMN) dan afiliasinya yang memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. IDX-MES BUMN 17 merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Fungsi Pasar Modal Syariah
Menurut Soemitra dalam Mardani (2015) Fungsi pasar modal syariah diantaranya:
1. Memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan risikonya.
2. Memungkinkan para pemegang saham menjual sahmnya guna mendapatkan likuiditas.
3. Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.
4. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pada pasar modal konvensional.
5. Memungkinkan investasi pada ekonomi ini ditentukan oleh kinerja kegiatan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham.
Potensi industri halal di Indonesia
MES-2021 | 193 Potensi indutri Halal di Indonesia cukup besar. Jumlah penduduk muslim Indonesia yang telah mencapai 207 juta jiwa (sensus 2010) atau mewakili 13% dari jumlah populasi muslim dunia, serta total belanja produk halal domestik yang terus bertumbuh hingga mencapai kisaran USD 218,8 miliar (2017), atau sekitar 22%
terhadap total PDB Indonesia. State of Global Islamic Economy Report 2019/2020 menyebutkan bahwa Indonesia kini berada di peringkat 1 negara di dunia sebagai konsumen halal makanan halal, peringkat 2 dunia sebagai konsumen kosmetik halal, dan peringkat 4 dunia sebagai konsumen obat-obatan halal.
Pemerintah saat ini sudah memiliki Masterplan Ekonomi Syariah yang berisikan tentang strategi Induk Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia yang terdiri dari empat pilar : (1) Penguatan Rantai Nilai Halal, (2) Penguatan Keuangan Syariah, (3) Penguatan UMKM, (4) Penguatan Ekonomi Digital. Secara industrial, sector yang akan dikembangkan antara lain Pangan, Pariwisata, Kosmetik, Obat, Pakaian, Enerji dan Media. Saat ini populasi penduduk Muslim dunia sudah mencapai 1.6 milyar atau 25% dari populasi dunia, yang tersebar di banyak Negara, termasuk di 56 negara yang mayoritas Muslim dengan total GDP mencapai USD 6.7 triliun.
(Sumber: State of the Global
Islamic Economy
2014-2015 Report).
Secara nilai, belanja pasar produk halal dunia di tahun 2023 akan sesuai dengan Gambaran berikut, yang akan di dominasi oleh
194 | MES-2021
Makanan (43%), Media (23%), Pakaian (23%), Pariwisata (8%). Obat (7%) dan Kosmetika (5%).
Industri halal bukan hanya berhubungan dengan produk yang sesuai dengan syariah, tapi juga terkait dengan Gaya hidup halal menjadi praktik hidup terbaik berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran Islam sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Walaupun bersumber dari nilai-nilai Islam, gaya hidup halal dapat diterapkan oleh siapapun karena sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Meskipun halal berkaitan dengan kekhususan umat Muslim dalam konsumsi dan penggunaannya, produk halal tidak hanya diperuntukkan bagi Muslim, tetapi dapat diperuntukkan bagi seluruh umat manusia.
Pengembangan industri halal harus dimulai dari penguatan rantai nilai halal (halal value chain). Rantai nilai halal merupakan tahapan yang harus diperhatikan dalam membangun industri halal, mulai dari input hingga outcome-nya dalam industri halal. Penguatan rantai nilai halal ini dalam “Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024”, yang meliputi beberapa sektor, seperti industri makanan dan minuman halal, pariwisata halal, fesyen muslim, media dan rekreasi halal, serta farmasi dan kosmetik halal. Dalam mengembangkan Indusri Halal, harus dimulai dari pengembangan Ekosistem industri halal yang melibatkan semua stakeholder, sehingga pengembangan industri halal bisa menghasilkan hasil yang lebih komprehensip. Peran lembaga keuangan, khsusunya pasar modal diharapkan dapat dan sektor usaha merupakan komponen penting dan strategis dalam mendorong dan mendukung Akselerasi Industri Halal di Indonesia.
Daftar Pustaka
MES-2021 | 195 Awaluddin. 2016. Pasar Modal Syariah: Analisis Penawaran Efek
Syariah di Bursa Efek Indonesia. Maqdis: Jurnal kajian Ekonomi Islam-Volume 1, Nomor 2, Juli-Desember 2016.
Danika Reka A. 2014. Analisis Fundamental, teknikal dan Makroekonomi harga saham sektor pertanian. Jurnal Manajemen Kewirausahaan Vo. 16, No. 2, September 2014.
Djazuli. A. 2006. Kaidah-kaidah fikih: kaidah hukum islam dalam menyelesaikan masalah-masalah yang praktis. Jakarta Kencana.
Fasiha & Ruslan A, (2018). Analisis Hukum Ekonomi Islam terhadap Praktik Ihtikar. Al-Amwal: Jurnal of Islamic Economic Law. September 2018, vol.3. No.2
Ghozali M., & Roficoh. 2019. Kepatuhan Syariah Akad Murabahah dalam Konsep Pembiayaan pada Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal HUMAN FALAH: Volume. 6. No. 1 Januari-Juni 2019.
Hamid dan Cahyadi. 2019. Analisis Kinerja Reksadana Saham Syariah di Pasar Modal Indonesia Menggunakan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen. MALIA: Journal of Islamic Banking and Finance. (2019, Vol. 3 No.2). 2653-8569 (E-ISSN)/2654-8577 (P-ISSN).
Harun. 2017. Multi Akad Muamalah dalam Pasar Uang dan Modal Syariah. Jurnal SUHUF, Vo. 29, No.1, Mei 2017.
Hermawati, at. all, 2020. Transaksi Valas dalam Perspektif Konvesnional dan Syariah. Jurnal Akuntansi Bisnis &
Publik. Vo. 11 No. 1 Agustus 2020.
Irham fahmi. 2012. Pengantar Manajemen Keuangan. Teori dan Soal Jawab.
Johan Wahyu Wicaksono. 2018. Pengklasifikasian saham Syariah berdasarkan Tipe Investor di Jakarta Islamic Index. Jurnal Prodi Ekonomi Syari’ah.
Kasanah dan Ghozali. 2018. Analisis Hukum terhadap Praktik Produk Jasa Perbankan Syariah (Fee Based Service), IAIN
196 | MES-2021
Ponorogo: Jurnal Diklat Keagamaan, Vol.12 No.2, April-Juni 2018.
Lestari. 2021. Analisis Perbedaan Risk dan Return antara Saham Syariah dan Konvensional di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Maksipreneur: Vol. 10. No. 2, Juni 2021.
Leli M. 2017. Transaksi Obligasi Syariah (Tinjauan Transaksi Obligasi menurut Prinsip-Prinsip Syariah). Jurnal Ilmiah Syari’ah: Volume 16, Nomor 1, Januari-Juni 2017.
Mardani. 2015. Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.
Muhammad Bin Shalih. 2018. Halal & Haram Dalam Islam. Ummul Quran. Cetekan Keempat September 2018.
Nafis. 2015. Akad-Akad dalam Pasar Modal Syariah. Jurnal:
Iqtishoduna Vol. 5 No. 1 April 2015.
Pardiansyah, Elif, 2017. Investasi dalam Perspektif Ekonomi Islam.
Pendekatan Teoritis dan Empiris. Jurnal Ekonomi Islam.
Volume 8, Nomor 2.
Saprida. 2016. Akad Salam Dalam Transaksi Jual Beli. Mizan: Jurnal Ilmu Syariah, FAI Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Vol. 4 No. 1 Juni 2016.
Sawidji Widoatmodjo, 2015, Pengetahuan Pasar Modal untuk Konteks Indonesia. Seri Akademis. Penerbit: PT Alex Media Komputindo, Jakarta.
Soemitra. 2016. Masa depan Pasar Modal Syariah Indonesia.
Penerbit Kencana. Cetakan ke 2, Oktober 2016
Salinan Keputusan DK-OJK Nomor KEP-44/D.04/2020 tentang Daftar Efek Syariah.
UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal
POJK No.: 15/POJK.04/2015 tentang penerapan prinsip syariah di Pasar Modal.
POJK Nomor 17/POJK.04/2015, tentang penerbitan dan persyaratan efek syariah berupa saham oleh emiten syariah atau perusahaan publik syariah.
MES-2021 | 197 POJK Nomor 18/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan
Persyaratan Sukuk.
POJK Nomor 19/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah.
POJK Nomor 20/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Beragun Aset Syariah.
POJK Nomor 53/POJK.04/2015 tentang akad yang Digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal
POJK Nomor 61/POJK.04/2016 tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal Pada Manajer Investasi
198 | MES-2021
Kamaruddin Arsyad
UIN Alauddin - Wakil Sekretaris MES SULSEL [email protected]
IGITALISASI ATAU REVOLUSI INDUSTRI 4.0 dalam era modernitas memberikan dampak terhadap berbagai tatanan kehidupan manusia, termasuk didalamnya masalah budaya. Robert Samuel (2010:30) mengatakan bahwa digitalisasi membantu untuk membentuk tahapan budaya baru dalam masyarakat yang disebut automodernity. Konsep automodernity secara singkat merupakan tahapan akulturasi budaya atau pergeseran budaya sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan kata lain, proses digitaliasi Industri 4.0 dapat menggeser budaya dalam masyarakat modern menjadi budaya baru.
Secara sederhana, budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini sebagai akibat dari automodernity disebut budaya global. Budaya ini memiliki karakteristik berupa penyatuan budaya atau gaya hidup masyarakat sebagai akibat dari kemajuan teknologi.
Automodernity atau pergeseran budaya sebagai dampak proses digitalisasi Indusrti 4.0 merupakan peluang bagi konsep halal lifestyle menjadi budaya. Halal lifestyle dapat diwujudkan menjadi budaya baru melalui gerakan digitalisasi akses berbagai kebutuhan manusia misalnya produk makanan dan minuman halal, keuangan Islam, perjalanan halal, busana sopan, media dan rekreasi halal serta farmasi dan kosmetik halal. Dengan begitu, proses digitalisasi akan membantu akulturasi budaya global menjadi budaya halal lifestyle.
Menurut salah satu Professor yaitu Jonathan AJ Wilson, seorang ahli di bidang marketing, khususnya pasar halal di London, mengatakan halal is a brand sedangkan menurut profesor marketing dari Kellog School of Management Alexander Chernev, halal is a lifestyle branding. Lebih dari itu Arancha Gonzalez
D
MES-2021 | 199 sebagai Executive Director International Trade Center mengatakan halal is a business opportunity.
Selain itu, halal juga dapat didefinisikan sebagai standar kualitas yang sesuai dengan hukum Shariah Islamiyah dan digunakan pada setiap aktivitas yang dilakukan oleh umat Muslim. Produk dan jasa halal dipilih oleh umat Muslim sebagai bentuk ketaatan terhadap hukum Shariah Islam.
Meskipun halal sangat berkaitan dengan umat Muslim, bukan berarti konsumen produk halal hanya berasal dari umat Islam saja.
Konsumen produk halal yang berasal dari negara dengan penduduk muslim minoritas mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun belakangan. Kualitas produk halal, atau biasa dikenal dengan Halalan Thoyyiban, menjadi alasan umat non Muslim untuk menggunakan produk-produk halal karena terdapat jaminan kebersihan, keamanan, dan kualitas produk untuk keseluruhan rantai produksi (from farm to plate).
Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Syariah adalah halal lifestyle, yakni sebuah gaya hidup yang mengamati dan selaras dengan gaya hidup sesuai prinsip syariah atau ethical yang dapat diterapkan oleh siapa saja dari segala usia, termasuk para milenials yang kini turut berperan dalam memperkenalkan tren lifestyle tersebut diantaranya adalah: