Berdasarkan hasil Pengukuran Kinerja Program dan Kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta Tahun 2020 yang mendukung kepada pencapaian Sasaran antara lain sebagai berikut :
Sasaran 1 : Direalisasikan dengan Program Penegakan
Perundang-undangan Daerah : [1] Monitoring Pelanggaran Perda/Perkada di Kabupaten Purwakarta, [2] Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Terhadap Masyarakat, Aparatur dan Badan Hukum, [3] Pelaksanaan Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah (Yustisi dan Non Yustisi), [4] Peningakatan Kinerja Sekretariat PPNS, [5] Penegakan disiplin Aparatur Pemerintah (PNS dan NON PNS).
Adapaun Rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Monitoring Pelanggaran Perda/Perkada di Kabupaten Purwakarta dengan Anggaran sebesar Rp. 75.000.00,00 dan terealisasi sebesar Rp. 67.737.000,00 atau 90,32%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah meningkatnya kualitas Pengawasan Penegakan Perda/Perkada di Kabupaten Purwakarta.
2) Kegiatan Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Terhadap Masyarakat, Aparatur dan Badan Hukum, mendapat anggaran sebesar Rp. 50.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 50.000.000,00 atau 100%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Menurunnya tingkat pelanggaran Perundang-undangan.
3) Kegiatan Pelaksanaan Penegakan Peraturan Daerah dan Peaturan Kepala Daerah (Yustisi dan Non Yustisi), mendapat anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp145.075.000,00 atau 72,54%. Hasil kegiatan tersebut adalah Meningkatnya Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam mematuhi Perda/Perkada di Kabupaten Purwakarta. 4) Kegiatan Peningkatan Kinerja Sekretariat PPNS dengan anggaran sebesar
Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Meningkatnya Kinerja PPNS di Kabupaten Purwakarta.
5) Kegiatan Penegakan Disiplin Aparatur Pemerintahan (PNS dan Non PNS) dengan anggaran sebesar Rp. 50.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 44.862.000,00 atau 89,72%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Meningkatnya disiplin aparatur pemerintahan (PNS dan Non PNS) di Kabupaten Purwakarta.
Anggaran yang di alokasikan untuk pencapaian sasaran ini sebesar Rp.
425.000.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Berdasarkan hasil
Laporan Akhir Tahun Anggaran 2020 dengan realisasi sebesar Rp.
342.324.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Dua Juta Tiga Ratus Dua Puluh
Empat Ribu Rupiah) atau sekitar 80,55 %.
Sasaran 2 : Direalisasikan dengan Program Peningkatan Ketertiban
Umum dan Ketentraman Mayarakat dengan kegiatan : [1] Operasi/ Penertiban Penyakit Masyarakat dan Tuna Susila.
Adapun Rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Operasi/ Penertiban Penyakit Masyarakat dan Tuna Susila, dengan anggaran sebesar Rp 150.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 124.320.000,00 atau 82,88%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Meningkatnya Kualitas keamanan dan Ketertiban Lingkungan Masyarakat.
Anggaran yang di alokasikan untuk pencapaian sasaran ini sebesar
Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah). Berdasarkan hasil
laporan Akhir Tahun Anggaran 2020 dengan realisasi sebesar Rp.
124.320.000,- (Seratus Dua Puluh Empat Juta Tiga Ratus Dua Puluh Ribu
Rupiah) atau sekitar 82,88 %.
Sasaran 3 : Direalisasikan dengan Program Pelayanan Ketenteraman
Lainnya, [2] Kegiatan Pengamanan Car Free Day, Wisata Kuliner dan Air Mancur.
Adapun Rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Pengamanan PHBN dan Pengamanan Lainnya, dengan anggaran sebesar Rp 50.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 46.500.000,00 atau 93,00%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Meningkatnya Kualitas keamanan dan Ketertiban Lingkungan Masyarakat.
2) Kegiatan Pengamanan Car Free Day, Wisata Kuliner dan Air Mancur dengan anggaran sebesar Rp 200.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp200.000.000,00 atau 100%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut Meningkatnya Kualitas Katentraman, Keamanan dan Ketertiban Umum.
Anggaran yang di alokasikan untuk pencapaian sasaran ini sebesar
Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Berdasarkan hasil laporan Akhir Tahun Anggaran 2020 dengan realisasi sebesar Rp. 246.500.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) atau sekitar 98,60 %.
Sasaran 4 : Direalisasikan dengan Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur Trantibmas : [1] Kegiatan Kesemaptaan Jasmani Satpol PP, [2] Kegiatan Pengiriman Peserta Diklat PPNS.
Adapun Rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Kesemaptaan Jasmani Satpol PP, dengan anggaran sebesar Rp 25.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 25.000.000,00 atau 100%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Mengetahui tingkat kesemaptaan jasmani Aparatur Satpol PP
2) Kegiatan Pengiriman Peserta Diklat PPNS dengan anggaran sebesar Rp 50.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp, 0,00 atau 0%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut Meningkatnya Kualitas bagi Aparatur Satpol PP.
Anggaran yang di alokasikan untuk pencapaian sasaran ini sebesar
Rp.75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Berdasarkan hasil
Sasaran 5 : Direalisasikan dengan Program Perlindungan Masyarakat :
[1] Pengerahan Anggota Satlinmas dalam antisipasi darurat penanganan bencan.
Adapun Rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Pengerahan Anggota Satlinmas dalam antisipasi darurat penanganan bencana dengan anggaran sebesar Rp 75.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 75.00.000,00 atau 100%. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Meningkatnya Kelancaran Penanggulangan Bencana Oleh Anggota Satlinmas.
Anggaran yang di alokasikan untuk pencapaian sasaran ini sebesar Rp.
75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Berdasarkan hasil laporan Akhir
Tahun Anggaran 2020 dengan realisasi sebesar Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) atau sekitar 100%.
Jumlah Anggaran/dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi atau tugas-tugas lainnya pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta dari APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2020 menurut Perjanjian Kinerja yaitu sebesar Rp. 975.000.000,- (Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima
Juta Rupiah), dengan capaian realisasi sebesar Rp. 813.144.000 ,- (Delapan Ratus
Tiga Belas Juta Seratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah) atau 83,33 % dana yang terserap, berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan melalui APBD Tahun Anggaran 2020 , hasil analisis secara kuantitatif tersebut menunjukan predikat Cukup.
Kebijakan Pengelolaan Keuangan sangat menentukan hasil pembangunan yang diperoleh dalam kurun waktu tertentu, sehingga perlu mengedepankan efesiensi, efektifitas dan penghematan sesuai dengan prioritas yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap program-program strategis. Dalam rangka peningkatan Kerangka Pendanaan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta, dilakukan berbagai upaya dan terobosan, antara lain : Peningkatan kualitas sumber daya Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja, serta sarana dan prasarana pendukungnya dan melaksanakan koordinasi,
meningkatkan rasionalisasi, efektivitas dan efisiensi anggaran program/kegiatan.
Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta sesuai yang tertuang dalam RPJM Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2018-2023 bahwa Belanja daerah dipergunakan untuk melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan kabupaten, baik Urusan Wajib maupun Urusan Pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan. Belanja tersebut diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan layanan jaminan sosial. Kebijakan pengelolaan Belanja Daerah di Kabupaten Purwakarta yang disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengacu kepada arah dan kebijakan umum serta strategi prioritas pembangunan yang berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Strategi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengelola Belanja Daerah, antara lain :
a) Belanja disertai tolok ukur yang jelas untuk setiap indikator belanjanya. b) Belanja dititikberatkan pada upaya pencapaian tema dan prioritas
pembangunan.
c) Alokasi belanja diupayakan dapat mendorong dan memberikan stimulus terhadap masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan.
d) Alokasi belanja dilaksanakan secara rasional, efektif, efisien dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.