PERKANTORAN - Luas 2 x 2,5 m²
O. Instalasi Laundry a) SARANA
FISIK
Sarana fisik untuk instalasi pencucian mempunyai persyaratan tersendiri, terutama untuk pemasanngan peralatan pencucian yang baru. Sebelum pemasangan, data lengkap SPA (sarana, prasarana,alat) diperlukan untuk memudahkan koordinasi dan jejaring selama pengoperasian.tata letak dan hubungan antar ruangan memerlukan perencanaan tehnik yang matang. Sarana fisik instalasi pencucian terdiri dari beberapa ruang antara lain:
1. Ruang penerimaan linen
Ruang penerimaan linen memiliki beberapa fasilitas seperti : · Meja penerima yaitu untuk linen terinfeksi dan tidak terinfeksi. Linen yang diterima harus sudah terpisah, kantung warna kunign untuk yang terinfeksidan kantung warna putih untuk yang tidak terinfeksi.
· Ruang yang cukup untuk troly pembawa linen kotor untuk dilakukan desinfeksi sesuai standar sanitasi Rumah Sakit.
2. Ruang pemisahan linen
Ruang ini memuat meja panjang untuk mensortir jenis linen yang tidak terinfeksi. Sirkulasi udara perlu diperhatikan. Lantai dari ruangan ini harus terhindar dai bahaya licin.
3. Ruang pencucian dan
pengeringan linen Ruang ini memuat:
· Mesin cuci
· Mesin pengering
· Bak pencuci atau ember
berukuran besar · Instalasi air bersih dandrainase
Lantai dari ruangan ini tidak dibuat dari bahan yang licin dan diperhatikan kemiringannya.
Petunjuk penggunaan mesin cuci harus selalu
beradadekat mesin cuci tersebut, agar petugas operator selalu bekerja sesuai dengan prosedur.
4. Ruang penyetrikaan linen Ruangan ini memuat:
· Penyetrikaan linen menggunakan flatwork ironers, pressing ironers.
5. Ruang penyimpanan linen Ruangan ini memuat:
· Lemari dan rak untuk meyimpan linen
Ruangan ini bebas dari debu dan pintu harus selalu tertutup. Sirkulasi udara juga harus dipertahankan dengan baik.
6. Ruang distribusi linen
Ruangan ini memuat meja panjang untuk penyerahan linen bersih kepada pengguna.
b) PRASARANA.
1. Prasarana listrik
Sebagian besar peralatan pencucian menggunakan daya listrik. Rumah Sakit santa Maria melengkapi Laundry dengan daya listrik yang cukup dan instalasinya diataur agar terhindar dari basah dan kelembaban.
2. Prasarana air
Prasarana air di instalasi pencucian memerlukan sedikitnya 40% dari kebutuhan air di rumahsakit atau diperkirakan 200 liter per tempat tidur per hari. Kebutuhan air untuk proses pencucian dengan kualitas air bersih sesuai dengan stndar air. Reservoir dan pompa perlu disiapkan untuk menjaga tekanan air 2kg/cm2
Standar air
Air yang digunakan untuk mencuci mempunyai standar air bersih berdasarkan PerMenKes No. 416 tahun 1992 dan standar khusus bahan Kimia dengan penekanan tidak adanya :
1. Hardness- garam ( calcium, carbonate dan chloride) Standard Baku Mutu : 0-90 ppm
a) Tingginya konsentrasi garam dalam air menghambat kerja bahan kimia pencuci sehingga proses pencucian tidak berjalan sebagaimana mestinya.
b) Efek pada linen dan mesin
Garam akan menggubah warna linen putih menjadikeabu-abuan dan linen
warna akan mudah pudar. Mesin cuci akan berkerk (scale forming), sehingga dapat menyumbat saluran-saluran air pada mesin.
2. Iron – Fe (besi)
Standard Baku Mutu : 0-0,1 ppm
konsentrasi bahan kimia, dan proses pencucian. b) Efek pada linen dan mesin, linen putih akan
menjadi kekuning-kuningan dan warna akan cepat pudar. Mesin cuci akan berkarat.
Kedua polutan tersebut diatas (hardness dan besi) mempunyai sifat alkali,
sehingga linen yang rusak akibat kedua kotoran tersebut harus dilakukan proses penetrlana pH.
c). PERALATAN DAN BAHAN CUCI
Peralatan pada instalasi pencucian menggunakan bahan pencuci kimiawi dengan komposisi dan kadar tertentu, agar tidak merusak bahan yang dicuci/linen, mesin pencuci, kulit petugas yang melaksanakan dan limbah bauanganya tidak merusah lingkungan.
Peralatan instalasi pencucian antara lain: 1. Mesin cuci/ washing
machine 2. Mesin peras / washing extractor
3. Mesin pengering / drying tumbler 4. Mesin penyetrika / flatwork ironer
5. Mesin penyetrika pres / pressure ironer 6. Mesin jahit / sewing machine
Produk Bahan Kimia
Proses kimiawi akan berfungsi dengan baik apabila tiga factor diatas bereaksi
dengan baik. Menggunakan bahan kimia berlebihan tidak akan membuat hasil lebih baik, begitu juga apabila kekurangan. Bahan kimia y ang diapakai secara umum teridiri dari :
1. Alkali
Mempunyai peran meningkatkan fungsi atau peran detergen dan emulsifier serta membuka pori dari linen.
2. Detergen = sabun pencuci
Mempunyai peran menghilangkan kotoran yang bersifat asam secara global/ 3. Emulsifier
Mempunyai peran untuk mengemulsi kotoran yang berbentuk minyak dan lemak.
4. Bleach = pemutih
Mengangkat kotoran/ noda, mencermelangkan linen, dan bertindak sebagai desinfektan, baik pada linen yang berwarna (Ozone) dan yang putih (Chlorine)
5. Sour / penetra lmenjadi 7 atau netral. Menetralkan sisa dari bahan kimia pemutih
sehingga pH nya 6. Softerner
Melembutkan linen. Digunakan pada proses akhir pecucian. 7. Starch/ kanji
Digunakan pada proses akhir pencucian untuk membut linen menjadi kaku, juga sebagai pelindung linen terhadap noda sehingga noda tidak sampai keserat.
d). PEMELIHARAAN PERALATAN
Alat cuci pada instalasi pencucian dilaksanakan oleh operator alat, dengan demikian para operator alat harus memelihara peralatannya. Berbagai kelainan pada saat pengopersiannya, misalnya kelainan bunyi pada alat dapat segera dikenali oleh para operator. Pemeliharaan ringan pada alat pencucian terdiri dari:
1. Pembersihan peralatan sebelum dan sesudah pemakaian, dilakukan setiap hari dengan menggunakan lap basah dan dikeringkan dengan lap kering. Untuk bagian tombol/control digunakan lap kering dan jangan terlalu di tekan, dikarenakan pada bagian ini ditulis prosedur dengan semacam stiker yang mudah terhapus. Setelah pemakaian,
kosongkan air untuk mengurangi kandungan air pada mesin sekecil mungkin. Jika terbentuk noda putih dalam mesin cuci, cucilah bagian dalam drum dengan air.
2. Pemeriksaan bagian-bagian yang bergerak,
dilakukan setiap satu bulan yaitu pada bearing, engsel pintu alat atau roda yang berputar. Berilah minyak pelumasatau fat/gemuk.
Penggantian gemuk secara total disarankan dua tahun sekali. Jenis dan produk minyak pelumas mesin yang digunakan dapat diketahui dari buku operating manual setiap mesin. Buku ini selalu menyertai peralatan pada saat penerimaan barang.