5.2. Sucker Rod Pump (SRP)
5.2.4 Instalasi Sucker Rod Pump
Instalasi sucker rod pump merupakan kegiatan pemasangan ulang rangkaian sucker rod pump. Berikut tahapan dari instalasi sucker rod
pump.
1. Menyambungkan rangkaian pompa (standing valve dan working
barrel).
2. Dilanjutkan dengan rig up pada well yang akan dilakukan instalasi
sucker rod pump.
3. Mengukur ulang panjang dari pompa dan tubing yang akan digunakan, untuk disesuaikan dengan target setting depth pump.
4. Memasukkan tail pipe, yang berfungsi untuk meminimalisir terjadinya sumbatan pada standing valve.
5. Menyambungkan tail pipe dengan rangkaian pompa yang dihubungkan dengan cross over. Fungsi dari cross over sebagai penyambung dari ukuran yang berbeda antara tail pipe dengan pompa. 6. Turunkan rangkaian pompa, pasang elevator ke 2 di atas slip,
pengguaan elevator ke 2 ini berfungsi untuk menghindari penggunaan
slip pada pompa yang dapat mengakibatkan collapse pada pompa.
8. Test kebocoran pompa dengan memasukkan air kedalam rangkaian pompa sampai penuh. Jika ketinggian air dia permukaan stabil maka pompa dalam kondisi bagus dan tidak mengalami kebocoran.
9. Memasang tubing pada rangkaian pompa, dikencangkan dengan menggunakan power tong.
10. Pasang tubing sampai target kedalaman yang ditentukan, yaitu ketika
standing valve berada pada kedalaman yang ditentukan.
11. Melepaskan elevator, slip dan power tong. Ganti dengan 2 elevator
sucker rod dan petol.
12. Memasang travelling valve dengan 1 joint sucker rod yang dihubungkan mengunakan kopling sucker rod.
13. Memasukkan travelling valve ke dalam rangkaian tubing.
14. Pasang elevator 1 diatas well pada sucker rod yang terhubung dengan
travelling valve, elevator ini berfungsi sebagai slip utuk menahan
rangkaian sucker rod.
15. Menyambungkan rangkain sucker rod. Gunakan elevator 2 untuk menjepit saat menaikan sucker rod. Kencangkan dengan petol.
16. Sambungkan kembali rangkaian sucker rod. Kerja dari 2 elevator bergantian, elevator 1 digunakan sebagai penjepit saat menaikan
sucker rod sementara elevator 2 turun bersama rangkaian dan menjadi slip di atas well, begitu seterusnya kerja dari elevator bergantian.
18. Apabila travelling valve telah menyentuh standing valve maka target
sucker rod selesai.
19. Naikkan sucker rod kira – kira 1 ft dari posisi traveling valve menyentuh standing valve, ini bertujuan untuk menghindari travelling
valve bertabrakan dengan standing valve saat posisi down stroke.
20. Menyambungkan dengan sucker rod dengan polished rod, apabila terjadi kekurangan panjang maka digunakan pony rod.
Gambar 5.55 Power Tong
BAB VI KESIMPULAN
Dari hasil kerja praktek yang telah dilakukan di PT.Pertamina EP Asset 1 Lirik field didapatkan beberapa kesimpulan antara lain yaitu:
1. ESP adalah pompa sentrifugal yang mempunyai banyak tingkat (stage), dimana setiap tingkat mempunyai bagian yang berputar (impeller) dan bagian yang diam (diffuser).
2. ESP Dapat dipergunakan pada sumur yang mempunyai PI (Productivity
Index) tinggi.
3. ESP sangat banyak digunakan karena dapat memompa fliuida dalam jumlah yang besar dan alirannya kontinyu.
4. Sistem kerja dari ESP ini adalah dengan mengalirkan energi listrik dari
transformer (step down) melalui switchboard. Pada switchboard, semua
kinerja dari ESP dan kabel akan dikontrol atau dimonitor, kemudian energi listrik akan diteruskan dari switchboard ke motor melalaui cable yang diletakkan di sepanjang tubing dari rangkaian ESP selanjutnya, melalui motor energi listrik akan dirubah menjadi energi mekanik yaitu berupa tenaga putar. Putaran akan diteruskan ke protector dan pump melalui shaft yang dihubungkan dengan coupling. Pada saat shaft dari pompa berputar, impeller akan ikut berputar dan mendorong fluida yang masuk melalui pump intake atau gas separator ke permukaan. Fluida
yang didorong akan memasuki tubing dan terus menuju ke permukaan sampai ke manifold.
5. ESP tidak baik digunakan pada sumur yang memiliki problem kepasiran, sumur yang memiliki productivity index rendah
6. SRP adalah Sucker Rod Pump salah satu metode artificial lift merupakan pompa angguk dengan biaya operasional yang lebih murah 7. SRP digunakan untuk sumur yang memiliki laju alir yang kecil
8. Sistem kerja dari SRP adalah Gerak Rotasi dari Prime Mover di ubah menjadi gerak naik turun oleh sitem pitman crank Assembly. Kemudian gerakan naik turun ini oleh horse head dijadikan gerak lurus naik turun (Angguk) untuk menggerakan plunger melalui rangkaian rod. pada saat
down stroke plunger bergerak ke bawah menyebabkan tekanan dibawah
turun.
9. Proses up stroke ialah plunger pada kedudukan titik mati dibawah dan bergerak naik, maka ruangan dibawah plunger menjadi membesar yang akibatnya tekanan di dalam barrel lebih rendah dibanding tekanan diluar tubing, maka ball and seat standing valve terbuka dan fluida sumur masuk kedalam pompa. Proses ini terus berlangsung sampai
plunger mencapai titik mati atas. Sementara itu ball and seat travelling valve tertutup.
10. Proses down stroke ialah plunger pada kedudukan titik mati diatas dan bergerak kebawah, maka ruangan dibawah plunger menjadi mengecil yang akibatnya tekanan dibawah plunger naik sementara tekanan diluar
tubing lebih rendah. Tekanan dibawah plunger lebih besar dari pada
tekanan di atas travelling valve maka ball and seat travelling valve membuka, fluida sumur mengalir ke atas. Proses ini terus berlangsung
sampai plunger mencapai titik mati bawah, sementara itu standing
valve tertutup karena tekanan di dalam pompa lebih besar dari pada
tekanan diluar tubing.
11. Urutan rangkaian peralatan ESP atas permukaan :
Transformer – Switchboard – Junction Box – Well Head
12. Urutan rangkaian peralatan ESP bawah Permukaan :
Motor – Protector – Gas Separator atau Intake – Pump – Check Valve – Bleeder Valve
13. Peralatan SRP atas permukaan :
Prime mover – Belt – Gear reducer – Brake – Crank – Crank Shaft – Counter weight – Pitman – Equalizer – walking beam - Saddle Bearing – Sampson Post – Horse Head – Wireline – Carrier Bar – Polished Rod – Stuffing Box
14. Peralatan SRP bawah permukaan :
Tubing – Pony Rod – Sucker rod – Travelling Valve – Working Barrel – Standing Valve – Gas Anchor