• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3. Pembahasan Hasil Analisis Data

4.3.4 Indikator Disiplin

Setelah dilakukan penyebaran angket kemandirian belajar didapatkan hasil angket sebagai berikut:

Disiplin

Rentang skor Kategori Jumlah %

5 - 8,3 Tidak Pernah 18 22.2

>8,3 - 11,6 Kadang Kadang 62 77.5

>11,6 - 14,9 Sering 0 0

Berdasarkan tabel 4.3.4. pada kemandirian belajar siswa menggunakan indikator yang keempat yaitu indikator Disiplin. diketahui bahwa siswa yang memilih kategori tidak pernah sebanyak 18 responden, kategori kadang kadang sebanyak 62 responden, adapun yang memilih kategori sering sebanyak 0 responden.

Gambar 4.3.4 diagram indikator Disiplin 0%

77%

23%

Disiplin

Sering

Kadang Kadang Tidak Pernah

Berdasarkan gambar 4.3.4 diatas diagram indikator tanggung jawab dapat diketahui bahwa siswa memilih kategori tidak pernah yaitu presentasi nya 23%, Siswa yang memilih kategori kadang kadang yaitu persentase nya 77%, dan Siswa yang memilih kategori sering yaitu presentasi 0%.

Setelah saya melakukan penelitian menggunakan angket kemandirian, pada siswa kelas XI Mipa, pada indikator disiplin didapatkan hasil kemandirian belajar siswa tergolong pada kategori kadang kadang dengan rata-rata skor yaitu 62 poin. . Hal ini diakibatkan karena kurang disiplin nya siswa terhadap tugas yang diberikan, kurang nya rasa semangat dan antusian siswa dalam kegiatan pembelajarn, kurang nya rasa komitmen siswa dalam mengerjakan tugas, dan kurangnya disiplin siswa dalam mengatasi kesulitan yang timbul pada dirinya.

Hal hal tersebut merupakan sikap kurangnya rasa disiplin pada siswa, apabila sikap disiplin siswa rendah maka akan mengakibatkan timbulnya kesulitas dalam mengerjakan tugas nya sebagai siswa. seperti yang kita ketahui bahwa disiplin merupakan suatu ketaatan, kepatuhan dalam melakukan segala sesuatu.

Apabila seorang siswa sudah memiliki sikap disiplin di dalam dirinya atau kehidupannya maka siswa tersebut pasti akan lebih mudah dalam menyelesaikan serta prestasi belajarnya pasti juga akan terus meningkat. Sikap disiplin siswa juga sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah dan teman pergaulan. Apabila sikap disiplin telah ditanamkan sejak dini, serta ia tinggal ditempat yang baik dan teman yang baik serta memiliki sikap disiplin yang tinggi maka ia pasti akan meneruskan sikap disiplin itu hingga dewasa agar ia mudah dalam menyelesaikan tugas sebagai siswa.

Pada indikator percaya diri ada pun aspek yang dinilai yaitu untuk melihat apakah siswa itu belajar tidak bergantung pada orang lain, siswa itu memiliki keberanian untuk bertindak, dan siswa yakin terhadap diri sendiri.

Pada indikator tanggung jawab ada aspek yang dinilai yaitu siswa tersebut memiliki kesadaran diri dalam belajar, apakah siswa tersebut mengerjakan semua tugas yang diberikan guru, dan apakah siswa tersebut ikut aktif dan bersungguh sungguh dalam belajar.

Pada indikator inisiatif aspek yang dinilai adalah siswa tersebut memiliki rasa ingin belajar dengan keinginan sendiri tanpa ada paksaan dari guru maupun orang lain, siswa tersebut mampu bertanya atau menjawab tanpa disuruh orang lain, serta berusaha mencari sumber referensi lain dalam belajar tanpa di suruh guru.

Pada indikator disiplin aspek yang dinilai ialah siswa mampu memperhatikan penjelasan guru ketika dalam pembelajaran, siswa tidak dapat menunda tugas yang diberikan dan tidak malas dalam proses belajar.

Pada item nomor 19 memiliki nilai minimal yaitu 137, adapun soal dalam angket pada item nomor 19 yaitu “saya tetap mengerjakan tugas rumah yang diberikan guru, meskipun waktu mengumpulkannya terlambat dari pada saya tidak mengumpulkan tugas” pada item ini pernyataan nya bernilai negatif karna seharusnya siswa tidak boleh menunda tugas yang di berikan guru. Dan pada item nomor 15 dan 20 memiliki nilai maksimal yaitu 191, adapun soal pada item nomor 15 yaitu “jika materi pelajaran belum saya pahami, maka saya berusaha mencari referensi lain dari berbagai sumber dan saya mencoba

bertanya kepada teman saya yang lebih bisa supaya saya di kelas menjadi pintar” pada item ini pernyataan nya bernilai positif karna siswa tersebut berusaha mencari referensi lain agar lebih paham dalam pembelajaran. Pada item nomor 20 yaitu “karena saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan saya bertanggung jawab sebagai pengurus osis, saya hanya sempat belajar ketika akan ada ulangan karena waktu saya terbagi untuk melaksanakan tanggung jawab saya di kegiatan ekstra dan kepengurusan osis” pada item 20 pertanyaan tersebut bernilai negatif dikarnakan siswa tersebut tidak bisa membagi waktu nya antara kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan dalam kelas.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMAN 11 Muaro Jambi pada seluruh siswa XI MIPA yaitu XI MIPA 1, XI MIPA 2, dan XI MIPA 3 tahun ajaran 2021/2022 dengan menyebarkan instrumen berupa angket kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran fisika didapatkan hasil yaitu siswa tergolong memiliki kemandirian belajar. Dilihat dari persentase kemandirian belajar siswa yaitu pada indikator percaya diri diperoleh 56% dengan kategori kadang-kadang, serta pada indikator tanggung jawab persentase sebesar 51%

dengan kategori kadang-kadang, selanjutnya pada indikator inisiatif pada kategori kadang-kadang dengan persentase sebesar 56%, dan dengan persertase 77% pada indikator disiplin dengan kategori kadang-kadang. Hal ini menandakan bahwa untuk kemandirian belajar siswa di seluruh kelas XI MIPA SMAN 11 Muaro jambi tergolong pada kategori kadang-kadang, karena empat indikator memiliki persentase dengan kategori kadang-kadang.

Peneliti melakukan penelitian ini di seluruh kelas XI MIPA SMAN 11 Muaro jambi karena berdasarkan diskusi bersama guru mata pelajaran fisika di

SMAN 11 muaro jambi, guru tersebut memberikan kesempatan peneliti untuk mengidentifikasi kemandirian belajar siswa yang diajarkannya yaitu kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, dan XI MIPA 3. Guru tersebut juga ingin Mengetahui kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran fisika.

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Dokumen terkait