17. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
D. INDIKATOR KINERJA KUNCI
1. TATARAN PENGAMBIL KEBIJAKAN
a. Ketentraman dan ketertiban umum daerah
Pelaksanaan ketentraman dan ketertiban umum di Kabupaten Lombok Barat dapat dilihat dari adanya Peraturan Daerah tentang IMB , meningkatnya rasio rumah yang memiliki IMB dari tahun ke tahun. Pada program nasional perekaman data penduduk E-KTP, sampai dengan akhir tahun 2013 tercatat sebanyak 326.369 orang telah melakukan perekaman dari total wajib KTP sebanyak 446.961 orang atau 73,02%. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga telah memiliki Peraturan Daerah tentang kebersihan serta rasio personil Satpol PP sebesar 15,88 % dari jumlah penduduk. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada akhir tahun 2011 telah memiliki Peraturan Daerah tentang RTRW, sehingga ketentraman dan ketertiban umum daerah dapat lebih tertata dengan baik. Aksi demo protes pada Tahun 2013 tidak ada, hal ini menunjukkan adanya keselarasan dan keterpaduan antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam rangka membangun Kabupaten Lombok Barat. Namun masih perlu ditingkatkan, karena belum adanya Peraturan Daerah tentang PSK dan PKL untuk lebih teratur tertatanya suatu daerah.
b. Keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antar pemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah
Hubungan antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah serta antar pemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah berjalan dengan efektif dan selaras. Hal ini dapat dilihat dari Pengiriman Laporan Keuangan, Laporan Kinerja Pemerintah dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah tepat waktu, telah dilaksanakannya Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebanyak 14 urusan dari 15 urusan yang telah ditetapkan oleh kementerian/lembaga negara atau 93,33%. Jumlah Konsultasi dengan Pemerintah sebanyak 411 kali dan dengan Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 432 kali . Sedangkan Mou dengan daerah lain yang masih berlaku sebanyak 7 buah.
c. Keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah
Kebijakan Pemerintahan Daerah berjalan selaras dengan kebijakan Pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian prioritas pembangunan daerah, urusan wajib yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar 100% dari yang ditetapkan, tepatnya penetapan Peraturan Daerah tentang APBD, adanya Peraturan Daerah tentang pengelolaan keuangan daerah, belanja pelayanan dasar dari tahun ke tahun berkisar 63,95% di tahun 2012 dan 62,93% di tahun 2013 dari total belanja APBD, belanja untuk urusan pendidikan dan kesehatan sebesar 50,36% dari APBD tahun 2012, Adanya Peraturan Bupati tentang pelayanan publik, rasio PNS sebesar 1,11 % dari jumlah penduduk, dan sesuainya struktur SKPD berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2011 dan PP 41 Tahun 2007.
Sejak tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah memiliki sistem informasi kepegawaian sehingga memperlancar tugas-tugas kepegawaian.
d. Efektivitas hubungan pemerintah daerah dan DPRD
Hubungan Pemerintah Daerah dan DPRD ditandai dengan disetujui dan ditetapkannya 8 perda dari 15 raperda yang diajukan.
e. Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan
Proses pengambilan keputusan oleh DPRD dilakukan dengan musyawarah, dan seluruh keputusan DPRD yang berjumlah 24 buah ditinjaklanjuti oleh Pemerintah Daerah.
f. Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh kepala daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan
Proses pengambilan keputusan oleh Kepala Daerah berjalan efektif ditandai dengan Seluruh Keputusan dan Peraturan Kepala Daerah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Keputusan dan Peraturan.
g. Ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan
Ketaatan Pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan ditandai dengan tidak adanya perda yang dibatalkan oleh Pemerintah pusat dari 8 buah Peraturan Daerah yang dievaluasi.
h. Intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk daerah
Proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk daerah berjalan intensif dan efektif. Hal ini dapat dilihat adanya Peraturan Bupati Nomor 8 tahun 2010 tentang Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Lombok Barat (konsultasi publik). Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga membuka peluang kepada masyarakat untuk memberikan saran, masukan, konsultasi hukum melalui media website resmi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, SMS Interaktif, dan Media Koran.
i. Transparansi dalam pemanfaatan alokasi, pencairan dan penyerapan DAU, DAK dan Dana Bagi Hasil
Pemanfaatan alokasi, pencairan dan penyerapan DAU, DAK dan Dana Bagi Hasil dilaksanakan dengan transparan. Dana Perimbangan yang terserap sebanyak 99,87 % dari yang direncanakan. Alokasi belanja publik sebesar 52,12% dari DAU dan alokasi belanja langsung sebesar 33,65 % dari APBD.
j. Intensitas, efektivitas, dan transparansi pemungutan sumber-sumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah
Pemungutan sumber-sumber pendapatan asli daerah dan pinjaman daerah dilakukan secara transparan. Besaran persentase PAD terhadap pendapatan APBD dari tahun ke tahun meningkat . Pada tahun 2013 tercatat persentase PAD sebesar 11,06% dari pendapatan APBD Kabupaten Lombok Barat.
k. Efektivitas perencanaan, penyusutan, pelaksanaan tata usaha, pertanggungjawaban, dan pengawasan PAD
Perencanaan, penyusutan, pelaksanaan tata usaha,
pertanggungjawaban, dan pengawasan PAD dilaksanakan dengan efektif. Opini BPK terhadap hasil laporan keuangan daerah Wajar Dengan Pengecualian, rasio SILPA sebesar 5,58% yang relatif kecil dari total pendapatan mengindikasikan adanya perimbangan yang cukup baik terhadap total pendapatan. Dan rasio realisasi belanja sebesar 92,06% dari APBD yang telah ditetapkan menunjukkan serapan cukup efektif.
l. Pengelolaan potensi daerah
Pengelolaan potensi daerah dilaksanakan dengan sangat efektif ditandai dengan realisasi PAD sebesar 125,40 % dari potensi PAD yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2013.
m. Terobosan / inovasi baru dalam penyelenggaraan daerah
Terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan daerah yang dilaksanakan pada Tahun 2013 dan dikeluarkannya ijin investasi sebanyak 120 ijin terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebanyak 18 ijin dan Penanaman Modal Asing sebanyak 102 ijin. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga telah melaunching pengadaan E-Procurement yang dimulai sejak November 2011.
Terobosan yang lainnya adalah dalam bidang pembangunan infrastruktur jalan, sarana ekonomi masyarakat yang berdapak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam bidang penataan administrasi kependudukan dengan meluncurkan mobil layanan KTP, KK keliling, yang bertujuan untuk menjangkau penduduk yang sulit mengakses kantor layanan kependudukan.
Terobosan Terakhir adalah dalam bidang penyelamatan kerusakan hutan melalui program penghijauan sebanyak 10.000 pohon disetiap kecamatan dan program pohon pengantin yang dimaksudkan setiap pasangan rumah tangga baru wajib melakukan penghijauan. Sehingga pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu dari 3 Kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan Penghargaan
Raksaniyata dari Presiden RI melalui Program Menuju Indonesia Hijau atas penyelamatan lahan kritis dan lahan tidur di Kabupaten Lombok Barat.
IV. TUGAS PEMBANTUAN
Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2013, Kabupaten Lombok Barat hanya menerima Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat, tidak terdapat Tugas Pembantuan dari Pemerintah Provinsi. Tugas Pembantuan dimaksud meliputi 4 Urusan, yaitu : Urusan Ketenagakerjaan, Urusan Pekerjaan Umum, Urusan Perumahan, Urusan Pertanian, dan Urusan Pertanian dengan total anggaran sebesar Rp. 18.211.520.014,- mengalami peningkatan sebesar Rp. 5.342.249.739, (41,51%) dari tahun 2012 sebesar Rp.12.869.270.275,-. Dengan rincian sebagai berikut :
A. Urusan Ketenagakerjaan, melalui Program Penempatan dan perluasan