• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Parkir merupakan perbandingan antara akumulasi dengan kapasitas parkir. Kapasitas yang digunakan ada 2 macam yaitu kapasitas dinamis dan kapasitas statis. Indeks Parkir dapat dijadikan ukuran penilaian kebutuhan ruang parkir apakah kapasitas ruang parkir yang ada masih bisa menampung permintaan parkir. Nilai indeks parkir dapat dihitung dengan Persamaan 2.8. Perhitungan Indeks Parkir berdasarkan akumulasi puncak dapat dilihat pada Lampiran C.7 dan Lampiran C.8. Berikut adalah indeks parkir tertinggi kendaraan pada lokasi studi berdasarkan akumulasi puncak.

a. Indeks Parkir dengan menggunakan Kapasitas Dinamis

33

Tabel 3.9 Indeks parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak menggunakan kapasitas dinamis Lokasi Jenis Kendaraan Waktu Akumulasi (Kend/Jam) Kapasitas (Kend/Jam) Indeks Parkir (IP) Jalan Sumatera Denpasar Kendaraan Ringan 14.00-15.00 41 30 1,367 Sepeda Motor 14.00-15.00 66 83 0,795

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.9 diatas dapat dilihat bahwa kondisi parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak pada lokasi Jalan Sumatera Denpasar untuk kendaraan ringan memiliki indeks parkir lebih dari 1 (satu). Hal ini menunjukkan kebutuhan tempat parkir pada kondisi puncak melebihi kapasitas parkir dinamis yang tersedia. Sedangkan untuk sepeda motor memiliki indeks parkir kurang dari 1 (satu), hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tempat parkir sepeda motor pada kondisi puncak tidak melebihi kapasitas parkir dinamis yang ada.

b. Indeks Parkir dengan menggunakan Kapasitas Statis

Indeks parkir dengan kapasitas statis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.10 Indeks parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak menggunakan kapasitas statis

Lokasi Jenis Kendaraan Waktu Akumulasi (Kend/Jam) Kapasitas (Kend/Jam) Indeks Parkir (IP) Jalan Sumatera Denpasar Kendaraan Ringan 14.00-15.00 41 41 1,000 Sepeda Motor 14.00-15.00 66 71 0,930

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.10 diatas dapat dilihat bahwa kondisi parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak pada lokasi Jalan Sumatera Denpasar untuk kendaraan ringan memiliki indeks parkir sama dengan 1 (satu). Hal ini menunjukkan kebutuhan tempat parkir pada kondisi puncak tidak melebihi dan tidak kurang kapasitas parkir statis yang tersedia. Sedangkan untuk sepeda motor memiliki indeks parkir kurang dari 1 (satu), hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tempat parkir sepeda motor pada kondisi puncak tidak melebihi kapasitas parkir statis yang ada.

34 4.2 Perancangan Ulang Petak Parkir

Survei inventarisasi menunjukkan bahwa Jalan Sumatera tidak memiliki marka parkir, sehingga petak parkir harus dirancang kembali. Rancangan petak parkir menyesuaikan dengan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir. Pedoman parkir atau peraturan parkir menentukan sudut, pola, dan larangan parkir pada parkir di badan jalan. Beberapa ketentuan yang digunakan untuk perancangan ulang adalah memberi jarak pada akhir persimpangan sebelum diletakkan SRP, memberi jarak sebelum dan sesudah zebra cross, dan memberi jarak untuk sebelum dan sesudah akses gedung. Ketentuan tersebut akan mempengaruhi jumlah petak eksisting yang berbeda dengan jumlah petak berdasarkan pedoman yang dibuat oleh Ditjen Perhubungan Darat. Jumlah petak parkir setelah dirancang kembali dan jumlah petak parkir eksisting dapat dilihat pada Tabel 3.11 berikut.

Tabel 3.11 Perbandingan petak parkir eksisting dengan petak parkir setelah dirancang kembali

No Jenis Kendaraan Sudut Parkir Jumlah Petak Eksisting Jumlah Petak Rancangan Baru 1 Kendaraan Ringan 0° 26 23 2 Kendaraan Ringan 60° 15 11 3 Sepeda Motor 90° 71 68

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.11 dapat dilihat perbedaan jumlah petak parkirnya adalah jumlah petak parkir kendaraan ringan eksisting berjumlah 41 SRP berkurang menjadi 34 SRP setelah dirancang baru. Untuk sepeda motor jumlah petak parkir eksisting berjumlah 71 SRP berkurang menjadi 68 SRP. Untuk kendaraan ringan, terdapat dua jenis petak parkir di Jalan Sumatera yaitu dengan derajat pola parkir 0° atau 180° dan dengan derajat pola parkir 60°. Petak parkir kendaraan ringan menggunakan golongan I, hal ini dikarenakan Jalan Sumatera yang sebagian besarnya merupakan pertokoan. Petak parkir dengan kendaraan ringan menggunakan dua jenis pola parkir yaitu dengan derajat 0° atau 180° yang berukuran 2,3 m x 6 m, untuk 60° berukuran sesuai dengan pedoman. Jarak yang harus diberikan dengan pola parkir 0° atau 180° adalah 6 m setelah persimpangan

35

dan 6 m di akhir persimpangan, untuk pola parkir 60° jarak yang harus diberikan adalah 9 m setelah persimpangan dan 12 m di akhir persimpangan. Petak parkir untuk sepeda motor dengan derajat 90° berukuran 0,75 m x 2 m. Untuk sepeda motor jarak yang harus diberikan diasumsikan sepanjang 6 m di akhir persimpangan. Pemilihan pola parkir disesuaikan dengan lebar jalan, keadaan eksisting, dan kemudahan manuver kendaraan untuk parkir. Derajat pola parkir 0° dan 90° dipilih karena lebar jalan yang memadai hanya cukup untuk pola parkir pararel, untuk derajat pola parkir 60° dipilih untuk mempermudah manuver kendaraan yang parkir.

Jumlah petak yang berbeda menyebabkan beberapa unsur dari karakteristik parkir eksisting yang berbeda. Sehingga dilakukan analisis karakteristik parkir untuk mengetahui perubahan karakteristik parkir setelah dilakukan rancang ulang petak parkir. Hasil analisis karakteristik parkir setelah dilakukan rancang ulang petak parkir dapat dilihat pada Tabel 3.12 berikut.

Tabel 3.12 Hasil analisis karakteristik parkir setelah dirancang ulang petak parkir No Karakteristik

Parkir Satuan

Kendaraan Ringan Sepeda Motor Existing Baru Existing Baru

1 Tingkat Pergantian Parkir (Kend/SRP/ jam) 0,424 0,511 0,575 0,600 2 Kapasitas Parkir Dinamis (SRP/jam) 30 25 83 80 3 Kapasitas Parkir Statis (SRP) 41 34 71 68

4 Parking Supply (Kendaraan) 435 361 1200 1150

5

Indeks Parkir dengan Kapasitas Dinamis (saat jam

puncak tertinggi)

- 1,367 1,640 0,795 0,825

6

Indeks Parkir dengan Kapasitas

Statis (saat jam puncak tertinggi)

- 1,000 1,206 0,930 0,971

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.12 dapat dilihat karakteristik parkir setelah dirancang ulang berbeda dengan karekteristik parkir eksisting. Akan tetapi untuk Indeks Parkir pada kendaraan ringan tetap tidak memenuhi permintaan parkir dan nilai IP semakin besar. Hal ini berlaku untuk sepeda motor, IP semakin besar akan tetapi nilai IP tetap tidak melebihi kapasitas parkir yang ada.

36

Gambar 3.8 Rancangan petak parkir dan penempatan CCTV di Jalan Sumatera Denpasar

37

SIMPULAN DAN SARAN

4.1. Simpulan

Dari proses penelitian yang meliputi pengumpulan data dan analisis data, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Karakteristik Parkir di Jalan Sumatera a. Untuk Kendaraan Ringan

Volume parkir dalam 16 jam survei adalah 312 kendaraan, akumulasi tertinggi adalah 41 kend/jam, durasi parkir sebesar 1,357 jam, distribusi parkir sebesar 48,21% dalam durasi waktu 0–1 jam, tingkat pergantian parkir sebesar 0,424 kend/SRP/jam, kapasitas parkir dinamis sebesar 30 SRP/jam, kapasitas parkir statis 41 SRP, penyediaan parkir sebesar 435 kendaraan, indeks parkir dengan kapasitas parkir dinamis sebesar 1,367, dan indeks dengan kapasitas parkir statis sebesar 1,0. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas parkir dinamis pada saat jam puncak tidak dapat menampung permintaan parkir, sedangkan kapasitas parkir statis pada saat jam puncak dapat menampung permintaan parkir.

b. Untuk Sepeda Motor

Volume parkir dalam 16 jam survei adalah 690 kendaraan, akumulasi tertinggi adalah 66 kend/jam, durasi parkir sebesar 0,852 jam, distribusi parkir sebesar 62,30% dalam durasi waktu 0–1 jam, tingkat pergantian parkir sebesar 0,575 kend/SRP/jam, kapasitas parkir dinamis sebesar 83 SRP/jam, kapasitas parkir statis 71 SRP, penyediaan parkir sebesar 1.200 kendaraan, indeks parkir dengan kapasitas parkir dinamis sebesar 0,795, dan indeks dengan kapasitas parkir statis sebesar 0,930. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas parkir pada saat jam puncak dapat menampung permintaan parkir. 2. Solusi hasil analisis karakteristik parkir adalah:

a. Agar pekerja pada pertokoan sepanjang Jalan Sumatera dan masyarakat pembeli yang akan parkir pada badan tidak mengganggu arus lalu lintas puncak pagi pada Jalan Sumatera maka pembukaan took dilakukan pada Jam 8.30 wita pagi dan tutup pada jam 21.00 wita

38

c. Pada Jam 6.00 wita sampai dengan jam 8.30 wita dipasang rambu tidak boleh parker.

d.Pada volume lalulintas pada jam puncak siang dan sore hari, jika ada pembeli atau pengunjung pertokoan pada Jalan Sumatera yang tidak mendapat tempat parker disediakan pelayanan Valet.

e. Untuk mengontrol itu diperlukan pemasangan CCTV sesuai dengan Gambar 3.8.

5.1 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Penerapan pelayan Valet dan pemasangan CCTV yang terhubung ke ruang kontrol terpusat, perlu dihitung kelayakan finansialnya.

2. Diperlukan penelitian lanjutan untuk penerapan pemasangan CCTV dan pelayanan Valet dari kelancaran lalulintas dan kinerja jalannya.

39

Dokumen terkait