• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Informan Penelitian

Pemeilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada asas subyek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat.Infroman yang

bertindak sebagai sumber data dan informasi harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Penelitian kualitatif tidak dipersoalkan jumlah informan, tetapi bisa tergantung dari pemilihan informan kunci, dan komplesitas dari keragaman fenomena social yang diteliti.Dengan demikian, informan ditentukan dengan teknik purposive (bertujuan).Penelieti memilih informan sesuai dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan.Kriteria ini harus sesuai dengan topik peneliti.Mereka yang dipilih pun harus dianggap kredibel untuk menjawab masalah penelitian. Walaupun demikian dalam penelitian nanti, tidak menutup kemungkinan peneliti juga akan menggunakan teknik Snowballdisesuaikan dengan kondisi atau situasi yang ada di lapangan.

Dalam penelitian yang dilakukan yang akan menjadi informan peneliti adalah Kepala Dinas,Kabid Destinasi dan Sarana Pariwisata, Kasi Sarana Usaha Pariwsata,Kasi Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata,Kasi Promosi Pariwisata, Kasi Analisa Pasar dan Produk(Key Informan) yang dapat memberi informasi tentang bagaimana pelaksanaan Manajemen Pengelolaan Objek Wisata Situs Tasikardi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, kemudian informan pendukung (Second Informan) akan ditentukan untuk memberi petunjuk dan dapat dijadikan sebagai sumber data dan informasi lain yang dibutuhkan dalam penelitian.

Untuk mengetahui informan dalam penelitian ini, berikut adalah uraian informan yang berkaitan dalam penelitian.

Tabel 3.1

Sumber Informan Penelitian

Kode Informan Informan Keterangan

I1 I1.1 I1.2 I1.3 I1.4 I1.5 I1.6 I1.7 I1.8 I1.9 Instansi Pemerintah

1. Kepala Bidang Destinasi dan Sarana Pariwisata Kabupaten Serang

2. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang

3. Kasi Obyek Wisata dan Hiburan UmumKabupaten Serang

4. Kasi Sarana Usaha Pariwisata Kabupaten Serang

5. Kasi Promosi

PariwisataKabupaten Serang 6. Ketua Unit Dokumentasi dan

Publikasi BPCB Banten 7. Pengkaji Pelestari Cagar

BudayaBPCB Banten

8. Staff Pelaksana Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan di Dinas Pariwisata Provinsi Banten

9. Staff di Bagian Industri Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten

I2 I2.1 I2.2 I2.3 I2.4 Masyarakat

1. Pengelola objek wisata Situs Tasikardi.

2. Pengunjung.

3. Pedagang di Situs Tasikardi. 4. Masyarakat sekitar Situs

Tasikardi

Secondary Informan

(Sumber: Peneliti, 2017)

3.6.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara pengumpulan data serta jenis dan sumber data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini ada beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu:

1. Observasi

Menurut moleong (2013:175) observasi (pengamatan) adalah kegiatan untuk mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tidak sadar, kebiasaan dan sebagainya.Metode observasi yang digunakan dalam penelitian mengenai Manajemen Pengelolaan Objek Wisata Situs Tasikardi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, yaitu menggunakan metode observasi non-participant.Dalam hal ini peneliti datang ke lokasi penelitian, namun tidak ikut terlibat dalam kegiatan yang dilakukan dari subyek penelitian.Artinya peneliti hanya melakukan pengamatan terkait bagaimana Manajemen Pengelolaan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang dalam Mengelola Objek Wisata Situs Tasikardi.

Tujuan penggunaan metode observasi dalam penelitian ini yakni peneliti dapat mencatat hal-hal yang berkaitan dengan penelitian, mendokumentasikan, dan merefleksikannya secara sistematis terhadap kegiatan dan interaksi dari subyek penelitian.Dengan demikian, maka data-data yang dikumpulkan berdasarkan hasil teknik pengumpulan data lainnya, dapat ditriangulasikan dengan menggunakan metode ini.Hal ini ditujukan untuk mendapatkan data yang valid. Validitas data sangat diperlukan dalam penelitian ini karena keabsahan data yang didapat apakah sesuai dengan fakta yang ada di lapangan atau tidak..

2. Wawancara

Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara secara mendalam, dimana peneliti melakukannya dengan sengaja untuk melakukan wawancara dengan informan dan peneliti tidak sedang observasi partisipasi.Peneliti bisa datang berkali-kali untuk melakukan wawancara, sifat wawancara mendalam dipandu dengan pertanyaan-pertanyaan dalam pedoman wawancara.Tujuannya adalah memperoleh data secara jelas, konkret dan lebih mendalam. Pada dasarnya metode ini merupakan usaha untuk menggali keterangan yang lebih dalam dari sebuah kajian dari sumber yang relevan berupa pendapat, kesan, pengalaman, pikiran dan lain sebagainya yang berkaitan dengan Manajemen Pengelolaan Objek Wisata Situs Tasikardi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang.

3. Studi Dokumentasi

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga

akan diperoleh data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan. Metode ini hanya mengambil data yang sudah ada terkait Manajemen pengelolaan ataupun sumber data lainnya yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.Metode ini juga digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen.Dalam penelitian sosial, fungsi data yang berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam.Penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian mengenai Manajemen Pengelolaan Objek Wisata Situs Tasikardi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, digunakan sebagai data pendukung terkait masalah penelitian.Dengan adanya data pendukung tersebut ditujukan sebagai penguat argumentasi dari data-data primer yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti sebelumnya.

Tabel 3.2 Pedoman Wawancara

No. Dimensi Asas-asas Kode Informan

1 Pembangunan dan Pengembangan pariwisata

.

1. Proses pembangunan dan pengembangan

2. Pembinaan pariwisata bagi masyarakat lokal

3. Target yang ingin dicapai 4. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan

5. Dampak pembangunan dan pengembangan pariwisata bagi masyarakat sekitar

I1.1, I1.3, I1.6, I1.1, I1.3, I2.1

I1.1, I1.2 I1.1, I1.2, I1.4 I2.1, I2.3, I2.6

2 Preservasi, proteksi, dan peningkatan kualitas sumber daya 1. Upaya Pelestarian

2. Bentuk pengawasan dan sanksi 3. Upaya peningkatan kualitas

sumber daya

I

1.6,

I

1.7

I

1.1,

I

1.2,

I

1.6

I

1.2,

I

1.3 3 Pengembangan atraksi wisata tambahan

1. Atraksi wisata yang tersedia 2. Strategi pengembangan 3. Promosi Pariwisata

I

1.4,

I

1.5,

I

2.1

I

1.4,

I

1.8,

I

2.1,

I

2.5

I

1.4,

I

1.8 4 Pelayanan kepada wisatawan

1. Kepuasan wisatawan terhadap kualitas pelayanan

2. Kenyamanan wisatawan 3. Sarana dan prasarana yang

tersedia

I

2.5,

I

2.6

I

2.5,

I

2.2,

I

1.2

I

2.5,

I

2.1,

I

1.4,

I

1.3 5 Dukungan dan Legitimasi pada pembangunan dan pengembangan

1. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat

2. Kebijakan pemerintah

3. Keterlibatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi.

I

1.1,

I

2.1,

I

1.8

I

1.9,

I

1.8

I

1.9,

I

1.3,

I

1.8

3.7 Teknik Analisis dan Uji Keabsahan Data

Dokumen terkait