LEAD PENGAIT
Bagan 1. Tahapan Model Pembelajaran Problem Based Learning 2.4.2.4 Sistem Sosial
3.7 Indikator Keberhasilan
Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based
Learningdengan media foto berseri dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
menulis teks berita pada peserta didik kelas VIII SMP N 5 Satap Sukoharjo Kabupaten Wonosobo dengan indikator sebagai berikut :
a. Proses belajar dan sikap belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis teks berita menggunakan model pembelajaran Problem Based Learningdengan media foto berseri dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.
b. Ketuntasan belajar individu memahami dan meulis teks berita minimal sebesar >76 dan ketuntasan klasikal sebesar 75% pada peserta didik kelas VIII SMP N 5 Satap Sukoharjo Kabupaten Wonosobo.
173 5.1 Simpulan
Berdasarkan data-data analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, yang telah diuraikan pada bab 4, maka penulis mengambil simpulan sebagai berikut.
1) Proses pembelajaran menulis teks berita peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Satap Sukoharjo Kabupaten Wonosobo tahun ajaran 2014/2015 mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based
Learning dan media foto berseri. Hasil observasi proses pembelajaran siklus I termasuk
dalam kategori baik dengan persentase sebesar 70,0% dan pada siklus II termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 83,3%. Hal ini menunjukan terjadi peningkatan antara siklus I ke siksus II dengan persentase sebesar 13,3%. Peningkatan proses belajar peserta didik dibuktikan dengan hasil observasi proses belajar peserta didik selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning dan media foto berseri.
2) Keterampilan menulis teks berita peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Satap Sukoharjo Kabupaten Wonosobo tahun ajaran 2014/2015 mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan media foto berseri. Hasil tes prasiklus menunjukan nilai rata-rata sebesar 51,6 dan pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,6. Terjadi peningkatan sebesar 27,0%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 83,0. Hal ini menunjukan peningkatan siklus I ke siklus II sebesar 4,4%. Jadi peningkatan dari tahap prasiklus sampai siklus II adalah 31,4%.
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan media foto berseri mengalami perubahan. Perubahan tingkah laku peserta didik dapat dibuktikan dari hasil nontes berupa observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Perubahan perilaku peserta didik dapat dilihat secara jelas pada saat pembelajaran berlangsung. Pada tahap presiklus dan siklus I sikap seperti tanggung jawab, kerja keras, toleransi, mandiri, demokratis, dan peduli sosial dan lingkungan keagamaan yang kurang terlihat. Pada siklus II perilaku tersebut sudah tercermin dalam perilaku peserta didik.
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan hasil penelitian maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia hendaknya memanfaatkan model pembelajaran Problem Based Learning dan media foto berseri sebagai salah satu model pembelajaran di kelas. Model pembelajaran Problem Based Learning dan media foto berseri terbukti dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis teks berita. Selain itu, cara pembelajaran ini juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna kerena peserta didik langsung diajak untuk bersentuhan langsung dengan praktik menulis teks berita, sehingga pengetahuan yang dimiliki peserta didik tidak bersifat teoretis saja.
2. Peserta didik hendaknya mampu memanfaatkan model pembelajaran Problem Based
Learning dan media foto berseri dalam pembelajaran menulis teks berita. Peserta didik
dapat berlatih mengekspresikan diri, mengemukakan gagasan, atau perasaannya secara tertulis dengan lebih bebas menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
menjadi lebih baik.
3. Sekolah atau lembaga pendidikan hendaknya memanfaatkan hasil penelitian sebagai bahan pertimbangan pemikiran dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran dan kualitas sekolah. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan referensi dan bahan pertimbangan bagi pengembangan kurikulum, perangkat pembelajaran, dan proses penilaian pembelajaran yang baik.
176
Afra, Afifah. 2004. Be A Briliant Writer. Surakarta: Gizone.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta:Rajawali Press.
Chaer, Abdul. 2007. Kajian Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Djuraid, Husnun N. 2006. Panduan Menulis Berita : Edisi Revisi. Malang: UMM Press. Elhamd, KA. Basyad UM dan Al Sultan. 2010. “Applying Problem Based Learning to
Otolaryngology Teaching. US National Library of Medicine. Vol. 10. [Diakses 8 Maret
2015]
Hikmat, Mahi M. 2011. Metodologi Penelitian; Dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ikhsani, Indah Nur. 2006. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Jenis Straighnews Melalui Objek Langsung pada Peserta didik Kelas VIII A SMP Negeri 40 Kota Semarang Tahun Ajaran 2006/2007”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Kartono, ST. 2009. Menulis Tanpa Rasa Takut. Yogyakarta:Kanisius.
Kurniawan, Septiawan Santana. 2005. Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia..
Masduki. 2004. Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Yogyakarta:Press Yogyakarta. Margono. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
McInerney dan Adshead. 2013. Problem Based Learning and Civic Engagement Shifting the
Focus of Learning in Public Policy Education. American Political Science Association.
Vol. 47. [Diakses 7 Maret 2015]
Mulyadi, Nadi dan Asti Musman. 2013. Jurnalisme Dasar; Panduam Praktis Jurnalist. Yogyakarta: Citra Media.
Nurhadi, Daud, dan Yuni Pratiwi. 2005. Buku Guru Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII. Malang: Erlangga.
Oramahi, Hasan Asy’ari. 2003. Menulis untuk Telinga: Sebuah Manual Penulisan Berita
Sani, Ridwan Abdul. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Angkasa.
Septianawati, Irma. 2007. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita dengan Teknik Peta Pikiran pada Peserta Didik Kelas VIII E SMP Negeri 3 Semarang”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Siswanto, Bambang. 2009. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita melalui Model
Concept Sentence pada Peserta Didik Kelas VIII B MTs Tarbiyatul Islamiyah Jakenan
Kabupaten Pati”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Siregar, Ras. 1992. Bahasa Pers Bahasa Indonesia Jurnalistik;Kerangka Teori Dasar. Jakarta: Grafikatama Jaya.
Subyantoro. 2009. Penelitian Tindakan Kelas; Edisi Revisi. Semarang: Widya Karya.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2009. Media Pengajaran ; Penggunaan dan Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukirno. 2009. Belajar Cepat Menulis Kreatif Berbasis Kuantum; untuk yang Cepat Ungin Terampil Menulis Kreatif. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Sumadiria, AS Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia; Menulis Berita dan Feature. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Suntoro. 2009. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita menggunakan Teknik 3M (Mengamati, Meniru, dan Menambahi) pada Peserta didikKelas VIII A SMP Negeri 1 Cluwak Pati”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Suparno dan Mohamad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. Tarigan, Henri Guntur. 2008. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
Wibowo, Wahyu. 2006. Berani Menulis Artikel:Babakan Baru Kiat Menulis Artikel untuk
Media Massa Cetak. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.