2. PLTP 3M KAMOJANG
3.1.2.3 Inovasi Teknologi Smart Grid
Target :
a. Satu paket pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Rintisan Technopark Baron meliputi Amphitheatre, tempat parker, sanitasi, jalan cor menuju Amphitheatre dan pagar Musholla telah selesai 100% dan dibuktikan dengan laporan.
b. Telah dilaksanakan satu kali pelatihan IPTEK EBT di Rintisan Technopark Baron dan dibuktikan dengan laporan.
c. Hadirnya 400 pengunjung Eduwisata Rintisan Technopark Baron dan dibuktikan dengan adanya daftar pengunjung.
Program / Kegiatan Capaian Kinerja
Outcome/Output Bukti Pendukung
Terwujudnya Rintisan Technopark Baron.
a. Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung BTP meliputi Amphitheatre, tempat parker, sanitasi, jalan cor
menuju Amphitheatre dan pagar Mushollatelah selesai 100%. b. Telah dilaksanakan 3 (empat)
kali pelatihan IPTEK EBT di Baron.
c. Hadirnya 3500 pengunjung Eduwisata Techno Park EBT di Baron. a. Laporan pembangunan sarana dan prasarana BTP. b. Laporan pelatihan EBT. c. Laporan kunjungan Eduwisata BTP.
3.1.2.3 Inovasi Teknologi Smart Grid
a. 1. Uraian Pelaksanaan Kegiatan tahun 2017 dan hasil yang dicapai
BPPT dalam RPJMN 2015-2019, mendapatkan amanat untuk memberikan rekomendasi penerapan teknologi smart grid untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi system kelistrikan nasional. Rintisan pembangunan Pilot Plant Smart Micro-grid Sumba merupakan langkah awal BPPT mengadopsi dan menguasai teknologi ini. Sasaran yang hendak dicapai adalah didapatkannya sarana yang memadai bagi penerapan teknologi
31
smart microgrid, dan dicapainya sistem kelistrikan yang optimal dari sumber-sumber energi terbarukan serta meningkatkan kualitas daya pada grid tersebut. Untuk tahun anggaran 2017 terdapat dua locus kegiatan yakni melanjutkan optimalisasi Smart Micro-grid Sumba dan penerapan Smart Grid untuk Smart City di Puspiptek Serpong.
a. Demo Plant Smart Grid for Smart City di kawasan Puspiptek – Serpong.
Inovasi Smart Grid for Smart City dilaksanakan dengan melakukan perekayasaan beberapa fitur penerapan Smart Grid yang dimodelkan pada gedung energi dan beberapa gedung lainnya di Kawasan PUSPIPTEK Serpong. Fitur Smart Grid for Smart City yang akan dikaji dan diterapkan di gedung energi dan beberapa gedung lainnya di Kawasan PUPIPTEK Serpong adalah antara lain:
Variasi harga (dynamic pricing)
Penurunan losses
Manajemen distribusi atau keandalan sistem
Respon permintaan (demand response)
Pembangkit terdistribusi atau distributed generation (storage system)
Pembangkit terdistribusi atau distributed generation (PV Micro Grid)
Grid Interactive PV System
Smart street lighting
PQ tools (DVR, smart meter)
PQ tools (harmonic, keseimbangan beban, faktor daya)
Mobil listrik (electric vehicle)
SCADA system
Konsep penerapan beberapa fitur Smart Grid dapat dilihat pada gambar 3.10, dan penerapannya dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama (pada tahun anggaran 2017) dilakukan instalasi sistem PLTS Grid-Interactive 10 kWp, Basic SCADA System, Sistem Monitoring Cuaca, dan Integrasi Smart Meter (AMI) seperti dapat dilihat pada gambar 3.11.
32 PV GRID CONNECTED 20 KV BATERAI PV MICROGRID 100 kW BATERAI PENERANGAN LUAR GEDUNG
PENERANGAN JALAN POMPA
BEBAN KRITIS PLN 20 kV 380 V BPPT KE GEDUNG SM / PM SM / PM SM / PM SM / PM SM / PM SM / PM SM / PM SM / PM LT 1 LT 2 LT 3
Fitur Smart Grid: 1. Variasi harga 2. Pencurian listrik
3. Manajemen distirbusi / Kenadalan 4. Respon permintaan
5. Distributed generation Storage 6. Distributed generationMicrogrid 7. PV grid connected
8. Smart street lighting 9. PQ tool (DVR, sag killer)
10. PQ tool (harmonic, keseimbangan beban, dll) 11. Scada sistem SM / PM DVR PQ TOOLS (Filt er Harmonik, Keseimbangan beban, dll)
Gambar 3.10 Skema Smart Grid for Smart City yang akan
diaplikasikan di Gedung Energi, Puspiptek, Serpong
33
b. Penerapan teknologi EMS di Smart Micro Grid Sumba.
Suatu desain metode baru untuk kestabilan operasi smart micro grid yang melibatkan PV skala besar dengan teknologi Energy Management System (EMS) seperti pada demo plant smart grid Sumba sedang diimplementasi secara bekerjasama dengan perusahaan Jepang Kyudenko.
Pada teknologi yang digunakan sebelumnya, daya output PV selalu mengalami fluktuasi tergantung dari intensitas penyinaran matahari, kalua sinar matahari tiba-tiba terhalang oleh awan maka daya output akan hilang dan jaringan akan seperti mengal;ami peningkatan beban secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan system penyaluran tenaga listrik.
Dengan teknologi EMS ini, daya output yang ditransfer dari PV ke jaringan akan tetap stabil dalam beberapa waktu tertentu (gambar 3.12). Teknologi ini didukung oleh kesiapan baterai yang cukup handal untuk menampung energi dan menyalurkannya ke jaringan. Desain awal dari rencana penerapan tekenologi EMS pada smart micro grid Sumba dapat dilihat pada gambar 3.13, dan pada gambar 3.14 dapat dilihat desain diagram distribusi listrik penerapan teknologi EMS. Pada gambar 3.15 dapat dilihat pengujian komponen pendukung teknologi EMS pada smart micro grid Sumba.
34
Gambar 3.13 Desain awal penerapan teknologi EMS
35
Gambar 3.15 Pengujian sistem baterai, converter, dan kontrol
teknologi EMS Kyudenko
Kegiatan Smartgrid dimulai tahun 2012 di Sumba dan 2016 di PUSPIPTEK. Perbandingan capaian kinerja kegiatan smart grid tahun 2017 dengan tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel 3.6 dan 3.7.
Tabel 3.6 Capaian kinerja kegiatan Smart Microgrid di kawasan PUSPIPTEK 2016 -2017.
2016 2017
Desain Smart Micro Grid Teknologi EBT 10 kW PV rooftop di Gedung Energi
PLTS tahap I sebesar 10kW dengan Feature: pelayanan beban kritis dan prioritizing demand respond
Tabel 3.7 Capaian kinerja kegiatan Smart Micro Grid Sumba 2012-2017
2012 2013 2014 2015 2016 2017 - Sistem beropera si tanpa VRB PLTS dioperasikan oleh staf PLN Sistem siap dioperasikan PV-diesel Instalasi PV-diesel point to point access Pengujian PV-diesel point to point access. Disain system EMS UJi coba teknologi EMS
36
Realisasi Kinerja pada tahun 2017 sebagai tahap lanjutan dari apa yang telah dihasilkan pada tahun lalu adalah terlaksananya demo plant baik demo plant smart grid 10 kWp PV di Serpong maupun demo plant teknologi EMS di Sumba dapat dicapai dengan baik.. Kedua demoplant tersebut telah sesuai dengan standar yang berlaku secara Nasional dengan tersambungnya sistem ke jaringan PLN.
Keberhasilan inovasi teknologi Smart Grid didukung dari beberapa factor antara lain sebagai berikut:
I. BPPT memiliki SDM yang kompeten dalam bidang pengembangan teknologi smart grid. II. BPPT memiliki teknologi dan fasilitas yang mendukung pengembangan teknologi smart
grid.
III. Dukungan dari pihak manufaktur komponen yang diterapkan pada Pilot Plant.
IV. Pembelajaran (Lesson Learned) yang diperoleh dari pelaksanaan pengujian yang berulang, sehingga dapat semakin memahami profil dan karakteristik peralatan/komponen dari teknologi smart grid yang sebelumnya belum diketahui secara pasti.