• Tidak ada hasil yang ditemukan

SASARAN STRATEGIS 3

INDIKATOR KINERJA UTAMA 4 Nilai SAKIP BPSDMP KP

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Nilai SAKIP BPSDMP KP dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.5 Capaian Indikator Kinerja 4 Utama Tahun 2016

Sasaran Strategis Indikator Target Capaian SS 3

Terwujudnya birokrasi BPSDMP KP yang efektif, efisien dan

berorientasi pada layanan prima 4

Nilai SAKIP

BPSDMP KP 82 87,89

Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) telah ditetapkan Tim pelaksana SAKIP BPSDMPKP Tahun 2016 berdasarkan Keputusan Kepala BPSDMPKP nomor: 58/KEP-BPSDMPKP/2016 tanggal 3 Agustus 2016.

Nilai SAKIP BPSDMPKP diperoleh berdasarkan hasil peniaian yang dilaksanakan oleh Tim Inspektorat III, Itjen KKP sesuai Surat Tugas nomor: ST- 6.6.2/ITJ.3/TU.420/VI/2016 tanggal 6 Juni 2016.

Penilaian SAKIP dilaksanakan pada 5 komponen yaitu : (1). Perencanaan Kinerja; (2). Pengukuran Kinerja; (3). Pelaporan Kinerja; (4). Evaluasi Kinerja; (5). Capaian Kinerja Organisasi. Pada Tahun 2016 hasil penilaian SAKIP BPSDMPKP adalah 87,89, yang berarti telah melampaui dari target nilai SAKIP sebesar 82 atau 107,18%. Secara rinci hasil penilaian SAKIP BPSDMPKP Tahun 2016 sebagai berikut :

Tabel 3.6 Penilaian SAKIP BPSDMP KP

No Komponen Yang Dinilai Bobot (%) Capaian BPSDMKP

1 Perencanaan Kinerja 30 27.7

2 Pengukuran Kinerja 25 22.01

3 Pelaporan Kinerja 15 12.42

4 Evaluasi Kinerja 10 7.88

5 Capaian Kinerja Organisasi 20 17.88

Nilai Hasil Evaluasi 5 Komponen 100 87.89 Predikat Penilaian A

Apabila dibandingkan hasil penilaian SAKIP selama 3 (tiga) tahun yaitu tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, hasil penilaian selalu meningkat dari nilai 79,14 pada tahun 2014, meningkat menjadi 84,14 (106,31%) pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 87,89 (104,455) pada tahun 2016.

Tabel 3.7 Perbandingan Penilaian SAKIP BPSDMP KPTahun 2014 - 2016

a. Perencanaan Strategis

1) Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015 – 2019 telah ditetapkan Kepala BPSDMP KP, dan telah dipublikasikan melalui website sehingga berpengaruh untuk meningkatkan nilai pemenuhan, kualitas dan implementasi rencana strategis.

2) Terdapat IKU yang ditetapkan Kepala BPSDMP KP Tahun 2015-2019, yaitu IKU 10 “Tersedianya Taman Teknologi KP” yang telah direvisi dengan didasarkan pada Surat Sekjen KKP kepada Menko PMK nomor : B.220/BPSDMPKP/TU.150/III/2016 tanggal 24 Maret 2016 perihal Evaluasi Program Pembangunan STP, bahwa dengan beberapa pertimbangan maka KKP mengusulkan tidak melanjutkan pembangunan STP serta bersasarkan Catatan Hasil Reviu (CHR) Inspektorat Jenderal KKP.

b. Perencanaan Kinerja Tahunan

1) Perjanjian Kinerja ditetapkan. antara lain: PK level 1 dan 2 lingkup BPSDMP KP, serta level 3 dan 4 di Satker Kantor Pusat BPSDMPKP dan satker UPT.

2) Perjanjian Kinerja telah disertai dengan Rencana Aksi dan di muat dalam aplikasi Kinerjaku., yaitu level 2 dan level 3.

3) Pejabat struktural III sampai dengan IV lingkup BPSDMP-KP sudah melakukan Perjanjian Kinerja, kecuali pada satker Dekonsentrasi belum secara keseluruhan melakukan Perjanjian Kinerja.

4) Pemenuhan PK yang belum lengkap dan publikasi PK level 1 dan 2 yang belum dilakukan, mempengaruhi nilai pemenuhan, kualitas dan implementasi perencanaan kinerja tahunan.

5) Ukuran/indikator kinerja individu yang mengacu pada IKU unit kerja organisasi/atasannya dan dasar pembayaran tujangan kinerja pegawai No Komponen Yang Dinilai Bobot (% )

2014 2015 2016

1 Perencanaan Kinerja 30 32.35 28.08 27.7

2 Pengukuran Kinerja 25 17.07 19.02 22.01

3 Pelaporan Kinerja 15 10.49 12.42 12.42

4 Evaluasi Kinerja 10 3.93 8.5 7.88

5 Capaian Kinerja Organisasi 20 15.3 16.12 17.88

100 79.14 84.14 87.89

A A A

Nilai Hasil Evaluasi 5 Komponen Predikat Penilaian

menggunakan aplikasi e-SKP, namun sampai dengan 10 Juni 2016, belum seluruh pegawai tertib melakukan pengukuran, yaitu pegawai yang telah mengisi sebanyak 551 atau 31% dari total pegawai 1.773 orang.

6) Pemenuhan publikasi IKU, pengisian e-SKP dan Kinerjaku yang belum dilakukan pada seluruh level mempengaruhi nilai pemenuhan, kualitas dan implementasi pengukuran kinerja.

c. Pelaporan Kinerja

1) Laporan Kinerja/LKj Tahun 2015 dan triwulan I Tahun 2016 telah disusun dan LKj Tahun 2015 belum dipublikasikan.

2) Capaian kinerja pada LKJ Tahun 2015 dan triwulan I Tahun 2016 sebagian besar sudah dilengkapi dengan data dukung capaian kinerja.

3) Laporan Kinerja Tahun 2015 belum menyajikan capaian IKU 10 “Tersedianya Taman Teknologi KP” dan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian sasaran kinerja.

4) Data dukung capaian kinerja akan mempengaruhi nilai pemenuhan, kualitas dan implementasi pelaporan kinerja.

d. Evaluasi Internal

1) Evaluasi atas pelaksanaan Rencana Aksi telah dilakukan, namun substansinya belum mencantumkan sub kegiatan/ komponen rinci setiap periode (triwulan) yang telah dilakukan dalam rangka mencapai kinerja.

2) Hasil evaluasi telah disampaikan dan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.(Pusat-pusat lingkup BPSDMPKP).

e. Pengukuran Kinerja

1) Indikator Kinerja Utama (IKU) telah ditetapkan oleh Kepala BPSDMP KP secara formal, dan sudah dipublikasikan.

2) Pengukuran kinerja secara bulanan/triwulanan s.d. Mei 2016 pada aplikasi Kinerjaku sudah dilakukan tetapi belum secara keseluruhan oleh seluruh Satker. INDIKATOR KINERJA UTAMA 5

Indeks integritas pelayanan publik BPSDMPKP

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Indeks integritas pelayanan publik BPSDMPKP dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.8 Capaian Indikator Kinerja 5 Utama Tahun 2016

Sasaran Strategis Indikator Target Capaian SS

3

Terwujudnya birokrasi BPSDMP KP yang efektif, efisien dan

berorientasi pada layanan prima 5

Indeks integritas pelayanan publik

Seiring kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat dalam hal pelayanan , unit penyelenggara pelayanan publim dituntut untuk memenuhi harapan masyarakat dalam melakukan perbaikan pelayanan.

Pelayanan Publik yang dilakukan oleh aparatur pemerintah saat ini belum memenuhi harapan masyarakat. Hal ini dapat diketahui dari berbagai keluhan yang disampaikan masyarkat. Untuk itu salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan Survei Kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan.

Selama ini Survey Kepuasan Masyarakat menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor : KEP./25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi pemerintah.

Untuk mengukur indikator ini dengan menggunakan salah satu variabel pembentuknya Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik BPSDMP KP terhadap hasil pelayanan yang telah dilakukan oleh penyelenggara Pelayanan Publik di lingkungan BPSDMP KP. Pada penilaian tersebut menggunakan skala 1-100 dengan nilai A-D, kemudian dikonversikan ke skala 1-10 dengan nilai yang sama. Survey Kepuasan Masyarakat pada Tahun 2016 di 10 satker dilingkungan BPSDMP KP dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 3.9 Capaian Kinerja Survey Kepuasan Masyarakat

No Satuan Kerja BOBOT

UNSUR PELAYANAN Nilai IKM BPSDMKP Mutu Pelayanan Indeks Persepsi Kualitas pelayanan Indeks Perseps i Anti Korupsi Total Nilai Indeks Rerata Total Indeks Nilai IKM Satker Kriteria Nilai Satker A B C D E G 1 STP Jakarta (STP Bogor) 2.5 3.31 3.53 6.85 3.42 8.56 A 8.60 A 2 Poltek KP Sidoarjo 2.5 3.82 3.46 7.28 3.64 9.10 A 3 Poltek KP Bitung 2.5 3.79 2.45 6.24 3.12 7.80 B 4 SUPM Ladong 2.5 3.46 3.26 6.72 3.36 8.40 A 5 SUPM Kota Agung 2.5 3.67 3.43 7.11 3.55 8.88 A 6 SUPM Pontianak 2.5 3.29 3.56 6.85 3.43 8.56 A 7 SUPM Bone 2.5 3.20 2.82 6.02 3.01 7.53 B 8 SUPM Waiheru 2.5 3.60 3.61 7.21 3.60 9.01 A 9 BPPP Banyuwangi 2.5 3.81 3.82 7.63 3.81 9.53 A 10 BPPP Aertembaga 2.5 3.56 3.32 6.88 3.44 8.60 A

Hasil IKM rata-rata sebesar 8,60 yang berarti meningkat dari hasil IKM Tahun 2015 sebesar 7,71. Dari hasil IKM tersebut, terdapat 2 satker yang memperoleh nilai IKM dengan kategori B yaitu SUPM Bone dan Poltek KP Bitung. Sedangkan untuk satker lainnya memperoleh IKM dengan kategori A.

Komponen yang diukur dalam IKM meliputi kemudahan prosedur, keadilan mendapatkan pelayanan, kesamaan persyaratan pelayanan, kesopanan, keramahan, kepastian, dan kedisiplinan petugas, kewajaran dan kesesuaian biaya, ketepatan, kecepatan, kenyamanan dan keamanan dalam pemberian pelayanan.

Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan IKM tidak terlepas dari permasalahan yang ada dalam pengelolaan Pelayanan Publik di lingkungan BPSDMP KP, antara lain sebagai berikut :

1. Penetapan Keputusan Pokja Pelayanan Publik Belum Cermat 2. Standart Pelayanan belum sesuai dengan aturan yang berlaku 3. Maklumat Pelayanan Cyber Extention KP belum ditetapkan

4. Belum Seluruhnya Unit Pelayanan Publik BPSDMPKP Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat

5. Laporan Penyelengaraan Pelayanan Publik Lingkup BPSDMPKP Belum Menggambarkan Kondisi Sesungguhnya

6. Pengelolaan Layanan Publik di Sekretariat BPSDMPKP Belum Optimal INDIKATOR KINERJA UTAMA 6

Jumlah unit kerja yang diusulkan berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Jumlah unit kerja yang diusulkan berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.10 Capaian Indikator Kinerja 6 Utama Tahun 2016

Sasaran Strategis Indikator Target Capaian

SS 3

Terwujudnya birokrasi BPSDMP KP yang efektif, efisien dan

berorientasi pada layanan prima 6

Jumlah unit kerja yang diusulkan berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani 2 2

Dalam rangka memberikan apresiasi kepada top manajemen yang memiliki komitmen terhadap pencegahan korupsi, Menteri PAN dan RB menerbitkan

Permenpan dan RB Nomor 60 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi. Peraturan tersebut sebagai pedoman umum yang merupakan acuan bagi pejabat di lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (K/L/Pemda) dalam rangka Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. K/L/Pemda yang telah mencanangkan kesiapan/kesanggupan menjadi K/L/Pemda yang berpredikat ZI mewujudkan komitmen pencegahan korupsi melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan pencegahan korupsi dalam bentuk yang lebih nyata secara terpadu dan disesuaikan dengan kebutuhan K/L/Pemda yang bersangkutan.

Zona Integritas Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada K/L dan Pemda yang pimpinan dan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. K/L dan Pemda yang telah mencanangkan sebagai ZI mengusulkan salah satu/beberapa unit kerjanya untuk menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi. Untuk menjadikan unit kerja sebagai WBK/WBBM harus memenuhi delapan indikator hasil dan dua puluh indikator proses yang akan dinilai oleh Tim Penilai Internal (TPI) kemudian dievaluasi oleh Tim Penilai Nasional (KemenPAN dan RB).

Pada Tahun 2016 target yang telah diusulkan terkait wilayah bebas dari korupsi (WBK) adalah sebanyak 2 (dua) unit kerja. Pada Tahun 2016 telah diusulkan sebanyak 2 (dua) unit kerja sebagai calon unit kerja menuju WBK/WBBM, yaitu SUPM Waeheru dan Politeknik Sidoarjo. Pengusulan 2 (dua) unit kerja kerja tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain:

1. Telah berpredikat WTP dari BPK

2. Mendapatkan nilai AKIP minimal “cc”

3. Memiliki peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis

4. Dianggap telah melaksanakan program-program reformasi birorkasi secara baik.

Dokumen terkait