• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Deskripsi Hasil Penelitian

5.1.6 Informan Utama 5

Nama : Pilem Br Barus

Usia : 77 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Buruh Tani

Jumlah anggota keluarga : 2 orang

Sama hal nya dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, peneliti menanyakan mengenai pengetahuan informan terkait BST, Syarat yang harus

73

mereka lakukan dan dan mereka dapat informasi dari mana, informan juga sedikit berbagi cerita bagaimana kehidupan dia dengan suaminya.

“Aku taunya BST ini kemarin dari Kepala Desa karena kan rumahku juga dekat sama Kantor Kepala Desa kan, jadi ya dia ngasih tau ke rumahku informasi tentang bantuan itu, terus di bilang juga syaratnya harus ada ini ada itu, terus dia minta KK sama KTP kami, katanya itu dikumpulkan dulu dan belum tau diterima atau enggak Cuma aku berharap dapat karena udah tua juga, ke ladang pun gak bisa kerja berat-berat nak, rumah pun segini apa adanya, makan juga ya apa yang ada. Jadi kan uang yang di kasih nanti bisa membantu dan ada manfaatnya buatku dan suamiku.

Terus suamiku pun udah sakit sakitan gak bisa yang kerja berat gimna lah buat nak udah lansia katnya.”

Di samping itu, peneliti juga menanyakan adaptasi yang dilakukan informan semenjak adanya covid ini dan proses mereka mengambil BST di Kantor Pos, karena memang benar untuk mereka mengambil bantuan tersebut menempuh jarak yang lumayan untu sampe ke Kantor Pos Tigajumpa, berikut hasil wawancaranya:

“Menyisihkan waktu lah untuk ngambil uang itu, karena ngambilnya juga lumyan jauh dari rumah ke kantor pos jadi waktunya betul-betul di pake buat ngambil uang itu, terus diwajibkan pake masker bawa kertas yang dari kantor pos juga jadi dari rumah harus udah siap-siap biar gak bolak balik lagi karena sayang ongkos angkotnya. Kalo bergantung sedikit bergantung nak, karena aku udah tua jadi terakap lah ku rasa uang yang diterima cukup untuk sebulan karena kami kan berduanya cuma, memang ada juga hasil dari ladang tapi gak tau juga kapan panennya, maksudnya panen itu kan gak tiap hari nakku, tunggu berapa bulan baru bisa panen, itu pun kalo berhasil kalo enggak ya Cuma dapat hasil sedikit dan itu lah dicukup- cukupkan lah. Sekarang apa-apa mahal nak, jadi aku pun harus pande-

74

pande ngeluarkan uang, anakku juga tinggal jauh-jauh ada yang di luar kota kalo Cuma mengharap kiriman dari mereka gak bisa juga karena mereka juga punya keluarga disana.”

5.1.7 Informan Tambahan

Nama : Merselinus Sudirman

Usia : 44 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Kepala Seksi Penanggulangan Kemiskinan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Karo

Peneliti juga melakukan wawancara dengan Pemerintahan yang ada di Kabupaten Karo yaitu Kepala Seksi Penanggulangan Kemiskinan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Karo, dimana Kantor Dinas Sosial ini lah yang akan menyeleksi data-data masyarakat, terkait yang telah terdaftar di DTKS. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti mengetahui bahwa apa yang disampaikan oleh Bapak Sekretaris Desa Barusjahe sama dengan yang disampaikan oleh Pak Marsel terkait Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Bantuan Sosial Tunai atau BST ini adalah bantuan yang dikeluarkan sejak adanya covid-19. Dimana bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, namun tidak semua mendapat BST ini ya, karena syarat dari BST ini yaitu orang-orang yang tidak mampu atau biasa disebut fakir miskin. Jadi bantuan sosial tunai ini, berupa uang senilai 600.000 pada 3 bulan pertama yang dimulai dari bulan April-Juni, selanjutnya 300.000 selama 7 bulan. Kalo informasi yang di dapat

75

masyarakat terkait BST ini melalui proses sosialisasi kepada masyarakat.

Karena selama covid ini tidak diperbolehkannya kerumunan, pertemuan secara rame-rame dan adanya penerapan social distancing, jadi sosialisasi yang dilakukan lebih dilakukan secara pribadi, contohnya mendatangi rumah ke rumah masyarakat yang memang berhak mendapat bantuan tersebut. Ya itu kami serahkan kepada Kepala Desa, Ketua RW, maupun Ketua RT di daerah masing-masing.”

Di samping itu, peneliti juga menanyakan terkait berapa ketentuan jumlah KK yang dapat menerima setiap Desa, dan Pak Marsel mengatakan sebagai berikut:

“Sebenarnya tidak ada ketentuan di tiap-tiap desa, maksudnya berapa jumlah fakir miskin di tiap-tiap desa pasti menerima BST ini, karena itu juga kami mempercayakan kepada pihak-pihak di Desa, karena mereka lebih tau masyarakatnya bagaimana kan, dan mereka juga yang akan mengusulkan siapa saja warganya yang berhak menerima bantuan tersebut. Kemudian setelah dikumpulkan KK nya baru lah kami yang akan mengeceknya di DTKS atau sudah terdaftar atau belum sebelumnya.”

Selanjutnya pertanyaan yang sama peneliti juga tanyakan terkait proses penyaluran bantuan yang dilakukan oleh penerima, kemudian apakah bantuan tersebut sudah efektif dan tepat sasaran dan menjadikan masyarakat bergantung atau tidak dengan bantuan yang diverikan, berikut hasil wawancaranya :

“Terkait penyalurannya itu, awalnya melalui bank, seperti bank BRI, BNI dan bank milik negara lainnya, kemudian ada kendala sehingga sekarang hanya dicairkan melalui Kantor Pos saja, jadi pada saat pencairan akan ada surat yang akan diterima masyarakat yang diberikan oleh pihak desa atau daerah terkait, yaitu surat yang ada barcode tersebut di bawa jika sudah waktunya dana dikeluarkan, kemudian penerima membawa KK dan

76

KTP penerima. Kemudian sebelumnya juga sudah disampaikan pada saat sosialisasi bahwa pada saat mengambil BST sudah dipastikan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan, itu seperti adaptasi baru pada saat ini yang seharusnya bisa menjadi kebiasaan kita yang mau tidak mau harus diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bicara keefektivan ya menurut saya batuan yang diberikan sudah efektif dan tepat sasaran, terlihat dari mereka yang menjadi penerima memang betul adalah masyarakat yang kurang mampu, yang dikatakan fakir miskin ya. Sehingga dana yang diberikan sangat bermanfaat bagi yang menerima. Saya pernah menanyakan apakah bantuan tersebut bermanfaat kepada penerima, dan dia menjawab sangat bermanfaat karena dapat membantu membeli sembako ya walaupun bantuan tersebut tidak cukup untuk sebulan.”

Dokumen terkait