• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

C. Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) 1. Pengertian Soal HOTS

2. Indikator Soal HOTS

Anderson berpendapat bahwa proses berpikir tinggi dalam Taksonomi Bloom disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 2.1 Indikator Proses Berpikir Tinggi42

Proses Berpikir Indikator Kata Kerja

Operasional (KKO) HOTS Creating a. Membuat generalisasi

suatu ide

b. Merancang cara untuk memecahkan masalah c. Mengorganisasikan

unsur-unsur atau bagian baru yang belum ada sebelumnya a. Mengembangkan b. Menulis c. Mengkontruksi d. Mendesain e. Mengkreasi f. Memformulasikan

Evaluating a. Memberikan penilaian terhadap gagasan, solusi dan metodologi

menggunakan kriteria yang sesuai untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya a. Menilai b. Menyanggah c. Memutuskan d. Memilih e. Mendukung

42Basuki, I. & Hariyanto. Asesmen Pembelajaran. (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. 2016), 12 - 14

b. Menyusun hipotesis, mengkritik dan melakukan pengujian c. Menerima atau menolak

pernyataan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

Analyzing a. Menganalisis informasi baru dan untuk

mengenali pola atau hubungannya b. Membedakan faktor

penyebab atau akibat dari masalah yang rumit c. Mengidentifikasi/merum uskan pertanyaan a. Memeriksa b. Membandingkan c. Menguji d. Mengkritisi

MOTS Applying Menggunakan informasi pada domain berbeda

a. Menggunakan b. Mengoperasikan c. Mendemontrasikan d. Mengilustrasikan

Understanding Menjelaskan ide atau

konsep

a. Menerima b. Menjelaskan c. Mengklasifikasikan d. Melaporkan

LOTS Remembering Mengingat kembali a. Mengingat b. Menirukan c. Mengulangi d. Mendaftar

Anderson menyatakan bahwa dimensi berpikir soal HOTS tidak hanya berada pada dimensi faktual, konseptual dan prosedural saja, tetapi sudah mencapai dimensi metakognitif. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan dalam menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menemukan metode baru, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah yang tepat, berpendapat dan mengambil keputusan yang tepat. Berikut disajikan tabel ranah soal HOTS jika dilihat dari dimensi pengetahuan.

Tabel 2.2 Dimensi Pengetahuan T he K now le dge D im ent ion

Metakognitif HOTS (Higher

Order Thinking Skills) Prosedural Konseptual Faktual C1 C2 C3 C4 C5 C6 Taxonomy Bloom D. Gender

Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu “genus”, berarti tipe atau jenis. Gender adalah sifat atau perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya, sehingga gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (tren) dan tempatnya.43 Gender digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari sudut non biologis.44 Beberapa peneliti percaya bahwa pengaruh gender dalam matematika karena adanya perbedaan biologis dalam otak anak laki-laki dan perempuan yang diketahui melalui observasi.45 Perbedaan jenis kelamin, sosial dan budaya mempunyai pengaruh kuat dalam pembelajaran matematika.46 Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan terhadap ketrampilan pemecahan masalah.47

43Zubaidah amir, “Pengaruh Perbedaan Gender Dan Keterampilan Kerja Terhadap

Produktivitas pada Pt. Pilbara Insulation Southeast Asia”, Marwah, Vol. Xii No. 1 (2013), 18

44J. Arbain, N. Azizah, and I. N. Sari. “Pemikiran Gender Menurut Para Ahli : Telaah atas

Pemikiran Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Engineer, dan Mansour Fakih,” SAWWAH, vol. 11,

no. 1, 2015, pp. 75–94

45S. C. Dilla, W. Hidayat, and E. E. Rohaeti. “Faktor Gender dan Resiliensi dalam

Pencapaian Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA,” vol. 2, no. 1, 2018 pp. 129–136

46Keitel. “Social Justice and Mathematics Education Gender , Class , Ethnicity and the

Politics of Schooling,” vol. 33, no. 6, 2011, pp. 187-191

47M. Ambarawati, Mardiana, and S. Subanti. “Profil Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas

Perbedaan jenis kelamin tidak lagi hanya berkaitan dengan masalah biologis saja tetapi kemudian berkembang menjadi perbedaan kemampuan antara laki dan perempuan. Krutetski menjelaskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam belajar matematika sebagai berikut:48

a. Laki-laki lebih unggul dalam penalaran, perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir. b. Laki-laki memiliki kemampuan matematika dan mekanika yang lebih baik daripada perempuan, perbedaan ini tidak nyata pada tingkat sekolah dasar akan tetapi menjadi tampak lebih jelas pada tingkat yang lebih tinggi.

Sementara Maccoby dan Jacklyn mengatakan laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kemampuan antara lain perempuan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi daripada laki-laki, laki-laki lebih unggul dalam kemampuan visual spatial daripada perempuan, laki-laki lebih unggul dalam kemampuan matematika.49

Menurut Susento perbedaan gender bukan hanya berakibat pada perbedaan kemampuan dalam matematika, tetapi cara memperoleh pengetahuan matematika juga terkait dengan perbedaan gender.50 Keitel menyatakan

Linear Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau dari Kecerdasan Majemuk dan Gender,” Jurnal Elektronik

Pembelajaran Matematika, vol. 2, no. 9, 2014, pp. 984–994

48Krutetskii, V.A. The Psychology of Mathematics Abilities in school children. (Chicago: The University of Chicago press. 1976)

49Maccoby, E.E & Jacklin, C.N. The Psychology of Sex Differences. (Stanford: Stanford University. 1974)

50 Susento. Mekanisme Interaksi Antara Pengalaman Kultural-Matematis, Proses Kognitif,

“Gender, social, and cultural dimensions are very powerfully interacting in

conceptualization of mathematics education,...”. Berdasarkan pendapat Keitel

bahwa gender, sosial dan budaya berpengaruh pada pembelajaran Matematika.51 Brandon menyatakan bahwa perbedaan gender berpengaruh dalam pembelajaran matematika terjadi selama usia sekolah dasar.52 Menurut

American Psychological Association dalam Lestari mengemukakan berdasarkan

analisis terbaru dari penelitian internasional kemampuan perempuan di seluruh dunia dalam matematika tidak lebih buruk daripada kemampuan laki-laki meskipun laki-laki memiliki kepercayaan diri yang lebih dari perempuan dalam matematika, dan perempuan-perempuan dari negara dimana kesamaan gender telah diakui menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam tes matematika.53 Menurut Santrock, anak laki-laki sedikit lebih baik dibandingan perempuan dalam matematika dan sains. Secara umum siswa laki-laki sama dengan siswa perempuan, akan tetapi siswa laki-laki mempunyai daya abstraksi yang lebih baik daripada siswa perempuan sehingga memungkinkan siswa laki-laki lebih baik daripada siswa perempuan dalam bidang matematika, karena pada umumnya matematika berkenaan dengan pengertian yang abstrak.54

51 Keitel, Christine. Social Justice and Mathematics Education Gender, Class, Ethnicity

and the Politics of Schooling. (Berlin: Freie Universität Berlin. 1998)

52Brandon, P., Newton, B.J., and Hammond,O.W. The Superiority of Girls over Boys in

Mathematics Achievment in Hawaii. Paper presented at annual meeting of American Educational

Research Association. 1985

53Lestari, N.D.F. Profil Pemecahan Masalah Matematika Open-Ended Siswa Kelas V

Sekolah Dasar Ditinjau dari Perbedaan Gender dan Kemampuan Matematika. Tesis. (Surabaya:

Unesa. 2010)

54Santrock, J. W. Child Development, Perkembangan Anak, Edisi ke-7, Jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2007, 99