• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.4 Metode Pengumpulan Data

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari Sekolah Dasar tempat penelitian yang meliputi data siswa dan profil SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan.

3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.5.1 Variabel Penelitian

Variabel independen dalam penelitian ini ialah indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam tatanan sekolah yang akan diteliti dalam penelitian ini ialah meliputi cuci tangan pakai sabun (CTPS), mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat dan membuang sampah pada tempatnya, dan ketersediaan fasilitas untuk tatalaksana perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah yang akan diamati dengan menggunakan kuesioner penelitian dan lembar observasi, yang mana indikator yang akan diteliti tersebut diasumsikan memiliki hubungan dengan variabel dependen yakni kejadian penyakit diare pada anak usia sekolah atau siswa di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan.

3.5.2 Defenisi Operasional

Defenisi operasional mengenai masing-masing variabel penelitian adalah sebagai berikut :

1. Umur, yaitu jumlah tahun yang dihitung mulai lahir sampai ulang tahun terakhir responden.

2. Jenis kelamin, yaitu identitas gender yang melekat pada responden yang dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan.

3. Kelas, yaitu tingkat kelas di sekolah responden pada saat ini

4. Penyuluhan PHBS, yaitu apakah responden pernah mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai tatalaksana PHBS di sekolah baik yang dilaksanakan oleh guru maupun petugas kesehatan.

5. Ketersediaan fasilitas untuk PHBS, ialah adanya fasilitas atau sarana yang mendudukng terlaksananya tatanan PHBS di sekolah.

6. Pengetahuan, ialah segala sesuatu yang diketahui responden mengenai PHBS dalam upaya pencegahan terjadinya diare.

7. Sikap, ialah respon atau tanggapan responden mengenai PHBS dalam upaya pencegahan terjadinya diare.

8. Tindakan, ialah perilaku nyata yang dilakukan oleh responden terhadap PHBS dalam upaya pencegahan terjadinya diare.

9. Diare adalah gangguan buang air besar /BAB ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lendir .

3.6 Metode Pengukuran

3.6.1 Metode Pengukuran Variabel Independen

Metode pengukuran variabel independen berdasarkan pada jawaban responden terhadap pertanyaan yang telah disediakan pada kuisioner yang disesuaikan dengan permasalahan yang diteliti.

1. Pengetahuan

Pengukuran variabel pengetahuan siswa mengenai tatanan PHBS di sekolah dihitung berdasarkan 11 (sebelas) pertanyaan dengan alternatif jawaban “Benar”

(bobot nilai 2) , dan “Salah” (bobot nilai 1). Semakin tinggi skor maka semakin baik pengetahuan siswa mengenai tatanan PHBS di sekolah . Nilai maksimal dari keseluruhan skor yaitu 22 poin.

Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai variabel independen yakni pengetahuan siswa mengenai tatanan PHBS di sekolah dapat dikategorikan sebagai berikut (Arikunto, 2006) :

1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60% atau 13-22 2) Kurang Baik : Jika skor yang diperoleh responden < 60% atau 0-12.

2. Sikap

Sikap responden dinilai berdasarkan jumlah nilai yang diperoleh dari jawaban kuisioner dengan jumlah 15 (lima belas) pernyataan yang dibedakan dengan pernyataan positif dan pernyataan. Penilaian sikap positif responden mengenai tatanan PHBS di sekolah didasarkan pada 4 (empat) pilihan jawaban dari skala Likert , yaitu :

 SS (Sangat Setuju) dengan bobot nilai 4;

 S (Setuju) dengan bobot nilai 3;

 TS (Tidak Setuju) dengan bobot nilai 2; dan

 STS (Sangat Tidak Setuju) dengan bobot nilai 1.

Penilaian sikap negatif responden mengenai tatanan PHBS di sekolah didasarkan pada 4 (empat) pilihan jawaban dari skala Likert , yaitu :

 SS (Sangat Setuju) dengan bobot nilai 1;

 S (Setuju) dengan bobot nilai 2;

 TS (Tidak Setuju) dengan bobot nilai 3; dan

 STS (Sangat Tidak Setuju) dengan bobot nilai 4.

Jumlah nilai maksimal yang didapatkan mengenai sikap siswa terhadap tatanan PHBS di sekolah ialah sebanyak 60 poin. Berdasarkan jawaban tersebut, sikap responden kemudian dikategorikan dalam 2 (dua) kategori, yaitu sebagai berikut (Arikunto, 2006) :

1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60% atau 36-60.

2) Kurang Baik : Jika skor yang diperoleh responden < 60% atau 0-35.

3. Tindakan

Tindakan siswa mengenai tatanan PHBS di sekolah dihitung berdasarkan 13 (tiga belas) pertanyaan dengan alternatif jawaban “Selalu” (bobot nilai 3) ,

“Kadang-kadang” (bobot nilai 2) dan “Tidak pernah” (bobot nilai 1). Semakin tinggi skor maka semakin baik tindakan siswa mengenai tatanan PHBS di sekolah . Nilai maksimal dari keseluruhan skor yaitu sebanyak 39 poin.

Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai variabel independen yakni tindakan ibu mengenai tatanan PHBS di sekolah dapat dikategorikan sebagai berikut (Arikunto, 2006) :

1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥60% atau 23-.39.

2) Kurang Baik : Jika skor yang diperoleh responden < 60% atau 0-22.

4. Ketersediaan Fasilitas PHBS

Pengukuran variabel ketersediaan fasilitas PHBS di sekolah dihitung berdasarkan 20 (dua puluh) pertanyaan pada lembar observasi dengan alternatif

jawaban “Ya” (bobot nilai 1) , dan “Tidak” (bobot nilai 0). Semakin tinggi skor maka semakin baik ketersediaan fasilitas PHBS di sekolah . Nilai maksimal dari keseluruhan skor yaitu 20 poin.

Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai variabel ketersediaan fasilitas di sekolah dapat dikategorikan sebagai berikut :

1) Baik : Jika memenuhi semua kriteria/persyaratan yang ditentukan.

2) Kurang Baik : Jika tidak memenuhi semua kriteria/persyaratan yang ditentukan.

3.6.2 Metode Pengukuran Variabel Dependen

Metode pengukuran variabel dependen berdasarkan pada jawaban responden terhadap pertanyaan yang telah disediakan pada kuisioner yang disesuaikan dengan permasalahan yang diteliti. Pengukuran variabel dependen yaitu kejadian diare pada siswa SD Negeri 1 Padangmatinggi Padangsisimpuan dengan pilihan jawaban

“Ya” (bobot nilai 1), dan tidak (bobot nilai 0).

3.7 Metode Pengolahan dan Analisa Data

3.7.1 Metode Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah dengan tahapan sebagai berikut :

1. Editing (Pemeriksaan Data)

Editing dilakukan untuk memeriksa ketepatan dan kelengkapan jawaban

terdapat keluhan maka data harus dilengkapi dengan cara wawancara atau menanyakan kembali jawaban pengisian kuisioner kepada responden.

2. Coding (Pemberian Kode)

Data yang telah terkumpul dan dikoreksi ketepatan dan kelengkapannya kemudian diberi kode oleh peneliti secara manual.

3. Entry (Memasukkan Data)

Data yang akan dimasukkan yakni jawaban-jawaban dari masing-masing pertanyaan yang diajukan pada responden dalam bentuk “kode” (angka atau huruf) yang dimasukkan dalam program atau software statistik komputer. Dalam penelitian ini program statisitik komputer yang dipakai ialah program SPSS (Statistical Product Service Solution).

4. Cleaning (Pembersihan Data)

Cleaning atau pembersihan data yang artinya semua data dari setiap sumber data yang telah selesai dimasukkan, perlu diperiksa kembali untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi kembali.

5. Scoring (Pemberian Skors)

Scoring atau pemberian skors ialah pemberian nilai yang dilakukan oleh peneliti terhadap isian kuisinoner yang diisi oleh responden, pemberian skors terhadap isian kuisioner dilakukan untuk menyesuiakan dengan statistik uji yang akan dipakai dalam penelitian.

3.7.2 Metode Analisa Data

Metode analisa data yang digunkan dalam penelitian ini yaitu :

1. Analisa Univariat, yaitu analisis yang menggambarkan secara tunggal variabel-variabel penelitian baik independen maupun dependen dalam bentuk distribusi frekuensi dan hitungan persentasenya.

2. Analisa Bivariat, yaitu analisis yang digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada siswa di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsisimpuan tahun 2017 dengan menggunakan analisis Uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%

dengan asumsi bahwa data yang dianalisis berupa data kategorik.

BAB IV

HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

SD Negeri 200211 atau yang lebih dikenal dengan SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Lestari Padngmatinggi Kecamatan Padangsidimpuan Selatan kota pada Sidimpun dengan NPSN 10212492. Adapun batas-batas wilayah SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan adalah sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Berbatasan dengan komplek pemukiman masyarakat

 Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Jalan Perintis Kemerdekaan

 Sebelah Timur : Berbatasan dengan lapangan sepak bola

 Sebelah Barat : Berbatasan dengan komplek pemukiman masyarakat

Adapun jumlah siswa/i di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa jumlah siswa yang berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 158 orang (53,4%), dan yang berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 138 orang (46,6%).

4.2 Gambaran Umum Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini ialah siswa SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang memiliki karakteristik tertentu yang berupa umur, jenis kelamin, kelas, pengalaman mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS, serta waktu terakhir mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang. Gambaran umum karakteristik responden dilihat

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Gambaran Umum Karakteristik Responden

Gambaran Umum

Karakteristik Responden Jumlah (n) Persentase (%) Umur

Berdasarkan tabel 4.1 diatas diketahui bahwa gambaran umum karakteristik responden berdasarkan umur sebagian besar responden berada pada rentang usia 11 - 12 tahun yakni sebanyak 44 orang (457,2%) dan responden yang berada pada rentang usia 9 – 10 tahun yakni sebanyak 33 orang (42,8%). Gambaran umum karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden

berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 30 orang (39%). Gambaran umu karakteristik responden berdasarkan kelas, responden yang duduk di kelas IV dan V yakni masing-masing sebanyak 25 orang (32,5%), dan responden yang duduk di kelas VI yakni sebanyak 27 orang (35%).

Gambaran umum karakteristik responden berdasarkan pengalaman mendapatkan penyluhan kesehatan mengani PHBS sebagian besar responden menyatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS yakni sebanyak 45 orang (58,4%), dan responden yang pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS hanya sebanyak 32 orang (41,6%).

Gambaran karakteristik reponden mengenai kapan waktu terakhir mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS yaitu responden yang mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS dalam 1 – 6 bulan yang lalu yakni sebanyak 12 orang (15,6%), kemudian responden yang mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS dalam bulan ini yakni sebanyak 11 orang (14,3%), dan responden yang mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS lebih dari 6 bulan yang lalu yakni sebanyak 9 orang (11,7%).

4.3 Gambaran Pengetahuan Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Pengetahuan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

No. Pengetahuan Responden terhadap PHBS

Yang harus dilakukan sebelum makan ialah mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang bersih serta mengalir

36 46,8 41 53,2 77 100

2

Cara mencuci tangan yang benar ialah menggosok telapak tangan serta punggung tangan serta embersihkan sela-sela jari serta kuku jari tangan

40 51,9 37 48,1 77 100

3

Alasan kenapa tidak boleh membuang sampah sembarangan ialah agar lingkungan sekolah bersih dan rapi dan tidak terdapat sarang nyamuk di sekolah

43 55,8 34 44,2 77 100

4

Yang dimaksud dengan sampah ialah segala sesuatu yang dibuang karena sudah tidak ada manfaatnya bergizi serta tidak menyebabkan penyakit

Seharusnya buang air besar/buang air kecil ketika berada di sekolah ialah di jamban sekolah setelah bermain dan ke kamar mandi

40 51,9 37 48,1 77 100

11

Waktu untuk membuang sampah sebiknya ialah setiap hari walaupun tempat sampah belum penuh

52 67,5 25 32,5 77 100

Berdasarkan tabel 4.2 diatas diketahui bahwa pengetahuan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang sudah dianggap baik yaitu sebagian besar responden yakni sebanyak 56 orang responden (72,7%) sudah mengetahui bahwa seharusnya buang air besar/buang air kecil ketika berada di sekolah ialah di jamban sekolah, kemudian sebanyak 54 orang responden (80.1%) sudah mengetahui bahwa seharusnya membuang sampah di tempat sampah, dan sebanyak 52 responden (67,5%) sudah mengetahui bahwa waktu untuk membuang sampah sebiknya ialah setiap hari walaupun tempat sampah belum penuh.

Sedangkan pengetahuan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang masih dinilai kurang baik dan perlu ditingkatkan yaitu bahwa hanya 36 orang responden (46,8%) yang sudah mengetahui bahwa yang harus dilakukan sebelum makan ialah mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang bersih serta mengalir, kemudian hanya ada sebanyak 34 orang responden (44,2%) yang sudah mengetahui bahwa yang dimaksud dengan sampah ialah segala sesuatu yang dibuang karena sudah tidak ada manfaatnya, dan hanya ada sebanyak 28 orang responden (36,4%) yang sudah mengetahui bahwa jamban adalah tempat buang air besar/buang air kecil yang harus memenuhi persyaratan kesehatan.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pengetahuan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan, maka kategori pengetahuan responden dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut :

Tabel 4.3 Distribusi Frekunesi Kategori Pengetahuan Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Kategori Pengetahuan

Responden Jumlah (n) Persentase (%)

Baik 26 33,8

Kurang Baik 51 66,2

Total 77 100

Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden yakni sebanyak 51 orang responden (66,2%) memiliki pengetahuan terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori yang kurang baik, dan hanya ada sebanyak 26 orang responden (33,8%) memiliki pengetahuan terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori baik.

4.4 Gambaran Sikap Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Gambaran sikap responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini :

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Gambaran Sikap Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

No

. Sikap Responden terhadap PHBS

Jawaban

Penting untuk membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat di sekolah

44 57,1 12 15,6 12 15,6 9 11,7

2 PHBS hanya perlu dilakukan di

lingkungan sekolah saja 18 23,4 17 22,1 32 41,6 10 13,0 3 Sebelum makan harus mencuci tangan

terlebih dahulu 46 59,7 15 19,5 7 9,1 9 11,7

4 Mencuci tangan sebelum makan tidak

dapat mencegah terkena penyakit diare 22 28,6 28 36,4 17 22,1 10 13,0 5 Mencuci tangan menggunakan air

mengalir dan sabun 30 39,0 20 26,0 14 18,2 13 16,9 6 Tidak mencuci tangan sebelum makan

dapat menyebabkan penyakit diare 29 37,7 19 24,7 12 15,6 17 22,1

Sampah yang bertumpuk tidak menyebabkan masalah kesehatan apapun

3 3,9 8 10,4 22 28,6 44 57,1

11 Tidak masalah bila jajan sembarangan

di sekolah 20 26,0 6 7,9 27 35,1 24 31,2

12 Jajan sembarangan menimbulkan

penyakit seperti diare 27 35,1 23 29,9 17 22,1 10 13,0 13 Buang air besar/air kecil harus di

jamban 32 41,6 14 18,2 16 20,8 15 19,5

14 Boleh buang air besar/kecil di

sembarang tempat 21 27,3 15 19,5 9 11,7 32 41,6 15 Setelah menggunakan jamban harus

17 22,1 34 44,2 15 19,5 11 14,3

Berdasarkan tabel 4.4 diatas diketahui bahwa sikap responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang sudah dianggap baik yaitu sebagian besar responden yakni sebanyak 46 orang responden (59,7%) menyatakan sangat setuju bahwa sebelum makan harus mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian sebanyak 44 orang responden (57,1%) menyatakan sangat setuju bahwa penting untuk membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, dan sebanyak 40 responden (51,9%) menyatakan sangat bahwamMembuang sampah harus di tempat sampah.

Sedangkan sikap responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang masih dinilai kurang baik dan perlu ditingkatkan yaitu bahwa hanya ada 27 orang responden (35,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwajajan sembarangan menimbulkan penyakit seperti diare, kemudian hanya ada 22 orang responden (28,6%) yang menyatakan sangat setuju bahwa mencuci tangan sebelum makan tidak dapat mencegah terkena penyakit diare, dan hanya ada sebanyak 17 orang responden (22,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa setelah menggunakan jamban harus disiram dengan air yang cukup.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap sikap responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan, maka kategori sikap responden dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut :

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Kategori Sikap Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Kategori Sikap

Responden Jumlah (n) Persentase (%)

Baik 24 31,2

Kurang Baik 53 68,8

Total 77 100

Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden yakni sebanyak 53 orang responden (68,8%) memiliki sikap terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori yang kurang baik, dan hanya ada sebanyak 24 orang responden (31,2%) memiliki sikap terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori baik.

4.5 Gambaran Tindakan Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Gambaran tindakan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini : Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Gambaran Tindakan Responden terhadap

PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

No

5 Mengikuti jadwal piket membersihkan

kelas 41 53,2 30 39,0 6 7,8 77 100

6 Membuang sampah pada tempat

sampah yang tersedia di sekolah 31 40,3 42 54,5 4 5,2 77 100 7 Mempergunakan jamban sekolah untuk

buang air besar dan kecil 29 37,7 30 39,0 18 23,4 77 100 8 Menyiram jamban dengan air bersih

setiap selesai menggunakannya 37 48,1 34 44,2 6 7,8 77 100 9 Mengikuti jam olahraga disekolah 53 68,8 23 39,9 1 1,3 77 100 10 Mengikuti ekstrakulikuler olahraga

(renang, bulutangkis, dan lain-lain) 27 35,1 34 44,2 16 20,8 77 100

Berdasarkan tabel 4.4 diatas diketahui bahwa tindakan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang sudah dianggap baik yaitu sebagian besar responden yakni sebanyak 53 orang responden (68,8%) menyatakan bahwa selalu mengikuti jam olahraga disekolah, kemudian sebanyak 41 orang responden (53,2%) menyatakan bahwa selalu mencuci tangan sebelum makan serta selalu mengikuti jadwal piket membersihkan kelas, dan sebanyak 37 responden (48,1 %) bahwa selalu menyiram jamban dengan air bersih setiap selesai menggunakannya.

Sedangkan tindakan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang masih dinilai kurang baik dan perlu ditingkatkan yaitu bahwa hanya ada 27 orang responden (35,1%) yang menyatakan

lain), kemudian hanya ada 24 orang responden (31,2%) yang menyatakan bahwa selalu mencuci tangan setelah bermain, dan hanya ada sebanyak 7 orang responden (9,1%) yang menyatakan bahwa selalu membawa bekal makanan dari rumah ke sekolah.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap tindakan responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan, maka kategori tindakan responden dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut :

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Kategori Tindakan Responden terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan Kategori Tindakan

Responden Jumlah (n) Persentase (%)

Baik 25 32,5

Kurang Baik 52 67,5

Total 77 100

Berdasarkan tabel 4.7 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden yakni sebanyak 52 orang responden (67,5%) memiliki tindakan terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori yang kurang baik, dan hanya ada sebanyak 25 orang responden (32,5%) memiliki tindakan terhadap PHBS di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dalam kategori baik.

4.6 Gambaran Ketersediaan Fasilitas Sanitasi Dasar Sekolah di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padang Sidimpuan

Gambaran ketersediaan fasilitas sanitasi dasar sekolah di SD Negeri 1 Padangmtinggi kota Padangsidimpuan dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Hasil Observasi Fasilitas Sanitasi Dasar Sekolah di SD Negeri 1 Padangmtinggi Kota Padang Sidimpuan

No. VARIABEL YANG DIPERIKSA Ya Tidak

1. AIR BERSIH Nilai

1) Tersedia air bersih 15 liter/orang/hari 2) Air tidak berasa

3) Air tidak bewarna 4) Air tidak berbau

5) Jarak sarana air bersih dengan sumber pencemaran (sarana pembuangan air limbah, septic tank, tempat Pembuangan akhir) minimal 10 meter dari sumber akhir

0

1) Letak jamban terpisah dari ruang kelas/ruang UKS/ ruang guru/ perpustakaan/ ruang bimbingan/ konseling.

2) Jamban terpisah antara laki-laki dan perempuan

3) Proporsi jumlah wc/urinoir adalah 1 wc/urinoir untuk 40 siswa dan 1 wc untuk 25 siswi

4) Jamban dalam keadaan bersih

5) Lantai jamban tidak ada genangan air

6) Tersedia lobang penghawaan yang langsung berhubungan dengan udara luar

3. SARANA PEMBUANGAN SAMPAH Nilai

1) Tiap ruangan tersedia tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup

2) Tersedia tempat pengumpulan sampah sementara dari

seluruh ruangan untuk memudahkan

pengangkutan/pemusnahan sampah

3) Jarak tempat pembuangan sampah sementara dengan ruangan kelas berjarak minimal 10 meter

0

4. SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL) Nilai 1) Tersedia saluran pembuangan air limbah

2) Saluran pembuangan air limbah terbuat dari bahan kedap air 3) Saluran pembuangan air limbah tertutup

4) Keberadaan SPAL tidak mencemari lingkungan 5) Saluran pembuangan air limbah air mengalir lancar

1

Total Nilai Keseluruhan 8 11

Berdasarkan tabel 4.8 tersebut diketahui bahwa berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa fasilitas sanitasi dasar sekolah di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang berupa ketersediaan air bersih dengan ketentuan atau kriteria yang telah memenuhi persyaratan ialah air tidak berasa dan tidak berbau, dan yang belum memenuhi persyaratan ialah tidak tersedia air bersih 15 liter/orang/hari, air memiliki rasa yang asin, dan jarak sarana air bersih dengan sumber pencemaran (sarana pembuangan air limbah, septic tank, tempat Pembuangan akhir) kurang dari 10 meter dari sumber akhir.

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa fasilitas sanitasi dasar sekolah di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang berupa jamban dengan ketentuan atau kriteria yang telah memenuhi persyaratan ialah letak jamban terpisah dari ruang kelas/ruang UKS/ ruang guru/ perpustakaan/ ruang bimbingan/

konseling, jamban terpisah antara laki-laki dan perempuan, lantai jamban tidak ada genangan air, dan tersedia lobang penghawaan yang langsung berhubungan dengan udara luar, sedangkan yang belum memenuhi persyaratan ialah proporsi jumlah wc/urinoir belum memenuhi ketentuan 1 wc/urinoir untuk 40 siswa dan 1 wc untuk 25 siswi, jamban dalam keadaan yang kurang bersih, dan bak penampung air menjadi tempat perindukan nyamuk dengan ditemukan adanya jentik nyamuk di dalam bak penampung air.

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa fasilitas sanitasi dasar sekolah di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang berupa sarana pembuangan sampah dengan ketentuan atau kriteria yang telah memenuhi persyaratan ialah tersedia tempat pengumpulan sampah sementara dari seluruh

ruangan untuk memudahkan pengangkutan/pemusnahan sampah, sedangkan yang belum memenuhi persyaratan ialah tiap ruangan tidak tersedia tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan jarak tempat pembuangan sampah sementara dengan ruangan kelas berjarak kurang dari 10 meter.

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa fasilitas sanitasi dasar sekolah di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang berupa sarana pembuangan air limbah (SPAL) dengan ketentuan atau kriteria yang telah memenuhi persyaratan ialah tersedia saluran pembuangan air limbah, sedangkan yang belum memenuhi persyaratan ialah tiap saluran pembuangan air limbah tidak terbuat dari bahan kedap air, saluran pembuangan air limbah tidak tertutup, keberadaan SPAL tmencemari lingkungan, dan saluran pembuangan air limbah air mengalir lancar. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa fasilitas sanitasi dasar di SD Negeri 1 Padangmatinggi kota Padangsidimpuan yang dinilai berdasarkan ketersediaan air bersih, jamban, saranah pembuangan sampah dan air limbah masih dalam kategori yang belum baik karena belum memenuhi seluruh kriteria atau persyaratan yang ditentukan.

4.7 Gambaran Kejadian Diare pada Siswa di SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap kejadian diare padasiswa SD Negeri 1 Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan, maka kejadian diare tersebut dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut :