• Tidak ada hasil yang ditemukan

27 DAFTAR PUSTAKA

Abu Bakar, B. 2007. Kaedah Analisis Data Penyelidikan Ilmiah. Edisi pertama. Utusan Publications dan Distributions Sdn Bhd, Kuala Lumpur. Malaysia. 97 hal.

Adisarwanto, T. 2001. Meningkatkan Produksi Kacang Tanah di Lahan Kering dan Lahan Sawah. Penebar Swadaya. Jakarta. 86 hal.

Allard, R.W. 1960. Principles of Plant Breeding. Firs edition. John Wiley and Son. New York. 483 p.

Arfansah, A. 1999. Evaluasi Heritabilitas Jumlah Polong pada Generasi F3 dan F4 Zuriat Persilangan Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Galur GH 532 dengan Varietas Gajah. Skripsi. Program Studi Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka. 2012.

Badan Pusat Statistika. 2011. Data Produsi Kacang Tanah. http://www.bps.go.id. [6 Mei 2011].

Balai Penelitian Tanah. 2010. Pengapuran Tanah Masam untuk Jagung dan Kedelai. http://www.balitan.go.id. [26 Agustus 2012].

Budiman, D.R. 2011. Uji Daya Hasil Galur-Galur Generasi Lanjut Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Tahan Penyakit Bercak Daun. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Departemen Pertanian. 2000. Penyakit pada Kacang Tanah dan Cara Pengendaliannya. http://www.deptan.go.id. [6 Mei 2011].

Fachruddin, L. 2000. Budi Daya Kacang-Kacangan. Cetakan ke-6. Kanisius. Yogyakarta. 118 hal.

Golombek, S. D and C. Johansen. 1997. Effect of soil temperature on vegetative and reproduntive growth and development in trhree spanish genotypes of peanut (Arachis hypogea L.). Peanut Science (24): 67-72.

Hadiningsih, S. 1993. Teknologi untuk Mengendalikan Penyakit Daun Kacang Tanah . Seri Pengembangan Balittan Malang, No. 29.

Irsal. 2005. Pengaruh Cekaman Air terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah. Tesis. Program Studi Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara.

28 Junaedi, W. 2010. Uji Daya Hasil Galur-Galur Generasi Lanjut Kacang Tanah

(Arachis hypogaea L.) Tahan Penyakit Bercak Daun. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ketring, D. L. 1979. Light effects on development of an indeterminate plant. Plant Physiol (64): 665-667.

Mattjik, A. A dan I. M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan. Edisi ke-2. IPB Press. Bogor. 276 hal.

Medan Bisnis. 2011. Kacang Tanah Impor Kuasai 60% Pangsa Pasar RI.

http://www.medan bisnis.com. [6 Mei 2011].

Menegristek. 2011. Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.). http://www.menegristek.go.id. [6 Mei 2011].

Purnamawati, H, R. Poerwanto, I. Lubis, Yudiwanti, S.A. Rais, A.G. Mansuri. 2010. Akumulasi dan distribusi bahan kering pada beberapa kultivar kacang tanah. J. Agron Indonesia 38 (2): 100-106.

Purnamawati, H. 2012. Analisis Potensi Hasil Kacang Tanah dalam Kaitan dengan Kapasitas dan Aktivitas Source dan Sink. Disertasi. Program Studi Agronomi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Riduan, A dan Sudarsono. 2005. Daya hasil sepuluh galur introgresi kacang tanah hasil silangan antara Arachis cardenasii dan A. hypogaea. J. Hayati (12) No.3: 116-120.

Rubatzky, V.E dan M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia; Prinsip Produksi dan Gizi. ITB press. Bandung. 256 hal.

Saleh. N. 2010. Optimalisasi pengendalian terpadu penyakit bercak daun dan karat pada kacang tanah. Pengembangan Inovasi pertanian 3 (4): 289-305. Sumartini. 2008. Bioekologi dan pengendalian penyakit bercak daun pada kacang

tanah. Bul. Palawija (16): 18-26.

Sumarwoto. 2004. Pengaruh pemberian kapur dan ukuran bulbil terhadap pertumbuhan iles-iles (Amorphophallus muelleri blume) pada tanah ber-Al tinggi. Ilmu Pertanian (11) No. 2: 45-53.

Suryadi, Y dan S. A. Rais. 2009. Respon beberapa genotipe kacang tanah terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) di rumah kaca. Buletin Plasma Nutfah (15) No.1: 20-26.

Taufiq, A.1999. Kajian status unsur hara makro dan mikro tanah alfisol serta optimasi pemupukannya untuk kacang tanah. Laporan intern Balitkabi. 21 hal.

29 Utomo, D.S., M.I. Surya, Ansori, H.M. Akin, dan T.R. Basoeki. 2005.

Pemanfaatan subspesies hypogaea dalam perakitan varietas unggul kacang tanah (Arachis hypogaea L.) berbiji besar dan berpolong banyak di Indonesia. Ilmu Pertanian 12(2):84-93.

Utomo, S dan H. M. Akin. 2004. Ketahanan tiga spesies Arachis terhadap bercak daun akhir (Cercosporidium personatum Berk.ET Curt.) pada pemberian dan tanpa pemberian mankozeb. J. Hama dan penyakit Tumbuhan Tropika (4) no.2: 75-82.

Wijaya, A. 2011. Pengaruh Pemupukan dan Pemberian Kapur terhadap Pertumbuhan dan Daya Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea, L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Yudiwanti, S. Sastrosumarjo, S. Hadi, S. Karama, A. Sukarti, dan A.A. Mattjik. 1998. Korelasi genotipik antara hasil dengan tingkat ketahanan terhadap penyakit bercak daun hitam pada kacang tanah. Bul. Agron 26 (1): 16-21. Yudiwanti, dan M.A. Ghani. 2002. Keragaan Daya Hasil Galur-Galur Kacang

Tanah Hasil Persilangan Varietas Gajah dengan Galur GPNC-WS4. Makalah Seminar Nasional Agronomi dan Pameran Pertanian. Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI). Bogor.

Yudiwanti dan D. Sutina. 2004. Penggunaan Rancangan Augmented untuk Menduga Parameter Genetik dalam Seleksi Polong Berbiji Tiga pada Kacang Tanah. Forum Statistika dan Komputasi. Edisi Khusus Seminar Nasional Statistika. Departemen Fakultas MIPA IPB. Bogor. Hal. 159-162.

Yudiwanti. 2006. Pengaruh Antagonis Stomata terhadap Ketahanan pada Penyakit Bercak Daun dan Daya Hasil pada Kacang Tanah. Prosiding Seminar Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman. Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB. Bogor. Hal. 330-333.

Yudiwanti. 2007. Galur Kacang Tanah Berdaun Hijau Tua: Keunggulan dan Pengendalian Genetiknya. Prosiding Seminar Nasional Hasil yang Dibiayai oleh Hibah Kompetitif. Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB. Bogor. Hal. 143-146.

Yudiwanti, B. Wirawan, dan D. Wirnas. 2007. Korelasi Antara Kandungan Klorofil, Ketahanan terhadap Penyakit Bercak Daun dan Daya Hasil pada Kacang Tanah. Prosiding Seminar Nasional Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman. Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB. Bogor. Hal. 316-319.

Yudiwanti, Sudarsono, H. Purnamawati, Yusnita, D. Hapsoro, A.F. Hemon, dan S. Soenarsih. 2008. Perkembangan Pemuliaan Kacang Tanah di Institut Pertanian Bogor. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. Puslitbangtan, Badan Litbang Pertanian, DEPTAN. Malang. Hal 152-161.

30

LAMPIRAN

31 Lampiran 1. Curah hujan bulan selama penanaman

Tanggal Bulan

Maret April Mei ...mm... 1 - - 10.80 2 - - - 3 3.43 12.50 1.50 4 8.30 11.00 7.50 5 20.00 2.80 - 6 10.60 5.70 - 7 - - 3.00 8 8.20 - 23.80 9 0.10 3.50 - 10 60.10 - - 11 3.00 - - 12 - - - 13 - - - 14 TTU - Ttu 15 - - 9.60 16 6.40 - - 17 - - - 18 - ttu - 19 - - - 20 4.50 - - 21 - 22.50 - 22 32.90 - - 23 0.40 38.50 - 24 2.00 - - 25 41.60 - - 26 88.20 ttu - 27 26.50 44.30 - 28 13.30 - - 29 0.50 11.70 - 30 1.10 ttu - 31 - - Jumlah 362.00 152.50 56.20 Hari hujan 20 12 7

Keterangan: - = tidak ada hujan; ttu = tidak terukur. Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika,

32 Lampiran 2. Suhu udara harian selama penanaman

Tanggal Bulan

Maret April Mei

...0C... 1 26.90 28.00 28.40 2 26.10 27.30 29.40 3 26.30 26.70 28.80 4 25.80 27.30 27.40 5 26.90 25.90 27.10 6 27.50 26.50 28.00 7 27.10 27.50 24.60 8 26.50 26.90 27.30 9 26.30 27.00 28.00 10 25.90 27.30 28.00 11 27.50 27.90 28.10 12 26.20 27.60 28.20 13 25.70 28.10 27.60 14 27.10 28.40 28.20 15 26.20 28.00 27.70 16 26.60 28.20 27.70 17 27.80 28.30 27.70 18 26.80 28.90 28.60 19 27.50 29.30 28.70 20 28.40 28.40 27.90 21 27.80 28.60 28.60 22 27.30 27.70 28.20 23 27.80 27.60 27.70 24 27.20 28.10 27.80 25 27.30 28.60 27.90 26 26.00 27.30 27.70 27 26.50 27.70 27.50 28 27.10 28.30 27.50 29 27.40 27.90 28.50 30 27.30 27.30 28.70 31 28.10 28.00 Rata-rata 34.80 27.80 27.90

Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Klimatologi Jatiwangi

33 Lampiran 3. Rekapitulasi analisis ragam karakter-karakter pengamatan

Sk Db JK KT F hit Pr > F KK

Nilai tengah Jumlah Polong Bernas

Ulangan 2 6.20 3.10 0.51 tn 0.6074

26.85 9.22 Perlakuan 19 179.27 9.43 1.54 tn 0.1274

Galat 38 233.25 6.14

Jumlah Polong Cipo

Ulangan 2 0.692 0.346 2.93 tn 0.0655

25.65 1.34 Perlakuan 19 1.48 0.078 0.66 tn 0.8327

Galat 38 4.48 0.12

Bobot Polong total

Ulangan 2 7619.33 3809.67 1.25 tn 0.297

49.14 112.29 Perlakuan 19 61503.74 3237.04 1.06 tn 0.4219

Galat 38 115721.41 3045.30 Bobot Polong Bernas

Ulangan 2 3580.34 1790.17 0.79tn 0.4659

49.28 96.82 Perlakuan 19 49492.93 2604.89 1.14tn 0.3513

Galat 38 86543.15 2277.45 Bobot Polong Cipo

Ulangan 2 0.901 0.45 3.76* 0.0324

32.35 1.07 Perlakuan 19 1.340 0.07 0.59tn 0.8920

Galat 38 4.560 0.12

Bobot Biji Total

Ulangan 2 9.29 4.64 0.84tn 0.4381

28.64 8.20 Perlakuan 19 126.55 6.67 1.21tn 0.3000

Galat 38 209.17 5.51

Bobot 100 Butir Biji

Ulangan 2 42.28 21.14 0.92tn 0.4077

11.27 42.56 Perlakuan 19 750.89 39.52 1.72tn 0.0768

Galat 38 874.37 23.01

34 Lampiran 3. (Lanjutan) SK db JK KT F hit Pr > F KK Nilai tengah Tinggi Tanaman Ulangan 2 0.00002333 0.00001167 0.69 tn 0.5082 30.11 0.013667 Perlakuan 19 0.00072667 0.00003825 2.26* 0.0160 Galat 38 0.00064333 0.00001693 Jumlah Cabang Ulangan 2 0.012 0.006 3.33* 0.0466 22.75 0.02 Perlakuan 19 0.072 0.004 2.05* 0.0292 Galat 38 0.07 0.002

Persentase Panjang Batang Berdaun Hijau Tua

Ulangan 2 0.08 0.04 0.08 tn 0.9213

18.43 3.76 Perlakuan 19 7.02 0.37 0.77 tn 0.7273

Galat 38 18.28 0.48

Jumlah Polong Total

Ulangan 2 14.71 7.36 0.97 tn 0.3882

25.97 10.60 Perlakuan 19 203.83 10.73 1.41 tn 0.177

Galat 38 288.18 7.58

35 Lampiran 4. Hasil analisis tanah di Desa Cijelag Kabupaten Sumedang

pH 1:1

Walkey &

Black Kjeldhal Bray I HCl 25% N NH4OAc pH7.0 KB N KCl 0.05 N HCl Tekstur

H2O KCl C-org N-Total P Ca Mg K Na KTK Al H Fe Cu Zn Mn Pasir Debu Liat

...%... ...(ppm)... ...me/100g... ...%... ....me/100g.... ...ppm... ....%....

4.80 4.10 1.44 0.13 3.60 34.30 2.36 1.28 0.25 0.35 19.18 22.11 3.21 0.29 6.63 0.86 1.73 150.01 32.67 27.52 39.81

ii

RINGKASAN

NIKEN KHUSNUL TRI LESTARI. Uji Daya Hasil Galur-Galur Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Tahan Penyakit Bercak Daun di Desa Cijelag Kabupaten Sumedang (Dibimbing oleh YUDIWANTI WAHYU E.K)

Bercak daun merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan produksi kacang tanah yang cukup besar. Penggunaan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit bercak daun dan berdaya hasil tinggi merupakan salah satu pengendalian yang efektif untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi daya hasil 16 galur GWS kacang tanah tahan penyakit bercak daun, hasil persilangan antara varietas Gajah dan galur introduksi GPNC-WS 4. Penelitian dilaksanakan di Desa Cijelag, Kabupaten Sumedang pada bulan Maret sampai bulan Juni 2012.

Bahan tanam yang digunakan adalah 16 galur GWS kacang tanah dan empat varietas pembanding yaitu Gajah, Sima, Jerapah, dan Zebra Putih. Gajah adalah varietas pembanding yang rentan terhadap penyakit bercak daun, sedangkan tiga lainnya yaitu Sima, Jerapah, dan Zebra Putih merupakan varietas pembanding yang toleran terhadap penyakit bercak daun.

Percobaan disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor yaitu 20 genotipe kacang tanah dengan tiga ulangan. Terhadap data yang diperoleh dilakukan uji kenormalan dengan metode Andersson-Darling. Transformasi dilakukan pada data yang menunjukkan sebaran tidak normal. Selanjutnya data yang telah memiliki sebaran normal diolah dengan uji-F, perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan uji t-Dunnett pada taraf nyata 5%. Analisis data lainnya digunakan untuk menduga nilai heritabilitas arti luas dan korelasi antar karakter yang diamati.

Berdasarkan uji Andersson-Darling, terdapat tiga peubah yang memiliki sebaran data yang normal yaitu peubah bobot polong total, bobot polong bernas, dan bobot seratus butir biji. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa karakter tinggi tanaman dan jumlah cabang berbeda nyata pada taraf 5%.

Hasil evaluasi dari daya hasil terhadap 16 galur generasi lanjut hasil persilangan antara varietas Gajah x galur intoduksi GP-NC WS4 untuk

iii ketahanannya terhadap penyakit bercak daun dan berdaya hasil tinggi, diperoleh Galur GWS 110A2, 73D, 110A1, 39D, 18A1, 134A1, dan 39B sebagai galur yang tahan terhadap penyakit bercak daun dan daya hasil lebih tinggi dibandingkan varietas Gajah. Pemilihan galur GWS terbaik didasarkan pada galur-galur yang memiliki nilai tengah tertinggi dibandingkan varietas Gajah untuk karakter persentase panjang batang utama berdaun hijau tua, jumlah polong total, dan jumlah polong bernas. Ketiga karakter tersebut merupakan karakter yang dipilih untuk kriteria seleksi ketahanan dan daya hasil.

Dokumen terkait