Segmen Usaha Operating Segment
Grup menjalankan dan mengelola usahanya dalam satu segmen yaitu menyediakan jasa selular CDMA dan jasa jaringan telekomunikasi untuk para pelanggannya.
The Group operates and maintains its business in one segment that is providing CDMA cellular service and telecommunication network service for subscribers.
Pendapatan berdasarkan pasar geografis Revenue by geographical market
Berikut ini adalah jumlah pendapatan Grup berdasarkan pasar geografis:
The following table shows the distribution of Group
ZTE Corporation ZTE Corporation Pada tanggal 4 Juni 2010, Smartel dan ZTE
Corporation menandatangani:
On June 4, 2010, Smartel and ZTE Corporation signed the following:
· Master Agreement sehubungan dengan
desain, teknik pengadaan, konstruksi, instalasi, pengujian, persiapan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi terpadu nasional CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A and EV-DO Rev. B dengan nilai kontrak sebesar US$ 293.929.220.
· Master Agreement with respect to the design, engineering, supply, construction, installation, testing, commissioning, operation, and maintenance of a CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A and EV-DO Rev. B Converged Network in Indonesia with
a contract price amounting to US$ 293,929,220.
· Master Agreement sehubungan dengan desain, teknik pengadaan, konstruksi, instalasi, pengujian, persiapan, pengoperasian dan pemeliharaan Business Support System (BSS) and Value Added Services (VAS) Platform untuk jaringan telekomunikasi terpadu nasional CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A and EV-DO Rev. B dengan nilai kontrak sebesar US$ 42.000.000.
· Master Agreement with respect to the design, supply, construction, installation, testing, commissioning, operation, and maintenance of a Business Support System (BSS) and Value Added Services (VAS) Platform for CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A and EV-DO Rev. B Converged Network in Indonesia with a contract price amounting to US$ 42,000,000.
Pada tanggal 20 Desember 2014, Perusahaan, ZTE Corporation dan PT ZTE Indonesia menandatangani Master Agreement sehubungan dengan desain, pengadaan, instalasi, peningkatan (upgrade), pengujian, integrasi,
commissioning, optimisasi, garansi, suku
cadang dan pemeliharaan jaringan LTE dan LTE-A di Indonesia dengan nilai kontrak US$ 401.977.596.
On December 20, 2014, the Company, ZTE Corporation and PT ZTE Indonesia entered into Master Agreement to design, supply, installation, upgrading, testing, integration, commissioning, optimization, warranty, spares and support of an LTE and LTE-A network in Indonesia with a contract price amounting to US$ 401,977,596.
Nokia Solutions and Networks Oy (Nokia Oy) dan PT Nokia Solutions and Networks Indonesia (PT Nokia)
Nokia Solutions and Networks Oy (Nokia OY) and PT Nokia Solutions and Networks Indonesia (PT Nokia)
Pada tanggal 8 Desember 2014, Smartel, entitas anak, Nokia OY dan PT Nokia menandatangani
Master Agreement sehubungan dengan desain, pengadaan, instalasi, peningkatan (upgrade), pengujian, integrasi, commissioning, optimisasi, garansi, suku cadang dan pemeliharaan jaringan LTE dan LTE-A di Indonesia dengan nilai kontrak sebesar US$ 383.584.706 dengan jangka waktu pembayaran dalam 3 tahun setelah tagihan diterima oleh Smartel dan dikenakan suku bunga LIBOR ditambah margin tertentu.
On December 8, 2014, Smartel, a subsidiary, Nokia OY and PT Nokia entered into Master Agreement in relation to the design, supply, installation, upgrading, testing, integration, commissioning, optimization, warranty, spares and support of an LTE and LTE-A network in Indonesia with a contract price amounting to US$ 383,584,706 with payment terms within 3 years after receipt of invoice by Smartel and has interest rate at LIBOR rate plus certain margin.
PT Bakrie Telecom Tbk PT Bakrie Telecom Tbk Pada tanggal 30 Oktober 2014, Perusahaan
dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengadakan perjanjian penggabungan usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi terkait dengan Keputusan KOMINFO No.932 tahun 2014 mengenai persetujuan pengalihan izin penggunaan spektrum frekuensi radio milik BTEL kepada Perusahaan, dan selanjutnya diikuti dengan perjanjian sewa jaringan telekomunikasi milik Perusahaan. Pengalihan tersebut menyebabkan Perusahaan harus membayar kompensasi kepada BTEL berupa saham Perusahaan (Catatan 25) dan membayar utang BHP BTEL kepada KOMINFO yang akan jatuh tempo 5 tahun sejak perjanjian penggabungan kegiatan usaha. Perusahaan telah mengakui perolehan frekuensi miliki BTEL sebagai aset tak berwujud (Catatan 11). Atas kompensasi dalam kas yang akan dibayarkan setelah 5 tahun, Perusahaan mengakui utang kepada BTEL yang diakui sebagai liabilitas tidak lancar lainnya dan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan laba hari ke-1 ditangguhkan (Catatan 23).
On October 30, 2014, the Company and PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) signed a joint telecommunication network operation agreement related to MoCIT decision letter No.932, 2014, regarding reallocation of BTEL
Pada tanggal 4 Desember 2015 dan 22 Desember 2015, Perusahaan dan BTEL menandatangani perjanjian sewa menyewa jaringan telekomunikasi (CDMA) dan amandemennya dimana BTEL menyewa jaringan telekomunikasi yang digunakan dan dioperasikan oleh Perusahaan pada pita frekuensi 800 Mhz, untuk pelayanan voice dan
SMS, di wilayah Propinsi DKI Jakarta, Propinsi Banten dan Propinsi Jawa Barat, dengan biaya sewa sebesar Rp 27.000.000.000 per bulan, dimulai pada 1 Januari 2016, untuk jangka waktu sewa tiga bulan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
On December 4, 2015 and December 22, 2015, the Company and BTEL signed a new telecommunication network rental agreement and its amendment, whereby BTEL will rent Company
Beban sehubungan dengan ketentuan ini dicatat sebagai beban penggunaan frekuensi (Catatan 29).
The related expenses arising from these regulations were recognized under frequency usage charges (Note 29). b. Grup menandatangani persetujuan
roaming internasional dengan provider jasa telekomunikasi di beberapa negara seperti Australia, Hong Kong, Taiwan, Thailand, China, Korea, New Zealand, Singapura, India, Malaysia, Amerika Serikat, Vietnam, Guam, Filipina dan Saudi Arabia.
b. The Group entered into international
roaming agreements with
telecommunication operators/service providers on several countries such as Australia, Hong Kong, Taiwan, Thailand, China, Korea, New Zealand, Singapore, India, Malaysia, United States of America, Vietnam, Guam, Philippines and Saudi Arabia.
c. Grup mengadakan perjanjian pembangunan/penyediaan dan penyewaan menara pemancar dengan 47 menara pemancar (pemasok). Jangka waktu perjanjian sewa berkisar antara 10 - 14 tahun dengan opsi perpanjangan 10 tahun. Harga sewa menara pemancar bervariasi tergantung pada ketinggian dan lokasi menara pemancar.
c. The Group entered into Build-to-Suit Agreements and Transmitter Tower Rental Agreement with 47 third parties (tower provider). The lease term is for 10 to 14 years with an option to extend for additional 10 years. Rental for such towers generally varies depending on the height and location of the tower transmitter.
d. Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Konten d. Cooperation Agreement for Content Provider
Grup menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa pihak penyedia konten. Tarif yang dibebankan ke pelanggan bervariasi tergantung pada layanan konten dan durasi waktu yang dipakai. Pembagian keuntungan bervariasi mulai dari 6% sampai dengan 70% menjadi bagian Grup. Keuntungan dihitung berdasarkan tarif setelah dikurangi beban.
The Group entered into cooperation agreements with several content providers. Tariff charges to the customers varied depending on the content services and time charges for services. Revenue sharing ranges from 6% up to 70% for the Company
43. Sistem Tarif 43. Tariff System