BAB II LANDASAN TEORI
B. Indikator Pariwisata
Objek pariwisata atau disebut juga dengan destinasi pariwisata pada dasarnya adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, aksesibilitas serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi tujuan kepariwisataan.32
Berbagai aspek yang terdapat dalam pariwisata seperti keberadaan kawasan atau lokasi objek pariwisata, daya tarik wisata, fasilitas yang diberikan. Aksesibilitas dan masyarakat itu sendiri berpengaruh terhadap kelangsungan hidup destinasi pariwisata dan kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Lokasi objek pariwisata atau kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
31
Pitana, Sosiologi Pariwisata, ( Yogyakarta, Andi, 2005), h. 40. 32
Muljadi, Kepariwisataan Dan Perjalanan, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2009), h. 2007.
Lokasi merupakan hal yang penting bagi usaha atau industri tertentu. Pentingnya faktor-faktor lokasi harus sesuai dengan sifat usaha atau industri yang dimasuki seperti industri pariwisata. Umunnya lokasi akan ditentukan oleh:33 1. Jenis usaha yang dijalankan
2. Dekat dengan konsumen atau pasar 3. Dekat dengan bahan baku
4. Ketersediaan tenaga kerja
5. Sarana dan prasarana (transportasi,listrik, dan air). 6. Dekat dengan pusat pemerintahan.
7. Dekat dengan lembaga keuangan 8. Berada di kawasan industri
9. Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan 10. Kondisi adat istiadat, dan sikap masyarakat setempat 11. Hukum yang berlaku di daerah setempat
12. Pertimbangan lainnya
Lokasi merupakan objek fital dalam sebuah industri pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dan untuk berbagai kepentingan salah satunya adalah kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Ada berbagai hal yang dapat
33
disumbangkan dengan adanya lokasi objek pariwisata bagi perekonomian penduduk lokal.34
1. Pendapatan dari usaha atau bisnis pariwisata
Pengeluaran wisatawan secara langsung maupun tidak langung merupakan sumber pendapatan dari berbagai perusahaan, organisasi, atau masyarakat perorangan, yang melakukan usaha di sektor pariwita. Terutama jika usaha tersebut dilakukan sekitar objek pariwisata seperti hotel, restoran, atau jasa-jasa pariwista seperti transportasi, akomodasi, hiburan dan lain-lain yang diperlukan.
2. Penyerapan tenaga kerja
Banyak individu yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Pariwisata merupakan sektor yang tidak bisa berdiri sendiri tetapi memerlukan dukungan dari sektor lain. Baik sektor pariwisata maupun sektor-sektor lain yang berhubungan dengan sektor-sektor pariwisata, tidak dapat dipungkiri merupakan lapangan kerja yang menyerap begitu banyak tenaga kerja.
3. Memacu pengembangan lahan yang kurang produktif
Dalam beberapa kasus, keberadaan pariwisata mampu meningkatkan nilai tanah atau lahan, terlebih bagi lahan pertanian yang subur. Solusinya pembangunan fasilitas pariwisata menyasar daerah atau lahan yang kurang bernilai ekonomi tinggi, kurang produktif, lahan kering dan sejenisnya.
34
Pitana, Ketut Surya Diarta, Pengantar Ilmu Pariwisata ( Yogyakarta, CV, Andi Offset, 2009), h. 186-190.
Hal ini akan membantu perkembangan daerah yang sebelumnya kurang bernilai ekonomi kemudian menjadi lebih bermanfaat dibanding jika harus memakai lahan pertanian yang subur.
4. Penciptaan lapangan kerja tidak hanya terbatas dikota tetapi juga menyebar kepedesaan.
Hal ini dapat terjadi karna sifat industri pariwisata yang fleksibel, yaitu suatu bentuk saha yang tidak hanya dapat dilakukan di daerah perkotaan tetapi juga daerah pedesaan terutam desa-desa yang memiliki potensi wisata dan menjadikannya sebagai desa wisata. Hal ini dapat terjadi karena tidak jarang lokasi objek wisata jauh dari pusat konsentrasi penduduk (kota). Hal ini akan membantu penyebaran konsentrasi penduduk dan lapangan pekerjaan ke wilayah lain.
5. Pemanfaatan fasilitas wisata oleh masyarakat lokal
Wisatawan dan masyarakat lokal sering menggunakan fasilitas untuk berbagai kepentingan. Dalam beberapa kasus keberadaan pariwisata disuatu daerah atau daerah tujuan wisata menjadi perbedaan kritis dari nilai ekonomi fasilitas pariwsata tersebut. Banyaknya wisatawan mendatangkan keuntungan yang cukup besar sehingga fasilitas dapat digratiskan pemanfatannya bagi masyarakat lokal.
Sedangkan daya tarik wisata menurut undang-undang No 10 tahun 2009 adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Wisatawan berkunjung kesuatu tempat karena tertarik oleh sesuatu hal atau sesuatu yang menyebabkan wisatawan datang ke suatu tempat disebut daya tarik atau atraksi wisata. Suatu objek daya tarik wisata pada prinsipnya harus memenuhi tiga persyaratan berikut:35
1. Something to see (ada yang dilihat)
2. Sommething to do (ada kegiatan yang dilakukan) 3. Something to buy (ada yang dibeli)
Untuk mengembangkan daya tarik wisata diperlukan sumber daya pariwisata yang bersifat netral sampai ada campur tangan manusia dari luar untuk mengubahnya agar dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan manusia itu. Dalam konteks pariwisata sumber daya diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai potensi untuk dikembangkan guna mendukung pariwisata baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Depudpar argumentasi tentang sumber daya pariwisata dapat diperluas termasuk berbagai faktor yang tidak tercakup dalam konseptualisai secara tradisional yang tidak selalu dihubungkan dengan sumber daya alam. Salah satu karakteristik dari sumber daya pariwisata
35
adalah dapat dirusak dan dihancurkan oleh pemakaian yang tidak terkendali dan kesalahpahaman.36
Keberadaan daya tarik wisata tidak dapat dipisahkan dari objek wisata. Daya tarik wisata merupakan satu kesatuan dengan objek pariwisata. Dalam beberapa kasus keberadaan daya tarik wisata merupakan alasan dari keberadaan objek pariwisata. Oleh sebab itu daya tarik wisata perlu pengembangan dan manajemen yang baik agar daya tarik wisata yang dapat dimaksimalkan dan menguntungkan baik bagi pemerintah maupun masyarakat karena daya tarik wisata merupakan salah satu unsur yang berkaitan dengan perjalanan wisata dan produk pariwista yang terdapat di daerah tujuan wisata dan menjadi motivasi wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.
Fasilitas dan aksebilitas wisata termasuk didalamnya adalah prasarana dan sarana pariwisata. Prasarana pariwisata adalah semua fasilitas utama atau dasar yang memungkinkan kepariwisataan dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan. Termasuk diantaranya antara lain:37
1. Prasarana perhubungan yang meliputi jaringan jalan raya, jembatan dan terminal bus, rel kreta api dan stasiun, pelabuhan udara (air pot), dan pelabuhan laut (sea port/harbour).
2. Instasi pembangkit listrik dan instansi air bersih.
36
Mankiw, Gregory, Pengantar Ekonomi Jilid 2, ( Jakarta, Erlangga, 2001), h. 130. 37
3. Instansi penyulingan bahan bakar minyak
4. Sistem pengairan atau irigasi untuk kepentingan pertanian, peternakan dan pekerbunan.
5. Sistem perbankan dan moneter
6. Prasarana kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatanmasyarakat 7. Prasarana keamanan, pendidikan dan hiburan.
Sarana pariwisata adalah fasilitas dari pihak pengelola obyek wisata yang memberikan pelayanan kepada wisatawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.