Beban program imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi adalah: 31 Maret 31 Desember
40. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a. Manajemen Risiko Modal
Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan entitas anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2012 31 Desember 2011 Rp Rp 9,180.00 9,068.00 12,258.98 11,738.99 1 EUR Mata uang 1 US$
40. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup dan memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan dan entitas anak terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 6),
pinjaman (Catatan 15, 21, 22 dan 23) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 24), tambahan modal disetor (Catatan 25), saldo laba dan kepentingan nonpengendali (Catatan 26).
Dewan Direksi Perusahaan secara berkala melakukan review struktur permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari review ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
Gearing ratio pada tanggal 31 Maret 2012 dan Desember 31, 2011 adalah sebagai berikut:
2012 2011
Rp'000 Rp'000
Pinjaman 1,746,470,369 1,612,857,422
Kas dan setara kas 922,593,068 621,021,073
Pinjaman bersih 823,877,301 991,836,349
Modal 2,548,120,758 2,373,135,467
Rasio pinjaman - bersih
terhadap modal 32.33% 41.79%
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan dan entitas anak beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen risiko mata uang asing
Perusahaan dan entitas anak terekspos terhadap pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing terutama dikarenakan transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing seperti pembelian barang impor dan pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing.
Perusahaan dan entitas anak mengelola eksposur terhadap mata uang asing dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi mata uang asing secara terus menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat seperti pembiayaan kembali pinjaman dalam mata uang asing dengan pinjaman dalam mata uang Rupiah dan penggunaan transaksi lindung nilai apabila diperlukan untuk mengurangi risiko mata uang asing. Selain itu entitas anak juga melakukan penagihan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap beberapa penyewanya. Jumlah mata uang asing bersih Perusahaan dan entitas anak pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 39.
ii. Manajemen risiko tingkat bunga
Instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anak yang terekspos terhadap risiko tingkat bunga nilai wajar (instrumen tingkat bunga tetap) dan risiko tingkat bunga arus kas (instrumen tingkat bunga mengambang), serta instrumen keuangan tanpa bunga, adalah sebagai berikut:
Bunga Bunga Tanpa
Mengambang tetap bunga Jumlah
Rp'000 Rp'000
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 138,835,828 782,201,309 1,555,931 922,593,068
Aset keuangan lainnya 6,660,570 114,364,789 - 121,025,359
Piutang usaha - - 143,527,057 143,527,057 Piutang lain-lain - - 4,844,656 4,844,656 Liabilitas Keuangan Utang bank 222,540,000 - - 222,540,000 Utang usaha - - 74,921,648 74,921,648 Utang lain-lain 24,271,751 24,271,751
Biaya yang masih harus dibayar 41,660,098 41,660,098
Liabilitas jangka panjang
-Bank 1,157,130,953 - - 1,157,130,953
Lain-lain - - 3,160,569 3,160,569
Obligasi - 366,799,416 - 366,799,416
Uang jaminan penyewa - - 68,439,325 68,439,325
Analisis jatuh tempo dari utang jangka panjang diungkapkan pada Catatan 15, 21, 22 dan 23..
Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko tingkat bunga dengan melakukan pengawasan terhadap pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perusahaan serta kombinasi pinjaman suku bunga tetap dan mengambang yang tepat.
Untuk mengelola risiko tingkat bunga, Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan campuran yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap.
iii. Manajemen risiko kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan dan entitas anak.
Risiko kredit Perusahaan dan entitas anak terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Risiko kredit pada saldo bank dan deposito tidak besar karena Perusahaan dan entitas anak menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Perusahaan dan entitas anak meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan Perusahaan dan entitas anak dapat mengambil kembali properti yang bersangkutan apabila pelanggan gagal membayar kewajiban cicilannya. Untuk risiko kredit yang timbul dari penyewa property investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit dalam bentuk tunai, serta membayar uang muka sewa sebelum masa sewa berlaku, serta Perusahaan dan entitas anak dapat menghentikan semua pelayanan ke unit yang disewakan jika penyewa tidak membayar tagihan sesuai waktu yang ditentukan.
Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Perusahaan dan entitas anak memiliki kebijakan untuk memastikan bertransaksi dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang usaha atas penjualan apartemen entits anak pada tanggal neraca sebagian besar merupakan selisih pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian proyek setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli.
iv. Manajemen risiko likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Perusahaan dan entitas anak untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal
tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Perusahaan dan entitas anak memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
c. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai tercatat dan nilai wajar pada instrument keuangan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
Nilai tercatat Nilai wajar
Rp'000 Rp'000
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 922,593,068 922,593,068 (i) Aset keuangan lainnya 121,025,359 121,025,359 (i) Piutang usaha 143,527,057 143,527,057 (i) Piutang lain-lain 4,844,656 4,844,656 (i) Liabilitas Keuangan
Utang bank 222,540,000 222,540,000 (ii) Utang usaha 74,921,648 74,921,648 (i) Utang lain-lain 24,271,751 24,271,751 (i) Biaya yang masih harus dibayar 41,660,098 41,660,098 (i) Liabilitas jangka panjang
Bank 1,157,130,953 1,157,130,953 (ii) Lain-lain 3,160,569 3,160,569 (i) Obligasi 366,799,416 415,412,127 (iii) Uang jaminan penyewa 68,439,325 68,439,325 (i) Utang obligasi wajib konversi 463,184,383 357,370,498 (iii)
2012
i. Nilai wajar mendekati nilai tercatatnya, karena akan jatuh tempo dalam jangka pendek. ii. Nilai wajar sama dengan nilai tercatat karena tingkat bunga menggunakan tingkat bunga pasar.
iii. Nilai wajar ditentukan menggunakan nilai kini dari arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat bunga pasar.