BAB II PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN HASIL PROGRAM
C. Pelaksanaan Program
3. Indonesia Tertib
a. Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba 1) Latar Belakang
Pada tema KKN 2017 yaitu “Indonesia Tertib” sehingga kami mengambil tema tentang kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, karena daerah Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki jumlah kasus kenakalan remaja tertinggi di Indonesia. Ketika kami sampai di tempat, kami melakukan observasi terlebih dahulu dan kami menemukan banyak terjadi penyimpangan di kalangan remaja pada desa tersebut sehingga kami memutuskan untuk mengangkat tema tersebut. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja usia sekolah karena remaja merupakan tombak dari kemajuan suatu bangsa serta remaja usia sekolah masih bisa diarahkan. Ketika terjadi penyimpangan dan berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sehingga menguatkan kami mengangkat tema tersebut.
2) Tujuan Program
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk merubah pola pikir, tingkah laku dan sikap siswa serta sebagai pengenalan serta pencegahan dari bahaya perilaku menyimpang tersebut.
3) Target
- Tumbuh kesadaran mengenai pentingnya moral terhadap anak remaja yaitu dengan tidak melakukan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
- Pahamnya akan bahaya narkoba dan efek negatif dari kenakalan remaja
- Tidak terulang kembali kejadian yang serupa yang menimpa anak remaja di Desa Sukamulya yaitu kenakalan remaja dengan minum-minuman yang memabukan dari hasil racikan daun dan jamur
4) Deskripsi Kegiatan
Kegiatan dilakukan pada tanggal 21 Januari 2017 yang bertempat di Gor Kabita Desa Sukamulya dengan pemateri Kepala BIMAS Polsek Sindangkerta dan dihadiri oleh sekitar 200 orang. Pada pelaksanaannya, kegiatan berjalan lancar berkat adanya koordinasi yang cukup baik antar
anggota dan pihak-pihak yang terkait. Kegiatan berjalan kondusif dan tertib, siswa dan siswi antusias pada saat pematerian.
5) Hasil Kegiatan
- Anak remaja semakin sadar akan pentingnya moral
- Sekolah membudayakan untuk menghimbau dan mengajak kepada siswa-siswa untuk tidak melakukan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba
- Anak remaja Desa Sukamulya tertib dalam berbagai aspek
6) Hambatan
Sulitnya melakukan pengkondisian siswa siswi karena dengan 2 sekolah memiliki jumlah siswa yang banyak
7) Solusi
Melakukan koordinasi dengan guru wali kelas agar guru tersebut mengkondisikan siswa-siswi yang dalam kelas tersebut
b. Penyuluhan “Dilarang Merokok di dalam Ruangan” 1) Latar Belakang
Merokok sudah menjadi hal biasa di kalangan masyarakat di Indonesia, di luar maupun di dalam ruangan. Jika diperhatikan di beberapa rumah di sekitar desa, terdapat perokok yang merokok di dalam ruangan, salah satunya di dalam rumah. Lingkungan rumah pun tidak luput dari kegiatan yang dilakukan oleh anak kecil. Jika anak kecil tersebut menghirup asap rokok di dalam rumah maka akan membahayakan kesehatan anak tersebut yang merupakan perokok pasif. Ketidaknyamanan perokok pasif yang selalu menjadi perhatian merupakan alasan kami merencanakan program penyuluhan “Dilarang Merokok di dalam Ruangan”
2) Tujuan Program
Tujuan program ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran perokok agar melakukan aktivitas merokok tidak di dalam ruangan, bahkan untuk mengurangi aktivitas tersebut selama di lingkungan rumah maupun di luar rumah.
3) Target
- Tumbuh kesadaran masyarakat mengenai bahanya merokok ketika di dalam ruangan sehingga teman di sekitar mengalami akbiat yang sama dengan perokok
- Pahamnya masyarakat terhadap zat yang terkandung dalam rokok
4) Deskripsi Kegiatan
Wujud dari penyuluhan “Dilarang Merokok didalam Ruangan” kami membagikan stiker bertuliskan “Terimakasih tidak merokok di dalam ruangan” kepada rumah-rumah warga, tempat-tempat pertemuan warga dan tempat beribadah di lingkungan Desa Sukamulya yang dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2017.
5) Hasil Kegiatan
- Warga Desa Sukamulya tidak merokok di dalam ruangan yang berakibat merusak orang lain
- Masyarakat sadar terhadap bahayanya merokok
6) Hambatan
- Biaya yang minim membuat pembuatan stiker pada jumlah yang sedikit sehingga tidak semua rumah warga diberikan stiker tersebut - Waktu yang hampir selesai pada kegiatan KKN membuat kita tidak
leluasa untuk menjelaskan bahayanya merokok dan esensi dari merokok di dalam ruangan
7) Solusi
- Mengajukan proposal kepada pihak yang pro terhadap kegiatan tersebut sehingga dananya terbantu
- Perluanya perencanaan yang matang terhadap kegiatan ini
c. Ajakan Gerakan Revolusi Mental pada Masyarakat 1) Latar Belakang
Sebagai langkah revolusi mental, kami telah melaksanakan beberapa program yang menyangkut dengan “Indonesia Melayani”, “Indonesia Bersih, dan “Indonesia Tertib”. Kami merencanakan sebuah program berupa pemasangan sebuah spanduk di poskamling di RW 04, RW 05, dan RW 08
dengan bertuliskan “Kami (RW 04/ RW 05/ RW 08) Siap Melaksanakan Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib”.
2) Tujuan Program
Dengan dipasangnya poster di area poskamling, diharapkan warga terus mengingat dan melaksanakan program-program KKN yang sudah dilaksanakan, sehingga munculah warga yang memiliki mental-mental yang kuat dan tangguh.
3) Target
- Tumbuhnya semangat masyarakat dalam melaksanakan revolusia mental dalam berbagai aspek kehidupan
- Menjunjung tinggi nasionalisme warga terhadap program pemerintah dalam rangka Indonesia Melayani, Bersih dan Tertib.
4) Deskripsi Kegiatan
Pelaksanaan program ini dilakukan pada tanggal 25 Januari 2017 di beberapa Pos Kamling. Bentuk dari program ini adalah sosialisasi program keseluruhan Revolusi Mental dengan tujuan masyarakat paham terlebih dahulu maksud dan tujuan dari program ini. Setelah itu, pemasangan spanduk revolusi mental yang bertuliskan “Kami warga RW 04 siap mewujudkan: Indonesia Melayani, Indonesia Bersih dan Indonesia Tertib”.
5) Hasil Kegiatan
- Warga Desa Sukamulya menjunjung tinggi rasa nasionalismenya - Masyarakat semangat dalam mewujudkan Indonesia yang bersih,
tertib dan melayani dalam berbagai aspek
6) Hambatan
- Biaya yang minim membuat pembuatan spanduk pada jumlah tidak sesuai dengan jumlah RW di Desa Sukamulya sehingga tidak semua Pos Kamling dipasang spanduk.
- Waktu yang hampir selesai pada kegiatan KKN membuat kita tidak leluasa untuk menjelaskan bahayanya Revolusi Mental secara gamblang.
7) Solusi
- Mengajukan proposal kepada pihak yang pro terhadap kegiatan tersebut sehingga dananya terbantu
- Perluanya perencanaan yang matang terhadap kegiatan ini
d. Sosialisasi “Ayo Gemar Membaca” 1) Latar Belakang
Membaca merupakan kegiatan bermanfaat yang harus mulai ditanamkan sejak dini. Membaca memiliki berbagai manfaat yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Salah satu manfaat membaca adalah sebagai jembatan manusia untuk mengetahui tentang dunia luas tanpa perlu menjalajah setiap bagian dari bumi ini. Selain itu membaca juga merupakan cara menghabiskan waktu luang secara positif. Membaca juga mampu meningkatkan kemampuan kecerdasan verbal dan linguistik, karena membaca akan menambah kosa kata sehingga menunjang dalam proses interaksi sosial. Maka dari itu kegiatan membaca dianggap penting untuk di budidayakan pada anak sejak dini agar mereka terbiasa.
2) Tujuan Program
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kembali minat baca anak-anak dan manfaat dari membaca.
3) Target
- Tumbuhnya semangat dalam membaca buku yang bermanfaat - Pahamnya akan pentingnya membaca
- Terbiasanya membaca di lingkungan Desa Sukamulya - Terwujudnya Desa sebagai Desa seribu membaca
4) Deskripsi Kegiatan
Sosialisasi “Ayo Gemar Membaca” pada anak anak PAUD dilakukan pada tanggal 24 Januari 2017 di PAUD Posdaya Mentari. Bentuk sosialisasinya adalah dengan motivasi-motivasi melalu ceramah dan juga tontonan. Selain itu, melalui permainan yang berkaitan dengan Ayo Gemar Membaca.
5) Hasil Kegiatan
- Anak usia dini terbiasa membaca buku
- Masyarakat akan sadar terhadap pentingnya membaca buku - Desa Sukamulya sebagai desa seribu membaca
6) Hambatan
- Persiapan materi yang akan di sosialisasikan kurang dipersiapkan dengan matang
- Pengkondisian anak-anak tidak kondusif sehingga mengganggu konsentrasi anak terhadap pematerian
7) Solusi
- Koordinasi dengan guru dan masyrakat dalam pengkondisian anak sehingga anak tersebut diam dan tenang mengikuti pematerian
- Perluanya perencanaan yang matang terhadap kegiatan ini