HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Identitas Informan
B. Peran Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau Dalam Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hi dup ( Studi Kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Pencemaran Lingkungan Hi dup ( Studi Kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran
3. Individu dalam struktur sosial masyarakat
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu.Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Menurut William Komblum struktur sosial adalah suasana yang dapat terjadi karena adanya sebuah pengulangan pola perilaku individu.Sedangkan Menurut Soerjono Soekanto struktur sosial merupakan struktur timbal balik antara posisi dan peranan sosial.
Inti dari pengertian struktur diatas adalah suatu kumpulan individu yang mana didalam nya terdapat pola perilaku yang mampu menyambungkan hubungan baik pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial.Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya.Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan dimana seseorang individu melakukan interaksi soaial.Lita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Menurut Nursid Sumatmaja (2000) kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.
Sedangkan manusia Sebagai Makhuk Sosial menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.Dalam hubungannya dengan manusia sebagai mahluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya
manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai mahluuk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak.
Dengan banguan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiannya.
Dapat disimpulkan bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan yaitu :
a) Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b) Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
c) Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
d) Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Bapak Rizon Jayadi yang sebagai Masyarakat pada tanggal 18 Juni Jam 16:30 WIB. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini, seperti pertanyaan “Bagaimana menurut bapak tentang penyelenggaraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov.Riau terkait kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan DiKota Pekanbaru pada Tahun 2019 apa ada tingkat kesulitan tersendiri yang di rasakan oleh masyarakat dalam meningkatkan kepedulian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup?”Dari pertanyaan ini beliau memberikan Jawaban seperti :
“Menurut saya, instansi terkait harus serius dalam penanganan penyelenggaraan antisipasi setiap timbul kebakaran hutan,dapat dilakukan dengan cara sejak dini seperti memberikan
penyuluhan, pembinaan, pelatihan untuk masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup terutama hutan ataupun lahan-lahan yang belum dibangun tetapi dalam teknis pembersihannya dilakukan secara baik bukan dibakar. Dan juga tentunya bagi masyarakat dan perusahaan yang mempunyai lahan pertanian dan perkebunan dalam pembersihan dan pembukaan lahan baru harus dilakukan dengan cara baik sekaligus kiat dalam menjaga lingkungan hidup baik janga pendek maupun jangka panjang”.
Berdasarkan hasil wawancara diatas analisis yang saya dapatkan bahwa jelas masyarakat meninginkan agar dalam penanganan antisipasi kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan sejak dini sebelum masuknya musim kemarau yang panjang, masyarakat juga menginginkan penyuluhan, pembinaan, dan pelatihan pada masyarakat tempatan terutama masyarakat yang memiliki area perkebunan yang luas yang belum dibuka lahan. Masyarakat serta perusahaan berupaya bagaimana cara pembukaan lahan atau pembersihan lahan yang dilakukan dengan baik dan benar dengan tidak cara membakar.Sebagai masyarakat berdampingan dengan pemilik perusahaan yang memiliki area perkebunan yang belum dibersihkan bersama-sama untuk saling menjaga area apabila terjadi kebakaran lahan.
Selanjutnya penulis melakukan wawancara dengan Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan yang sebagaiBapak Rizon Jayadi yang sebagai Masyarakat pada tanggal 18 Juni 2020 Jam 16:30 WIB. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini, seperti pertanyaan “Apakah menurut Bapak dalam melaksanakan tugas aparatur Dinas LIngkungan Hidup dan Kehutanan Prov.Riau berupaya memberi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, memberi saran, pendapat, usulan, keberatan dan pengaduan penyampaian informasi pak?”Dari pertanyaan ini beliau memberikan Jawaban seperti :
“Dalam penanganan bila sudah terjadi insiden kebakaran ataupun yang bersifat merusak lingkungan hidup, instansi aparatur tugas yang telah dibentuk dan ditugaskan, telah melaksanakan tugas dengan baik, namun upaya-upaya lainnnya yang sifatnya komunikatif harus tetap ditingkatkan dan dijaga.Teknologi harus diterapkan dan dikombinasikan dalam komunikasi
untuk masyarakat, inilah upaya percepatan dalam informasi dan penanganan secara cepat dan baik.”
Berdasarkan hasil wawancara diatas analisis yang saya dapatkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau terkait kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan Di Kota Pekanbaru telah berupaya dalam penanganan incident kebakaran hutan atau yang bersifat merusak lingkungan hidup aparatur yang di tugaskan telah menjalankan tugas dengan namun masyarakat menginginkan dalam upaya yang lain yang bersifat kmunikatif hendaknya tetap dijaga dan di tingkatkan. Masyarakat juga menginginkan dengan teknologi yang ada harus di terapkan dan di kombinasikan dalam komunikasi terhadap masyarakat agar percepatan dalam informasi dan pengananan permasalahan kebakaran hutan dan lahat secara cepat dan tepat.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Arie Prasetyo yang sebagai Masyarakat lainnya pada tanggal 18 Juni Jam 17.00 WIB. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini, seperti pertanyaan “Bagaimana menurut Kanda tentang penyelenggaraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov.Riau terkait kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan DiKota Pekanbaru pada Tahun 2019 apa ada tingkat kesulitan tersendiri yang di rasakan oleh masyarakat dalam meningkatkan kepedulian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup?”Dari pertanyaan ini beliau memberikan Jawaban seperti:
“Tingkat kesulitan yang masyarakat rasakan saya rasa tidak ada, karena kami sebagai sebagai masyarakat sangat peduli dengan penyelenggaraan yang DLHK Prov.Riau lakukan dalam menangani kasus pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan kami sangat mendukung kepedulian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Kita sebagai masyarakat yang baik marilah bersama-sama menjaga hutan kita agar tidak terjadi kebakaran yang mengakibatkan pencemaran udara.”
Berdasarkan hasil wawancara diatas analisis yang saya dapatkan bahwa jelas penyelenggaraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau terkait kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan Di Kota Pekanbaru,masyarakat merasakan tidak adanya kesulitan, masyarakat juga sangat peduli terhadap penyelenggaraan yang di laksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau dalam penanganan kasus pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan serta masyarakat juga mendukung kepedulian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang telah di lakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau. Masyarakat berkomitmen untuk memberikan himbauan kepada masyarakat yang lainnya untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan yang ada tidak dengan cara membakar hutan dan lahan agar tidak terjadi pencemaran udara yang berimbas kepada masyarakat itu sendiri.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Arie Prasetyo yang sebagai Masyarakat lainnya pada tanggal 18 Juni Jam 17.00 WIB. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini, seperti pertanyaan “Apakah menurut Kanda dalam melaksanakan tugas aparatur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau berupaya memberi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, memberi saran, pendapat, usulan, keberatan dan pengaduan penyampaian informasi?”Dari pertanyaan ini beliau memberikan Jawaban seperti :
“Menurut saya, DLHK Prov.Riau sudah berupaya dengan sangat baik dalam menjalin hubungan komunikasi bersama masyarakat.Misalnya memberikan saran dan pengaduan terhadap masalah yang masyarakat alami terkait dengan masalah lingkungan hidup.Dan saran serta usulan untuk DLHK agar lebih merespon dengan cepat terhadap informasi yang masyarakat berikan.”
Berdasarkan hasil wawancara diatas analisis yang saya dapatkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau terkait kasus Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan Di Kota Pekanbaru. Masyarakat telah
merasakan hubungan komunikatif yang baik hal ini terlah di buktikan dengan memberikan saran dan mengakomodir setiap pengaduan masalah lingkungan hidup di lingkungan masyarakat dan serta masyarakat juga telah memberikn saran serta usulan terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau agar lebih responsive dengan cepat terhadap informasi yang masyarakat berikan.
C. Hambatan Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau dalam Pengendalian