PENGAPLIKASIAN PLC SIEMENS SIMATIC S-7 SEBAGAI KONTROL PORTAL SCRAPER DI STORAGE INDARUNG III
E. Mekanisme Kerja Portal Scraper
3. Input dan Output yang digunakan dalam Pengoperasian Portal Scrapper
PLC belum bisa berdiri sendiri untuk menjadi otput untuk motor - motor listrik berdaya tinggi oleh sebab itu PLC harus didukung dengan kontrol magnetik atau disebut juga dengan kontaktor, kontaktor adalah saklar maknetik yang berfungsi apabila koil nya mendapat suplai tegangan. Macam macam pendukung pengoperasian portal scrapper menggunakan PLC simatik S7 adalah:
a. Main switch, MCB dan fuse.
Singkatan MCB adalah Mini circuit Breaker yang memiliki fungsi sebagai alat pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusanhubungan yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan electromagnet,
Gambar 32. (a) Main Switch (b) MCB1 danFuse b. TOR (Termal Overload Realey)
Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang pekaterhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jikaterjadi beban lebih.
Gambar 33. Thermal Over Load
Gambar 35. TOR dab bagian-bagiannya
Gambar 36. Cara kerja TOR
Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektifdan ekonomis, yaitu:
1) Pelindung beban lebih / Overload
2) Melindungi dmi ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance
3) Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.
c. Magnetic Contactor
Kontaktor (Magnetic Contactor) yaitu peralatan listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada Contactor terdapat sebuah belitan yang mana bila dialiri arus listrik akan timbul medan magnet pada inti besinya, yang akan membuat kontaknya tertarik oleh gaya magnet yang timbul tadi. Kontak Bantu
NO (Normally Open) akan merurtup dan kontak Bantu NC (Normally Close) akan membuka.
Kontak pada Contactor terdiri dari kontak utama dan kontak Bantu.Kontak utama digunakan untuk rangkaian daya sedangkan kontak Bantu digunakan untuk rangkaian kontrol.
Didalam suatu Contactor elektromagnetik terdapat kumparan utama yang terdapat pada inti besi. Kumparan hubung singkat berfungsi sebagai peredam getaran saat kedua inti besi saling melekat.
Apabila kumparan utama dialiri arus, maka akan timbul medan magnet pada inti besi yang akan menarik inti besi dari kumparan hubung singkat yang dikopel dengan kontak utama dan kontak Bantu dari Contactor tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kontak utama dan kontak bantunya akan bergerak dari posisi normal dimana kontak NO akan tertutup sedangkan NC akan terbuka. Selama kumparan utama Contactor tersebut masih dialiri arus, maka kontak-kontaknya akan tetap pada posisi operasinya.
Komponen penting pada kontaktor (Magnetic Contactor) :
1) kumparan magnit (coil) dengan simbol Al - M yang akan bekerja bila mendapat sumber tegangan listrik.
2) kontak utama terdiri dari simbol angka : 1,2,3,4,5, dan 6. 3) kontak bantu biasanya tediri dari simbol angka ll,l2,l3,l4,
ataupun angka 21,22,23,24 dan juga angka depan seterusnya tetapi angka belakang tetap dari 1 sampai 4.
Gambar 37. Kontaktor
d. Realey 220Vac &24Vdc
Relay adalah sebuah saklar elekronis yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik lainnya. Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
1) koil : lilitan dari relay 2) common : input terminal
3) kontak : terdiri dari NC dan NO
Membedakan NC dengan NO:NC (Normally Closed) : kontak dari relay yang dalam keadaan normal (spull relay tidak diberi tegangan) terhubung dengan common.NO (Normally Open) : kontak dari relay yang dalam keadaan normal (spull relay tidak diberi tegangan) tidak terhubung dengan coillmon. Bagian-bagian relay dapat diketahui dengan 2 cara, yakni:
1) dengan cara melihat isi dalam relay tersebut 2) dengan menggunakan multimeter (Ohm)
Gambar 38. (a) Realey 220 VAC ,(b) Realey 24 VDC e. Trafo
Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.
Prinsip kerja
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna,semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.
\
Gambar 40. (a) Trafo Step Down (b) Adaptor AC-DC f. Terrninal kabel
Terminal kabel adalah alat untuk menghubungkan kawat atau kabel.Terminal adalah tipe sederhana dari konektor listrik yang menghubungkan dua atau lebih kawat ke titik koneksi tunggal.
Gambar 41. Terminal Kabel g. Push button (tombol tekan) NO & NC
Pengertian Push Bottom merupakan suatu bentuk saklar yang seringdigunakan dalam suatu rangkaian control dan mempunyai fungsi sama dengan saklar-saklar lainnya pada umumnya, tetapi memiliki perbedaan dalam penguncian.
Gambar 42. Push Button
Push Bottom Normally Open ( NO ) dengan fungsi jika ditekan bekerja (ON ), apabila dilepas akan kembali semula ( OFF ). ush Bottom Normally close ( NC ) dengan fungsi jika ditekan tidak bekerja ( OFF ), apabila dilepas menjadi bekerja ( ON ).
Push Bottom mengunci, berfungsi jika ditekan bekerja ( ON ) dan apabila dilepas tetap bekerja ( ON ), tetapi jika ditekan untuk kedua kalinya maka akan tidak bekerja ( OFF ).
Gambar 43. Lambang Push Bottom NO dan NC h. Lampu indikator
Lampu indikator berfirngsi sebagai penanda beroperasinya suatu alat (komponen) lisrik
i. Limit switch
Limit switch adalah suatu alat yang berfungsi untuk memutuskan dan arus listrik pada suatu rangkaian, berdasarkan struktur mekanik dari limit switch itu sendiri. Limit switch memiliki tiga buah terminal, yaitu:central terminal, normally close (NC) terminal, dan
normally open (NO) terminal. Sesuai dengan namanya limit switch digunakan untuk membatasi kerja dari suatualat yang sedang beroperasi. Terminal NC, NO, dan central dapat digunakan untuk memutuskan aliran listrik pada suatu rangkaian atau sebaliknya. Pada dasarnya limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas karena mendapat tekanan plunger atau tripping slrip wobbler.
Gambar 44. Limit Switch
4. Gabungan dari semua komponen pengoperasian portal scrapper
Dalam pengontrolan portal scrapper menggunakan PLC simatik S7 terdiri dari beberapa komponen, semua komponen tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Gambar 45. Pengontrolan seutuhnya