1.4 Sistematika Penulisan
2.1.3 Indikator Minat beli
Adapun indikator dari minat beli, yaitu (Ferdinand,2013):
1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang dalam membeli produk.
2. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang mereferensikan produk kepada orang lain.
3. Minat preferensial, yaitu menunjukkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. preferensi ini dapat terjadi jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
4. Minat eksploratif, yaitu menunjukkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminati dan mencari informasi lain yang mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
2.1.4 Promosi (promotion)
Menurut Lamb, dkk (2001), promosi adalah komunikasi oleh pemasar yang menginformasikan, dan mengingatkan calon pembeli mengenai sebuah produk untuk mempengaruhi suatu pendapat atau memperoleh suatu respon.
Fungsi utama dari suatu strategi promosi para pemasar adalah untuk meyakinkan target pelanggan bahwa barang dan jasa yang ditawarkan tersebut memiliki keunggulan yang berbeda dibandingkan pesaing. Keunggulan deferensiasi merupakan suatu kumpulan dari fitur yang unik dari suatu perusahaan dan produknya yang diterima oleh target pasar sebagai sesuatu yang penting dan unggul dibanding pesaing. Fitur tersebut dapat meliputi produk berkualitas tinggi, pengiriman yang cepat, harga yang murah, pelayanan yang baik, atau fitur lain yang tidak ditawarkan oleh pesaing. Dengan demikian promosi merupakan bagian penting dari bauran pemasaran, menginformasikan para konsumen atas manfaat produk dan kemudian memposisikan produk dalam pasar (Lamb,dkk,2001).
Menurut Martin L. Bell (1972) promosi adalah semua jenis kegiatan pemasaran yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Di sisi yang lain menurut Tjiptono (2008) promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.
Promosi merupakan alat komunikasi dan penyampaian pesan bersifat memberitahukan, membujuk, mengingatkan kembali kepada konsumen, para perantara atau kombinasi keduanya. Dalam promosi terdapat beberapa unsur yang mendukung jalannya sebuah promosi tersebut yang biasa disebut bauran promosi.
Adapun bauran promosi menurut Kotler (2013) adalah sebagai berikut
a. Periklanan
Semua bentuk penyajian non-personal, promosi ide-ide, promosi barang produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar.
b. Promosi Penjualan
Variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa..
c. Hubungan masyarakat dan Publisitas (public relation & publicity)
Hubungan masyarakat adalah suatu usaha (variasi) dari rancangan program guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra produk.
d. Penjulan personal (Personal selling)
Penyajian lisan dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembeli potensial dengan tujuan untuk melakuka penjualan..
e. Pemasaran langsung (direct marketing)
Komunikasi secara langsung yang digunakan dari mail, telepon, fax, e-mail, internet untuk medapatkan tanggapan langsung dari konsumen secara jelas.
2.1.4.1 Promosi Online(e-promotion)
E-Promotion menggambarkan tiga bagian dari strategi yang diperlukan untuk kegiatan promosi secara online, yaitu Promosi peroduk dan jasa, promosi website, dan promosi domain. Sebuah situs web harus lebih dekat dengan SERP
(Search Engine Result Page) untuk promosi yang efektif berdasar pada nama domain. Alasannya adalah karena setelah 30 hasil pertama pencarian hanya terdapat sedikit viewer yang memeriksa hasil melalui search engine (Razi et al, 2004).
Garfinkel et al. (2008) telah mengidentifikasi alasan penurunan biaya pencarian konsumen yang terkait dengan evaluasi harga pembelian terbaik oleh pelanggan dan tempat pembelian produk oleh pembeli. Generasi dari shopbots
telah banyak memberikan kontribusi dalam mengurangi biaya. Sementara Ryan dan Whiteman (2000) menjelaskan sponsorship online sebagai kegiatan untuk menciptakan kesadaran merek (brand awareness) sambil mengintegrasikan suatu merek dengan konteks dari kesadaran merek serta konten yang terkait. Selain itu, hal ini juga sangat terkait dengan brand augmentation sehingga hatus berbeda dari tombol, banner, atau unit iklan tradisional dan standar lain. Chaffey (2004) telah menjelajahi dampak dari sponsor pada merek yang lebih tinggi dalam e-newsletter
dibandingkan dengan situs web. Konsumen akan merasa lebih nyaman untuk melihat iklan yang dibuka bersamaan dengan pembukaan email karena dapat melihat sponsorship lebih jelas dibandingkan dengan membuka situs web tertentu. Satu-satunya kekhawatiran adalah bahwa e-newsletter harus dirancang dengan baik.
Kevin et al. (2005) menyimpulkan setelah mempelajari secara rinci tentang perusahaan berbasis internet di Inggris bahwa peran dari e-branding tidak dapat diabaikan dan sebuah penilaian umum dari kepentingan itu timbul sebagai hasil dari analisis kegiatan perusahaan yang bersangkutan. Kebutuhan lain yang
dibutuhkan adalah fokus pada strategi perusahaan yang customer-centric
(menciptakan pengalaman positif konsumen pada titik penjualan dan purna-jual) dan kolaborasi strategi dalam membangun e-brand. Strategi ini harus mencakup distribusi kemitraan, co-branding dan afiliasi yang ada dengan merek secara offline maupun online, kontak e-mail pribadi dan aliansi konten. Perusahaan juga telah meneliti berbagai sarana komunikasi yang digunakan meliputi radio, surat kabar, televisi, majalah, promosi melalui kegiatan perdagangan, hubungan dengan masyarakat, banner, afiliasi program dengan situs lain dan notifikasi dari e-mail pribadi (Shah,Nazir,dan Zaman, 2013).
Singh (2002) telah menyebutkan pentingnya informasi yang akan ditampilkan di website mengenai terlibatnya proses yang berbeda dalam bisnis. Dia menekankan pada perusahaan untuk menampilkan semua informasi tersebut pada website dimana yang diperlukan oleh pelanggan mengenai metode pembayaran yang terlibat dalam menyelesaikan transaksi.
Arwiedya (2011) mendefinisikan promosi online sebagai kegiatan promosi melalui internet seperti hal nya world of mouth online dan social media. Jenis media promosi yang digunakan akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada sebuah online shop. Sebagai contoh, media promosi berbentuk social media
yang saat ini sering digunakan dalam e-promotion adalah instagram, path, facebook, dan twitter.
Adapun Indikator dari e-promotion, yaitu: Tabel 2.1 Indikator E-Promotion Nuseir,Arora, AlMasri & Gharaibeh (2010) Arwiedya (2011) Nuristi (2012) Indikator didalam penelitian ini 1. Kemudahan pencarian 2. Informasi dari konten web 3. Tentang produk/jasa 4. Efektivitas dan cepat 1. Sosial media 2. Word of mouth 3. Memberikan informasi 4. Memberikan pengetahuan tentang produk 1. Dapat menarik perhatian 2. Kemenarikan gambar 3. Memberikan kepercayaan terhadap sumber pesan 4. Informasi yang jelas 1. Mudah dicari 2. Konsep iklan kreatif 3. Penyajian gambar yang menarik 4. Memberika n informasi secara jelas