Informasi segmen Grup disusun berdasarkan jenis usaha, yakni penyediaan tenaga listrik dan uap, perdagangan pupuk dan bahan kimia, sewa, dan pertambangan dan perdagangan batubara.
The Group’s segment information is presented based on their business, namely supply of steam and electricity, fertilizer and chemicals trading, rent, and coal mining and trading.
Penyediaan
Tenaga Pertambangan dan Penyediaan Listrik dan Uap/ Perdagangan TV cable dan
Supply of Batubara/ Internet/
Steam and Perdagangan/ Sewa/ Coal Mining cable TV and Kehutanan/ Eliminasi/ Jumlah/
Electricity Trading Rental and Trading Internet Forestry Elimination Total
Pendapatan usaha 35,054,629 68,142,952 1,550,909 246,114,101 3,686,614 4,837,481 (123,503) 359,263,183 Revenues Hasil segmen 11,416,147 7,948,853 (591,712) 90,582,433 (1,236,534) 1,018,619 (123,503) 109,014,303 Segment results Laba usaha (2,740,221) 847,979 (905,090) 11,139,646 (9,871,732) 126,317 17,139 (1,385,962) Income from operations
Pendapatan bunga 4,745,687 Interest income
Interest expense and other
Beban bunga dan keuangan lainnya (12,502,473) financial charges
Bagian rugi ventura bersama dan Share in net losses of joint venture
asosiasi (1,720,763) and associate
Kerugian selisih kurs
mata uang asing - bersih (22,005,589) Loss on foreign exchange - net
Lain-lain - bersih (151,019) Others - net
Laba sebelum pajak (33,020,119) Income before tax
Beban pajak - bersih 1,651,508 Tax expense - net
Laba bersih (34,671,627) Net income
Aset segmen 922,517,668 47,266,255 14,333,303 403,468,227 79,158,838 25,487,597 (125,062,490) 1,367,169,398 Segment assets
Investasi saham 59,366,088 Investment in shares of stock
Aset yang tidak dialokasikan 151,963,133 Unallocated assets
Jumlah aset 1,578,498,619 Total assets
Liabilitas segmen 480,980,417 54,142,478 6,095,120 143,820,417 80,857,246 91,879,091 (124,926,579) 732,848,190 Segment liabilities
Liabilita yang tidak dialokasikan 37,688,278 Unallocated liabilities
Jumlah Liabilitas 770,536,468 Total liabilities
Pengungkapan tambahan Additional disclosures
Penjualan berdasarkan lokasi geografis Sales based on geographical location
Indonesia 35,054,629 68,142,952 1,550,909 129,526,800 3,686,614 4,837,481 (123,503) 242,675,882 Indonesia Cina - - - 64,558,727 - - - 64,558,727 China India - - - 49,979,020 - - - 49,979,020 India Korea - - - 1,130,360 - - - 1,130,360 Korea Thailand - - - 697,972 - - - 697,972 Thailand Malaysia - - - 221,222 - - - 221,222 Malaysia Jumlah 35,054,629 68,142,952 1,550,909 246,114,101 3,686,614 4,837,481 (123,503) 359,263,183 Total 30 Sembilan 2015/Sembilan 30, 2015
Penyediaan
Tenaga Pertambangan dan Penyediaan Listrik dan Uap/ Perdagangan TV cable dan
Supply of Batubara/ Internet/
Steam and Perdagangan/ Sewa/ Coal Mining cable TV and Eliminasi/ Jumlah/
Electricity Trading Rental and Trading Internet Elimination Total
Pendapatan usaha 34,464,549 84,693,489 1,433,058 307,119,572 2,906,240 (464,342) 430,152,566 Revenues Hasil segmen 10,892,793 8,733,137 (719,473) 103,792,657 1,967,197 - 124,666,311 Segment results Laba usaha 2,073,934 1,875,649 (1,072,500) 9,165,665 (4,376,418) - 7,666,330 Income from operations
Pendapatan bunga 10,055,572 Interest income
Interest expense and other Beban bunga dan keuangan lainnya (8,130,532) financial charges
Bagian rugi bersih ventura bersama Share in net losses of joint venture
dan asosiasi (186,293) and associate
Kerugian selisih kurs
mata uang asing - bersih (75,266) Loss on foreign exchange - net
Lain-lain - bersih 2,215,640 Others - net
Laba sebelum pajak 11,545,451 Income before tax
Beban pajak - bersih 2,481,428 Tax expense - net
Laba bersih 9,064,023 Net income
Pengungkapan tambahan Additional disclosures
Penjualan berdasarkan lokasi geografis Sales based on geographical location
Indonesia 34,464,549 84,081,184 1,433,058 160,937,491 2,906,240 (464,342) 283,358,180 Indonesia Cina - - - 116,793,058 - - 116,793,058 China India - - - 13,583,377 - - 13,583,377 India Thailand - - - 2,887,228 - - 2,887,228 Thailand Singapura - - - 4,671,140 - - 4,671,140 Singapore Korea - - - 4,218,995 - - 4,218,995 Korea Hongkong - 612,305 - - - - 612,305 Hongkong Malaysia - - - 4,028,283 - - 4,028,283 Malaysia Jumlah 34,464,549 84,693,489 1,433,058 307,119,572 2,906,240 (464,342) 430,152,566 Total
Aset segmen 758,748,175 43,590,020 20,704,873 348,186,991 71,858,199 (69,347,335) 1,173,740,923 Segment assets
Investasi saham 72,709,742 Investment in shares of stock
Aset yang tidak dialokasikan 55,757,939 Unallocated assets
Jumlah aset 1,302,208,604 Total assets
Liabilitas segmen 311,889,715 48,816,581 6,600,999 90,200,646 52,645,582 (70,414,350) 439,739,173 Segment liabilities
Liabilita yang tidak dialokasikan 24,328,020 Unallocated liabilities
Jumlah Liabilitas 464,067,193 Total liabilities
30 September 2014/September 30, 2014 Sembilan Bulan/Nine Months
31 Desember 2014/December 31, 2014
35. Informasi Lainnya 35. Other Information
Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Peraturan Pemerintah
Mineral and Coal Mining Law and Government Regulations
Pada tanggal 12 Januari 2009, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang baru (Undang-Undang Pertambangan)
On January 12, 2009, the Government of the Republic of Indonesia issued Law No. 4 year 2009 regarding Mineral and Coal Mining (Mining Law).
Grup terus memonitor perkembangan dari implementasi peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Pertambangan baru ini serta Peraturan Pemerintah terkait pertambangan dan menganalisis pengaruhnya terhadap operasional Grup. Manajemen berpendapat bahwa ketentuan-ketentuan pada Undang-Undang Pertambangan dan Peraturan Pemerintah terkait pertambangan tidak akan menimbulkan dampak signifikan pada operasional Grup dalam waktu dekat.
The Group has monitored the development and implementation of new Mining Law and Government Regulations in Mining and analyzed the impact on the Group’s operations. The Group’s management belives that the provisions of the new Mining Law Government Regulations in Mining will have no significant impact to the Group in the near term.
Analisis Dampak Lingkungan Hidup Environmental Impact Assessment
BORNEO telah memiliki persetujuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) pada kegiatan penambangan batubara yang dijalankannya berdasarkan Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 29 Tahun 2005 tentang Persetujuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) PT Borneo Indobara pada Kegiatan Penambangan Batubara di Kecamatan Satui, Kecamatan Sei Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan (”SK 29/2005”) yang berlaku sejak tanggal ditetapkannya. SK 29/2005, antara lain, mengatur bahwa BORNEO dapat melaksanakan kegiatan penambangan batubara dan wajib mentaati ketentuan yang tersirat dalam dokumen Andal, RKL, dan RPL yang telah disetujui.
BORNEO has an Environmental Impact Assessment (EIA) approval for its coal mining activities based on Decision of Bupati Tanah Bumbu No. 29 Tahun 2005 regarding Approval on Environmental Impact Assessment (Andal), Environment Management Plan (RKL) and Environment Monitoring Plan (RPL) of PT Borneo Indobara for Coal Mining Activities in District Satui, District Sei Loban and Kusan Hulu, Regency Tanah Bumbu, South Kalimantan Province (”SK 29/2005”) which is valid starting from date of the Decision. SK 29/2005, among others, stated that BORNEO can conduct coal mining activities and should comply with the terms stipulated in the approved Andal, RKL, and RPL documents.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0283/KUM/2012 tanggal 11 Juni 2012, BORNEO telah memperoleh Izin Kelayakan Lingkungan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) pada kegiatan peningkatan kapasitas produksi batubara dari produksi 5 juta ton/tahun menjadi produksi maksimal 13 juta ton/tahun di wilayah PKP2B BORNEO Wilayah KW 99PB0399 di Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Based on Decision of Governor South Kalimantan No. 188.44/0283/KUM/2012 dated June 11, 2012, BORNEO already obtained Environment Feasibility License for Environment Impact Assessment (ANDAL), Environment Management Plan (RKL) and Environment Monitoring Plan (RPL) on increasing coal production capacity activities from production of 5 million tons/year to maximum 13 million tons/year in BORNEO PKP2B area KW 99PB0399 in District Satui, Angsana, Sungai Loban, and Kusan Hulu, Regency Tanah Bumbu, South Kalimantan Province.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/0285/KUM/2012 tanggal 12 Juni 2012, BORNEO telah memperoleh Izin Lingkungan atas kegiatan Peningkatan Kapasitas Produksi Batubara dari produksi 5 juta ton/tahun menjadi produksi maksimal 13 juta ton/tahun di wilayah PKP2B BORNEO Wilayah KW 99PB0399 di Kecamatan Satui, Angsana, Sungai Loban, dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Based on Decision of Governor South Kalimantan No. 188.44/0285/KUM/2012 dated June 12, 2012, BORNEO already obtained Environment License for Increasing Coal Production Capacity Activities from production of 5 million tons/year to maximum of 13 million tons/year in BORNEO PKP2B area KW 99PB0399 in District Satui, Angsana, Sungai Loban, and Kusan Hulu, Regency Tanah Bumbu, South Kalimantan Province.
Berdasarkan Surat Keputusan dari Menteri Lingkungan Hidup No. 64 Tahun 2013 tanggal 15 Februari 2013, BORNEO telah memperoleh Izin Lingkungan Kegiatan Pengoperasian Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Based on Decision Letter from the Minister of Environment No. 64 Tahun 2013 dated February 15, 2013, BORNEO has obtained Environment License for the Operational Activities of Terminal for Self Interest (TUKS) at Bunati Village, District of Angsana, Regency Tanah Bumbu, Province South Kalimantan.