AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN
A. Capaian Indikator Kinerja
2) Indikator Kinerja : Hasil penelitian dan pengembangan yang telah diimplementasikan
Target hasil litbang yang telah diimplementasikan adalah 2 penelitian dengan realisasi 2 litbang (100%). Realisasi fisik atau penyelesaian adalah 100% yaitu meliputi kegiatan Pengembangan Desain Produk Kulit Kerang di Kalimantan Timur dan Pemanfaatan Mesin Casting untuk IKM Pewter di Pangkal Pinang.
b. Sasaran Strategis II (perspektif pelaksanaan pelaksanaan tupoksi) Tabel 3.3. Sasaran Strategis II
Sasaran Strategis II Indikator Kinerja Target Tahun 2013
Realisasi Fisik
Jumlah (%)
Mengembangkan R & D di instansi dan industri
Kerjasama R&D instansi dengan industri
12 kerjasama litbang
6 kerjasama
litbang 50 Peningkatan jumlah jenis
produk yang sudah bisa diuji di laboratorium 25% (19 jenis) 47% (35 jenis ) 184,21 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Tingkat kepuasan pelanggan 4.1 (indeks) 4,17 (indeks) 101,71 Meningkatnya budaya
pengawasan pada unsur pimpinan dan staf
Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja
1 SPIP 0 SPIP 20
Sasaran Strategis II terdiri dari beberapa sasaran strategis yaitu :
1) Mengembangkan R & D di instansi dan industri, terdiri dari 2 indikator kinerja yaitu :
a) Indikator kinerja : Kerjasama R & D instansi dengan industri dengan target 12 kerjasama litbang, namun realisasi hingga akhir tahun 2013 adalah sebanyak 6 kerjasama atau 50% yaitu kerjasama penelitian dan pengembangan dengan perguruan tinggi. Tidak tercapainya target dikarenakan beberapa permasalahan yaitu sulitnya mencari mitra kerjasama litbang dalam bidang teknologi kerajinan dan batik. Dari sisi
25 industri, industri kerajinan dan batik didominasi oleh skala menengah dan kecil yang tidak memiliki anggaran untuk melakukan kegiatan litbang. Dari sisi instansi pembina didaerah-daerah, program kegiatan yang dilakukan didominasi oleh kegiatan pengembangan SDM dan peralatan.
b) Indikator Kinerja : Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium dengan target 25% (19 jenis). Realisasi capaian adalah 47% (35 jenis jumlah ruang lingkup) atau 184,21% dari target yang ditetapkan. Pencapaian indikator kinerja ini melalui kegiatan Peningkatan Dan Optimalisasi Pengelolaan Lembaga Uji/Kalibrasi dan Peningkatan Dan Optimalisasi Pengelolaan Lembaga Sertifikasi.
2) Meningkatnya kualitas pelayanan publik, terdiri dari 1 indikator kinerja yaitu tingkat kepuasan pelanggan, dengan realisasi sebesar 4,17 atau 101,71% dari target 4,1. Kuesioner kepuasan pelanggan diberikan kepada seluruh jenis pelanggan yang ada di BBKB.
3) Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf, terdiri dari 1 indikator kinerja yaitu terbangunnya sistem pengendalian intern di unit kerja. Hingga akhir tahun 2013 dokumen belum tersusun. Realisasi pencapaian sebesar adalah 20% yang terdiri dari penyusunan tim, sosialisasi dan koordinasi dengan narasumber dari BPKP.
26 c. Sasaran Strategis Tambahan
Tabel 3.4. Sasaran Strategis Tambahan
Sasaran Strategis
Tambahan Indikator Kinerja Target
Realisasi Fisik
Jumlah %
Meningkatnya kualitas pemberian layanan jasa teknis
Jumlah sample uji 1100 sampel 992 sampel 90 Jumlah orang yang
dilatih 1600 orang 1632 orang 102 Menurunnya jumlah komplain (%) 15% 15% 100 Ketepatan pelayanan sesuai SPM (%) 85% 83,57% 98,32 Jumlah Perusahaan yang dilayani 400 perusahaan/ Instansi 579 perusahaan / instansi 144,75 Peningkatan jumlah pelanggan (%) 15% peningkatan jumlah pelanggan 10,5% peningkatan jumlah pelanggan 70 Nilai (Rp.) JPT 2,322,550,000 2.743.780.000 118,14 Meningkatnya kemampuan Rancang Bangun Perekayasaan Industri (RBPI) Jumlah desain/prototype 3 desain/ prototype 3 desain/ prototype 100 Meningkatnya Kemampuan Balai Menuju BLU Tersedianya Dokumen Pelaksanaan BLU (%) 75% 100% 133 Meningkatnya kompentensi SDM pelaksana teknis Jumlah SDM yang
memperoleh sertifikat 12 orang 50 orang 412,5
Meningkatnya kemampuan laboratorium uji
Jumlah pengadaan alat
laboratorium 4 alat 11 alat 275 Jumlah lingkup
pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN
19 ruang lingkup
35
ruang lingkup 184,21
Pada tahun 2013 ini, BBKB memiliki sasaran tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan BBKB yang terdiri dari 5 sasaran yaitu :
1) Meningkatnya kualitas pemberian layanan jasa teknis, terdiri dari 7 indikator kinerja yaitu :
a) Jumlah Sampel Uji, dengan target 1100 sampel uji. Hingga akhir tahun 2013 realisasinya adalah 992 sampel uji atau 90%, meliputi kegiatan Pengujian tekstil, alat olah raga dan perak. Tidak tercapainya target sampel uji
27 disebabkan karena pemberlakuan jenis produk mainan anak diundur hingga tahun 2014 dikarenakan kesiapan faktor kelengkapan peralatan dan SDM. b) Jumlah orang yang dilatih, dengan target 1600 SDM industri yang mendapat
pelatihan teknis di BBKB maupun di daerah. Hingga akhir tahun 2013 realisasinya adalah 1632 orang atau 102%
c) Menurunnya jumlah komplain dengan target 15% menurun. Hingga akhir tahun 2013 target tersebut tercapai dikarenakan tidak ada komplain yang dating dari pelanggan.
d) Ketepatan pelayanan sesuai SPM (%), dengan target ketepatan SPM sebesar 85%. Hingga akhir tahun 2013 realisasinya adalah 83,57% ketepatan pelayanan sesuai SPM. Ketidaktepatan layanan sesuai SPM dikarenakan kurangnya SDM pelaksana yang ada di Laboratorium dan juga dikarenakan penghitungannya masih dalam satu sistem untuk berbagai SPM layanan. e) Jumlah perusahaan yang dilayani dengan target 400 unit perusahaan. Hingga
akhir tahun 2013 realisasinya adalah 579 perusahaan/instansi (144,75%) atau target terlampaui. Perusahaan yang tercatat sebagai peminta jasa pengujian, kalibrasi, sertifikasi, pelatihan teknis kerajinan dan batik, serta kerjasama penelitian dan perekayasaan .
f) Peningkatan Jumlah Pelanggan (%), dengan target sebesar 15%. Pada tahun 2012, jumlah pelanggan sebanyak 524 perusahaan/instansi sedangkan pada tahun 2013 jumlah pelanggan sebanyak 579 perusahaan, sehingga realisasi peningkatan jumlah pelanggan adalah 10,5% atau 70% dari target 15%. Indikator kerja ini meliputi pelanggan kegiatan laboratorium pengujian, kegiatan laboratorium kalibrasi, kegiatan lembaga sertifikasi, pelatihan teknis kerajinan dan batik, serta kerjasama penelitian dan perekayasaan
g) Nilai penerimaan Jasa Pelayanan Teknis, sampai dengan akhir tahun 2013 realisasinya adalah Rp. 2.743.780.000(118,14) % dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 2,322,550,000dengan rincian sebagai berikut :
28 Tabel 3.5. Penerimaan PNBP
No Uraian Jumlah A Penerimaan jasa swadana
1 Penelitian dan pengembangan 2.000.000 2 Pelatihan teknis operasional 1.913.004.000 3 Pengujian bahan dan barang 679.108.000 4 Konsultasi 11.000.000 5 Standardisasi dan pengawasan mutu produk - 6 Pelayanan jasa teknis lainnya 29.653.000 7 Sertifikasi sistem mutu dna personal 71.945.000 8 Rancang bangun dan perekayasaan 24.890.000 9 Kalibrasi 12.180.000 10 Penanganan pencemaran -
Jumlah 2.743.780.000
2) Meningkatnya kemampuan Rancang Bangun Perekayasaan Industri (RBPI), terdiri dari 1 indikator kinerja yaitu Jumlah desain/prototype, sampai akhir tahun 2013 realisasinya adalah 100% (3 desain/prototype), dengan realisasi fisik sebesar 100% meliputi kegiatan Rekayasa Alat Pembentuk Bahan Baku Kerajinan Cangkang Kerang Mutiara, Rekayasa Mesin Bending Rotan Berbasis Steam, dan Pengembangan IPAL Pewarnaan Pembatikan Pendukung Produksi Bersih.
3) Meningkatnya Kemampuan Balai Menuju BLU terdiri dari 1 indikator kinerja yaitu Tersedianya Dokumen Pelaksanaan BLU (75%), sampai akhir 2013 realisasinya adalah 100% dari target yang ditetapkan. Artinya, dokumen untuk pengajuan BLU sudah tersedia. Namun terkait dengan moratorium BLU dari Kemenkeu maka proses pengajuannya dihentikan. 4) Meningkatnya kompentensi SDM pelaksana teknis, terdiri dari 1 indikator
kinerja yaitu Jumlah SDM yang memperoleh sertifikat, sampai dengan akhir tahun 2013 realisasinya adalah 50 orang yang mendapatkan sertifikat atau mencapai 412,5% melewati target yang telah ditetapkan
5) Meningkatnya kemampuan laboratorium uji, terdiri dari 2 indikator kinerja yaitu :
29 a) Jumlah pengadaan alat laboratorium, sampai dengan akhir tahun 2013 realisasinya adalah 11 alat atau 275% dari target 4 alat meliputi peralatan Lembaga Uji dan Kalibrasi
b) Jumlah lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN sampai dengan akhir tahun 2013 realisasinya adalah 35 ruang lingkup atau
184,21% dari target 19 ruang lingkup. Penambahan ruang lingkup adalah sebagai berikut :
Komoditi penambahan ruang lingkup 2013 yang sudah ada di lampiran sertifikat
1. Uji kadar Formaldehida (SNI ISO 14184-2:2010) 2. Uji Zat warna azo (SNI 7334.1:2009)
3. Handuk mandi untuk parameter lengkungan dan kemiringan (SNI 08-4622-1998) Mainan anak SNI ISO 8124-1:2010
1. Pengujian komponen kecil (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.2)
2. Pengujian bentuk dan ukuran mainan tertentu (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.3)
3. Pengujian bola kecil (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.4) 4. Uji pompom (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.5)
5. Uji tokoh bermain pra – sekolah (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.6) 6. Aksesibilitas dari bagian atau komponen (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.7) 7. Pengujian tepi runcing (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.8)
8. Pengujian ujung tajam (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.9) 9. Uji tali (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.11)
10. Stabilitas dan uji kelebihan beban (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.12) 11. Uji untuk tutup dan mainan lemari berlaci (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.13) 12. Dampak uji untuk mainan yang menutupi wajah (SNI ISO 8124-1:2010
butir 5.14)
13. Energi kinetik proyektil, busur dan anak panah (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.15)
30 15. Penentuan kecepatan elektrik didorong naik - on mainan (SNI ISO
8124-1:2010 butir 5.17)
16. Penentuan kenaikan suhu (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.18)
17. Kebocoran mainan yang berisi cairan (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.19) 18. Ketahanan tekanan mainan yang dimasukan ke mulut (SNI ISO 8124-1:2010
butir 5.20)
19. Bahan yang dapat mengembang (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.21) 20. Mekanisme lipat dan geser (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.22) 21. Mainan yang dicuci (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.23)
22. Uji penyalahgunaan mendatang sudah bagus (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.24) 23. Statis kekuatan untuk skuter mainan (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.26) 24. Dinamis kekuatan untuk skuter mainan (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.27) 25. Brake kinerja untuk skuter mainan (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.28) 26. Kekuatan tabung kemudi skuter mainan (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.29) 27. Resistensi terhadap pemisahan stang (SNI ISO 8124-1:2010 butir 5.30) 28. Uji jenggot kumis, rambut palsu dan lain-lain yang terbuat dari rambut,
bulu atau bahan dengan karakteristik serupa (contoh pita yang bebas menggantung, kertas atau tali dibentuk dari tekstil), yang menonjol/menjulur lebih dari atau sama dengan 50 mm dari permukaan mainan. (SNI ISO 8124-2:2010 butir 5.2)
29. Uji terhadap mainan berunsur menjuntai yang dikenakan di kepala (kecuali masuk dalam 4.2.2 dan 4.2.3), kerudung, kain penutup kepala dan lain-lain, topeng dari kain yang menutup sebagian atau seluruh muka, kostum penyamaran dan mainan yang dimaksudkan untuk dipakai oleh anak dalam bermain dan mainan dimaksudkan untuk dimasuki oleh anak. (SNI ISO 8124-2:2010 butir 5.3)
30. Mainan diisi bahan lembut dengan ukuran maksimum 520 mm (SNI ISO 8124-2:2010 butir 5.5)
31. Stabilitas (SNI ISO 8124-4:2010 butir 6.1) 32. Kekuatan statis (SNI ISO 8124-4:2010 butir 6.2)
31 C. Akuntabilitas Keuangan
1) Perbandingan pagu dan realisasi DIPA BBKB tahun 2011-2013 per jenis