PENAMPUNGAN YANG BERBEDA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
ii
RINGKASAN
GILANG SURYA PRATAMA. D14070268. Karakteristik Semen Ayam Arab pada Frekuensi Penampungan yang Berbeda. Skripsi. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Pembimbing Utama : Dr. Rudi Afnan, S.Pt., M.Sc. Agr. Pembimbing Anggota : Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Agr.Sc.
Perkembangbiakan ayam Arab masih dilakukan dengan cara alami, dan dibiarkan kawin dengan sendirinya, sehingga perbanyakan bibit baik untuk keperluan penelitian maupun usaha komersial masih terbatas. Inseminasi Buatan (IB) merupakan alternatif pemecahan masalah tentang pengadaan bibit dalam waktu singkat dan untuk memperbanyak ternak bibit unggul atau untuk keperluan penelitian. Manajemen penampungan semen sangat penting dilakukan pada peternakan pembibitan yang menerapkan teknik IB. Seekor pejantan yang sudah dewasa kelamin setiap saat dapat mengeluarkan semen, namun untuk menghasilkan semen yang berkualitas dibutuhkan suatu pengaturan frekuensi penampungan semen yang tepat. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari karakteristik semen ayam Arab serta untuk mengetahui frekuensi penampungan semen yang tepat untuk pelaksanaan IB pada ayam Arab.
Penelitian ini menggunakan sembilan ekor ayam Arab Silver pejantan berumur 33 minggu dengan kisaran bobot badan seragam (Koefisien Keragaman = 9,55 %). Sembilan ekor pejantan ini dibagi menjadi tiga secara acak (A, B, C), dimana tiga ekor mendapat perlakuan penampungan semen satu kali per minggu (A), tiga ekor lainnya dengan penampungan semen dua kali per minggu (B), dan tiga ekor lainnya dengan penampungan semen tiga kali per minggu (C). Pengamatan meliputi evaluasi makroskopis (warna, ph, volume, dan konsistensi semen), dan evaluasi mikroskopis (gerakan massa, motilitas, abnormalitras, konsentrasi, dan jumlah spermatozoa per ejakulat). Pengamatan berlangsung selama enam minggu (Desember 2010 – Januari 2011) dan dilakukan di Laboratorium Unit Rehabilitasi Reproduksi (URR), Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian menggunakan rancangan percobaan RAL, dimana terdapat tiga taraf perlakuan dan tiga ulangan yang diamati selama enam minggu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis ragam dengan bantuan program Minitab 14.
Hasil statistik menunjukkan bahwa seluruh peubah yang diamati tidak menunjukkan perbedaaan nyata antara ketiga perlakuan (P > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ayam Arab dengan penampungan semen satu kali per minggu, dua kali per minggu, dan tiga kali per minggu menghasilkan kartakteristik semen yang sama. Hasil evaluasi semen yang didapatkan yaitu : semen berwarna putih susu dengan konsistensi kental ; pH semen berkisar antara 6,8 – 7,1 ; volume semen berkisar antara 0,08 – 0,09 ml dengan gerakan massa sangat baik (+++) ; motilitas > 70% dengan abnormalitas spermatozoa < 25% ; konsentrasi > 4,5 milyar sel/ ml dan jumlah spermatozoa per ejakulat > 400 juta sel. Hasil tersebut menunjukkan ayam Arab memiliki kualitas semen yang cukup baik dan tidak menunjukkan penurunan kualitas walaupun penampungan semen dilakukan sebanyak 3x dalam seminggu. Kata-kata kunci : semen, ayam Arab, frekuensi penampungan
iii
ABSTRACT
Semen Characteristics of Arab Rooster at Different Collecting Frequencies
Pratama, G. S., R. Afnan and C. Sumantri
Chicken breeding is generally still multiplied in a natural way. Artificial insemination (AI) in poultry is used to multiply the breeds of livestock or for research purposes. Management of collecting semen is very important to carry out in applying AI techniques. A sexually mature rooster can produce semen at any time. However, to produce high quality of semen, the setting of frequency of semen collection is needed. Therefore, based on the reproductive potency of Arab chicken and the benefits obtained through the AI, this research was done to determine the semen quality and to know the proper frequency in collecting semen for AI. Nine roosters of Arab Silver Chicken were used in this study. Nine roosters were then randomly divided into three treatments of semen collection interval (A, B, C). The results show that the frequency of semen collecting in 1, 2 and 3 times a week had no influence in quality of semen (P>0,05). Volume of semen, motility, concentration and abnormality of spermatozoa were not different between treatments.
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ayam Arab merupakan ayam tipe petelur yang memiliki tingkat efisiensi pakan dan kemampuan memproduksi telur yang tinggi. Perkembangbiakan ayam Arab ini pada umumnya masih dilakukan dengan cara alami, dan dibiarkan kawin dengan sendirinya, sehingga perbanyakan bibit baik untuk keperluan penelitian maupun usaha komersial masih terbatas.
Inovasi teknologi Inseminasi Buatan (IB) merupakan alternatif pemecahan masalah tentang pengadaan bibit dalam waktu singkat serta digunakan untuk memperbanyak ternak bibit unggul atau untuk keperluan penelitian. Inseminasi buatan pada ayam merupakan suatu proses pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi ayam betina dengan bantuan manusia. Pelaksanaan IB pada ayam masih terasa asing bagi peternak kecil, padahal prospek dan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan IB ini cukup baik. Keuntungan yang akan diperoleh dengan melaksanakan IB antara lain : (1) mempertinggi efisiensi penggunaan pejantan unggul, (2) menghemat biaya, menghemat tenaga pemeliharaan dan menghindari bahaya, (3) pejantan yang dipakai telah mengalami seleksi terlebih dahulu secara teliti, (4) mencegah penularan penyakit, dan (5) meningkatkan efisiensi reproduksi (Toelihere, 1993).
Manajemen penampungan semen sangat penting dilakukan oleh peternakan pembibitan yang menerapkan teknik IB. Seekor pejantan yang sudah dewasa kelamin setiap saat dapat mengeluarkan semen, tetapi untuk menghasilkan semen yang berkualitas baik diperlukan pengaturan frekuensi penampungan semen yang tepat. Frekuensi ejakulasi pada perkawinan alam ataupun frekuensi penampungan semen pada pelaksanaan IB akan mempengaruhi volume dan konsentrasi semen (Toelihere, 1993).
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata pada frekuensi penampungan semen terhadap karakteristik semen. Penelitian Hulfah (2007) menemukan bahwa frekuensi penampungan semen yang berbeda (1x, 3x, dan 5x seminggu) pada ayam Kampung, menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada volume semen, pH semen, dan konsentrasi spermatozoa. Hal yang sama ditemukan pada penelitian McDaniel dan Sexton (1977) yang mendapati bahwa
2 frekuensi penampungan semen yang berbeda pada pejantan Leghorn berpengaruh nyata terhadap volume semen dan konsentrasi semen. Penelitian Malecki et al. (1997) juga mendapati bahwa frekuensi penampungan semen yang berbeda pada burung unta mempengaruhi total volume semen (P<0,01) dan total jumlah spermatozoa (P<0,05).
Ayam Arab memiliki daya adaptasi yang tinggi pada iklim Indonesia dan pejantannya diketahui memiliki libido yang tinggi. Beberapa penelitian seperti yang dikerjakan oleh Iskandar et al. (2006) dan Nataamijaya et al. (2003) menunjukkan bahwa ayam Arab jantan dewasa memiliki karakteristik volume semen per ejakulasi dan gerakan massa spermatozoa yang baik, motilitas dan konsistensi spermatozoa tinggi, pH semen netral, dan persentase spermatozoa abnormal relatif rendah.
Berdasarkan potensi produksi dan data reproduksi ayam Arab serta informasi mengenai pengaruh frekuensi penampungan semen terhadap kualitas semen, maka penelitian ini perlu dilakukan untuk mempelajari pengaruh frekuensi penampungan semen yang berbeda terhadap karakteristik semen ayam Arab.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik semen ayam Arab pada frekuensi penampungan yang berbeda serta mengetahui frekuensi penampungan semen yang tepat untuk pelaksanaan inseminasi buatan.
3