• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah 6.390.623.220 14.306.583.574Nilai Tercatat Aset Segmen *)

53. Informasi Lainnya

a. Prinsip Mengenal Nasabah

Dalam rangka penerapan prinsip mengenal nasabah dan penyesuaian terhadap Undang-undang No. 15 Tahun 2002 tangaI 17 April 2002 yang telah diubah dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2003 tanggal 13 Oktober 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/10/PBI/2001 tanggal 18 Juni 2001 tentang “Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Prinsiples)” yang telah diubah dua kali dengan perubahan terakhir berdasarkan PBI No. 5/21/PBI/2003 tanggal 17 Oktober 2003. Sesuai peraturan tersebut, Bank wajib memiliki dan menerapkan kebijakan penerimaan dan identifikasi nasabah, mengidentifikasikan dan menerapkan manajemen risiko atas prinsip mengenal nasabah, dan melaporkan kepada Bank Indonesia apabila tenjadi transaksi yang mencurigakan selambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah diketahui.

Bank telah melaksanakan penerapan prinsip mengenal nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku tersebut di atas, sedangkan untuk mengoptimalkan prinsip mengenal nasabah tersebut Bank telah menyempurnakan struktur organisasi.

b. Arsitektur Perbankan Indonesia

Sesuai dengan kerangka dasar Arsitektur Perbankan Indonesia dalam program penguatan struktur perbankan nasional yang diberlakukan mulai tahun 2004, maka persyaratan modal minimum bagi bank umum ditingkatkan menjadi Rp 100.000.000 dan persyaratan tersebut wajib dipenuhi paling lambat pada akhir tahun 2010, selanjutnya Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/15/PBl/2005 tanggal 1 Juli 2005 dan Surat Edaran No. 7/48/DPNP tanggal 14 Oktober 2005 tentang “Jumlah Modal Inti Minimum Bank Umum”, yang mewajibkan setiap bank untuk memiliki dan memelihara modal inti minimum sebesar Rp 80.000.000 pada tanggal 31 Desember 2007 dan menjadi sebesar Rp 100.000.000 pada tanggal 31 Desember 2010. Sesuai dengan peraturan tersebut, setiap bank wajib menyampaikan action plans kepada Bank Indonesia dan pemegang saham utama.

Bank akan berusaha menjaga kecukupan modal Bank agar dapat memenuhi persyaratan tersebut. Bank telah menyusun business plan selama 3 (tiga) tahun 2009 sampai 2011 yang telah disampaikan kepada Bank Indonesia dan pemegang saham utama/baru.

c. Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG)

Bank telah memiliki Pedoman Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG), yang terdiri dari: - Pedoman pelaksanaan GCG mencakup Prinsip-prinsip Dasar penerapan GCG, Struktur Pengelola Bank, Penerapan GCG, Laporan dan Penilaian GCG;

- Panduan dan Pedoman Kerja Komisaris dan Direksi; - Piagam Komite Audit;

- Panduan Sekretaris Perusahaan;

- Panduan Transparansi dan Pengungkapan; dan

- Petunjuk teknis penyusunan self assessment penerapan GCG.

Hal-hal tersebut di atas telah dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi

PT Bank Century Tbk masing-masing No.059/SK-Dir/Century/IX/2006 dan

No.001/SK-Kom/Century/IX/2006 tanggal 27 September 2006. Pedoman ini mengacu pada PBI No.8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance.

Dalam rangka pelaksanaan fungsi audit intern yang efektif, Bank telah membentuk Satuan Kerja Audit Intern, membuat Piagam Audit Intern, dan Panduan Audit Intern yang mengacu pada Standar Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB).

82

Dalam rangka melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, Direksi Bank dan Dewan Komisaris telah membentuk komite-komite yaitu:

- Komite Audit;

- Komite Pemantau Risiko;

- Komite Manajemen Risiko;

- Komite Kredit; dan

- Komite ALCO.

Berdasarkan surat Keputusan Direksi tanggal No. 43/SK-DIR/Century/II/2009 tanggal 11 Pebruari 2009, telah dibentuk susunan Komite Audit Bank sebagai berikut:

• Pontas Rianto Siahaan (Ketua)

• Yusuf Subianto (Anggota)

• Darmawan Effendi (Anggota)

Berdasarkan surat Keputusan Direksi tanggal No. 59/SK-DIR/Century/II/2009 tanggal 20 Pebruari 2009, telah dibentuk susunan Komite Pemantau Risiko Bank sebagai berikut:

• Pontas Rianto Siahaan (Ketua)

• Yusuf Subianto (Anggota)

• Darmawan Effendi (Anggota)

d. Peresmian Call Center pada 6 Pebruari 2009

Pada tanggal 6 Pebruari 2009, Bank meluncurkan layanan baru call center yang diberi nama Century

Access. Layanan tersebut bertempat di Gedung Century Bank Pasarbaru, Jakarta.

Tujuan diluncurkannya layanan call center ini adalah untuk memberikan informasi kepada nasabah dalam hal transaksi, saldo rekening, produk-produk dan jasa Bank, serta menangani keluhan nasabah atau masyarakat luas.

e. Reorganisasi Bank

Sehubungan dengan pengambilalihan Bank oleh Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), manajemen baru bank yang ditunjuk oleh LPS telah melakukan restrukturisasi organisasi untuk mendukung pengembangan fokus bisnis Bank, penataan fungsi dan tanggung jawab yang lebih jelas serta peningkatan tata kelola Bank.

Melalui Surat keputusan Bersama Direksi dan Komisaris PT Bank Century Tbk No. 15/SK-DIR/Century/II/2009 Struktur Organisasi Bank yang baru ditetapkan oleh Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 2 Pebruari 2009.

f. Penyelamatan Aset Bank

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Manajemen pasca pengambilalihan pemegang saham Bank oleh LPS adalah membentuk Tim Penyelamat Aset yaitu tim yang khusus bertugas untuk menelusuri, menyelamatkan dan menyelesaikan aset-aset Bank yang diduga bermasalah (asset recovery). Tim melakukan pemetaan, analisa dan rekomendasi kepada managemen mengenai kondisi seluruh aset, baik berupa pinjaman diberikan, surat berharga, agunan kredit dan aset-aset lainnya.

g. Program Baru atas Produk Bank

Pada bulan Januari 2009 Bank melakukan program baru berupa Deposito Imlek dan dilanjutkan dengan Deposito Luber masing - masing untuk periode 6 Pebruari 2009 sampai dengan 15 Maret 2009 dan 18 Maret sampai dengan 31 Mei 2009.

83

Pada tanggal 1 Maret 2009, Bank melakukan relaunching program baru Tabungan New Century Plan yang berkerjasama dengan PT Asuransi Sinarmas dimana setiap nasabah yang membuka rekening baru akan mendapat hadiah handphone serta bonus berupa cover asuransi personal accident gratis bagi pesertanya.

h. Perbaikan Image Bank

Upaya perbaikan Bank untuk membentuk persepsi positif dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada Bank Century antara lain:

a. Melaksanakan konsolidasi dan sosialisasi internal secara reguler yaitu bulanan dan mingguan; b. Melaksanakan komunikasi intensif dengan Regulator dan Shareholder;

c. Membentuk Business Command Centre untuk pelayanan nasabah dalam mengatur likuiditas; d. Melaksanakan gathering dengan nasabah dalam rangka supervisi produk dan layanan jasa

perbankan yang baru serta press gathering yang hasilnya:

(1). Berita media mengenai Bank Century selama Desember 2008 sampai dengan Pebruari 2009 sebanyak 629 kali dengan tone positif 61% dan tone negatif 39%;

(2). Press Conference lima kali; dan

(3). Exclusive Interview dengan Redaksi Media Center atau Elektronik memberikan 121 berita positif.

i. Perhitungan Rasio Keuangan

2009 2008

% %

1. Permodalan

- Rasio KPMM yang tersedia untuk Risiko Kredit -8.13% 12.80%

--5.01% 12.13%

- Aktiva Tetap terhadap Modal -86.90% 31.32%

2. Aktiva Produktif

- Aktiva Produktif Bermasalah 45.54% 1.08%

- NPL - Gross 34.93% 3.33%

- NPL - Neto 10.40% 3.16%

- PPAP terhadap Aktiva Produktif 45.37% 0.60%

- Pemenuhan PPAP 114.88% 125.68% 3. Rentabilitas - ROA 4.89% 0.36% - ROE -82.63% 5.99% - NIM 1.07% 3.33% - BOPO 67.97% 95.66% 4. Likuiditas LDR 87.64% 41.99% 5. Kepatuhan - GWM - GWM Rupiah 5.08% 11.13% - GWM Valas 1.04% 3.05%

- PDN (per posisi Neraca terhadap Modal Akhir Maret) -649.63% 10.80%

Rasio KPMM yang tersedia setelah memperhitungkan Risiko Kredit & Risiko Pasar

84

Dokumen terkait