• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III – Akuntabilitas Kinerja

C. Informasi Tambahan Atas Capaian Kinerja Tahun 2012

Selama tahun anggaran 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat menerima anggaran belanja sebesar Rp.4.304.101.000,00. Realisasi belanja tahun anggaran 2012 sebesar Rp.4.177.402.858,00 atau 97,1% dari jumlah yang dianggarkan dengan rincian sebagai berikut:

TABEL 3.9

REALISASI ANGGARAN DIPAPERWAKILAN BPKPPERPROGRAM

TAHUN 2012

KODE URAIAN POGRAM ANGGARAN

(RP)

REALISASI

(RP) % 01.01.01 Program Dukungan Manajemen dan

Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

BPKP 2.519.152.000 2.420.554.502 96,1

01.01.02 Program Peningkatan Sarana Dan

Prasarana Aparatur BPKP 654.000.000 653.052.000 99,9 01.01.06 Program Pengawasan Intern

Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem

Pengendalian Intern Pemerintah 1.130.949.000 1.103.796.356 97,6 JUMLAH 4.304.101.000 4.177.402.858 97,1

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa serapan anggaran terendah ada pada Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP sebesar 96,1%. Hal ini terutama disebabkan oleh:

1. Pengalihan kegiatan konsinyering penyusunan laporan ketatausahaan yang semula akan dilaksanakan di luar kota, akhirnya dilaksanakan di kantor sendiri di luar jam kantor untuk mengantisipasi kebutuhan tenagauntuk kegiatan pengawasan;

2. Pembatalan pembayaran honorarium untuk satuan tugas budaya kerja dan penyelenggaraan SPIP karena adanya ketentuan bahwa satuan tugas yang dapat diberikan honorarium adalah satuan tugas yang keanggotaannya melibatkan pejabat dariunit eselon I lainnya. Walaupun honorarium satgas ini tidak dibayarkan, kegiatan satgas tersebut tetap berjalan;

3.

Penghematan belanja pemeliharaan gedung dan bangunan kantor, mengingat Gedung Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Baratmasih sewa.

BAB IV - Penutup

Capaian kinerja output pada Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP Tahun 2012 sebesar 89,09% menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan dalam dokumen Tapkin 2012 belum dicapai. Hal ini terutama disebabkan oleh masih tingginya permintaan stakeholder untuk mendapatkan jasa consulting maupun assurancedari BPKP dalam rangka peningkatan kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan negara/daerah. Faktor lain adalah adanya upaya proaktif dari Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat, sebagai pembina penyelenggaraan SPIP di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, dengan memberikan atensi kepada para kepala daerah terkait dengan action plan peningkatan kualitas pengelolaan dan pelaporan akuntabiltas keuangan negara sebagaimana disarankan dalam laporan hasil audit BPK RI.

Sesuai dengan yang diamanatkan dalam PP 60 Tahun 2008, BPKP melakukan pembinaan SPIP dan pengawasan intern terhadap kegiatan lintas sektoral, kebendaharaan umum dan kegiatan lain atas permintaan Presiden. Fungsi pengawasan intern dilakukan melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya. Pengawasan intern terutama diarahkan untuk membantu Menteri/Pimpinan Lembaga, Gubernur, dan Bupati/Walikota dalam rangka memperkuat dan menunjang efektivitas Sistem Pengendalian Intern.

Pertanggungjawaban pelaksanaan pengawasan intern dan pembinaan SPIP disampaikan dalam LAKIP BPKP. Dalam pelaporan kinerja ini disajikan informasi kinerja yang telah diperjanjikan disertai evaluasi dan analisis yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja ke depan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja BPKP, di samping merupakan pertanggungjawaban kinerja BPKP dalam mencapai tujuan/sasaran strategis tahun 2012, juga mencerminkan sejauh mana Sistem AKIP telah diimplementasikan. Beberapa perbaikan mendasar telah dilakukan terhadap seluruh komponen Sistem AKIP yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Perbaikan dalam perencanaan kinerja berupa perbaikan kualitas dokumen renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja, dan indikator kinerja utama. Terhadap Renstra BPKP 2012-2014 telah ditambahkan sasaran strategis, IKU dan target tahunan diselaraskan dengan RPJMN. Target-target kinerja jangka menengah dalam renstra telah dirinci dalam target-target kinerja tahunan dalam rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja, serta dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan. Sasaran strategis telah berorientasi hasil, bukan proses/kegiatan, dan diukur dengan indikator-indikator kinerja utama yang dominan. Kegiatan yang dirancang telah selaras dan memiliki hubungan kausalitas dengan sasaran.

Perbaikan dalam pengukuran kinerja berupa perbaikan mekanisme pengumpulan data kinerja dengan menggunakan teknologi informasi, dan melakukan pengukuran kinerja melalui pembandingan dengan target tahun berjalan.

Upaya perbaikan dalam evaluasi kinerja berupa pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya oleh pihak internal maupun eksternal, dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil evaluasi.

Pencapaian sasaran strategis sebagian besar telah memenuhi target dan termasuk kategori “Memuaskan” dibandingkan target yang telah ditetapkan dalam tahun 2012. Dari delapan sasaran strategis dengan keseluruhan 21 IKU yang memiliki target, telah dipilih 15 IKU capaian sebagai ukuran penilaian capaian sasaran. Realisasi tahun 2012, tiga dari enam sasaran strategis telah mencapai target 100% yang dapat dirinci sebagai berikut.

Sasaran 1: Dari 6 IKU dominan, tercapai 3, capaian rata-rata 89,09% Sasaran 3: Dari 7 IKU dominan, tercapai 5, capaian rata-rata 129,09% Sasaran 4: Dari 7 IKU dominan, tercapai 2, capaian rata-rata 133,34% Sasaran 5: Dari 3 IKU dominan, tercapai 1 capaian 27,27%

Sasaran 6: Dari 5 IKU dominan, tercapai 4 capaian rata-rata 69,37% Sasaran 7: Dari 1 IKU tidak terdapat target namun terdapat 1 capaian Sasaran 8: Dari 1 IKU tidak terdapat target

Beberapa hambatan yang masih mengemuka di Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat antara lain keterbatasan jumlah tenaga auditor dibandingkan dengan kebutuhan tenaga yang diperlukan untuk memberikan layanan maksimal kepada mitra kerja. Atas hambatan terakhir ini, telah dialokasikan dan dimutasikan sebanyak 21 orang tenaga calon auditor pada akhir tahun 2012 dari BPKP Pusat ke Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat.

Capaian kinerja output pada Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Tahun 2012 sebesar 97,10% menunjukkan bahwa jumlah belanja perwakilan melakukan penghematan sebesar Rp126.698.142,00 atau sebesar 2.90% namun dapat dioptimalkan untuk memernuhi kebutuhan sarana dan prasarana pada kantor yang baru beroperasi seperti Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat. Diharapkan dalam tahun-tahun berikutnya kebutuhan sarana-prasarana ini dapat terus dipenuhi untuk menunjang operasional pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat. Beberapa kelemahan dalam pencapaian sasaran strategis dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008 di bawah 100% disebabkan: a. Implementasi SPIP belum secara integral menyatu dengan operasional instansi,

namun baru pada tahap pengembangan infrastruktur pengendalian, berupa pemetaan risiko, penetapan dan pengembangan Kebijakan/Standard Operating Procedure (SOP); b. Belum intensifnya fasilitasi penyelenggaraan SPIP sehingga manfaat nyata dari SPIP

2. Tingkat penerapan jabatan fungsional auditor di bawah 100% antara lain disebabkan fasilitasi penerapan JFA pada APIP belum dilakukan secara intensif. Di samping itu, jumlah kelulusan sertifikasi auditor yang relatif rendah membuat APIP belum antusias menerapkan JFA.

3. Namun demikian hambatan yang masih mengemuka di Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat terutama keterbatasan jumlah tenaga fungsional umum dibandingkan dengan kebutuhan tenaga yang diperlukan untuk memberikan layanan ketatausahaan secara maksimal kepada seluruh pegawai. Walaupun hal ini dapat diatasi dengan merekrut tenaga harian lepas sebanyak 6 orang, namun hal tersebut masih dirasa kurang maksimal.

Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh BPKP dalam upaya memperbaiki kinerja antara lain:

1. Menyempurnakan metodologi perencanaan dan pelaksanaan pengawasan yang secara dini dapat memetakan permasalahan lintas sektoral dan permasalahan stakeholder lainnya sehingga dapat lebih efektif mengarahkan perumusan rekomendasi yang relevan dan strategis.

2. Terus meningkatkan kompetensi pegawai secara berkelanjutan terutama dalam rangka mengisi peran BPKP sesuai PP 60 Tahun 2008 antara lain dengan mengikutsertakan pegawai dalam diklat-diklat, meningkatkan kuantitas dan kualitas PKS, menyelenggarakan atau mengikuti forum-forum diskusi, seminar, workshop, dan berbagai metode peningkatan kompetensi lainnya;

3. Memperbaiki komposisi pegawai dengan penambahan tenaga Auditor Muda untuk memenuhi kebutuhan tenaga Ketua Tim serta Fungsional Umum untuk memperkuat kegiatan dukungan manajemen di ketatausahaan;

4. Meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, antara lain dengan menyempurnakan secara terus menerus berbagai pedoman dan SOP yang dibutuhkan, meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas satgas-satgas yang telah ada, meningkatkan kualitas pemanfaatan formulir-formulir kendali mutu, mengefektifkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, meningkatkan kualitas kertas kerja dan hasil pengawasan, serta melakukan pembenahan administrasi;

5. Meningkatkan komitmen seluruh jajaran Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat untuk bekerja secara profesional, berintegritas dan berdedikasi tinggi, mematuhi aturan perilaku dan etika profesi, serta meningkatkan kualitas budaya kerja dalam rangka mewujudkan visi dan misi Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat;

6. Meningkatkan pelaksanaan fungsi kehumasan serta menjalin dan menjaga kerja sama yang baik dengan stakeholders secara profesional;

7. Meningkatkan penerapan sistem pengendalian intern dan good governance di lingkungan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat dan berupaya menjadi contoh bagi para stakeholders;

8. Berperan aktif dalam pengembangan pengawasan dengan mengembangkan knowledge management dan melakukan koordinasi yang lebih efektif dengan organisasi profesi

(IAI).

Akhirnya dengan disusun LAKIP ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait mengenai tugas fungsi BPKP, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada tahun-tahun mendatang. Secara internal LAKIP ini telah menjadi motivator untuk lebih meningkatkan kinerja organisasi terhadap perkembangan tuntutan stakeholders, sehingga kontribusi BPKP dalam pembangunan dapat lebih dirasakan.

2012 2013 2014

1 2 3 4 5 6 7 8

Laporan hasil pengawasan lintas sektor Bidang Perekonomian

Lap 12 13 14 Laporan hasil pengawasan BUN Bidang Perekonomian Lap 7 8 9 Laporan hasil bimbingan teknis/asistensi penyusunan

LKKL Bidang Perekonomian

Lap 3 3 3 Laporan hasil pengawasan atas penerimaan negara

Bidang Perekonomian

Lap 1 1 1 Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder

Bidang Perekonomian

Lap - - - Laporan hasil pengawasan atas Proyek PHLN Lap 15 17 19 Laporan hasil pengawasan lintas sektor Bidang

Polsoskam

Lap 10 11 12 Laporan hasil pengawasan BUN Bidang Polsoskam Lap 8 9 10 Laporan hasil pengawasan atas permintaan presiden

Bidang Polsoskam

Lap 11 12 13 Laporan hasil bimbingan teknis/asistensi penyusunan

LKKL Bidang Polsoskam

Lap 6 7 8 Laporan hasil pengawasan atas penerimaan negara

Bidang Polsoskam

Lap - - - Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder

bidang Polsoskam

Lap - - - Laporan dukungan pembinaan penyelenggaraan SPIP

bidang Polsoskam

Lap - - - Laporan hasil pengawasan lintas sektor bidang

Keuangan Daerah

Lap - - - Laporan hasil pengawasan BUN bidang Keuangan

Daerah

Lap 24 26 29 Laporan hasil pengawasan atas permintaan presiden

Bidang Keuangan Daerah

Lap - - - Laporan hasil bimtek/asistensi penyusunan LKPD Lap 14 15 17 Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder

bidang Keuangan Daerah

Lap 1 1 1

TARGET PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2012-2014 PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI BARAT

SATUAN TARGET Pemangku Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat 1. Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah PROGRAM SASARAN INDIKATOR OUTPUT BIDANG/ BAGIAN PELAKSANA 1. Meningkatnya kualitas

penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Kementerian/Lembaga/ Pemerintah Daerah serta penyelenggaraan SPI pada badan usaha milik negara/ pemerintah daerah

2. Meningkatnya K/L & Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai ketentuan yang berlaku

Pemangku Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Lampiran 1/2 - 2 2012 2013 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 SATUAN TARGET Pemangku Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat 1. Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah PROGRAM SASARAN INDIKATOR OUTPUT BIDANG/ BAGIAN PELAKSANA 1. Meningkatnya kualitas

penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Kementerian/Lembaga/ Pemerintah Daerah serta penyelenggaraan SPI pada badan usaha milik negara/ pemerintah daerah

Laporan dukungan pembinaan penyelenggaraan SPIP bidang Keuangan Daerah

Lap 9 10 11

Laporan hasil bimtek/asistensi GCG/KPI sektor korporat Lap 2 2 2

Laporan hasil pengawasan atas kinerja BUMD Lap 3 3 3

Laporan hasil pengawasan BUN bidang Akuntan Negara Lap - - -

Laporan hasil pengawasan atas kinerja PSO BUMN Lap - - -

Laporan hasil bimtek/asistensi penyusunan LK BUMD Lap 1 1 1

Laporan hasil pengawasan atas penerimaan negara sektor korporat Lap - - -

Laporan hasil sosialisasi masalah korupsi Lap - - -

Laporan hasil bimtek/asistensi implementasi FCP Lap - - -

Laporan hasil kajian pengawasan Lap - - -

Laporan hasil audit investigasi atas HKP, Eskalasi, dan Klaim Lap 1 1 1

Laporan hasil audit investigasi, perhitungan kerugian negara, dan pemberian keterangan ahli atas permintaan Instansi Penyidik Lap 3 3 3

Laporan hasil audit investigasi atas permintaan Instansi lainnya Lap - - -

Jumlah sosialisasi dan bimtek penerapan JFA APIP Daerah Kegiatan 2 2 2

Jumlah sosialisasi dan bimtek penerapan tatakelola APIP Daerah Kegiatan 2 2 2

Laporan evaluasi penerapan tatakelola APIP Daerah Laporan 1 1 1 2. Dukungan Manajemen dan

Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya - BPKP

Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan kapasitas

penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP

Laporan Dukungan Manajemen Perwakilan BPKP Laporan 39 44 44 Subbagian Tata Usaha

3. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara BPKP

Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur BPKP

Jumlah Sarana Prasarana Unit 47 52 57 Subbagian Tata Usaha

Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Pemangku Bidang Investigasi

Satgas Pembinaan PFA APIP 2. Meningkatnya K/L & Pemda yang

menyelenggarakan SPIP sesuai ketentuan yang berlaku

Pemangku Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Pemangku Bidang Akuntan Negara

Dokumen terkait