• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jasa Lainnya

Dalam dokumen bondowosokab.bps.go.id (Halaman 55-0)

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN

2.17. Jasa Lainnya

Kategori Jasa Lainnya merupakan gabungan 4 kategori pada KBLI 2009. Kategori ini mempunyai kegiatan yang cukup luas yang meliputi: Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi; Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi Dan Perlengkapan Rumah Tangga; Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan Yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk memenuhi kebutuhan;

Jasa Swasta Lainnya termasuk Kegiatan Badan Internasional, seperti PBB dan perwakilan PBB, Badan Regional, IMF, OECD, dan lain-lain.

Kesenian, Hiburan dan Rekreasi

Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi berkategori R meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan hiburan, kesenian, dan kreativitas, termasuk perpustakaan, arsip, museum, kegiatan kebudayaan lainnya, kegiatan perjudian dan pertaruhan, serta kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya.

Output atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menggunakan metode pendekatan produksi, yaitu output diperoleh dari hasil perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. Output panggung hiburan/kesenian dihitung berdasarkan pajak tontonan yang diterima pemerintah. Output untuk jasa hiburan dan rekreasi lainnya pada umumnya didasarkan pada hasil perkalian antara jumlah perusahaan dan jumlah tenaga kerja masing-masing dengan rata-rata output per indikatornya. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi/ ekstrapolasi dengan deflator/ekstrapolatornya adalah IHK rekreasi dan olahraga/indeks indikator produksi yang sesuai.

Sumber data produksi Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan data penunjang intern BPS (Ketenagakerjaan, Susenas, Sensus Ekonomi, Statistik Harga Konsumen, dan Survei-survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Produksi dan Direktorat Neraca Pengeluaran).

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 47

Kegiatan Jasa Lainnya

Kegiatan ini berkategori S yang mencakup kegiatan dari keanggotaan organisasi, jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kegiatan jasa perorangan lainnya.

Output atas dasar harga berlaku diperoleh dari perkalian antara masing-masing jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga kerja. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan untuk memperoleh output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi dimana deflatornya adalah IHK Umum.

Data diperoleh dari internal BPS (Sensus Ekonomi, Subdit Statistik Demografi, Susenas, and Subdirektorat Statistik Harga Konsumen).

Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yang Menghasilkan Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang Digunakan Sendiri untuk Memenuhi Kebutuhan

Kegiatan ini berkategori T mencakup kegiatan yang memanfaatkan jasa perorangan untuk melayani rumah tangga yang didalamnya termasuk jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya), dan Kegiatan Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri Untuk Memenuhi Kebutuhan (didalamnya termasuk kegiatan pertanian, industri, penggalian, konstruksi, dan pengadaan air).

Output atas dasar harga berlaku untuk jasa perorangan yang melayani rumah tangga/ jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya) diperoleh dari perkalian antara pengeluaran perkapita untuk jasa pekerja domestik dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, sedangkan NTB-nya sama dengan output yang dihasilkan karena konsumsi antara pekerja jasa domestik merupakan pengeluaran konsumsi rumah tangga majikan. Output dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan hasil survei intern BPS (SKTIR). Sedangkan output pengadaan air diperoleh dengan pendekatan rumah tangga yang menggunakan pompa dan sumur, baik sumur terlindung maupun tidak terlindung. Sementara itu, output dan NTB atas dasar harga konstan, baik untuk kegiatan pekerja domestik maupun kegiatan menghasilkan barang dan jasa untuk digunakan sendiri oleh rumah tangga diperoleh dengan menggunakan metode deflasi dengan deflatornya laju IHK umum.

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 48

Sumber data kategori ini diperoleh dari intern BPS, yaitu, Susenas, Sensus Penduduk, Subdirektorat Pertambangan, Energi dan Konstruksi (Publikasi Statistik Air Bersih), dan Survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Pengeluaran.

Kegiatan Badan Internasional dan Ekstra Internasional Lainnya

Kategori U yang mencakup kegiatan badan internasional, seperti PBB dan perwakilannya, Badan Regional dan lain-lain, termasuk The Internasional Moneter Fund, The World Bank, The World Health Organization (WHO), the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan lain-lain.

Output dan NTB berlaku diperoleh dengan pendekatan biaya yang didapatkan dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya. Sementara, untuk output konstan diperoleh dengan metode deflasi dengan deflator laju IHK umum.

Sumber data diperoleh dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya yang berkantor pusat di Indonesia dan Subdirektorat Statistik Harga Konsumen.

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 49

BAB III

PERKEMBANGAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

3.1. STRUKTUR EKONOMI

Struktur perekonomian adalah besarnya share lapangan usaha terhadap total PDRB baik atas Dasar Harga Berlaku maupun Harga Konstan. Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang dominan pada suatu daerah. Perekonomian suatu daerah terus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Lapangan usaha yang dominan atau yang diandalkan mempunyai kedudukan paling tinggi dalam struktur perekonomian tersebut dan menjadi ciri khas dari perekonomian suatu daerah dapat juga berarti lapangan usaha yang memberikan sumbangan atau kontribusi terbesar terhadap PDRB suatu daerah atau wilayah. Seperti kita ketahui bahwa struktur perekonomian Kabupaten Bondowoso terbesar ditopang oleh Lapangan usaha kategori Pertanian , Kehutanan dan Perikanan meskipun kontribusi lapangan usaha kategori ini dari tahun ketahun peranannya selalu menurun. Implikasi dari perubahan tahun dasar 2000 ke tahun dasar 2010 adalah bergesernya beberapa kategori dalam struktur perekonomian Kabupaten Bondowoso. Namun demikian Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih mendominasi struktur perekonomian Kabupaten Bondowoso. Hal ini dapat dilihat pada table 3.1 besarnya peranan masing-masing lapangan usaha per kategori terhadap total PDRB Kabupaten Bondowoso, sumbangan terbesar pada tahun 2014 dihasilkan oleh lapangan usaha kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 33,72 persen; terbesar kedua adalah lapangan usaha kategori Industri Pengolahan yaitu sebesar 20,84 persen dan urutan berikutnya adalah lapangan usaha kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor sebesar 14,25 persen; dan terbesar keempat adalah lapangan usaha kategori Konstruksi. Dalam kurun waktu lima tahun lapangan usaha kategori Konstruksi peranannya selalu meningkat bahkan tahun 2014 mencapai 9,15 persen. Sementara itu peranan lapangan usaha kategori yang lain kontribusinya di bawah 6 persen.

Gambar 3.1. Peranan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Menurut Lapangan Usaha (persen), 2010-2014 Figure Share of Agriculture, Forestry and Fishing by Industry (percent), 2010─2014

2010 2011 2012 2013* 2014**

34,39

33,98 33,94

33,76 33,72

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 50

Gambar 3.1 Menunjukkan bahwa Lapangan usaha kategori Pertanian , Kehutanan dan Perikanan merupakan lapangan usaha yang peranannya paling besar dalam perekonomian Kabupaten Bondowoso namun bila kita amati dari tahun ketahun peranannya semakin menurun. Hal ini terjadinya karena adanya transformasi ekonomi yang semula berbasis pertanian beralih ke Lapangan usaha kategori perdagangan dan Industri pengolahan, selain itu juga ada beberapa faftor yang mempengaruhi penurunan tersebut antara lain lahan pertanian yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan , anomali cuaca serta pergeseran pola pikir masyarakat yang semakin berkembang.

Tabel 3.1. Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2010─2014 Table Share of GDP by Industry (percent), 2010─2014

Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013* 2014**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry

and Fishing 34.39 33.98 33.94 33.76 33.72

B Pertambangan dan Penggalian/Mining and Quarrying 2.48 2.41 2.25 2.14 2.14

C Industri Pengolahan/Manufacturing 22.15 22.11 21.59 21.08 20.84

D Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and Gas 0.05 0.05 0.04 0.04 0.04 E

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities

0.08 0.08 0.08 0.07 0.07

F Konstruksi/Construction 7.45 7.80 8.29 8.66 9.15

G

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles

13.65 13.91 14.11 14.35 14.25

H Transportasi dan Pergudangan/Transportation and Storage 0.62 0.61 0.61 0.63 0.66 I Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum/Accommodation and Food Service Activities 0.57 0.58 0.61 0.63 0.67 J Informasi dan Komunikasi/Information and Communication 5.10 5.06 5.05 5.09 5.01 K Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and Insurance

Activities 2.52 2.53 2.64 2.77 2.83

L Real Estat/Real Estate Activities 1.16 1.15 1.14 1.17 1.14

M,N Jasa Perusahaan/Business Activities 0.34 0.34 0.34 0.35 0.36

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security

3.77 3.74 3.66 3.53 3.31

P Jasa Pendidikan/Education 3.14 3.16 3.28 3.38 3.45

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/Human Health and

Social Work Activities 0.66 0.67 0.67 0.67 0.69

R,S,T,U Jasa lainnya/Other Services Activities 1.88 1.82 1.71 1.66 1.67

Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 51

3.2 PERTUMBUHAN EKONOMI

Setiap Negara akan selalu berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal untuk membawa bangsanya kepada kehidupan yang lebih baik. Salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan ekonomi yang terjadi di suatu negara atau daerah adalah pertumbuhan ekonomi , yang diukur dari perbedaan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan tahun tertentu dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu. Perekonomian akan mengalami pertumbuhan apabila jumlah total output produksi barang dan penyediaan jasa tahun tertentu lebih besar dari tahun sebelumnya, atau jumlah total alokasi output tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Salah satu cara agar pembangunan ekonomi berhasil adalah dengan memadukan kekuatan segitiga ekonomi bangsa yaitu melaksanakan industrialisasi, mengembangkan lapangan usaha kategori pertanian dan memajukan lapangan usaha kategori jasa-jasa. Tentunya dengan diiringi usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki kelemahan bangsa dalam bidang sumberdaya manusia dan pengembangan inovasi teknologi. Sehingga pengembangan ketiga kategori lapangan usaha yaitu pertanian, industri dan jasa saling menguatkan satu sama lain , berkembangnya lapangan usaha kategori pertanian yang kuat akan memberi landasan bagi pengembangan industri berdaya saing tinggi. Industri yang tumbuh pesat akan mampu menyerap dukungan lapangan usaha pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambahnya. Perkembangan industri dan pertanian pada akhirnya juga akan mendorong tumbuhnya lapangan usaha kategori jasa dalam arti yang luas, karena industri membutuhkan dukungan perdagangan, perbankan, asuransi, transportasi, informasi dan komunikasi serta berbagai jasa lainnya.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso selama lima tahun terakhir berfluktuasi pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran antara angka 4 sampai 5. Tahun 2010 pertumbuhannya sebesar 4,54 persen tahun berikutnya naik menjadi 6,07 persen bahkan tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso mencapai pertumbuhan tertinggi yaitu 6,09 persen namun mulai tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso mulai melambat menjadi 5,81 persen dan terus melambat sampai pada tahun 2014 tumbuh hanya sebesar 5,08 persen, melambatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bondowoso dipengaruhi oleh dampak krisis ekonomi global yang melanda dunia sehingga mengakibatkan harga-harga produk melambung tinggi akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 52

Pertumbuhan ekonomi per kategori lapangan usaha dapat dilihat pada tabel 3.2 . Pada Tahun 2014 menunjukkan perkembangan yang positif namun besarannya sangat bervariasi dari yang terendah sebesar 0,75persen hingga tertinggi mencapai 9,40 persen.Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha kategori Transportasi dan pergudangan yaitu sebesar 9,40 persen, kemudian disusul lapangan usaha kategori Jasa Perusahaan sebesar 9,04 persen dan di urutan ketiga dicapai oleh lapangan usaha kategori Informasi dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 8,84 persen, urutan selanjutnya ditempati oleh lapangan usaha kategori Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 8,71 persen, kategori Penyedian Jasa dan Makan Minum tumbuh sebesar 8,61 persen dan lapangan usaha kategori Jasa Kesehatan dan kegiatan Sosial tumbuh sebesar 8,48 persen serta lapangan usaha kategori Konstruksi tumbuh sebesar 8,06 persen untuk lapangan usaha kategori Perdagangan Besar dan Eceran;reparasi Mobil dan Sepeda Motor , lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi maupun lapangan usaha kategori Real Estate masing-masing tumbuh sebesar 7,14 persen ; 7,51 persen dan 6,88 persen sedangkan untuk lapangan usaha kategori Pertanian , Perkebunan dan Perikanan, kategori Pertambangan dan Penggalian , Industri Pengolahan, Pengadaan listrik dan Gas serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah masing-masing tumbuh dibawah 5 persen. Karakteristik ini memungkinkan bagi Kabupaten Bondowoso untuk mengembangkan lapangan usaha kategori Pertanian , Perkebunan dan Perikanan, Industri Pengolahan dan Perdagangan Besar dan Eceran secara simultan diikuti dengan perkembangan kategori Jasa-jasa.

Gambar 3.2 Laju Pertumbuhan Riil PDRB(persen), 2010─2014

Figure Real Growth Rate of GRDP (percent), 2010─2014

Dari gambar 3.2 di atas tampak, bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso berfluktuasi namun sejak tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso mulai melambat meskipun begitu masih dikisaran angka 5 tentunya hal ini juga dampak dari perekonomian Indonesia yang juga mengalami

2010 2011 2012 2013 2014

4,54 6,07 6,09 5,81 5,08

Pertumbuhan Ekonomi/Growth

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 53

perlambatan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan menurunnya harga-harga ekspor komoditi utama. Disamping kondisi ekonomi global yang belum membaik, juga disebabkan oleh berbagai kebijakan pemerintah yang kurang kondusif bagi dunia usaha diantaranya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL) dan tingginya tingkat suku bunga bank kebijakan pemerintah (BI rate).

Tabel 3.2. Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2010─2014 Table Real Growth Rate of GRDP by Industrial Origin (percent), 2010─2014

Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013* 2014**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry and

Fishing - 3.96 4.03 2.98 2.64

B Pertambangan dan Penggalian/Mining and Quarrying - 3.48 1.88 1.33 2.30

C Industri Pengolahan/Manufacturing - 5.58 4.96 4.67 4.72

D Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and Gas - 7.43 10.16 2.99 1.74 E

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/Water supply, Sewerage, Waste Management and

Remediation Activities - 4.97 5.86 5.86 2.35

F Konstruksi/Construction - 8.05 8.59 9.33 8.06

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles

- 9.31 9.56 9.23 7.14

H Transportasi dan Pergudangan/Transportation and Storage - 8.09 9.40 10.64 9.40 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and

Food Service Activities - 10.19 9.66 8.15 8.61

J Informasi dan Komunikasi/Information and Communication - 9.40 10.22 11.20 8.84 K Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and Insurance Activities - 8.22 10.27 11.73 7.51

L Real Estat/Real Estate Activities - 7.03 7.88 8.26 6.88

M,N Jasa Perusahaan/Business Activities - 6.71 6.78 9.27 9.04

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social

Security - 6.29 2.79 2.32 0.75

P Jasa Pendidikan/Education - 6.79 9.84 8.71 8.71

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/Human Health and Social

Work Activities - 10.82 10.13 8.05 8.48

R,S,T,U Jasa lainnya/Other Services Activities - 4.74 3.71 5.68 5.81

Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product - 6.07 6.09 5.81 5.08

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 54

3.3.PDRB PERKAPITA

Salah satu tujuan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah meningkatkan standar hidup layak yang dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu daerah dan besaran indikator pendapatan per kapita riil masyarakat. Pendapatan per kapita dapat dijadikan sebagai indikator kemajuan pembangunan ekonomi suatu daerah.

Dalam menghitung pendapatan perkapita, dua macam penghitungan dapat dilakukan yaitu berdasarkan harga berlaku dan harga konstan. Penghitungan menurut harga berlaku penting untuk memberi gambaran mengenai kemampuan daya beli masyarakat. Data ini juga penting sebagai bahan perbandingan dalam menunjukkan perbedaan tingkat kemakmuran suatu daerah dengan daerah lainnya. Data pendapatan perkapita menurut harga konstan perlu dihitung untuk menunjukkan perkembangan tingkat kemakmuran disuatu negara.

Namun tidak dapat disangkal bahwa akhir - akhir ini banyak pihak yang tidak puas terhadap pembangunan ekonomi yang hanya mengejar tingkat pertumbuhan semata, paradigma pembangunan mulai bergeser menuju “pertumbuhan yang berkeadilan” yaitu suatu pertumbuhan ekonomi yang didalamnya juga terjadi pemerataan pendapatan. Sehingga sebagian besar pendapatan tidak hanya dinikmati pada segelintir golongan saja, yang hanya melahirkan konglomerasi baru tetapi bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Gambar 3.3. PDRB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp), 2010─2014 Figure Real Growth Rate of GRDP by Industrial Origin (percent), 2010─2014

2010 2011 2012 2013*

2014**

11,53 12,85

14,21 15,67

17,27 PDRB Per Kapita Kabupaten Bondowoso (Juta Rp)

Total nilai PDRB atas dasar harga berlaku suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut, maka akan dihasilkan PDRB Per kapita. PDRB Per kapita menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. Pada tahun 2014, PDRB per kapita Kabupaten Bondowoso mencapai Rp 17.271.147,- atau meningkat 10,21 persen dibanding tahun sebelumnya.

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 55

PDRB Kabupaten Bondowoso selama kurun waktu lima tahun selalu meningkat bahkan pada tahun 2014 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 13,07 trilyun rupiah. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 10.86 persen dibandingkan tahun 2013 yang nilainya sebesar 11,79 trilyun rupiah dengan jumlah penduduk sebesar 756.989 jiwa sebagai faktor pembagi nilai PDRB diatas ,maka dapat diketahui besarnya PDRB per kapita menurut harga berlaku tahun 2014 sebesar 17,27 Juta rupiah. Gambar 3.3 menunjukkan, bahwa PDRB per kapita meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2010 PDRB Per kapita sebesar 11,53 juta rupiah, menjadi 12,85 juta rupiah pada tahun 2011, tahun 2012 sebesar 14,21 juta rupiah , kemudian meningkat menjadi 15,67 juta rupiah tahun 2013 bahkan tahun 2014 meningkat hingga mencapai 17,27 juta rupiah, secara umum menggambarkan bahwa kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso dari tahun ke tahun semakin membaik.

Tabel 3.3. PDRB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp), 2010─2014 Table Real Growth Rate of GRDP by Industrial Origin (percent), 2010─2014

Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013* 2014**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry and

Fishing 3.96 4.37 4.82 5.30 5.82

B Pertambangan dan Penggalian/Mining and Quarrying 0.29 0.31 0.32 0.34 0.37

C Industri Pengolahan/Manufacturing 2.55 2.84 3.07 3.30 3.60

D Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and Gas 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01 E

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities

0.01 0.01 0.11 0.10 0.12

F Konstruksi/Construction 0.86 1.00 1.18 1.36 1.58

G

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles

1.57 1.79 2.01 2.20 2.46

H Transportasi dan Pergudangan/Transportation and Storage 0.07 0.08 0.09 0.10 0.11 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and

Food Service Activities 0.07 0.08 0.09 0.10 0.12

J Informasi dan Komunikasi/Information and Communication 0.59 0.65 0.72 0.80 0.87 K Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and Insurance Activities 0.29 0.33 0.38 0.40 0.49

L Real Estat/Real Estate Activities 0.13 0.15 0.16 0.18 0.20

M,N Jasa Perusahaan/Business Activities 0.04 0.04 0.05 0.10 0.06

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security

0.43 0.48 0.52 0.55 0.57

P Jasa Pendidikan/Education 0.36 0.41 0.47 0.50 0.60

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/Human Health and Social

Work Activities 0.08 0.09 0.10 0.11 0.12

R,S,T,U Jasa lainnya/Other Services Activities 0.22 0.23 0.24 0.30 0.29

Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product 11.53 12.85 14.21 15.67 17.27

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 56

BAB IV

PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

PDRB Kabupaten Bondowoso menurut lapangan usaha dirinci menjadi 17 kategori lapangan usaha dan sebagian besar kategori dirinci lagi menjadi subkategori. Pemecahan menjadi subkategori atau sub lapangan usaha ini disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009. Perkembangan setiap lapangan usaha diuraikan di bawah ini.

4.1. PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN PERIKANAN

Lapangan usaha ini mencakup Sublapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang terdiri dari : tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, jasa pertanian dan perburuan, Sublapangan Usaha kehutanan dan Penebangan Kayu, dan Sublapangan Usaha Perikanan.

Lapangan usaha ini masih menjadi tumpuan dan harapan dalam penyerapan tenaga kerja.

Sektor Pertanian,Kehutanan dan Perikanan merupakan salah satu kategori lapangan usaha yang mempunyai kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Bondowoso seperti kita ketahui bahwa kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dari tahun ketahun peranannya semakin menurun, penurunan ini selain dipengaruhi faktor eksternal seperti cuaca dan perubahan musim juga faktor internal seperti kemampuan SDM dan transformasi teknologi serta adanya alih fungsi lahan. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya kontribusi sektor ini terhadap total pembentukan PDRB mengalami penurunan sebesar 0,04 poin yaitu dari 33,76 persen pada tahun 2013 menjadi 33,72 persen pada tahun 2014.

Lapangan usaha Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memberi kontribusi terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2014 sebesar 33,72 persen. Lapangan usaha subkategori Tanaman Pangan merupakan penyumbang terbesar terhadap Lapangan usaha kategori ini yaitu tercatat sebesar 31,34 persen terhadap total PDRB Kabupaten Bondowoso atau 43,79 persen dari seluruh nilai tambah kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Sementara itu pertumbuhan subkategori Tanaman Pangan tahun 2014 tumbuh sebesar 2,56 persen, agak melambat bila dibanding tahun 2013 yang tumbuh sebesar 3,11 persen atau turun 0,55 poin.

bondowosokab.bps.go.id

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bondowoso 2010 - 2014 57

Pertumbuhan pada kategori ini terbesar adalah lapangan usaha subkategori perikanan yaitu sebesar 5,01 persen kemudian diikuti oleh lapangan usaha subkategori Kehutanan dan Penebangan Kayu sebesar 4,60 persen dan diurutan ketiga adalah subkategori Perkebunan yang tumbuh sebesar 4,28 persen. Sedangkan lapangan usaha yang lain tetap mencetak laju pertumbuhan yang positif yaitu subkategori Tanaman Hortikultura tumbuh 1,26 persen; subkategori Peternakan tumbuh sebesar 0,76 persen; subkategori Jasa Pertanian dan Perburuan tumbuh sebesar 4,15 persen.

Gambar 4.1 Laju Pertumbuhan PDRB Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Figure Growth Rate of Agriculture, Forestry, and Fishing 2011-2014

Dari gambar 4.1 di atas tampak, bahwa secara keseluruhan dalam empat tahun terakhir pertumbuhan lapangan usaha kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan cenderung melambat. Kondisi tersebut juga

Dari gambar 4.1 di atas tampak, bahwa secara keseluruhan dalam empat tahun terakhir pertumbuhan lapangan usaha kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan cenderung melambat. Kondisi tersebut juga

Dalam dokumen bondowosokab.bps.go.id (Halaman 55-0)