pada tahun 2017 hanya terealisasi 6,72%.
capaian kinerja Indikator Pertama disebabkan oleh :
Persentase Penanganan Sampah adalah Perbandingan antara Jumlah Sampah di Luwu Utara dengan Jumlah Sampah yang ditangani Oleh Dinas Lingkungan Hidup
Dari 225,40 Ton Jumlah Sampah yang diproduksi di Luwu Utara perhari hanya 15,14 Ton perhari Jumlah sampah yang dapat ditangani Oleh Dinas LH (6,7%).
Keadaan ini disebabkan oleh Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) tidak jalan karena kesadaran masyarakat yang masih rendah.
Solusi
Mengoptimalkan peran bank Sampah yakni mengaktifkan bank Sampah Induk “Pintar”. Dimulai pada bulan Agustus Tahun 2017 Bank Sampah Induk Pintar telah mereduksi Sampah Sebanyak 6,587 Ton (0,05 Ton perhari) atau mencapai 0.02 % dari Produksi Sampah 2) Indikator Kedua, (Persentase Ketersediaan Sarana & Prasarana
Pengelolaan Sampah) menunjukkan pada tahun 2017 Persentase Ketersediaan Sarana dan Prasarana Persampahan hanya Mencapai 48,45% atau Tumbuh 1,45% dari capaian tahun 2016 (47%).
capaian kinerja Indikator Kedua disebabkan oleh :
Terbatasnya Alokasi anggaran APBD.
Status Kepemilikan Lahan TPA Desa Meli Kec. Baebunta yang tidak jelas sehingga menyulitkan pengembangan Sarana dan prasarana
Solusi
Memanfaatkan Sumber lain untuk melengkapi sarana dan prasarana yang minim yakni dengan memanfaatkan CSR Pihak Ketiga.
Tahun 2017 Dinas LH mendapat bantuan 7 unit Kendaraan Pengangkut sampah beroda Tiga dari Bank Sulselbar.
3) Indikator Ketiga, (Persentase Pemrakarsa Usaha/Kegiatan yang Taat terhadap Pengelolaan Limbah B3) menunjukkan pada tahun 2017 tidak dapat terukurnya indikator tersebut.
capaian kinerja Indikator ketiga disebabkan oleh :
Pada tahun 2017 Dinas LH haya melakukan Inventarisasi Usaha atau kegiatan Penghasil Limbah B3.
Kapasitas Pegawai Dalam Melakukan Pembinaan Pengelolaan Limbah B3 yang masih minim.
Solusi
Akan mengikutkan pegawai yang menangani Limbah B3 dalam Bimbingan teknis atau pelatihan pengelolaan Limbah B3.
3.1.1.6. Sasaran 6
Tabel 3.6
Analisis Capaian Sasaran 6 Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Lokasi yang dipulihkan Kualitasya hanya 15% yang terealisasi dengan capaian kinerja mencapai 73.33%. dan tingkat capaian Renstra mencapai 14,67%.
Nilai capaian sasaran ke 6 disebabkan oleh :
Dari Total 15 Lokasi kegiatan hanya 11 Lokasi yang terealisasi.
Kegiatan pemulihan kualitas Lingkungan yang terealisasi adalah Pengadaan Biogas di Desa Sukamaju Kecamatan Sukamaju dan Desa Dandang Kecamatan Sabbang (2 Lokasi), Penyaluran Bibit Tanaman
yaitu Bibit Mangrove di Poreang dan Takalalla, Bibit Uru di Desa Malimbu, desa Tandung dan desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang (5 Lokasi), Pembinaan Adiwiyata di SMKN 2 Luwu Utara, SMAN 4 Luwu Utara, SDN 042 Buntu terpedo dan SMPN 1 Masamba (4 Lokasi).
Kegiatan pemulihan kualitas Lingkungan yang tidak terealisasi Adalah Bantuan Peralatan Bank Sampah (4 Lokasi).
Tidak terealisasinya kegiatan tersebut diakibatkan Minimnya kapasitas manajemen pegawai dalam mengelola kegiatan tersebut, selain itu juga karena kurangnya koordinasi dalam bekerja.
Terdapat kendala yang cukup siginikan dalam upaya meningkatkan Kualitas LH, minimnya Kapasitas Pegawai LH dalam Melakukan Upaya Peningkatan Kualitas LH terutama tidak adanya Pejabat fungsional tertentu yakni Pejabat Pengendali Dampak Lingkungan di Kabupaten Luwu Utara yang memiliki Wewenang dan Kapasitas dalam upaya meningkatkan Kualitas LH
Solusi yang Akan dilakukan yakni mengikutsertakan pegawai dalam pelatihan dan bimbingan teknis terkait dengan upaya meningkatkan Kualitas LH, selain itu juga mengusulkan agar Kabupaten Luwu Utara Memiliki Pejabat Pengendali Dampak Lingkungan.
3.1.1.7. Sasaran 7
Tabel 3.7
Analisis Capaian Sasaran 7
Meningkatnya Kapasitas Laboratorium Lingkungan Hidup & Unit Pengelolaan Sampah
Indikator
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Persentase Evaluasi Persyaratan Teknis dan Manajemen Laboratorium pada tahun 2017 mencapai 30.95%, hal ini menunjukkan pada tahun 2017 terjadi penurunan Tingkat Capaian Kinerja yang hanya mencapai 77,38% sementara pada tahun 2016 mencapai 99.84% dan secara jelas menunjukkan bahwa perkembangan laboratorium tidak berjalan.
Tidak berkembangnya pengelolaan Laboratorium disebabkan oleh :
Masih bergabungnya Sekretariat dinas LH di Gedung Laboratorium sehingga menyebabkan Pengelolaan Laboratorium terbatas.
Kapasitas Pengelola Laboratorium masih minim.
Solusi yang diusahakan :
Mengusulkan agar Sekretariat dinas LH agar pindah dari gedung Laborataorium
Mengusul untuk membentuk UPTD Laboratorium Lingkungan.
3.1.1.8. Sasaran 8
Tabel 3.8
Analisis Capaian Sasaran 8
Meningkatnya Jumlah Koleksi Spesies Endemik terkategori Langka
Indikator
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Tabel diatas menunjukkan bahwa capaian kinerja Sasaran 8 pada Tahun 2017 tidak mencapai target yang diharapkan (40 %) sementara itu Dari tingkat Capaian Renstra hanya bernilai 10,53%.
Tidak terpenuhinya Target Capaian Sasaran 8 disebabkan oleh :
Dari target 5 Spesies endemik Luwu Utara yang terinventarisasi hanya 2 Spesies Endemik Sulawesi yang ditemukan hal ini disebabkan karena
kurangnya alokasi anggaran yang disediakan untuk memenuhi target tersebut.
2 Spesies Endemik ini ditemukan di Hutan Lindung Sarambu Alla melalui kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem.
2 Speies tersebut adalah Lithocarpus celebica (Miq.) Rehder bahasa lokalnya Palli dan Antidesma celebica bahasa lokalnya Aropi.
3.1.1.9. Sasaran 9
Tabel 3.9
Analisis Capaian Sasaran 9
Meningkatnya Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim
Indikator Kinerja Sasaran
Satuan
Tahun 2016
Capaian Kinerja
Tahun 2016
Tahun 2017
Capaian Kinerja
Tahun 2017
Capaian Kinerja Renstra (2021)
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat Capaian Kinerja Renstra
1 2 3 4 5 = 4 / 3 6 7 8 = 7 / 6 9 10 11 = 10 /
9 Persentase
Desa/kelurahan yang
menerapkan konsep Program Kampung Iklim (Proklim)
Persen - - 0.00% 60 120.00 200.00% 100 120.00 120.00%
Capaian kinerja Sasaran 9 pada Tahun 2017 Jauh melampaui Target yang ditetapkan (200%) sementara Tingkat Capaian Kinerja Renstra Juga Telah Melampaui dari target yang ditetapkan (120%).
Terlampaunya Target Capaian Kinerja Sasaran 9 disebabkan oleh :
Dari target 3 desa pada tahun 2017 Yang menerapkan konsep Program Kampung Iklim (Proklim), terdapat 6 Desa yang terinventarisir menerapkan Program Kampung Iklim.
Desa tersebut adalah Desa Tandung Kecamatan Sabbang, Desa Malimbu Kecamatan Sabbang, Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang, Desa Komba Kecamatan Rongkong, Desa Kanandede Kecamatan Rongkong, dan Desa Pengkendekan Kecamatan Rongkong
Desa tersebut merupakan Lokus dari kegiatan Konsorsium OWT-Waslit yang menerapkan upaya-upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.
Selain itu pada Tahun 2017 Dinas LH melakukan Pembinaan Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di 3 Desa Terpadu Mandiri yakni Desa Sukaraya Kecamatan Bone-bone, Desa Wonokerto Kecamatan Sukamaju dan Desa Mario Kecamatan Baebunta.
3.1.1.10. Sasaran 10
Tabel 3.10
Analisis Capaian Sasaran 10
Meningkatnya Proporsi RTH Publik Dalam wilayah Perkotaan (Urban Areal)
Indikator Kinerja Sasaran
Satuan
Tahun 2016
Capaian Kinerja
Tahun 2016
Tahun 2017
Capaian Kinerja Tahun
2017
Capaian Kinerja Renstra (2021)
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat Capaian Kinerja Renstra
1 2 3 4 5 = 4 / 3 6 7 8 = 7 / 6 9 10 11 = 10 /
9
Persentase RTH Publik Yang dipelihara
Persen 11.11 11.11 99.99% 78 111.11 142.86% 100 111.11 111.11%
Capaian kinerja Sasaran 10 pada Tahun 2017 melampaui Target yang ditetapkan (124.86%) dibandingkan dengan Capaian Kinerja Tahun 2016 juga lebih tinggi, sementara Tingkat Capaian Kinerja Renstra Juga Telah Melampaui dari target yang ditetapkan (111.11%).
Terlampaunya Target Capaian Kinerja Sasaran 10 disebabkan oleh :
Pada Tahun 2017 meningkatnya Status Organisasi dari kantor menjadi dinas membuat seluruh penanganan Pemeliharaan RTH Publik menjadi kewenangan Dinas LH. Hal ini menjelaskan mengapa target antara tahun 2016 (11,11%) meningkat drastis (78%) pada Tahun 2017, dimana pada tahun 2016 ditargetkan hanya median jalan yang terpelihara sementara pada tahun 2017 ditargetkan 7 RTH Publik yang terpelihara..
Dari target 7 RTH Publik yang dipelihara pada tahun 2017, terdapat 10 RTH Publik Yang terpelihara.
RTH Publik tersebut antara lain Taman Sulikan, Taman Pintar, Taman Kota, Taman Arjuna, Taman Pasar Sentral Masamba, Taman Tugu Masamba Affair, Taman Siswa, Tugu Coklat, Median Jalan Dalam Kota Masamba, dan Taman Tugu Batas Luwu Utara - Luwu di Desa Mari-mari Kecamatan Sabbang.
Secara keseluruhan Taman tersebut dalam kondisi baik, hanya taman Arjuna yang kurang baik dikarenakan personel yang kurang serta kondisi tanah di Taman Arjuna yang tdak bagus (Lapisan Kerikil) dan tidak memiliki sistem drainase yang baik.
3.1.1.11. Sasaran 11
Tabel 3.11
Analisis Capaian Sasaran 11
Meningkatnya Role Model Sikap dan Perilaku hidup masyarakat yang Peduli terhadap Alam dan Lingkungan
Indikator Kinerja
Sasaran Satuan
Tahun 2016
Capaian Kinerja
Tahun 2016
Tahun 2017
Capaian Kinerja
Tahun 2017
Capaian Kinerja Renstra (Tahun 2021)
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat Capaian Kinerja Renstra
1 2 3 4 5 = 4 / 3 6 7 8 = 7 / 6 9 10 11 = 10 /
9
Persentase Kader
Lingkungan Persen - - 0.00% 33.33 33.33 100.00% 100 33.33 33.33%
Indikator Kinerja
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Sasaran ke 11 memuat 3 Indikator Kinerja yang akan diukur capaiannya yakni.
1) Indikator Pertama (Persentase Kader Lingkungan) capaiannya memenuhi target.
capaian kinerja Indikator Pertama disebabkan oleh :
Pada Tahun 2017 Diselenggarakan Pelatihan Kader Lingkungan bagian Hulu Sungai yang bertujuan agar kelestarian ekosistem sungai dan daerah Tangkapan air dapat terjaga.
Pelatihan tersebut diikuti 25 orang calon Kader.
25 Calon Kader Lingkungan tersebut merupakan orang-orang pilihan berjiwa lingkungan yang berdomisili di Desa yang berada di bagian Hulu Sungai.
2) Indikator Kedua, (Persentase Organisasi Masyarakat Peduli Lingkungan Yang yang terlibat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan LH) capaian kinerja pada tahun 2017 jauh melampaui target yang ditetapkan (250%) bahkan melampaui target akhir renstra (125%)
capaian kinerja Indikator Kedua disebabkan oleh :
Pada tahun 2017 terdapat 5 Lembaga Swadaya Masyarakat yang melakukan upaya perlindungan dan pengelolaan LH melebihi target 2 Lembaga yang ditetapkan.
Lembaga tersebut adalah (1) Kelompok Peduli Konservasi Katapang desa Poreang yang hingga saat ini telah melakukan penanaman Mangrove di Dusun Katapang Desa Poreang Kecamatan Tanalili, (2) LSM Waslit berkolaborasi dengan OWT telah melakukan Rehabilitasi Hutan di Desa Tandung Kecamatan Sabbang dengan melakukan penanaman Tanaman Uru seluas + 1,5 Hektar selain itu salah satu kader Lingkungan adalah Pengurus LSM Waslit, (3) KPA Pals Sabbang dua orang anggotanya adalah Kader Lingkungan, (4) KPA Respala Baebunta dua orang anggotanya adalah Kader Lingkungan, (5) KPA Compak Desa Baloli salah satu anggotanya adalah Kader Lingkungan.
3) Indikator Ketiga, (Persentase Inovator Lingkungan) pada tahun 2017 menunjukkan tidak terpenuhinya target capaian.
Tidak tepenuhinya capaian kinerja Indikator ketiga disebabkan oleh :
Tidak dilakukannya Inventarisasi dan verifikasi terkait dengan inovator Lingkungan.
Terbatasnya jumlah Pegawai dalam seksi pelaksana kegiatan sehingga menyebabkan pelaksanaan sasaran tersebut tidak terealisasi.
Solusi
Menggandeng perangkat desa dan stakeholder lain dalam Melakukan Inventarisasi dan verifikasi.
Mengatur jadwal kegiatan berdasarkan Skala Prioritas.
Memberdayakan kader lingkungan
3.1.1.12. Sasaran 12
Tabel 3.12
Analisis Capaian Sasaran 12
Meningkatnya Jumlah Sekolah Peduli Lingkungan
Indikator
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Capaian kinerja Sasaran 12 memenuhi Target yang ditetapkan pada Tahun 2017 (100.00%), sementara Tingkat Capaian Kinerja Renstra Juga Telah mencapai 20%.
Target Capaian Kinerja Sasaran 12 terpenuhi disebabkan oleh :
Pada Tahun 2017 dari hasil inventarisasi dan verifikasi terbatas terdapat 4 Sekolah yang layak dinominasikan untuk mengikuti Kompetisi Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi.
4 Sekolah tersebut yakni SDN 012 Buntu Terpedo, SMPN 1 Masamba, SMAN 3 Luwu Utara dan SMKN 2 Luwu Utara.
Sepanjang tahun 2017 4 sekolah tersebut dibina dalam rangka pemenuhan kriteria-kriteria sekolah Adiwiyata.
Terdapat beberapa Kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini, diantaranya :
Keterbatasan personil membuat tidak semua sekolah yang dapat diinventarisasi dan diverifikasi
Lemahnya Sinergitas Antar perangkat daerah
Solusi yang akan dilakukan, diantaranya :
Memperkuat Sinergitas antara Dinas LH, Dinas Pendidikan dan Departemen Agama sehingga Optimalisasi Pembinaan Sekolah Adiwiyata dapat tercapai.
Mengikutsertakan sekolah-sekolah dalam pelatihan dan bimbingan teknis terkait dengan Soklah Adiwiyata.
3.1.1.13. Sasaran 13
Tabel 3.13
Analisis Capaian Sasaran 13
Meningkatnya Upaya Pembuatan, Pelaksanaan serta Pembinaan Peraturan di bidang LH.
Indikator
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Capaian kinerja Sasaran 13 memenuhi Target yang ditetapkan pada Tahun 2017 (100.00%), sementara Tingkat Capaian Kinerja Renstra Juga Telah mencapai 18,18%.
Terpenuhinya Target Capaian Kinerja Sasaran 13 disebabkan oleh :
Telah disusunnya 4 Rancangan Peraturan Bupati pada tahun 2017, yaitu,
1) Rancangan Peraturan Bupati Tentang Tata Laksana Perizinan Dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, 2) Rancangan Peraturan Bupati Tentang Perlindungan Pohon Di Ruang
Terbuka Hijau Publik,
3) Rancangan Peraturan Bupati Tentang Penetapan Kelas Air Sungai Masamba,
4) Rancangan Peraturan Bupati Tentang Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day)
Beberapa kendala yang dihadapi diantaranya budaya literasi pegawai yang masuk dalam tim penyusun masih minim, koordinasi tim yang tidak maksimal, masih adanya ego sektoral.
Solusi yang diupayakan adalah penguatan leadership sehingga penyusunan Rancangan peraturan bupati menjadi kerja bersama.
3.1.1.14. Sasaran 14
Tabel 3.14
Analisis Capaian Sasaran 14
Meningkatnya Upaya Pengawasan dan Pembinaan Terhadap Pelaksanaan Izin Lingkungan.
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Tingkat
Capaian kinerja Sasaran 14 memenuhi Target yang ditetapkan pada Tahun 2017 (100.00%), sementara Tingkat Capaian Kinerja Renstra Juga Telah mencapai 23,81%.
Target Capaian Kinerja Sasaran 14 terpenuhi disebabkan oleh :
Terdapat 5 Lokus Kegiatan yang diawasi pelaksanaan kegiatannya terkait dengan lingkungan.
Hasil pengawasan menunjukkan bahwa rata-rata Kegiatan tersebut