• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAR MODAL SYARIAH

B. Instrumen Pasar Modal Syariah

1. Pasar Modal dan Pasar Uang Syariah

Sebagaimana yang telah di uraikan terdahulu bahwa ada perbedaan yang jelas antara pasar modal dengan pasar uang dalam dunia investasi. Yang dimaksud dengan pasar modal adalah semua kegiatan yang bersangkutan dengan perdagangan surat-surat berharga yang telah ditawarkan kepada publik yang akan/telah diterbitkan oleh emiten sehubungan dengan penanaman modal atau peminjaman uang dalam jangka menengah/panjang termasuk instrumen derivatifnya. Sedangkan pasar uang pada sisi yang lain merupakan pasar surat berharga jangka pendek seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Commersial Paper Notes (CPN), dan sebagainya.

Dari pengertian tersebut di atas dapat diketahui bahwa pasaar modal syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan prinsip-prinsip syariah, setiap transaksi perdagangan surat berharga di pasar modal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sedangkan pasar uang syariah adalah pasar di mana diperdagangkan surat berharga yang diterbitkan sehubungan dengan penempatan atau peminjaman uang dalam jangka pendak (satu tahun atau kurang dari satu tahun) guna memobilisasi sumber dana jangka pendek dan me-manage likuiditas secara efesien, dapat memberikan keuntungan dan sesuai dengan syariah. Dana ini bisa dimiliki masyarakat yang hanya ingin menanamkan modalnya dalam

      

213Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal..., hlm.29

214Abdul Manan, Aspek Hukum Dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia..., hlm.

28

 

jangka pendek serta lembaga keuangan lainnya yang memiliki kelebihan likuiditas sementara yang bersifat jangka pendek bukan jangka panjang.

Pertama kali lembaga keuangan yang concern didalam mengoperasionalkan portopolionya dengan portopolio syariah di pasar modal adalah Amanah Income Fund yang didirikan pada bulan Juni 1986 oleh para anggota The North American Islamic Trust yang bermarkas di Indiana, Amerika Serikat. Tidak lama kemudian wacana membangun pasar modal yang berbasis syariah di sambut dengan sangat antusias oleh para pakar ekonomi muslim dikawasan Timur Tengah, Eropa, Asia dan juga wilayah AS yang lain. Beberapa negara yang proaktif dalam menyambut kedatangan para investor muslim maupun investor yang ingin memanfaatkan pasar modal yang berprinsip syariah adalah Bahrain Stock di Bahrain, Amman Financial Market di Amman, Muscat Securities Kuwait Stock Exchange di Kuwait, dan KL Stock Exchange di Kuala Lumpur Malaysia.215

Pasar modal syariah tidak hanya berkembang di negara-negara yang mayoritas muslim, tetapi juga berkembang di negara-negara sekuler yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Bursa efek dunia New York Stock Exchange meluncurkan produk yang bernama Dow Jones Islamic Market Index (DJIMI) pada bulan Februari 1999. Untuk menjaga agar investasi yang oleh pasar modal syariah ini aman dari hal-hal yang bertentangan dengan prinsip syariah, maka dibentuklah Dewan Pengawas Syariah yang disebut dengan nama Syariah Supervisory Board. Perkembangan lembaga keuangan syariah dalam bentun investasi di Pasar Modal Syariah di berbagai negara disambut baik oleh para pakar ekonomi muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Jakarta Islamic Indeks pada tahun 2000.216

2. Manfaat Pasar Modal

Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pasar modal adalah tempat bertemu para pihak untuk melakukan investasi terhadap portopolio secara abstrak. Menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, serta Komarudin Ahmad ada beberapa manfaat pasar modal untuk berinvestasi, antara lain:217

a. Manfaat bagi investor

Bila selama ini para pemodal relatif terbatas menanamkan dananya di bank, seperti deposito dan instrumen simpanan lainnya. Dengan perkembangan pasar modal di Indonesia yang menerbitkan saham, obligasi dan sekuritas, jelas membuka kesempatan lebih mengoptimalkan perolehan dari dana yang dumilikinya. Memang bisa saja, pemodal tersebut menanamkan uangnya dalam bentuk investasi langsung, tetapi perlu melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang sektor investasi. Apakah prospeknya menguntungkan dan siapa partnernya. Sedangka investasi dalam bentuk saham dan/atau obligasi, tidak memerlukan penelitian yang rumit. Sebab perusahaan yang telah go public tersebut telah mempunyai track record sebelumnya.

      

215Sofyan Syafri Harahap, Menuju Perumusan Teori Akuntansi Islam, (Jakarta: Pustaka Quantum, 2001), hlm.

287-288

216Abdul Manan, Aspek Hukum Dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia..., hlm.

78

217Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal..., hlm.17-19

 

Terlebih-lebih lagi ada pihak-pihak yang telah meneliti mengenai keadaan keuangan dan prospek usaha perusahaan tersebut untuk masa mendatang.

Dalam hal demikian ini, pemodal tersebut tidak perlu dipusingkan dibandingkan bila melakukan investasi secara langsung. Yang pentimg adalah menetapkan pemilihan saham yang akan dibeli dan pada harga berapa bila saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Sedangkan di pasar perdana telah ditetapkan oleh penjamin emisinya bersama-sama dengan emitennya.

Manfaat yang dapat diambil/diperoleh bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal, antara lain:

1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi, peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga yang menjadi kapital baru.

2. Sebagai pemegang saham, investor memperoleh dividen sebagai pemegang obligasi investor memperoleh bunga tetap (bagi hasil) atau pendapatan yang lain yang mengambang.

3. Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham, mempunyai hak suara dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi.

4. Dapat dengan mudah mengambil instrumen investasi misalnya dari saham A kesaham B sehinga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi risiko investasi.

5. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen untuk mengurangi risiko.

Investasi di pasar modal juga mempunya beberapa kelebihan dibandingkan denga investasi pada sektor perbankan maupun sektor lainnya bagi investor, pasar modal memberikan kelebihan-kelebihan dan kekuasaan sendiri. Dalam melakukan investasi di pasar modal calon investor dapat memilih berbagai jenis efek yang diinginkan, apakah dalam bentuk saham, obligasi, maupun sekuritas kredit.

b. Manfaat bagi pemerintah

Dengan berkembangnya pasar modal, perusahaan-perusahaan menjual sahamnya di bursa efek, hal ini akan sejalan dengan tujuan pemerataan hasil pembangunan, membuka kesempatan kerja, dan tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketegangan sosial di kalangan masyarakat.

Dana yang di peroleh perusahaan yang go public dapat digunakan untuk memperluas jaringan usaha, baik yang telah ada maupun usaha baru.

Kondisi yang demikian ini jelas akan membuka kesempatan kerja. Di lain pihak, dengan dimilikinya saham-saham oleh pemodal perorangan, memberikan kesempatan kepada masyarakat luas memiliki saham yang selama ini dimiliki oleh keluarga tertentu maupun pengusaha kaya saja. Keadaa n demikian ini secara politis akan dapat mengurangi ketegangan sosial dalam masyarakat. Manfaat lain dari perkembangan pasar modal ini adalah pendayagunaan secara optimal dana yang dimiliki oleh masyarakat untuk dimanfaatkan dalam mendorong pembangunan. Keterbatasan pembiayaan pembangunan dari sektor pemerintah diharapkan dapat diperoleh dari masyarakat atau swasta sendiri.

 

c. Manfaat bagi perusahaan dan dunia usaha

Masalah utama yang bisa dihadapi setiap perusahaan untuk mengembangkan usahaya adalah “permodalan”. Walaupun dunia perbankan dan lembaga keuangan lainnya telah menyediakan dan membuka kesempatan kepada setiap pengusaha untuk memperoleh fasilitas modal, namun tidak semua perusahaan dapat memperoleh kesempatan tersebut. Hambatan utama biasanya menyangkut jaminan atau angunan. Keterbatasan jaminan yang dimiliki perusahaan memaksa terbukanya pasar bagi produk usahanya maupun kelonggaran yang diberikan pemerintah tidak dapat sepenuhnya mereka manfaatkan.

Keadaan tersebut tidak sedikit menutup kesempatan berkembang bagi perusahaan kecil dan / atau menengah. Dilain pihak jenis usaha tersebut akan dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang kuat permodalannya.

Akhirnya pengusaha dengan skala kecil terpaksa mengalihkan usahanya kebidang lain berhubung tidak kuat bersaing dengan perusahaan besar.

Kalaupun dapat bersaing akhirnya akan kehilangan pasar.

Dalam usaha meningkatkan modal dengan menarik dana dari luar, perusahaan akan memerhatikan masalah jumlah dana dan jangka waktu untuk memperolehnya. Di samping itu, jenis dana yang ditarik tidak kalah penting pula untuk menjadi pertimbangan, apakah dana yang ditarik itu pinjaman atau modal sendiri (equity) akan tergantung pada posisi keuangan perusahaan yang telah ada. Dengan demikian, bank tidak selalu akan dapat memenuhi permintaan kredit perusahaan. Posisi keuangan yang telah melampaui, ratio debt to equity yang aman tidak memungkinkan bankk untuk meningkatkan kredit (modal pinjaman) bagi perusahaan yang bersangkutan.

Dalam posisi yang demikian, penanaman modal perusahaan dapat ditempuh dengan jalan menambah jumlah equity (saham). Jika perusahaan sudah tidak mungkin untuk meningkatkan modal pinjaman, padahal peningkatan modal sudah sangat mendesak, akan semain menyulitkan perusahaan jika tidak ada jalan keluarnya. Hal itu tidak mustahil kan terjadi bila alternatif dana sangat terbatas. Untuk mendorong perkembangan perusahaan, pemerintah berusaha menyediakan berbagai alternatif sumber dana yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memnuhi kedudukan dananya.

Melalui pasar modal, perusahaan dapat memperoleh dana pinjaman maupun dana equity. Melalui pasar modal, perusahaan dapat mengutamakan dana pinjaman dengan menjual obligasi atau sekuritas kredit. Sedangkan penguatan dana equity dapat di tempuh dengan menjual saham, meskipun sudah tersedia di pasar modal yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai wadah untuk menarik dana, tetapi masih banyak perusahaan yang belum memahami bagaimana manfaat pasar modal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasar modal memberikan banyak mnfaat, diantaranya:

 

1. Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.

2. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya difersivikasi.

3. Menyediakan indikator utama (leading indicator) bagi tren ekonomi negara.

4. Memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.

5. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.

6. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dengan prospek yang baik.

7. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan likuiditas, dan difersivikasi investasi.

8. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses kontrol sosial.

9. Mendorong penglolaan perusahaan dengan iklim terbuka, pemanfaatan manajemen profesional, dan penciptaan iklim usaha yang sehat.218

      

218Abdul Manan, Aspek Hukum Dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia..., hlm.

31-34

 

BAB VIII