|
Karl Marx
668
laba antara bidang-bidang produksi tertentu secara terus-menerus diseimbangkan untuk memberikan tingkat rata-rata itu– timbul, terpisah dari perbedaan-perbedaan yang semata-mata kebetulan, dari suatu pengurangan dalam harga pokok, yaitu dalam ongkos-ongkos produksi, yang disebabkan oleh kenyataan bahwa kapital digunakan dalam suatu sekala yang lebih besar daripada dalam sekala rata-rata, sehingga faux frais produksi itu dikurangi, sedangkan sebab-sebab umum dari suatu kenaikan dalam produktivitas kerja (kerja-sama, pembagian kerjas, dsb.) dapat beroperasi hingga suatu batas lebih jauh dan dengan lebih banyak intensitas, karena atas suatu bidang operasi yang lebih besar; atau kalau tidak dengan kenyataan bahwa, terpisah dari skala kapital yang berfungsi, metode-metode kerja yang lebih baik, penemuan- penemuan baru, mesin-mesin yang diperbaiki, rahasia-rahasia perdagangan kimia, dsb. digunakan –dengan kata-kata lain disebabkan oleh penerapan alat- alat dan metode-metode produksi yang baru, diperbaiki dan yang di atas rata- rata. Pengurangan dalam harga pokok, dan laba surplus yang mengalir darinya, lahir di sini dari cara dan bentuk yang ke dalamnya kapital yang berfungsi itu diinvestasikan. Mereka lahir dari konsentrasinya dalam jumlah- jumlah yang luar-biasa besar dalam satu tangan tunggal –kadang-kadang yang dibatalkan segera setelah jumlah-jumlah besar kapital yang setara digunakan dalam kasus rata-rata– atau dari situasi di mana kapital dari suatu ukuran tertentu berfungsi dalam suatu cara produktif tertentu – dan ini berhenti beroperasi segera setelah cara produksi yang luar-biasa itu menjadi universal, atau diambil-alih oleh suatu cara produksi yang lebih maju lagi.
Sebab bagi laba surplus dalam kasus ini dengan demikian melekat dalam kapital itu sendiri (termasuk kerja yang telah digerakkannya), apakah suatu perbedaan dalam besaran dari kapital yang digunakan atau suatu penerapan yang lebih efisien darinya; dan tiada yang secara tetap melekat mencegah semua kapital dalam bidang produksi yang sama untuk diinvestasikan dengan cara yang sama. Persaingan antara kapital-kapital sesungguhnya cenderung pada yang sebalikinya, ia cenderung lebih dan semakin membatalkan perbedaan-perbedaan ini; penentuan nilai oleh waktu-kerja perlu masyarakat mengakibatkan menjadi murahnya komoditi dan paksaan untuk memproduksi komoditi dalam kondisi-kondisi menguntungkan yang sama. Barang-barang mengambil suatu bentuk yang berbeda dengan laba surplus pengusaha manufaktur yang menggunakan air-terjun. Meningkatnya produktivitas kerja yang digunakannya tidak timbul dari kapital dan kerja itu sendiri, ataupun dari pengunaan sederhana suatu tenaga alam yang berbeda dari kapital dan kerja tetapi yang dimasukkan ke dalam kapital itu. Ia timbul dari produktivitas alami yang lebih besar dari suatu kerja yang dikaitkan dengan pengunaan suatu tenaga alam, namun suatu tenaga alami yang tidak tersedia bagi semua kapital dalam bidang produksi yang sama, seperti misalnya elastisitas uap; oleh karena
KAPITAL
|669
itu penggunaannya tidak secara otomatik terjadi segera setelah kapital diinvestasikan dalam bidang ini. Yang digunakan adalah lebih suau tenaga alam yang dapat dimonopoli yang, seperti air-terjun itu, hanya tersedia bagi mereka yang mempunyai dan tersedia untuk mereka pakai bidang-bidang permukaan bumi tertentu dan kelengkapan-kelengkapannya. Sama sekali tidak terserah pada kapital untuk melahirkan kondisi alami suatu produktivitas kerja, dengan cara sesuatu kapital dapat mentransformasi air menjadi uap. Kondisi itu mesti didapatkan dalam alam hanya di tempat-tempat tertentu, dan jika ia tidak ditemukan maka ia tidak dapat diproduksi dengan suatu pengeluaran kapital tertentu. Ia tidak terikat dengan produk-produk yang dapat diproduksi oleh kerja seperti mesin-mesin, batu-bara, dsb., melainkan lebih dengan kondisi- kondisi alam tertentu di bidang-bidang tanah tertentu. Para pengusaha manufaktur yang memiliki air-air terjun mengecualikan/meniadakan mereka yang tidak memilikinya untuk menggunakan tenaga alam ini, karena tanah terbatas, dan lebih-lebih lagi tanah yang diberkati dengan tenaga-air. Tidak mustahil bahwa, sekalipun jumlah air-terjun alam dalam suatu negeri terbatas, jumlah tenaga-air yang dapat digunakan oleh industri mungkin masih bisa ditingkatkan. Sebuah air-terjun dapat secara buatan disalurkan untuk membuat tenaga peggeraknya dapat dipakai sepenuhnya; sebuah kicir-air dapat diperbaiki agar menggunakan sebanyak mungkin dari tenaga-air ini; di mana jenis kicir biasa tidak selalu cocok bagi suplai air,. Turbin-turbin dapat digunakan, dsb. Pemilikan tenaga alam ini merupakan suatu monopoli dalam tangan pemiliknya, suatu kondisi produktivitas yang lebih tinggi bagi kapital yang diinvestasikan, yang tidak dapat diproduksi oleh proses produksi kapital itu sendiri;1 tenaga alam yang dapat dimonopoli dengan cara ini selalu terantai pada bumi. Suatu tenaga alam dari jenis ini tidak termasuk pada kondisi umum bidang produksi bersangkutan, juga tidak pada yang kondisi-kondisinya pada umumnya dapat direproduksi.Jika kita sekarang membayangkan bahwa air-air terjun ini, bersama dengan tanah yang di atasnya air-terjun itu berlokasi, berada dalam tangan pelaku- pelaku yang diterima sebagai para pemilik bagian-bagian bulatan bumi itu, sebagai para pemilik-tanah, maka ini berada dalam suatu kedudukan untuk mencegah penggunaan kapital pada air-terjun itu dan pemanfaatannya oleh kapital. Mereka dapat mengijinkan penggunaan ini atau menolaknya. Namun kapital tidak dapat menciptakan sebuah air-terjun dari sumber-sumbernya sendiri. Laba surplus yang timbul dari penggunaan air-terjun itu dengan demikian tidak lahir dari kapital itu melainkan lebih dari penggunaan kapital atas suatu tenaga alam yang dapat dimonopoli dan yang dimonopoli. Dengan